Universitas Brawijaya Disusun Oleh:
Malang Alfan Alfarisi 155020200111024
Febrian Yalisman 165020204111005
MANAGEMENT MODELS
OUTLINE PEMBAHASAN
• PENDAHULAN
• THE NONAKA AND TAKEUCHI KNOWLEDGE SPIRAL MODEL
• THE VON KROGH AND ROOS MODEL OF ORGANIZATIONAL EPISTEMOLOGY
• THE CHOO SENSE-MAKING KM MODEL
• THE WIIG MODEL FOR BUILDING AND USING KNOWLEDGE
• BOISOT KM MODEL
• COMPLEX ADAPTIVE SYSTEM MODELS OF KM
• KASUS
PENDAHULUAN
• Knowledge management
proses pendekatan sistematis terhadap perekaman (capturing), penataan
(structuring) , pengelolaan (management), dan diseminasi pengetahuan di seluruh
organisasi untuk bekerja lebih cepat, menggunakan kembali praktik terbaik, dan
mengurangi biaya pengerjaan ulang (Nonaka dan Takeuchi, 1995).
• A model
representasi dari sistem yang memungkinkan untuk investigasi sifat-sifat sistem
dan -dalam beberapa kasus- prediksi hasil di masa depan.
• A knowledge management model
representasi KM untuk investigasi karakteristik (property) untuk pemahaman yang
lebih baik dan sistematisasi pengetahuan tentang manajemen pengetahuan.
MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT
• Menggambarkan pendekatan holistik terhadap KM
• Telah diriview, dikritik, dan didiskusikan secara
ekstensif
• Model telah diimplementasikan dan diujicobakan
untuk reliabilitas dan validitas
MAJOR KNOWLEDGE MANAGEMENT MODELS
• The Von Krogh and Roos Model of Organizational
Epistemology (1995)
• The Nonaka and Takeuchi Knowledge Spiral Model (1995)
• The Choo Sense-Making KM Model (1998)
• The Wiig Model for Building and Using Knowledge (1993)
• The Boisot I-Space KM Model (1998)
• Complex Adaptive System Models of KM
THE VON KROGH AND ROOS MODEL OF
ORGANIZATIONAL EPISTEMOLOGY
Model yang pertama kali (secara jelas) memisahkan antara individual
knowledge dengan social knowledge.
Pengetahuan berada baik pada individu di dalam organisasi dan tingkat
sosialnya yaitu hubungan antar individu
Aspek yang dianalisis:
• Mengapa dan bagaimana pengetahuan sampai/diterima oleh karyawan
• Mengapa dan bagaimana pengetahuan diperoleh organisasi
• Apa arti dari pengetahuan tersebut untuk karyawan/organisasi
• Apa saja hambatan dari organizational knowledge management
(Cristea and Căpaţînă, 2009).
THE VON KROGH AND ROOS MODEL
CONT..
Faktor penentu kesuksesan KM dalam organisasi:
Mind set individu individu harus memiliki persepsi bahwa pengetahuan
adalah kompetensi yang krusial
Komunikasi dalam organisasi bentuk legitimasi
Struktur Organisasi struktur organisasi yang mendukung inovasi
Hubungan antar anggota anggota saling mendorong untuk berbagi
pengalaman dan pengetahuan
Manajemen Sumber Daya pengetahuan dievaluasi dan dinyatakan
(acknowledge) oleh top management
THE NONAKA AND TAKEUCHI
KNOWLEDGE SPIRAL MODEL
• Bentuk pengetahuan (tacit/explicit) dan berbagi pengetahuan,
keduanya dibutuhkan untuk menciptakan pengetahuan dan
menghasilkan inovasi
• Faktor kunci keberhasilan inovasi pada perusahaan Jepang adalah
pendekatan tacit pada KM
• Maintain western culture pentingnya menyimpan (storing) dan
mengkomunikasikan explicit knowledge
• Zen Buddhism believe kepercayaan dalam konsep “oneness humanity and
nature, body and mind, self and other”
THE NONAKA AND TAKEUCHI
KNOWLEDGE SPIRAL MODEL
Proses penciptaan pengetahuan:
Selalu diawali dari individu
Pengetahuan personal/privat
Ditranslasi menjadi pengetahuan organisasi public yang tersedia bagi
orang lain
Proses bersifat kontinu, interaktif, dan spiral – interaksi antara
pengetahuan tacit dan explicit
EMPAT MODE KONVERSI PENGETAHUAN
• Socialization (tacit to tacit),
• Externalization (tacit to explicit),
• Combination (explicit to explicit), and
• Internalization (explicit to tacit).
SECI MODEL
THE CHOO SENSE-MAKING KM
MODEL
• Model KM menekankan pada pentingnya sense making
(penciptaan akal), knowledge creation (penciptaan
pengetahuan), dan decision making (pengambilan
keputusan)
• Ketiga proses yang sangat saling terkait terbukanya visi
pengetahuan organisasi, potensi penciptaan pengetahuan
dan komitmennya untuk menghasilkan pengetahuan
sepenuhnya (Neto et al, 2009).
THE CHOO SENSE-MAKING KM
MODEL
SENSE MAKING
Dalam tahap ini, seseorang mencoba memahami aliran informasi dari lingkungan
eksternal. Prioritas diidentifikasi dan digunakan untuk memfilter informasi
Individu membangun interpretasi umum dari pertukaran dan negosiasi bagian
informasi dikombinasikan dengan pengalaman mereka sebelumnya.
KNOWLEDGE CREATING
transformasi personal pengetahuan antar individu melalui dialog, wacana,
sharing, dan strory telling. Fase ini diarahkan oleh visi pengetahuan tentang "apa
adanya" (situasi saat ini) dan "menjadi" (masa depan, keadaan yang diinginkan).
THE CHOO SENSE-MAKING KM
MODEL
DECISION MAKING
terletak pada model pengambilan keputusan rasional yang digunakan untuk
mengidentifikasi dan mengevaluasi alternatif dengan memproses informasi dan
pengetahuan yang dikumpulkan sampai saat ini.
THE WIIG MODEL FOR BUILDING AND
USING KNOWLEDGE
Berfokus pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
Agar pengetahuan berguna dan bernilai, pengetahuan
tersebut harus diorganisasi
Dimensi dari WIIG KM model antara lain:
Kelengkaparan (completeness),
Keterhubungan (connectedness),
Kongruensi (congruency), and
Perspective and purpose (Dalkir, 2011, pp.76-77).
TINGKAT INTERNALISASI
Level Type Description
1 Novice Sangat rendah kesadaran (bahkan tidak sama sekali) tentang pengetahuan dan
cara penggunaannya
2 Beginner Dia tahu tentang keberadaan pengetahuan dan kemana saja Bisa didapat, tapi
dia tidak tahu cara penggunaannya
3 Competent Mengerti, tetapi penggunaan pengetahuannya terbatas
4 Expert Dia menyimpan pengetahuannya, mengerti dimana Bisa diaplikasikan, bekerja
dengan pengetahuan tanpa intervensi dari luar
5 Master Sepenuhnya internalisasi pengetahuan; master memiliki suatu pemahaman
mendalam tentang kejadian di lingkungannya
Table 1: Degrees of Internalization in Wiig Model
EMPAT MACAM PENGETAHUAN
Berdasarkan fakta, conceptual knowledge, methodological knowledge and expectation
knowledge.
o Pengetahuan berdasarkan fakta adalah tentang data, hubungan kausal, ukuran dan pembacaan -
memiliki konten yang dapat diamati, dapat diukur secara langsung.
o Pengetahuan konseptual menyiratkan sistem, konsep dan perspektif.
o Pengetahuan metodologis digunakan oleh strategi, metode untuk pengambilan keputusan dan teknik
lainnya. Contoh - situasi ketika perusahaan belajar dari kesalahan sebelumnya atau memiliki
kemampuan untuk membuat prakiraan berdasarkan analisis kejadian
o Pengetahuan ekspektasi mengacu pada penilaian, hipotesis dan harapan orang-orang yang
memilikinya. Sebagai contoh - intuisi, anggapan dan heuristik yang kita gunakan saat membuat
keputusan.
Bentuk pengetahuan, dikombinasikan dengan perspektif yang diajukan oleh Wiig, membentuk
sebuah matriks yang merupakan bentuk inti dari model manajemen pengetahuan Wiig
THE WIIG MATRIX
BOISOT KM MODEL
Model Boisot KM didasarkan pada konsep kunci dari "informasi yang
baik" yang berbeda dari aset fisik. Boisot membedakan informasi dari
data dengan menekankan hal itu.
Informasi adalah apa yang akan diambil pengamat dari data sebagai
fungsi dari harapan atau pengetahuan sebelumnya.
Boisot (1998) mengajukan dua hal penting berikut ini:
o Semakin mudah data dapat terstruktur dan diubah menjadi informasi,
semakin mudah terbaca.
o Semakin sedikit data yang telah terstruktur sehingga memerlukan konteks
bersama untuk difusi, semakin sulit untuk menjadi (Dalkir, 2011)
BOISOT KM MODEL CONT…
Model Boisot dapat
divisualisasikan
sebagai tiga dimensi
kubus dengan dimensi
sebagai berikut:
from uncodified to
codified,
from concrete to
abstract,
from undiffused to
diffused.
BOISOT CONT ..
Dia mengusulkan Name Characteristics
Scanning Identifying threats and opportunities
sebuah Social 1
for the discovery of new visions.
Learning Cycle (SLC) 2 Problem process which offers structure and
yang menggunakan solving coherence
I-Space untuk 3 Abstractio Generalization of applying new
memodelkan arus n codified visions
pengetahuan 4 Diffusion Sharing new visions with a certain
number of persons
dinamis melalui
5 Absorptio Applying new codified visions to
serangkaian enam
n different situations
fase
6 Impact Including knowledge in real practices
COMPLEX ADAPTIVE SYSTEM MODELS
OF KM
Melihat organisasi sebagai sistem adaptif dan kompleks.
• Model berisi serangkaian fungsi berdasarkan prinsip cybernetics,
• menggunakan mekanisme komunikasi dan kontrol untuk memahami,
menggambarkan dan memprediksi apa yang harus dilakukan sebuah
organisasi yang layak.
• mengandung banyak agen independen yang berinteraksi.
• Tidak ada wewenang umum untuk mengelola cara agen ini bekerja.
• Model umum perilaku kompleks akan menjadi hasil dari semua
interaksi.
Bennet
(ICAS)
model
KESIMPULAN
Beberapa model KM diperkenalkan.
Model KM yang pertama diadopsi secara luas adalah model
[Link] KM membantu kita mendapatkan pemahaman yang
lebih dalam
Pendekatan KM berbasis model tidak hanya memungkinkan
deskripsi yang lebih baik, namun juga membantu memberikan resep
yang lebih baik untuk memenuhi tujuan organisasi.
Setiap model memiliki kekuatan dan kelemahan dan tidak ada satu
model yang sepenuhnya mewakili semua dimensi dan keseluruhan
spektrum manajemen Pengetahuan
The von Krogh and Roos Model
of Organizational Epistemology
The Boisot I-Space KM Model
The Choo Sense-Making KM
The Wiig Model for Building
Complex Adaptive System
The Nonaka and Takeuchi
Knowledge Spiral Model
and Using Knowledge
Models of KM
Model
Coverage Area/Model
Acquisition and creation of knowledge √ √ √ √
Codification sharing of knowledge √ √
Levels of interaction of knowledge
(individual/ group/ organizational/ inter-
organizational, individual/public) √ √ √ √ √
Processes in the use of knowledge
(knowledge creation, sense making,
decision making etc.) √ √ √ √
Levels of internalization of knowledge √
Types of knowledge and conversion
(tacit/explicit,fact/concept etc) √ √ √ √
Qualities and dimensions of knowledge
√ √
REKOMENDASI
Organisasi dan pakar manajemen pengetahuan perlu menggunakan model km untuk
pemahaman yang lebih baik dan implementasi sistem km yang efektif
Namun, karena tidak ada satu model pun yang lengkap untuk mewakili sifat kompleks
pengetahuan pengelolaan, organisasi perlu menggunakan kombinasi model yang sesuai
dengan pengaturan organisasi dan tujuan bisnis mereka untuk implementasi sistem
manajemen pengetahuan yang efektif
CASE STUDY
3 7
28
PT Federal International Finance (FIF)
• FIF berdiri sejak 1 Mei tahun 1989 dengan nama PT Mitrapustaka
Atha Finance yang bergerak di bidang sewa guna usaha, anjak
piutang dan pembiayaan konsumen.
• Memasuki tahun 1991 Mitrapustaka mengganti nama menjadi
PT Federal International Finance (FIF),dan pada tahun 1996 FIF
lebih berfokus pada bidang pembiayaan konsumen secara retail
PENCAPAIAN PERUSAHAAN
Sampai akhir 2011, FIF memiliki 152 kantor cabang, 365 points of service,
1.572 dealer dan lebih dari 3 juta konsumen aktif.
Obligasi seri A, B, dan C FIF senilai 3 triliun memperoleh peringkat Id AA.
Piutang pembiayaan, penguasaan pasar, total aset, pendapatan dan laba
bersih perusahaan terus meningkat dari tahun sebelumnya.
Dari segi opersional perusahaan juga mampu menurunkan presentase
kredit macet sebesar 1,3% dengan penerapan manajemen yang baik
termasuk knowledge manajemen.
KUNCI KEBERHASILAN
Menciptakan budaya perusahaan yang di dorong oleh pengetahuan yang
menjadi kiteria pertama dari Most Admired Knowledge Enterprise (MOST):
merumuskan visi, misi dan tata nilai
melakukan continous improvement
mencanangkan proses transformasi dengan tema “Transform to be
Great”
Mengaplikasikan Strategi Winning concept, Winning system, dan
winning People
LEARNING ORGANIZATION PROGRAM
• 1. New Employee Orientation Program, NEOP
• Junior officer development program (JODP)
• 2. Career & Talent program
• Management development program (MDP)
• 3. Management & Executive Development Program
• Career &talentinformation system(CATIS)
• Learning management system(LMS)
(Perusahaan akan menggunakan data-data tersebut untuk memantau
perkembangan kinerja karyawan yang bersangkutan)
MEMPERTAHANKAN KNOWLEDGE
PERUSAHAAN
• Dengan transfer knowledge dari perusahaan yang baik membuat para karyawan
memiliki knowledge yang baik pula sehingga banyak perusahaan lain yang
berusaha merekrut karyawan FIF.
• Untuk mengatasi maslah tersebut FIF memiliki cara unik agar karyawan tetap
bertahan seperti
• Melakukan knowledge sharing and gathering dengan mengajak keluarga karyawan dan
mengambil hati keluarga dengan beberapa hadiah.
• Memberikan reward bagi karyawan yang berprestasi dengan melibatkan keluarganya pula.
MODEL KM TAKEUCHI NONAKA
To Tacit Explicit
From SOSIALISASI EKSTERNALISASI
Tacit - Coaching STONER Program
- Counseling (Saling Tatap dan Ngobrol Inovasi Emang Rame)
- Mentoring
- Junior Officer Development Program (JODP)
- Manager Development Program (MDP) - Benchmarking Program
- CATIS dan LMS pembelajaran self service - Information Technology GPS dan MONAS
Explicit
INTERNALISASI KOMBINASI
Universitas Brawijaya “In an economy where the only certainty is uncertainty,
Malang the one sure source of lasting competitive advantage is knowledge.”
I. Nonaka (1995)
TERIMA KASIH GRAZIE
THANK YOU GRACIAS