JOURNAL REVIEW
POLYCYSTIC OVARY SYNDROME: A COMPLEX
CONDITION WITH PSYCHOLOGICAL, REPRODUCTIVE
AND METABOLIC MANIFESTATIONS
THAT IMPACTS ON HEALTH ACROSS THE LIFESPAN
Pembimbing:
d r. Y U S U F N A W I R , S P. O G
Oleh:
NYOMAN R AT N AW U L A N DA R I
16710128
S M F OB ST E T R I & G IN E KOLOG I
RSUD DR WAHIDIN SUDIRO HUSODO MOJOKERTO
2018
PENDAHULUAN
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah pengalaman yang tidak
mengenakkan bagi wanita, seringkali bersifat kompleks bagi klinisi dalam tindak
lanjut dan merupakan tantangan ilmiah bagi para ilmuwan
PCOS adalah kelainan endokrin yang paling umum terjadi pada
wanita usia subur
PENDAHULUAN
Prevalensi PCOS
4% - 8%
Yunani Spanyol Amerika Serikat
Prevalensi meningkat
sebesar 18% Studi first community- Kriteria diagnostik
based prevalence Rotterdam
(17,8 ± 2,8%)
PENDAHULUAN
• Perkiraan beban ekonomi akibat PCOS di Australia adalah AU$ 400 juta,
menggambarkan beban kesehatan dan ekonomi yang nyata.
Presentase Beban Ekonomi akibat PCOS
45%
40%
40%
35% 31%
30%
25%
20% 17%
15% 12%
10%
5%
0%
Disfungsi Menstruasi Infertilitas Diabetes terkait PCOS Lainnya
PENDAHULUAN
Hal yang cukup
menjanjikan
Mengurangi biaya per Intervensi gaya hidup
• Diet
kelahiran secara
• Olahraga
signifikan • Terapi perilaku
Meningkatkan
kesuburan
ETIOLOGI PCOS
Hiperandrogenisme → Resistensi insulin →
60% - 80% kasus 50% - 80% kasus
Patofisiologi sesungguhnya
dari PCOS sangat kompleks
dan sebagian besar masih
belum jelas.
Ketidakseimbangan
hormonal disebabkan oleh
kombinasi peningkatan
androgen dan / atau
insulin
DAMPAK OBESITAS TERHADAP PCOS
Obesitas
meningkatkan resiko
Menyebabkan ataupun
Hiperandro Komplikasi
Hirsutisme Infertilitas memperburuk kondisi
genisme kehamilan PCOS
DIAGNOSIS PCOS
Kriteria NIH Kriteria Rotterdam atau Kriteria Androgen
ESHRE/ ASRM tahun Excess PCOS Society
2003 tahun 2006
• Oligomenorrhoea/ • PCO pada • mengeksklusi pasien
amenorrhoea pemeriksaan USG yang tidak memiliki
• Hiperandrogenisme gejala
klinis/ biokimiawi hiperandrogenisme
DIAGNOSIS PCOS
National Institutes of Health criteria European Society for Human Androgen Excess Society position
consensus statement Reproduction and Embryology/ statement
American Society for Reproductive
Medicine consensus statement
• Oligo-ovulasi Ditemukan 2 dari : • Hiperandrogenisme
• Tanda klinis/ biokimiawi • Oligo-ovulasi dan/atau • Disfungsi ovarium
hiperandrogenisme anovulasi • Eksklusi kelainan androgen
• Eksklusi etiologi lainnya • Tanda klinis/ biokimiawi lainnya
hiperandrogenisme
• Polycistic ovaries
• Eksklusi etiologi lainnya
Saat ini kriteria ESHRE / ASRM atau kriteria Rotterdam merupakan kriteria diagnostik
internasional yang telah disepakati untuk mendiagnosis PCOS
DIAGNOSIS PCOS
Aspek kardiometabolik dan
Hal ini sebagian disebabkan oleh
resistensi insulin saat ini
kurangnya metode yang akurat
bukan merupakan kriteria untuk mengukur resistensi insulin
diagnostik PCOS
GEJALA KLINIS PCOS
Gangguan Hiperandrogenisme
sistem Hirsutisme
reproduksi: Disfungsi ovulasi dan menstruasi
Infertilitas
Komplikasi pada kehamilan
Keguguran
Gestasional diabetes
Gangguan hipertensi yang diinduksi kehamilan
Komplikasi neonatal
Peningkatan hiperplasia endometrium
GEJALA KLINIS PCOS
Gangguan Resistensi insulin
metabolik:
Sindrom metabolic
Dislipidaemia
Tingkat toleransi glukosa glukosa tinggi
Diabetes tipe 2
Peningkatan faktor risiko kardiovaskular
GEJALA KLINIS PCOS
Gangguan Kecemasan
psikologis
Depresi
Merasa harga diri rendah
Penurunan kualitas hidup
Tidak percaya diri
ASPEK REPRODUKTIF PCOS
70% - 80%
Oligo-ovulasi/ mengalami
anovulasi kronis
Oligomenorrhoea (80% - 90%),
amenorrhoea (40%)
DUB
(Disfunctional didiagnosis PCOS
Oligo-
Uterus menorrhoea
Bleeding) atau
• menyerupai siklus Amenorrhoea
menstruasi yang
teratur
ASPEK REPRODUKTIF PCOS
PCOS adalah penyebab paling umum terhadap infertilitas anovulatory
Pada pasien dengan PCOS dan infertilitas, 90% diantaranya memiliki berat badan berlebih
Obesitas secara independen dapat memperburuk infertilitas, mengurangi efikasi terapi
infertilitas dan menyebabkan resiko keguguran yang tinggi
ASPEK REPRODUKTIF PCOS
Resistensi insulin
Hirsutisme
(60% kasus)
Hiperinsulinemia
Jerawat Mengurangi SHBG
Male pattern Meningkatkan testosteron bebas di sirkulasi
alopecia
Hiperandrogenisme dan hiperinsulinemia
Virilisasi
Merusak perkembangan folikel ovarium
ASPEK METABOLIK PCOS
Dislipidemia tidak terkait IMT,
Dislipidemia umum namun ada efek merugikan akibat Penyebab dislipidemia
terjadi pada PCOS obesitas serta resistensi insulin pada PCOS → multifaktorial
pada PCOS
Stimulasi lipolisis & perubahan sifat
Resistensi insulin lipoprotein lipase dan hepatic lipase
ASPEK METABOLIK PCOS
Resistensi insulin terjadi pada sekitar 50% - 80% wanita dengan PCOS*
*terutama pada wanita yang terdiagnosis PCOS berat berdasarkan kriteria NIH
serta pada wanita dgn BB berlebih.
• produksi androgen tetap ada
Kelainan metabolisme insulin yang • peran insulin dalam metabolisme
terjadi pada penderita PCOS meliputi: glukosa terganggu
Penekanan
Penurunan sekresi Penurunan ekstraksi Kelainan pada sinyal
glukoneogenesis
insulin hepatik reseptor insulin
hati
ASPEK METABOLIK PCOS
Wanita dengan PCOS
31,3% IGT 7,5% DM2
IGT 2,9%* per tahun DM 2
*berdasarkan data studi cohort Australian Diabetes, Obesity dan Lifestyle (AusDiab) di Australia
IGT 8,7%* per tahun DM 2
*pada wanita dengan PCOS, berdasarkan penelitian lainnya di Australia selama 6,2 tahun
ASPEK METABOLIK PCOS
Wanita dengan PCOS → Meta-analisis terkini
resiko diabetes gestasional melaporkan odds ratio (OR)
(GDM) lebih tinggi sebesar 2,94
ESHRE/ASRM-sponsored PCOS Consensus Workshop Group
Tes toleransi glukosa oral pada semua wanita dengan berat badan berlebih dan PCOS
RESIKO KARDIOVASKULER PCOS
Sebuah studi kohort
longitudinal besar: Wanita dengan
Dan bahwa IGT
65% kematian PCOS mengalami dikaitkan dengan
dan DM2
akibat CVD peningkatkan survival rate yang
meningkat pada
pada subyek dengan resiko terjadinya buruk
PCOS
gangguan CVD
metabolisme glukosa
Peningkatan
Penurunan Peningkatan
ketebalan dinding
Disfungsi endotel kecepatan Adanya plak karotid kalsifikasi arteri
media & intima
gelombang nadi koroner
karotid
ASPEK PSIKOLOGIS PCOS
Merasa harga diri Memiliki citra yang buruk
Depresi Kecemasan terhadap tubuhnya
rendah
Disfungsi Gangguan Penurunan motivasi
dalam mempertahankan
psikoseksual mood perubahan gaya hidup
Aspek-aspek tersebut perlu dikaji lebih lanjut dan
ditangani sebagai bagian dari manajemen PCOS.
INVESTIGASI & ASSESMENT PCOS
Kadar testosteron,
Kadar prolaktin dan
SHBG dan indeks USG pelvis
TSH
androgen bebas
Tes toleransi glukosa
Profil lipid
oral
Resistensi insulin dilihat dari sindroma metabolik dan
metabolisme glukosa abnormal
TERAPI PCOS
Pilihan pengobatan perlu
disesuaikan dengan
manifestasi klinis
Sebagai pendahuluan
dalam terapi, aspek
psikologis perlu
diperhatikan
TERAPI PCOS
Perubahan gaya hidup adalah penanganan lini pertama
Penurunan berat badan sebesar 5% - 10% → menghasilkan manfaat
klinis, meski wanita tersebut tetap berada dalam rentang berat badan
berlebih atau obesitas
TERAPI PCOS
Diet yang dianjurkan
Rendah lemak
Cukup protein Tinggi karbohidrat
(sekitar 30% energi, 10% (sekitar 55%)
(sekitar 15%)
lemak jenuh)
Ditunjang
Roti gandum Buah-buahan
Sereal olahraga yang
kaya serat dan sayuran
teratur
Pengurangan energi diet (500 - 1.000 kcal/ hari) dapat mengurangi berat badan sebesar
7% - 10% selama periode 6 sampai 12 bulan
TERAPI PCOS
Oligomenorrhoea Perubahan gaya hidup (penurunan berat badan 5% sampai 10% dan
pola latihan/ olahraga terstruktur)
Amenorrhoea
Pil kontrasepsi oral (OCP; dosis estrogen rendah, misalnya 20 μg)
Progestin siklik (misalnya, 10 mg medroksiprogesteron asetat selama
14 hari setiap 2 sampai 3 bulan)
Metformin (meningkatkan ovulasi dan siklus menstruasi)
TERAPI PCOS
Hirsutisme Terapi kosmetik
Perawatan laser
Krim Eflornithine dapat ditambahkan dan bisa
menimbulkan respons yang lebih cepat.
TERAPI PCOS
Terapi Jika pasien memiliki keluhan akibat hirsutisme serta jika terapi kosmetik tidak efektif atau
tidak terjangkau
Farmakologis
Terapi primer adalah OCP (memantau toleransi glukosa pada mereka yang beresiko
terkena diabetes)
Monoterapi anti-androgen tidak boleh digunakan tanpa kontrasepsi yang adekuat
Terapi percobaan selama ≥ 6 bulan sebelum mengganti dosis atau pengobatan
Terapi kombinasi: jika ≥ 6 bulan OCP tidak efektif, tambahkan antiandrogen ke OCP
(spironolakton 50 mg dua kali sehari atau cyproterone acetate 25 mg / hari selama hari
1 sampai 10 dari pemberian tablet OCP).
TERAPI PCOS
Infertilitas Edukasi tentang pemberian asam folat, menghentikan
kebiasaan merokok, penurunan berat badan serta olahraga
optimal, sebelum diberikan intervensi tambahan.
Advis pada pasien untuk mengoptimalkan Keluarga
Berencana.
Terapi infertilitas dapat meliputi clomiphene,
gonadotrophins dan fertilisasi in vitro.
TERAPI PCOS
Sindroma Perubahan gaya hidup dengan penurunan berat badan hingga
metabolik & 5% dapat mengurangi resiko diabetes sekitar 50% sampai
kardiovaskuler 60% pada kelompok berisiko tinggi.
Metformin mengurangi risiko diabetes sekitar 50% pada
kelompok berisiko tinggi
KESIMPULAN
PCOS adalah kondisi kompleks yang umum pada wanita yang berhubungan dengan aspek psikologis,
reproduksi dan metabolik.
Hiperandrogenisme dan resistensi insulin berkontribusi pada patofisiologi PCOS.
Resistensi insulin terjadi pada sebagian besar wanita dengan PCOS, terutama wanita yang kelebihan
berat badan, dimana wanita-wanita ini memiliki resiko sindrom metabolik, pradiabetes dan DM2
yang tinggi.
KESIMPULAN
Penatalaksanaan berfokus pada pendekatan multidisiplin gaya hidup yang diketahui optimal dalam
terapi PCOS pada kebanyakan kasus, serta dapat mencegah komplikasi jangka panjang
Perlu dipertimbangkan untuk dilakukan skrining pada anggota keluarga yang memiliki resiko tinggi
terhadap kelainan metabolik.
Secara keseluruhan masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang kondisi PCOS yang kompleks ini.
TERIMA KASIH
POLYCYSTIC OVARY SYNDROME: A COMPLEX CONDITION WITH
PSYCHOLOGICAL, REPRODUCITVE AND METABOLIC MANIFESTATIONS THAT
IMPACTS ON HEALTH ACROSS THE LIFESPAN