TRAVEL COST METHOD
24 November 2015
1
TRAVEL COST METHOD (TCM)
TCM digunakan untuk estimasi nilai guna ekonomi yang
berhubungan dengan ekosistem atau lokasi-lokasi yang
dimanfaatkan untuk rekreasi.
TCM dapat dipakai untuk estimasi manfaat atau biaya
ekonomi yang dihasilkan dari:
Perubahan biaya akses untuk suatu lokasi wisata
Eliminasi lokasi wisata yang ada
Penambahan lokasi wisata baru
Perubahan kualitas lingkungan pada suatu lokasi wisata
2
TRAVEL COST METHOD (TCM)
Teori dasar dari TCM adalah bahwa waktu dan biaya
perjalanan yang dibelanjakan oleh individu untuk
mengunjungi suatu lokasi mencerminkan “HARGA” bagi
akses ke lokasi itu. Dengan demikian, kesediaan
membayar (willingness to pay) orang-orang untuk
mengunjungi lokasi itu dapat diestimasi berdasarkan
banyaknya perjalanan yang mereka lakukan dengan
beragam biaya perjalanan.
3
Contoh Kasus….
Suatu lokasi wisata perikanan (lokasi pemancingan)
terancam oleh adanya pembangunan di daerah
sekitarnya. Pencemaran dan dampak lainnya akibat
pembangunan ini dapat merusak habitat ikan di lokasi
itu, sehingga mengakibatkan degradasi yang serius atau
kehilangan kemampuan lokasi itu untuk menyediakan
jasa wisata perikanan (pemancingan). Pemerintah ingin
menentukan nilai dari program atau kegiatan untuk
melindungi habitat ikan di lokasi itu.
QUESTION : Menggunakan valuasi ekonomi jenis
apakah sebaiknya ??????
4
Answer…..
TCM dipilih untuk valuasi ini berdasarkan dua alasan utama:
Lokasi sangat bernilai bagi orang-orang sebagai lokasi
wisata. Di lokasi ini tidak ada spesies langka atau keunikan
lain yang akan membuat “non-use values” di lokasi ini
significant.
Anggaran bagi proyek untuk melindungi lokasi ini relative
murah. Sehingga penggunaan metode yang relative murah
seperti TCM menjadi sangat menarik.
ATAAAAUUUU
5
Answer…..
Metode CVM (Contingent valuation method)
dapat juga digunakan dalam kasus seperti
ini. Meskipun metode-metode ini dapat
menghasilkan estimasi nilai yang lebih akurat bagi
karakteristik khusus di lokasi, dan juga dapat
menangkap “non-use values”, namun metode-
metode ini lebih mahal aplikasinya.
6
Penerapan TCM
Ada beberapa cara untuk mendekati permasalahan,
dengan menggunakan variasi TCM. Variasi ini adalah:
Pendekatan Zonal travel cost sederhana, dengan
memaksimumkan penggunaan data sekunder, dengan sedikit
data primer sederhana yang dikumpulkan dari para pengunjung.
Pendekatan Individual travel cost, dengan menggunakan survey
yang lebih detail pada para pengunjung.
Pendekatan Utilitas random, menggunakan data survey dan data
lainnya, dan teknik-teknik statistic yang lebih rumit.
7
VALUASI EKONOMI TAHURA DENGAN
METODE TRAVEL COST METHOD
8
Perumusan Masalah
9
Tujuan Valuasi Ekonomi
10
Pendugaan Kurva Permintaan
11
Nilai Ekonomi Apa Saja Yang Dihitung
Dalam TCM ????
12
Data Yang Diperlukan
13
Metoda Analisa Data
14
Pendekatan Individual Travel Cost
Dimana :
Y = Jumlah Kunjungan orang pertahun (tahun penelitian)
X1= Biaya perjalanan individu ke lokasi Tahura
X2 = Total pendapatan (Rp/bulan )
X3 = Tingkat pendidikan
X4= Umur responden
X5 = Jarak tempuh dari tempat tingga keTahura (km)
X6 = Waktu tempuh dari tempat tinggal keTahura (jam)
X7= Jumlah tanggungan (orang)
X8 = Jenis kelamin
X9= Waktu yg dihabiskan dalam 1 kali kunjungan
X10 = Lama mengenal tahura
b0- b10 = Koefisien regresi
15
Metodologi Yang Dilakukan
Pengumpulan data primer tentang karakteristik
pengunjung dan persepsi pengunjung tentang kawasan
wisata Tahura
Melakukan variabel statistik dalam penentuan
permintaan rekreasi
Melakukan pengujian hipotesis
Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi
permintaan (yang berpengaruh signifikan dan tidak
terhadap permintaan rekreasi )
16
Data Pengunjung
17
Karakteristik Pengunjung
Umur
Umur berkaitan
dengan
kemampuan fisik
responden untuk
melakukan
kunjungan dan
produktifitas
responden.
18
Karakteristik Pengunjung
Asal daerah,
yang dibagi
menjadi 2
kelompok dari
dalam atau luar
bandung
19
Karakteristik Pengunjung
Jenis Kelamin
Dari jenis kelamin akan
diketahui jenis wisata
apa yang dijadikan
preferensi untuk jenis
kelamin tertentu
20
Karakteristik Pengunjung
Jumlah Tanggungan
Dari satatus pernikahan,
akan diketahui jumlah
tanggungan yang akan
mempengaruhi jumlah
biaya perjalanan
21
Karakteristik Pengunjung
Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan
akan mempengaruhi
tingkat pemahaman
kebutuhan psikologis
atas kebutuhan objek
wisata dan
pentingnya SDA
dalam objek wisata
22
Karakteristik Pengunjung
Pekerjaan
Dari jenis pekerjaan
akan diketahui
jenis wisata apa
yang dijadikan
preferensi untuk
jenis pekerjaan
tertentu
23
Karakteristik Pengunjung
Total Pendapatan
Hal ini akan
mempengaruhi
permintaan rekreasi
karena memerlukan
uang menuju lokasi
rekreasi
24
Persepsi Pengunjung
Informasi Tahura
Untuk mengetahui
darimana informasi ini
diketahui
25
Persepsi Pengunjung
Daya Tarik Wisata
Untuk mengetahui
potensi wisata
terbesar yang
terdapat di tahura ini.
26
Persepsi Pengunjung
Motivasi Kunjungan
Untuk mengetahui
motivasi pengunjung
dan potenasi wisata
yang ada di Tahura
27
Persepsi Pengunjung
Aksesibilitas
Untuk mengetahui
aksesibilitas, seperti
keadaan jalan,
semakin mudah
dijangkau akan
mempengaruhi
pengunjung untuk
datang ke lokasi
rekreasi dan
sebaliknya .
28
Persepsi Pengunjung (Harga Karcis)
29
Persepsi Pengunjung (Kesediaan
Membayar / WTP )
30
Statistik Variabel dalam Permintaan
Rekreasi
31
Statistik Variabel dalam Permintaan
Rekreasi
32
Statistik Variabel dalam Permintaan
Rekreasi
33
Statistik Variabel dalam Permintaan
Rekreasi
34
Hasil Perhitungan Deskripsi Statistik
35
Model Persamaan Fungsi Permintaan
Rekreasi
36
Faktor Yang Mempengaruhi Fungsi
Permintaan
Setelah melalui pengujian hipotesis, uji parsial (uji statistik t)
dan uji simultan (uji statistik F) maka diketahui faktor-faktor
yang mempengaruhi fungsi permintaan yang dibagi menjadi
dua komponen , yaitu :
Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap permintaan
rekreasiTahura dan
Variabel yang tidak berpengaruh signifikan terhadap
permintaan rekreasiTahura dan
37
Variabel Yang Berpengaruh Signifikan Terhadap
Permintaan Rekreasi Tahura (Biaya Perjalanan )
38
Variabel Yang Berpengaruh Signifikan Terhadap
Permintaan Rekreasi Tahura(Total Pendapatan)
Seseorang dengan pendapatan yang tinggi
cenderung akan meningkatkan frekuensi untuk
melakukan perjalanan ke tempat rekreasi
Responden dengan penghasilan yang tinggi
mempunyai kesempatan mengunjungi tempat
rekreasi lebiih tinggi dibandingkan dengan
responden penghasilan rendah.
39
Variabel Yang Berpengaruh Signifikan Terhadap
Permintaan Rekreasi Tahura (Umur)
40
Variabel Yang Berpengaruh Signifikan Terhadap
Permintaan Rekreasi Tahura (Jarak Tempuh)
41
Variabel Yang Berpengaruh Signifikan Terhadap
Permintaan Rekreasi Tahura (Waktu Tempuh)
42
Variabel Yang Berpengaruh Signifikan Terhadap
Permintaan Rekreasi Tahura (Jumlah Tanggungan )
43
Variabel Yang Berpengaruh Signifikan Terhadap
Permintaan Rekreasi Tahura (Jenis Kelamin )
44
Variabel Yang Berpengaruh Signifikan Terhadap
Permintaan Rekreasi Tahura ( Waktu di Lokasi )
45
Variabel Yang Tidak Berpengaruh Signifikan Terhadap
Permintaan Rekreasi Tahura ( Mengetahui Keberadaan
Tahura )
46
Variabel Yang Tidak Berpengaruh Signifikan Terhadap
Permintaan Rekreasi Tahura ( Tingkat Pendapatan )
Hal ini juga berkorelasi positif, sehingga menunjukkan tidak
ada hubungannya tingkat pendapatan yang tinggi dengan
permintaan rekreasi untuk kasus ini .
47
Surplus Konsumen
48
Nilai Aktual Tahura
49
Nilai Aktual
50
Nilai Potensial
51
Ringkasan Perhitungan Nilai Ekonomi
52