0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan24 halaman

Infeksi Jamur Dermatofitosis dan Tipe-Tipenya

Dokumen tersebut membahas tentang dermatofitosis (penyakit kulit akibat jamur dermatofit). Penyakit ini disebabkan oleh jamur-jamur tertentu yang dapat menginfeksi lapisan kulit. Terdapat berbagai jenis dermatofitosis yang dibedakan berdasarkan lokasi infeksinya, seperti tinea kapitis (kepala), tinea korporis (tubuh), dan lain-lain. Diagnosis dilakukan dengan mengambil sampel kul

Diunggah oleh

Ade Yosdi Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan24 halaman

Infeksi Jamur Dermatofitosis dan Tipe-Tipenya

Dokumen tersebut membahas tentang dermatofitosis (penyakit kulit akibat jamur dermatofit). Penyakit ini disebabkan oleh jamur-jamur tertentu yang dapat menginfeksi lapisan kulit. Terdapat berbagai jenis dermatofitosis yang dibedakan berdasarkan lokasi infeksinya, seperti tinea kapitis (kepala), tinea korporis (tubuh), dan lain-lain. Diagnosis dilakukan dengan mengambil sampel kul

Diunggah oleh

Ade Yosdi Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DERMATOFITOSIS

DEFINISI
Penyakit yang disebabkan oleh golongan jamur dermatofit
disebut " Dermatofitosis ". Golongan jamur ini dapat mencerna keratin
kulit oleh karena mempunyai daya tarik kepada keratin (keratinofilik)
sehingga infeksi jamur ini dapat menyerang lapisan-lapisan kulit mulai
dari stratum korneurm sampai dengan stratum basalis.
ETIOLOGI
Dermatofitosis disebabkan jamur golongan dermatofita yang
terdiri dari tiga genus yaitu genus: Mikrosporum, Trichophyton dan
Epidermophyton. Dari 41 spesies dermafito yang sudah dikenal hanya
23 spesies yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan
binatang yang terdiri dari 15 spesies Trikofiton, 7 spesies Mikrosporon
dan 1 spesies Epidermafiton.
PENULARAN
Cara penularan jamur dapat secara langsung dan secara tidak
langsung melalui 3 cara anthropofilik (penyebaran dari manusia ke
manusia), zoofilik (penyebaran dari hewan ke manusia) dan geofilik
(penyebaran dari tanah, air dan udara ke manusia). Penularan langsung
dapat secara fomitis, epitel, rambut-rambut yang mengandung jamur
baik dari manusia, binatang atau dari tanah. Penularan tak langsung
dapat melalui tanaman, kayu yang dihinggapi jamur, barang-barang
atau pakaian, debu atau air.
KLASIFIKASI
Istilah Tinea dipakai untuk semua infeksi oleh dermatofita dengan dibubuhi tempat
bagian tubuh yang terkena infeksi, sehingga diperoleh pembagian dermatofitosis
sebagai berikut:
• Tinea kapitis : bila menyerang kulit kepala clan rambut
• Tinea korporis : bila menyerang kulit tubuh yang berambut (globrous skin).
• Tinea kruris : bila menyerang kulit lipat paha, perineum, sekitar anus dapat
meluas sampai ke daerah gluteus, perot bagian bawah dan ketiak atau aksila
• Tinea manus dan tinea pedis : Bila menyerang daerah kaki dan tangan, terutama
telapak tangan dan kaki serta sela-sela jari.
• Tinea Unguium : bila menyerang kuku
• Tinea Barbae : bila menyerang daerah dagu, jenggot, jambang dan kumis.
• Tinea Imbrikata : bila menyerang seluruh tubuh dengan memberi gambaran klinik
yang khas.
KLINIS
Umumnya dermatofitosis pada kulit memberikan morfologi yang
khas yaitu bercak-bercak yang berbatas tegas disertai efloresensi-
efloresensi yang lain, sehingga memberikan kelainan-kelainan yang
polimorf, dengan bagian tepi yang aktif serta berbatas tegas sedang
bagian tengah tampak tenang .
Gejala objektif ini selalu disertai dengan perasaan gatal, bila kulit
yang gatal ini digaruk maka papula-papula atau vesikel-vesikel akan
pecah sehingga menimbulkan daerah yang erosit dan bila mengering
jadi krusta dan skuama
TINEA KAPITIS (Scalp ring worm; Tinea
Tonsurans)
Biasanya penyakit ini banyak menyerang anak-anak dan sering
ditularkan melalui binatang- binatang peliharaan seperti kucing, anjing dan
sebagainya.
Berdasarkan bentuk yangkhas Tinea Kapitis dibagi dalam 4 bentuk :
• Gray pacth ring worm
Penyakit ini dimulai dengan papula merah kecil yang melebar ke
sekitarnya dan membentuk bercak yang berwarna pucat dan bersisik. Warna
rambut jadi abu-abu dan tidak mengkilat lagi, serta mudah patah dan
terlepas dari akarnya, sehingga menimbulkan alopesia setempat.
Dengan pemeriksaan sinar wood tampak flouresensi kekuning-
kuningan pada rambut yang sakit melalui batas "Grey pacth" tersebut. Jenis
ini biasanya disebabkan spesies Microsporum dan Trichophyton.
• Black dot ring worm
Terutama disebabkan oleh T. tonsurans, T. violaseum,
mentagrofites. infeksi jamur terjadi di dalam rambut (endotrik) atau luar
rambut (ektotrik) yang menyebabkan rambut putus tepat pada
permukaan kulit kepala. Ujung rambut tampak sebagai titik-titik hitam
diatas permukaan ulit, yang berwarna kelabu sehingga tarnpak sebagai
gambar
• Kerion
Bentuk ini adalah yang serius, karena disertai dengan radang yang
hebat yang bersifat lokal, sehingga pada kulit kepala tampak bisul-bisul
kecil yang berkelompok dan kadang-kadang ditutupi sisik-sisik tebal.
Rambut di daerah ini putus-putus dan mudah dicabut. Bila kerion ini
pecah akan meninggalkan suatu daerah yang botak permanen oleh
karena terjadi sikatrik. an ” back dot".
• Tinea favosa
Kelainan di kepala dimulai dengan bintik-bintik kecil di bawah
kulit yang berwarna merah kekuningan dan berkembang menjadi
krusta yang berbentuk cawan (skutula), serta memberi bau busuk
seperti bau tikus "moussy odor".
TINEA KORPORIS (Tinea circinata=Tinea
glabrosa)
Penyakit ini banyak diderita oleh orang-orang yang kurang mengerti
kebersihan dan banyak bekerja ditempat panas, yang banyak berkeringat
serta kelembaban kulit yang lebih tinggi. Predileksi biasanya terdapat
dimuka, anggota gerak atas, dada, punggung dan anggota gerak bawah.
Bentuk yang klasik dimulai dengan lesi-lesi yang bulat atau lonjong
dengan tepi yang aktif. Dengan perkembangan ke arah luar maka bercak-
bercak bisa melebar dan akhirnya dapat memberi gambaran yang polisiklis,
arsiner, atau sirsiner. Pada bagian tepi tampak aktif dengan tanda-tanda
eritema, adanya papula-papula dan vesikel, sedangkan pada bagian tengah
lesi relatif lebih tenang. Bila tinea korporis ini menahun tanda-tanda aktif
jadi menghilang selanjutnya hanya meningggalkan daerah-daerah yang
hiperpigmentasi saja
TINEA KRURIS (Eczema marginatum."Dhobi itch",
"Jockey itch")
Penyakit ini memberikan keluhan perasaan gatal yang menahun,
bertambah hebat bila disertai dengan keluarnya keringat. Kelainan yang
timbul dapat bersifat akut atau menahun. Kelainan yang akut
memberikan gambaran yang berupa makula yang eritematous dengan
erosi dan kadang-kadang terjadi ekskoriasis. Pinggir kelainan kulit
tampak tegas dan aktif.
Apabila kelainan menjadi menahun maka efloresensi yang
nampak hanya makula yang hiperpigmentasi disertai skuamasi dan
likenifikasi. Gambaran yang khas adalah lokalisasi kelainan, yakni
daerah lipat paha sebelah dalam, daerah perineum dan sekitar anus.
Kadang-kadang dapat meluas sampai ke gluteus, perot bagian bawah
dan bahkan dapat sampai ke aksila.
TINEA MANUS DAN TINEA PEDIS
Tinea pedis disebut juga Athlete's foot = "Ring worm of the foot".
Penyakit ini sering menyerang orang-orang dewasa yang banyak bekerja di
tempat basah seperti tukang cuci, pekerja-pekerja di sawah atau orang-orang
yang setiap hari harus memakai sepatu yang tertutup seperti anggota
tentara
Ada 3 bentuk Tinea pedis:
• Bentuk intertriginosa
Keluhan yang tampak berupa maserasi, skuamasi serta erosi, di celah-
celah jari terutama jari IV dan jari V. Hal ini terjadi disebabkan kelembaban di
celah-ceIah jari tersebut membuat jamur-jamur hidup lebih subur. Bila
menahun dapat terjadi fisura yang nyeri bila kena sentuh. Bila terjadi infeksi
dapat menimbulkan selulitis atau erisipelas disertai gejala-gejala umum.
• Bentuk hiperkeratosis
Terjadi penebalan kulit disertai sisik terutama ditelapak kaki, tepi
kaki dan punggung kaki. Bila hiperkeratosisnya hebat dapat terjadi fisura-
fisura yang dalam pada bagian lateral telapak kaki.
• Bentuk vesikuler subakut
Kelainan-kelainan yang timbul di mulai pada daerah sekitar antar
jari, kemudian meluas ke punggung kaki atau telapak kaki. Tampak ada
vesikel dan bula yang terletak agak dalam di bawah kulit, diserta
perasaan gatal yang hebat. Bila vesikel-vesikel ini memecah akan
meninggalkan skuama melingkar yang disebut Collorette. Bila terjadi
infeksi akan memperhebat dan memperberat keadaan sehingga dapat
terjadi erisipelas.
TINEA UNGUIUM (Onikomikosis = ring worm
of the nails)
Penyakit ini dapat dibedakan dalam 3 bentuk tergantung jamur
penyebab dan permulaan dari dekstruksi kuku. Subinguinal proksimal
bila dimulai dari pangkal kuku, Subinguinal distal bila di mulai dari tepi
ujung dan Leukonikia trikofita bila di mulai dari bawah kuku.
Permukaan kuku tampak suram tidak mengkilat lagi, rapuh dan disertai
oleh subungual hiperkeratosis. Dibawah kuku tampak adanya detritus
yang banyak mengandung elemen jamur.
TINEA BARBAE
Penderita Tinea barbae ini biasanya mengeluh rasa gatal di daerah
jenggot, jambang dan kumis, disertai rambut-rambut di daerah itu menjadi
putus. Ada 2 bentuk yaitu superfisialis dan kerion
• Superfisialis
Kelainan-kelainan berupa gejala eritem, papel dan skuama yang mula-
mula kecil selanjutnya meluas ke arah luar dan memberi gambaran polisiklik,
dengan bagian tepi yang aktif. Biasanya gambaran seperti ini menyerupai
tinea korporis.
• Kerion
Bentuk ini membentuk lesi-lesi yang eritematous dengan ditutupi
krusta atau abses kecil dengan permukaan membasah oleh karena erosi.
TINEA IMBRIKATA
Penyakit ini adalah bentuk yang khas dari Tinea korporis yang
disebabkan oleh Trikofiton konsentrikum. Gambaran klinik berupa
makula yang eritematous dengan skuama yang melingkar.
Apabila diraba terasa jelas skuamanya menghadap ke dalam.
Pada umumnya pada bagian tengah dari lesi tidak menunjukkan daerah
yang lebih tenang, tetapi seluruh makula ditutupi oleh skuama yang
melingkar.
DIAGNOSIS
• Pengambilan spesimen
Pengambilan specimen dimulakan dengan membersihkan lokasi
lesi dengan alcohol/spiritus 70%. Untuk pengambilan specimen pada
kulit tidak berambut (kulit glabrosa) pengerokan dilakukan dari bagian
tepi lesi sampai ke bagian sedikit di luar kelainan sisik kulit
menggunakan skapel tumpul steril. Untuk pengambilan spesimen di
kulit berambut, rambut pada kulit yang mengalami kelainan dicabut
dan kulit di bagian itu dikerok untuk mengumpulkan sisik kulit dan pus.
Dalam pengambilan specimen di kuku, spesimen diambil dari
permukaan kuku yang sakit dan dipotong sedalam-dalamnya sehingga
mengenai seluruh tebal kuku dan bahan di bawah kuku diambil.
• Pemeriksaan mikroskopis
Pemeriksaan mikroskopis dimulai dengan penyediaan slide,
bahan diletakan di atas gelas alas kemudian di tambah 1-2 tetes larutan
KOH. Konsentrasi larutan KOH untuk sediaan rambut adalah 10%, untuk
kulit 20% dan untuk kuku 30%. Setelah sediaan dicampurkan dengan
larutan KOH, sediaan ditunggu 15-20 menit untuk melarutkan jaringan.
Untuk mempercepatkan proses pelarutan dapat dilakukan pemanasan
sediaan basah dia atas api kecil sehingga berlaku penguapan. Untuk
melihat elemen jamur ditambahkan zat pewarna pada sediaan KOH,
tinta parker blue-black. Elemen jamur dapat diperhatikan di bawah
mikroskop cahaya dengan pembesaran 100x dan 400x.
• Pemeriksaan dengan pembiakan
Pemeriksaan pembiakan dapat dilakukan untuk menyokong
pemeriksaan sediaan langsung dan menentukan spesies
[Link] ini dilakukan dengan menanam bahan klinis
dalam media buatan, medium agar dekstrosa Sabouraud. Pada medium
ditambahkan antibiotic, Kloramfenikol untuk menghindarkan
kontaminasi bakterial maupun jamur kontaminan.
PENGOBATAN
• Pengobatan Pencegahan :
• Perkembangan infeksi jamur diperberat oleh panas, basah dan maserasi.
• Alas kaki harus pas betul dan tidak terlalu ketat.
• Pasien dengan hiperhidrosis dianjurkan agar memakai kaos dari bahan katun
yang menyerap keringat, jangan memakai bahan yang terbuat dari wool atau
bahan sintetis.
• Pakaian dan handuk agar sering diganti dan dicuci bersih-bersih dengan air
panas.
• Terapi lokal
Infeksi pada badan dan lipat paha dan lesi-lesi superfisialis, di daerah jenggot,
telapak tangan dan kaki, biasanya dapat diobati dengan pengobatan topikal saja.
• Lesi-lesi yang meradang akut dengan vesikula dan eksudat harus dirawat dengan
kompres basah secara terbuka, dengan berselang-selang atau terus menerus. Vesikel
harus dikempeskan tetapi kulitnya harus tetap utuh.
• Toksilat, haloprogin, tolnaftate dan derivat imidazol seperti mikonasol, ekonasol,
bifonasol, kotrimasol dalam bentuk larutan atau krem dengan konsentrasi 1-2%
dioleskan 2 x sehari akan menghasilkan penyembuhan dalam waktu 1-3 minggu.
• Lesi hiperkeratosis yang tebal, seperti pada telapak tangan atau kaki memerlukan terapi
lokal dengan obat-obatan yang mengandung bahan keratolitik seperti asam salisilat 3-
6%. Obat ini akan menyebabkan kulit menjadi lunak dan mengelupas. Obat-obat
keratolitik dapat mengadakan sensitasi kulit sehingga perlu hati-hati kalau
menggunakannya.
• Pengobatan infeksi jamur pada kuku, jarang atau sukar untuk mencapai kesembuhan
total. Kuku yang menebal dapat ditipiskan secara mekanis misalnya dengan kertas
amplas, untuk mengurangi keluhan-keluhan kosmetika. Pemakaian haloprogin lokal
atau larutan derivat asol bisa menolong. Pencabutan kuku jari kaki dengan operasi,
bersamaan dengan terapi griseofulvin sistemik, merupakan satu-satunya pengobatan
yang bisa diandalkan terhadap onikomikosis jari kaki.
• Terapi sistemik
Pengobatan sistemik pada umumnya mempergunakan griseofulvin.
Griseofulvin adalah suatu antibiotika fungisidal yang dibuat dari biakan spesies
penisillium. Obat ini sangat manjur terhadap segala jamur dermatofitosis.
Griseofulvin diserap lebih cepat oleh saluran pencernaan apabila diberi bersama-
sama dengan makanan yang banyak mengandung lemak, tetapi absorpsi total
setelah 24 jam tetap dan tidak dipengaruhi apakah griseofulvin diminum
bersamaan waktu makan atau diantara waktu makan.
Dosis rata-rata orang dewasa 500 mg per hari. Pemberian pengobatan
dilakukan 4 x sehari, 2 x sehari atau sekali sehari. Untuk anak-anak dianjurkan 5 mg
per kg berat badan dan lamanya pemberian adalah 10 hari. Salep ketokonasol
dapat diberikan 2 x sehari dalam waktu 14 hari.
PROGNOSIS
Perkembangan penyakit dermatofitosis dipengaruhi oleh bentuk
klinik dan penyebab penyakitnya disamping faktor-faktor yang
memperberat atau memperingan penyakit. Apabila faktor-faktor yang
memperberat penyakit dapat dihilangkan, umumnya penyakit ini dapat
hilang sempurna

Anda mungkin juga menyukai