0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan53 halaman

Dinamika Tata Kelola Indonesia

1. Dokumen tersebut membahas tentang tata kelola pemerintahan yang baik dan dinamis. 2. Dibahas mengenai lima kriteria tata kelola pemerintahan yang baik serta sepuluh prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. 3. Juga dibahas mengenai konsep "dari baik ke hebat" dan tujuh karakteristik perusahaan yang berubah dari "baik ke hebat".

Diunggah oleh

Semuel Risal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan53 halaman

Dinamika Tata Kelola Indonesia

1. Dokumen tersebut membahas tentang tata kelola pemerintahan yang baik dan dinamis. 2. Dibahas mengenai lima kriteria tata kelola pemerintahan yang baik serta sepuluh prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. 3. Juga dibahas mengenai konsep "dari baik ke hebat" dan tujuh karakteristik perusahaan yang berubah dari "baik ke hebat".

Diunggah oleh

Semuel Risal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FROM GOOD GOVERNANCE TO DYNAMIC GOVERNANCE

Oleh:

Martani Huseini (Senior Advisor DDI, SGPP & UI)

Disampaikan dalam Acara:


BEDAH BUKU MEREKONSTRUKSI INDONESIA

UI DEPOK, 16 JUNI 2015


VISI MISI PEMBANGUNAN 2015 – 2019

VISI PEMBANGUNAN NASIONAL untuk tahun 2015-2019 adalah:

"Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan


Berkepribadian Berlandaskan Gotong-royong"

Visi ini diwujudkan melalui 7 (tujuh) MISI PEMBANGUNAN yaitu:


1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang
kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan
kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berlandaskan negara
hukum.
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera.
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan
kepentingan nasional.
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Slide - 2
9 AGENDA PRIORITAS – NAWA CITA

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan


memberi rasa aman pada seluruh WN
2. Membangun tata kelola Pemerintahan yg bersih, efektif, demokratis dan
terpercaya
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dg memperkuat daerah-daerah
dan desa dlm kerangka Negara Kesatuan
4. Memperkuat kehadiran Negara dalam melakukan reformasi sistem dan
penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor
strategis ekonomi domestik
8. Melakukan revolusi karakter bangsa
9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial

Slide - 3
Governance

• Terkait dengan pembuatan keputusan, siapa


yang mempengaruhi, bagaimana pengaruh
dilaksanakan, bagaimana pembuat keputusan
melakukan secara akuntabel.
• Juga terkait dengan legitimasi, pengakuan
kekuasaan untuk membuat keputusan bagi
semua orang dan pengambilan resiko.
• TATA KELOLA dari level MAKRO,MESO ke MIKRO
The five criteria of good
governance are
1. Respect for human rights (including freedom from torture,
freedom of religion, protection of minorities),
2. Popular participation in political decision-making (including
freedom of association, holding of democratic elections, freedom of
the press),
3. Rule of law and the certainty of the law (independence of the
judiciary, same law for all, transparency and predictability of state
action),
4. A market-friendly and social economic order (including
protection of property rights, market pricing, principle of
competition)
5. Development-oriented state action (government policy oriented
towards ecologically, economically and socially sustainable
development, the fight against corruption, the efficiency of public
administration, etc.; scope of military expenditure).
The 10 Principles of Good Governance - a
normative framework adopted by
associations of local governments
1. Participation - To encourage all citizens to exercise their right to
express their opinion in the process of making decisions
concerning the public interest, both directly and indirectly.
2. Rule of Law -To realize law enforcement which is fair and
impartial for all, without exception, while honouring basic human
rights and observing the values prevalent in the society.
3. Transparency - To build mutual trust between the government
and the public through the provision of information with
guaranteed easy access to accurate and adequate information.
4. Equality - To provide equal opportunities for all members of the
society to improve their welfare.
5. Responsiveness - To increase the sensitivity of government administrators
to the aspirations of the public.
6. Vision - To develop the region based on a clear vision and strategy, with
participation of the citizenry in all the processes of development so that they
acquire a sense of ownership and responsibility for the progress of their
regions.
7. Accountability - To increase the accountability of decision-makers with
regard to decisions in all matters involving the public interest.
8. Responsibilty
9. Supervision - To increase the efforts of supervision in the operation of
government and the implementation of development by involving the private
sector and the general public.
10. Efficiency & Effectiveness – To guarantee public service delivery by utilizing
all available resources optimally and responsibly.
11. Professionalism - To enhance the capacity and moral disposition of
government administrators so that they are capable of providing easy, fast,
accurate and affordable services.
Good
to
Great
(Jim Collins)
8
GOOD IS THE ENEMY OF GREAT
Inside the Black Box

Great Results

What’s inside
the
Good Results BLACK BOX?
Seven characteristics of
companies that went from
"good to great"

11
1. Level 5 Leaders
2. First Who, Then What
• There are going to be times when
we can’t wait for somebody. Now,
you’re either on the bus or off the
bus. What did companies find out?
• You don’t first figure out where to
drive the bus and then get people
to take it there. ‘

• No, first get the right people


on the bus (and the wrong
people off) and then figure
out where to take the bus.
2. First Who, Then What
• If you have the right folks on
the bus, the problem on how to
motivate & manage people
largely goes away.

• If you have the wrong people, it


doesn’t matter whether you
discover the right direction, you
still won’t have a great
organization. Great vision
without great people is
irrelevant.
2. First Who, Then What
• Practical principles:
1. When in doubt don’t hire,
keep looking.
2. When you know you need
to make a people change,
act.
3. Put your best people on
your biggest opportunities,
not on your biggest
problems.
3. Confront the Brutal
Facts
“You absolutely cannot make a series of good decisions without
first confronting the brutal facts.”
• To be rigorous means
consistently applying exacting
standards at all times and at all
levels, especially in upper
management. To be rigorous,
not ruthless, means that the best
people need not worry about
their positions and can
concentrate fully on their work.
• Two choices: confront brutal facts
and change or stick head in sand
: Kroger and A&P… superstores
vs. low prices. You have to be
number one or two in each
market or you have to exit.
3. Confront the Brutal
Facts
(Yet never lose faith)

• What are some of the brutal facts that we must


face?

• Using The Stockdale Paradox phrase a statement


about one of these brutal facts?
4. The Hedgehog
Concept
A Hedge Hog concept is not a goal,
a strategy, an intention, nor a plan
to be the best.

It is an understanding of what you


can be at your best.
4. The Hedgehog
Concept
• What can you be the best in the world at (and, equally
important, what you cannot be the best in the world at)
• What you can be the best at might not even be something
in which you are currently engaged.
• What drives your economic engine?
• Must discover the single denominator (profit per X ) that
has the greatest impact on your economics/budgeting.
• What are you deeply passionate about?
• What do you have a genetic or God-given talent to do?
• What are you well-paid to do?
• What do you enjoy doing that you absolutely love to do,
enjoying the actual process for its own sake?
5. A Culture of
Discipline
• “Most companies build their bureaucratic rules to manage the
small percentage of wrong people on the bus, which in turn
drives away the right people on the bus, which then increases
the percentage of wrong people on the bus, which increases
the need for more bureaucracy to compensate for
incompetence and lack of discipline, which then further drives
the right people away, and so forth.” P. 121

• “Avoid bureaucracy and hierarchy and instead


create a culture of discipline.”
5. A Culture of
Discipline

“Set your objectives for the year, you record


them in concrete. You can change your plans
through the year, but you never change what you
measure yourself against.”

“You focus on what you’ve accomplished relative to


exactly what you said you were going to
accomplish – no matter how tough the measure.”
5. A Culture of
Discipline
“The point is to first get self-disciplined
people who engage in very rigorous
thinking, who then take disciplined
action within the framework of a
consistent system designed around the
Hedgehog Concept.” P. 126
6. Technology
Accelerators
Using technology to accelerate growth,
within the three circles of the hedgehog
concept.
7. The Flywheel Effect
“Dynamic Governance is the key to success in
a world, undergoing accelerating globalization
and unrelenting technological advancement.”
(Neo & Chen, 2007: h. 1)
Dynamic Governance adalah kunci sukses di
sebuah dunia yang mengalami percepatan
globalisasi dan kemajuan teknologi terus
menerus.
MEREKONSTRUKSI TATA KELOLA YANG
DINAMIS ADALAH SUATU KENISCAYAAN BAGI
SEMUA PEMDA DIMANAPUN AGAR SUPAYA
TIDAK HANYA EFISIEN EFEKTIF & BERSIH
25

TETAPI JUGA GESIT, ADAPTIF & INOVATIF


“Jika institusi-institusi dapat berkembang
dan menanamkan budaya dan kemampuan
yang memungkinkan terus-menerus belajar
dan berubah, kontribusi mereka terhadap
kemajuan sosial-ekonomi suatu negara dan
kemakmuran akan sangat besar.”
(Neo & Chen, 2007: h. 1)
Banyak contoh sukses di tingkat
KABUPATEN/ KOTA / PROPINSI belum
terekspose ; contoh-contoh Litle Singapore

‘Tarakan’, Jembrana, Surabaya dan lain-lain 26


Kerangka Sistem Dynamic
Governance

27
Subpembahasan (1)

1. Framework for Dynamic Governance:


Institutionalizing Culture, Capabilities and
Change
2. Conceptual Foundations: Governance,
Institutions and Capabilities
3. Context for Development: Establishing
Imperatives for Governance
4. Cultural Foundations: Inculcating Principles of
Governance

28
Subpembahasan (2)

5. Policy Execution: Developing and


Implementing Paths
6. Policy Adaptation: Embedding Learning and
Adjusting Paths
7. People Development: Recruiting, Renewing and
Retaining Leaders
8. Process Innovation: Creating Agile Structures
and Systems
9. Sustaining Dynamic Governance: Lessons and
Challenges

29
HOW TO MAKE IT HAPPENED ..... ???

GOOD IS NOT ENOUGH ...............

HOW TO CONVERT IT TO DYNAMIC


GOVERNANCE ??
SASARAN PEMBANGUNAN
KEWILAYAHAN DAN ANTARWILAYAH (1/3)

2014 ARAH KEBIJAKAN:


Indikator 2019
(Baseline) Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan
1. Pemenuhan Standar Pelayanan Minimum Desa termasuk
Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan permukiman transmigrasi sesuai dengan kondisi geografis
Desa.
2. Penanggulangan kemiskinan dan pengembangan usaha
s.d. 5,000 desa ekonomi masyarakat Desa termasuk di permukiman
a. Penurunan desa tertinggal
tertinggal transmigrasi.
3. Pembangunan sarana bisnis/pusat bisnis di perdesaan.
paling sedikit 4. Pengembangan komunitas teknologi perdesaan.
b. Peningkatan desa mandiri 5. Pembangunan sumber daya manusia, peningkatan keber-
2,000 desa dayaan, dan pembentukan modal sosial budaya
masyarakat Desa termasuk di permukiman transmigrasi
6. Penguatan Pemerintahan Desa
Pengembangan Kawasan Perbatasan 7. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
berkelanjutan, serta penataan ruang kawasan perdesaan
a. Pengembangan Pusat 3 (111 lokasi 10 (187 lokasi termasuk di kawasan transmigrasi.
Ekonomi Perbatasan prioritas) priorias) 8. Pengembangan ekonomi kawasan perdesaan termasuk
kawasan transmigrasi untuk mendorong keterkaitan desa-
(Pusat Kegiatan Strategis kota.
Nasional/PKSN)
Pengembangan Kawasan Perbatasan
1. Peningkatan keamanan wilayah perbatasan sebagai
halaman depan negara yang berdaulat, berdaya saing, dan
aman.
b. Peningkatan keamanan dan 12 pulau-pulau 92 pulau kecil
kesejahteraan masyarakat kecil terluar terluar/terdepa 2. Peningkatan kesejahteraan masyarakat wilayah
perbatasan melalui peningkatan penyediaan kebutuhan
perbatasan berpenduduk n fasilitas sosial dan ekonomi, akses infrastruktur.

Slide - 31
SASARAN PEMBANGUNAN
KEWILAYAHAN DAN ANTARWILAYAH (2/3)
2014 ARAH KEBIJAKAN:
Indikator 2019
(Baseline)
Pembangunan Daerah Tertinggal Pengembangan Daerah Tertinggal
a. Jumlah Daerah Tertinggal 122 42 1. Promosi potensi daerah tertinggal untuk
mempercepat pembangunan
(termasuk 9 2. Pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar publik.
DOB) 3. Pengembangan perekonomian masyarakat yang
b. Kabupaten terentaskan 70 80 didukung SDM yang berkualitas.
c. Rata-rata pertumbuhan 7,1% *) 7,24% 4. Pembangunan infrastruktur./konektivitas.
ekonomi di daerah tertinggal
Pembangunan Pusat Pertumbuhan Ekonomi di
d. Persentase penduduk miskin 16,64% 14,0%
Luar Jawa
di daerah tertinggal
1. Pengembangan potensi ekonomi wilayah, melalui
e. Indeks Pembangunan 68,46 69,59 percepatan Industrialisasi/hilirisasi pengolahan
Manusia (IPM) di daerah SDA  (a) menciptakan nilai tambah; (b)
tertinggal menciptakan kesempatan kerja baru, terutama
industri manufaktur, industri pangan, industri
maritim, dan pariwisa.
Pembangunan Pusat-Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Luar Jawa 2. Percepatan pembangunan konektivitas/
infrastruktur
a. Kawasan Ekonomi Khusus
7 14 3. Pengembangan SDM dan IPTEK
(KEK) di Luar Jawa
4. Pengembangan regulasi dan kebijakan
b. Kawasan Industri n.a. 14 5. Peningkatan iklim investasi dan iklim usdaha a.l:
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP);dan
c. Kawasan Perdagangan Bebas pemberian insentif fiskal dan non fiskal .
dan Pelabuhan Bebas 4 4
(KPBPB)

* rata-rata 2010-2014 ** di Pulau Jawa ada 1 KEK (KEK Tanjung Lesung)


Slide - 32
SASARAN PEMBANGUNAN
KEWILAYAHAN DAN ANTARWILAYAH (3/3)

2014 ARAH KEBIJAKAN:


Indikator 2019
(Baseline)
Pembangunan Kawasan Perkotaan 1. Perwujudan Sistem Perkotaan Nasional.
a. Pembangunan Metropolitan di 2. Percepatan pemenuhan Standar
Luar Jawa sebagai PKN dan 2+ 5(usulan
2 baru)
Pusat Investasi Pelayanan Perkotaan (SPP) untuk
mewujudkan kota aman, nyaman, dan
layak huni.
b. Optimalisasi 20 kota otonomi
berukuran sedang di Luar
43 kota
20 3. Pembangunan kota hijau yang
Jawa sebagai PKN/PKW dan belum
optimal dioptimalkan berketahanan iklim dan bencana.
penyangga urbanisasi di Luar perannya
Jawa perannya 4. Pengembangan kota cerdas yang berdaya
saing dan berbasis teknologi dan budaya
39 lokal.
c. Penguatan 39 pusat pusat
pertumbuhan sebagai Pusat 5. Peningkatan kapasitas tata kelola
-- pertumbuha
Kegiatan Lokal (PKL) atau pembangunan perkotaan.
n yang
Pusat Kegiatan Wilayah (PKW)
diperkuat

d. Pembangunan 10 Kota Baru 10


Publik -- Kota Baru

Slide - 33
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

SASARAN PENANGGULANGAN BENCANA ??

REACTIVE VS PROACTIVE
SASARAN LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI
WILAYAH PULAU JAWA PER PROVINSI
TAHUN 2015-2019

Slide - 35
SASARAN TINGKAT KEMISKINAN
WILAYAH PULAU JAWA PER PROVINSI
TAHUN 2015-2019

Slide - 36
SASARAN TINGKAT PENGANGGURAN
WILAYAH PULAU JAWA PER PROVINSI
TAHUN 2015-2019

D.I Yogyakarta 3.0 2.8 2.6 2.5 2.3

Slide - 37
PENYELARASAN
SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN
NASIONAL DENGAN DAERAH

Pedoman Renja - Pedoman Rincian


Renstra KL RKA-KL

Pemerintah
KL APBN

Pusat
Bahan (diserasikan
Pedoman Bahan dlm RAKORPUS &
Diacu
Trilateral Meeting)

RPJP Pedoman RPJM Dijabarkan Pedoman


RKP RAPBN APBN
Nasional Nasional

Berpedoman Diserasikan melalui


Diacu Diperhatikan
(UU 23/2014) MUSRENBANG

RPJP Pedoman RPJM Dijabarkan RKP Pedoman


RAPBD APBD
Daerah Daerah Daerah

Pemerintah
Daerah
Pedoman Bahan Diacu Bahan

Renstra Pedoman Renja - Pedoman RKA - Rincian


SKPD SKPD SKPD APBD

UU SPPN (No.25/2004)
UU KeuNeg (No.17/2003)

Slide - 38
BAGAN ALUR PENYUSUNAN RPJMN
DAN PENYELARASAN RENSTRA DAN RPJMD
Musrenbang
Jangka
Aspirasi Menengah
Nasional
Masyarakat

SIDANG
RPJPN VISI MISI KABINET
PRESIDEN
2005-2025
TERPILIH

Background
Study Rancangan RPJMN
RANCANGAN RANCANGAN RANCANGAN 2015-2019
Teknokratik RANCANGAN
AKHIR RPJMN
AWAL RPJMN RPJMN
RPJMN (Perpres 2/2015)
Hasil RPJMN
Evaluasi
RPJMN Pedoman Penyesuaian

SIDANG Bilateral
KABINET TRILATERAL Meeting
MEETING Penyesuaian
Renstra K/L
Pedoman
Penyusunan
Penelaahan
Rancangan
Rancangan
Teknokratik RENSTRA K/L
Renstra K/L
Renstra K/L
Difasilitasi oleh:
-Kementerian PPN/Bappenas
Pembagian Tugas
-Kementerian Dalam Negeri
-Kementerian Keuangan
Peraturan Bersama
PEMERINTAH Menteri Dalam Negeri.
Hasil DAERAH Menteri PPN/Bappenas,
Evaluasi (Provinsi, Bilateral Meeting dan Menteri Keuangan
Kabupaten/Kota) Penyelarasan
Renstra RPJMD
RPJMD/RKPD
Slide - 39
Terima Kasih
LAMPIRAN
KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

KINERJA PEMBANGUNAN KABUPATEN/KOTA


DI PROVINSI JAWA BARAT
DAMPAK PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP
PENGURANGAN PENDUDUK MISKIN, 2008-2012

Slide - 43
DAMPAK PERTUMBUHAN EKONOMI
TERHADAP PENINGKATAN IPM, 2008-2012

Slide - 44
DAMPAK PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP
PENGURANGAN PENGANGGURAN, 2008-2012

Slide - 45
DAFTAR KEGIATAN STRATEGIS
DALAM RPJMN 2015-2019 (1/8)
KEGIATAN STRATEGIS JANGKA MENENGAH NASIONAL
PERKERETAAPIAN DIPERUNTUKKAN BAGI PENGANGKUTAN PENUMPANG DAN BARANG
• Pembangunan Jalur KA Bandung-Tanjungsari-Sumedang-Kertajati-Kadipaten-Cirebon
• Pembangunan Jalur KA Bogor-Sukabumi-Cianjur-Padalarang
• Pembangunan jalur ganda KA antara Padalarang - Bandung - Cicalengka (KA Perkotaan Bandung
termasuk elektrifikasi)
• Pembangunan jalur KA baru lingkar luar Jabodetabek antara Parungpanjang - Citayam
• Pembangunan double-double track (DDT) antara Manggarai –Jatinegara – Bekasi - Cikarang
• Lanjutan pembangunan shortcut antara Cibungur - Tanjung Rasa
• Pembangunan jalur KA antara Cangkring - Pelabuhan Cirebon
• Elektrifikasi rei ganda KA Cikarang-Cikampek
• Reaktivasi jalur KA antara Rancaekek - Tanjung. Sari
• Pembangunan jalur KA baru antara Tanjung Sari - Kertajati
• Reaktivasi jalur KA antara Cirebon - Kadipaten dan pembangunan jalur KA baru antara Kadipaten -
Bandara Kertajati
• Reaktivasi jalur KA antara Banjar –Kroya
• Reaktivasi jalur KA antara Banjar - Pangandaran - Cijulang
• Pembangunan monorail Bandung Raya (Pemprov Jabar, KPS)
• Pembangunan Jalur KA ganda Parsial Jalur KA Cisomang-Cikadongdong
Slide - 46
DAFTAR KEGIATAN STRATEGIS
DALAM RPJMN 2015-2019 (2/8)
KEGIATAN STRATEGIS JANGKA MENENGAH NASIONAL
• Pembangunan Jalur KA ganda Jalur Cikadongdong-Padalarang
• Pembangunan Jalur KA ganda KA Parungpanjang-Tenjo
• Pembangunan Jalur KA ganda Parsial Purwakarta-Ciganea
• Pembangunan Jalur KAElektrifikasi Citayam-Nambo
• Pembangunan Jalur KA Shortcut Jalur KA Cibungur-Tanjungrasa
• Pembangunan Jalur KA Stasiun Kejaksan-Pelabuhan Cirebon
• Pembangunan Jalur KA Bandung-Tanjungsari
• Terminal Terpadu (Kereta Api) Gedebage
• Light Rail Transit (LRT) Kota Bandung
PERHUBUNGAN DARAT
• Pengembangan Sistem Transit dan Semi BRT Kota Bandung*
• Pengembangan Sistem Transit dan Semi BRT Kota Bogor*
• Pengembangan Sistem Transit dan Semi BRT Kota Bekasi*
• Pengembangan Sistem Transit dan Semi BRT Kota Depok*
• Pengembangan Sistem Transit dan Semi BRT Kota Cimahi*
• Pengembangan Sistem Transit dan Semi BRT Kota Tasikmalaya*
PERHUBUNGAN UDARA
• Pembangunan Bandara Kertajati*
• Pengembangan Bandar Udara Nusawiru di Kab. Pangandaran
• Pengembangan Bandar Udara Cakrabhuwana Kab. Cirebon
• Pembangunan Airstrip Pangandaran
Slide - 47
DAFTAR KEGIATAN STRATEGIS
DALAM RPJMN 2015-2019 (3/8)
KEGIATAN STRATEGIS JANGKA MENENGAH NASIONAL
PERHUBUNGAN LAUT
• Pengembangan Pelabuhan Pemanukan
• Pembangunan Pelabuhan Laut Regional di Jawa Barat Selatan
• Pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon di Kota Cirebon
• Pembangunan Pelabuhan Laut di Indramayu untuk mendukung pariwisata ke Pulau Biawak
• Pembangunan Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Kab. Bekasi
• Pengembangan Pelabuhan Pangandaran
JALAN
• Pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi
• Pembangunan Jalan Tol Cibitung - Cilincing
• Pembangunan Jalan Tol Cikampek-Palimanan
• Pembangunan Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan
• Pembangunan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung
• Pembangunan Jalan tol Pasir Koja- Soreang
• Pembangunan Jalan Tol Kota Bandung (BIUTR)
• Pembangunan Flyover Kopo (Bandung) dan Bulak Kapal (Bekasi)
• Pembangunan Flyover Kopo (Bandung) - Keracondong
• Pembangunan Flyover Bulak Kapal (Bekasi)
ENERGI
• Pipa Cirebon-Bekasi 220 km
Slide - 48
DAFTAR KEGIATAN STRATEGIS
DALAM RPJMN 2015-2019 (4/8)
KEGIATAN STRATEGIS JANGKA MENENGAH NASIONAL
KETENAGALISTRIKAN
• PLTGU Jawa-1 1600 MW
• PS Upper Cisokan Pump Storage (FTP2) 1040 MW
• PLTU Jawa-1 (FTP2) 1000 MW
• PLTGU Muara Tawar Add-on 2,3,4 650 MW
• PLTGU Peaker Jawa Bali -1 400 MW
• PLTGU/MG Peaker Jawa-Bali 4 300 MW
• PLTGU/MG Peaker Jawa-Bali 4 150 MW
• PLTA Jatigede (FTP2) 110 MW
• PLTP Patuha (FTP2) 110 MW
• PLTP Tangkuban Perahu I (FTP2) 55 MW
• Pengembangan jaringan transmisi dan distribusi
Telekomunikasi dan Informatika
• Pembangunan Serat Optik antar seluruh kabupaten/kota
• Pengembangan transmisi penyiaran TVRI
SUMBER DAYA AIR
• Pembangunan Waduk Ciawi (2015-2018) Bogor
• Revitalisasi Situ - Jawa Barat (25 Situ)
• Pembangunan SPAM Air Baku Kali Baru Barat dan Kali Baru Timur Bogor
• Pembangunan DI Sadawarna Subang, Indramayu
Slide - 49
DAFTAR KEGIATAN STRATEGIS
DALAM RPJMN 2015-2019 (5/8)
KEGIATAN STRATEGIS JANGKA MENENGAH NASIONAL
• Rehabilitasi Jaringan Irigasi SS Sukamandi Cs, SS Jengkol Cs, SS Gadung Cs, SS Rancabango Cs, dan SS
Beres - Kab Subang (Loan World Bank - WISMP2) Bekasi
• Pembebasan Tanah untuk Floodway Cisangkuy Bandung
• Pembangunan Floodway Cisangkuy Bandung
• Pembangunan Retensi Cieunteung Bandung
• Pembangunan relokasi tanggul s. Citarum Hilir, desa Teluk Buyung Kab. Karawang

• Pembebasan lahan untuk pembangunan tanggul s. Citarum Hilir, desa Pantai Sederhana Kab. Bekasi

• Pembangunan tanggul s. Citarum Hilir, desa Pantai Sederhana Kab. Bekasi


• Sodetan Sungai Cilamatan Ds. Wanasari Kec Cipunagara Subang
• Pembebasan Lahan untuk rehabilitasi 4 anak sungai - Loan JICA IP-559 Bandung
• Upper Citarum Basin Flood Management (Loan JICA IP-559) Bandung
• Peningkatan Kapasitas Sungai Citarum Hulu Rancamanyar s/d Nanjung Bandung
• Pembebasan Lahan untuk peningkatan kapasitas s. Citarum Hilir
• Peningkatan Kapasitas Sungai Citarum Hilir dari s. Cikao s/d Muara Gembong Bandung
• Pembangunan Check Dam di Sungai Cipamingkis Bogor
• Pembangunan Waduk Tegal Luar Bandung
• Pembangunan Waduk Santosa Bandung
• Pembangunan Waduk Sadawarna Bandung
• Pembangunan Waduk Cimeta Bandung
Slide - 50
DAFTAR KEGIATAN STRATEGIS
DALAM RPJMN 2015-2019 (6/8)
KEGIATAN STRATEGIS JANGKA MENENGAH NASIONAL
• Pembangunan Waduk Sukawana Bandung
• Pembangunan Waduk Cikapundung Bandung
• Pembangunan Waduk Citarik Bandung
• Rehabilitasi Saluran Tarum Barat ruas Curug - Cibeet (Loan ADB - ICWRMIP) Karawang
• Rehabilitasi Saluran Tarum Barat ruas Cibeet - Bekasi (Loan ADB - ICWRMIP) Bekasi
• Rehabilitasi Saluran Tarum Barat ruas Bekasi-Cawang Bekasi
• Operasi dan Pemeliharaan Sungai Citarum Hulu Sapan-Nanjung dan Anak-anak Sungai Citarum Hulu
Bandung
• Pembangunan Jaringan Irigasi DI. Leuwigoong AMS-19A Garut
• Pembangunan Jaringan Irigasi DI. Leuwigoong AMS-19B Garut
• Perbaikan Irigasi Kecil 78 Desa Provinsi Jawa Barat
• Pengerukan Lembah Putri di Muara Sungai Ciputrapinggan Kab. Pangandaran
• Perbaikan dan Pengaturan Sungai Cikidang di Ds. Babakan Kec. Pangandaran Kab. Pangandaran Kab.
Pangandaran
• Pembangunan Acces Road Matenggeng Ciamis/Cilacap
• Pembangunan Perkantoran Waduk Matenggeng Ciamis/Cilacap
• Pembangunan Waduk Matenggeng Ciamis/Cilacap
• Pembebasan Tanah Bendungan Matenggeng Kab. Ciamis/ Kab. Cilacap
• Pembangunan Pipa Transmisi Air Baku Tasikmalaya, Ciamis, Cilacap, Banyumas
• Pembangunan Saluran pembawa Air Baku dari Waduk Jatiluhur
• Rehabilitasi Daerah Irigasi Rentang. Slide - 51
DAFTAR KEGIATAN STRATEGIS
DALAM RPJMN 2015-2019 (7/8)
KEGIATAN STRATEGIS JANGKA MENENGAH NASIONAL
AIR MINUM
• Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Pondok Gede Bekasi
SANITASI
• Pengelolaan Persampahan Kota Bandung (PLTSa Gedebage)
• Pembangunan Pengelolaan dan Pengolahan Akhir Persampahan Wilayah Bogor dan Depok (TPPAS
Regional Nambo)
• Pembangunan TPA Legok Nangka
PENDIDIKAN
• Pendidikan gratis Sd, SLTP, SLTA diseluruh jawa barat, beasiswa pendidikan untuk pemuda, tenaga
medis, keluarga atlit
• Pembangunan dan pengembangan SMK kelautan
• BOS untuk SMA, SMK
• Pendirian akademi komunitas
• Penegerian Politeknik Negeri Subang
KESEHATAN
• Pembangunan RS Pratama di Rancabuaya-Kab. Garut, Cidaun-Kab. Cianjur, Cipatujah-Kab.
Tasikmalaya.
• Pengembangan RS Daerah RSUD Garut, RSUD Cililin-Kab. Bandung, RSUD Sukabumi.

Slide - 52
DAFTAR KEGIATAN STRATEGIS
DALAM RPJMN 2015-2019 (8/8)
KEGIATAN STRATEGIS JANGKA MENENGAH NASIONAL
PERUMAHAN
• Pembangunan rumah layak huni bagi rakyat miskin dan buruh (masyarakat berpenghasilan rendah /
MBR)

• Pembangunan perumahan dan kawasan siap bangun (Kasiba) dan lingkungan siap bangun (Lisiba)

• Pembangunan Rusunawa (Urban Renewal) di Metropolitan Bandung Raya dan Metropolitan Bodebek
Karpur

Slide - 53

Anda mungkin juga menyukai