Fakultas Teknik
Jurusan teknik Perminyakan
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Hendri/082331317678 Hendri anur #Hendri_anur
Shale problem Pemboran menembus
Shale (serpih) adalah batuan sedimen yang lapisan shale menyebabkan
terbentuk oleh deposisi dan kompaksi sedimen permasalahan,
untuk jangka waktu yang lama. Serpih ini
komposisi utamanya adalah lempung (clay), Karena reruntuhan atau longsornya shale,
.
lanau (silt), air dan sejumlah kecil quart dan maka akibat seterusnya yang dapat timbul
feldspar. Berdasarkan kandungan airnya, serpih antara lain :
dapat berupa batuan yang kompak atau •Lubang bor membesar.
batuan yang lunak dan tidak kompak, yang •Masalah pembersihan lubang bor.
biasa disebut dengan serpih lempung atau •Pipa bor terjepit.
serpih lumpur. Serpih ini juga dapat berada •Kebutuhan lumpur bertambah.
dalam bentuk metamorphic seperti slate, •Penyemenan yang kurang sempurna.
phylite dan mica schist. •Kesulitan dalam melaksanakan logging.
I. Jenis-jenis Shale Jenis shale :
. Shale biasanya merupakan hasil endapan . Pressure Shale > beban >> Over load > Pressure (
marine basin, terutama dari lumpur, silts dan Air formasi keluar>> kick)
clays. Dalam bentuknya yang lunak, biasanya Mud Making Shale
disebut clay, bila makin dalam, maka karena shale yang sangat sensitif terhadap air atau
tekanan dan temperatur yang tinggi endapan lumpur. Jenis ini menghisap air (hidrasi), yang
ini akan mengalami perubahan bentuk terutama adalah bentonitic shale. Cara
menghadapi shale jenis ini adalah pemboran
(consolidation), dan disebut sebagai shale.
dengan memakai cairan pemboran yang tidak
Karena perubahan bentuk proses berpengaruh atau tidak bereaksi dengan shale.
metamorfosis disebut slate, phylite atau mica Jenis-jenis lumpur yang dipakai antara lain : lime
schist. Bila shale banyak mengandung pasir mud, gyp mud, calcium chloride mud, salt mud dan
disebut arenaceous shale, sedang yang yang banyak dipakai saat ini lignosulfonate mud
banyak mengandung organik material disebut serta oil base mud.
carbonaceous shale. Stressed Shale
Shale jenis ini tidak banyak bereaksi atau berhidrasi
dengan air, tetapi mudah runtuh. Problem ini akan
semakin besar bila lapisan miring dan ditambah lagi
bila menjadi basah oleh air atau lumpur.
Faktor Yang Faktor Mekanis
Mempengaruhi Shale Faktor-faktor mekanis yang mempengaruhi
Problem terjadinya shale problem sebagaian besar
diakibatkan oleh pengaruh erosi yang disebabkan
Faktor-faktor yang mempengaruhi shale oleh aliran lumpur pemboran di annulus. Erosi serpih
problem dapat dibagi menjadi tiga bagian, secara langsung berhubungan dengan tingkat
turbulensi di annulus dan viskositas lumpur.
yakni :
Kebanyakan program hidrolika dirancang untuk
Faktor Mekanis. memungkinkan terjadinya aliran laminer di annulus.
Pengaruh mekanis yang lain adalah pecah atau
Faktor Hidrasi. rusaknya serpih yang diakibatkan oleh gerakan
Faktor Lain Selain Mekanis dan Hidrasi. rangkaian pemboran dan caving yang diakibatkan
oleh pergerakan horizontal lapisan serpih. Pengaruh
lebih lanjut adalah kenyataan bahwa operasi
pemboran (pembuatan lubang) mengganggu
sistem tekanan (stress) di dalam tanah, yang lebih
lanjut akan mengakibatkan gerakan dinamis di
dalam lapisan serpih. Gerakan ini akan
mengakibatkan pecah atau rusaknya lapisan serpih
di sekitar sumur menjadi bagian-bagian kecil yang
akan jatuh ke dalam lubang.
Faktor Hidrasi 3. Faktor Lain Selain Mekanis
Dan Hidrasi
Hidrasi osmosis terjadi bila salinitas air formasi . Lapisan serpih yang miring terbukti lebih
serpih lebih besar dari pada salinitas lumpur mempunyai kecenderungan untuk runtuh
dan air formasi pada lapisan serpih. Selama dibandingkan lapisan serpih horizontal. Hal ini
sedimentasi, lapisan serpih terkompaksi secara dikarenakan selama adsorpsi air, ekspansi
progresif oleh berat overburden. Gaya serpih terjadi pada arah yang tegak lurus
kompaksi ini akan mengeluarkan sejumlah terhadap bedding plane, yang pada akhirnya
besar air yang terserap dan air dari dalam pori akan menghasilkan runtuhan serpih yang lebih
batuan serpih. Gaya kompaksi ini sama besar jika bagian ini miring dengan sudut yang
dengan matrik stress (tekanan overburden- tinggi.
tekanan pori)….Pf>> Ph kick Proses runtuhan pada brittle shale (serpih
Adsorpsi air oleh serpih biasanya akan getas) yang tidak mengandung lempung aktif
menghasilkan dispersi dan swelling. Dispersi dijelaskan dengan adanya penembusan
terjadi jika serpih terbagi-bagi menjadi partikel- antara bedding plane dan microfissure dari
partikel kecil dan masuk ke dalam lumpur serpih. Hal ini akan menghasilkan swelling yang
pemboran sebagai padatan (solids). Swelling tinggi yang memecahkan gaya kohesi diantara
terjadi sebagai akibat peningkatan ukuran dari rekahan di permukaan yang menyebabkan
mineral silika yang menyusun struktur serpih ini akan terjatuh.
lempung.>>> bit balling.
Sebab-Sebab Shale Penanggulangan Shale
Problem Problem
Penyebab masalah shale ini dapat dikelompokan Usaha-usaha mengatasi atau menanggulangi
dari segi lumpur maupun dari segi drilling practice masalah shale antara lain dengan menggunakan
atau mekanis. Beberapa penyebab dari kelompok drilling practice dan mud practice yang baik.
mekanis antara lain : Dimana drilling practice yang baik meliputi :
Erosi, karena kecepatan lumpur di annulus yang - Mengurangi kecepatan di annulus.
terlalu tinggi. Agar pipa bor benar-benar dalam keadaan
Gesekan pipa bor terhadap dinding lubang bor. tegang.
Adanya penekanan (pressure surge) atau - Mengurangi/menghindari kemiringan lubang bor.
penyedotan (swabbing) pada waktu cabut dan -Menghindari swabing atau pressure surge pada
masuk pahat (tripping). waktu round trip.
Adanya tekanan dari dalam formasi.
Adanya air filtrasi atau lumpur yang masuk ke
dalam formasi.
Sedangkan mud practice yang
baik meliputi :
Berat lumpur yang cukup untuk menahan tekanan formasi.
pH sesuai (+ 8,5 – 9,5).
Filtrasi rendah.
Lumpur yang baik, meliputi :
Mengubah lumpur dengan kadar Ca tinggi, seperti gyps, lime dan seterusnya yang
menghalangi terhidratnya clay yang sensitif terhadap air.
Menaikkan rate sirkulasi agar partikel-partikel padat lekas diangkat ke permukaan.
Mengurangi water loss lumpur, problem shale berhubungan langsung dengan adsorpsi
air dari lumpur pemboran, perubahan dalam jenis atau komposisi kimia lumpur akan
memberikan pemecahan masalah ini.
Mengganti ke oil emulsion mud.
Mengganti ke oil base mud, telah terbukti berhasil untuk mengurangi terjadinya problem
shale. Keberhasilan ini berdasarkan bahwa fasa minyak memberikan adanya membran
disekitar lubang yang mencegah terjadinya kontak antara air dengan serpih.
Menaikkan berat jenis lumpur agar lebih mampu menahan dinding lubang bor.
Fakultas Teknik
Jurusan teknik Perminyakan
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Hendri/082331317678 Hendri anur #Hendri_anur