Problem Solving Cycle
(SIKLUS SOLUSI MASALAH)
Pengertian
Problem solving cycle (siklus solusi masalah) adalah proses mental yang melibatkan penemuan
masalah, analisis dan pemecahan masalah. Tujuan utama dari pemecahan masalah adalah untuk
mengatasi kendala dan mencari solusi yang terbaik dalam menyelesaikan masalah (Reed, 2000).
Problem Solving Cycle adalah suatu metode pemecahan masalah dengan mengidentifikasi
masalah yang paling diprioritaskan, kemudian mengidentifikasi solusi / jalan keluar dari masalah
tersebut, baru melakukan pelaksanaan terhadap pemecahan masalah tersebut (Azwar, 1996).
Problem solving cycle atau siklus solusi masalah merupakan siklus pemecahan masalah
yang terdiri dari beberapa langkah yaitu analisis situasi, identifikasi masalah, penentuan prioritas
masalah, alternative pemecahan masalah, pelaksanaan solusi dan evaluasi
Problem Solving merupakan gabungan
dari alat, keterampilan dan proses
Langkah-langakah problem solving cycle
Langkah-langkah dalam problem solving cycle ini yaitu :
1. Analisis situasi
2. Identifikasi masalah
3. Prioritas masalah
4. Alternatif solusi
5. Pelaksanaan solusi terpilih
6. Evaluasi solusi yang dilaksanakan
Analisis situasi
Tujuan analisis situasi
Memahami masalah kesehatan secara jelas dan spesifik
Mempermudah penentuan prioritas
Mempermudah penentuan alternative pemecahan masalah
Analisis situasi terdiri dari analisis derajat kesehatan, analisis aspek kependudukan, analisis
pelayanan/upaya kesehatan, analisis perilaku kesehatan, dan analisis lingkungan
Identifikasi masalah
Masalah merupakan kesenjangan (gap) antara harapan dengan kenyataan. Cara
perumusan masalah yang baik adalah kalau rumusan tersebut jelas menyatakan adanya
kesenjangan. Kesenjangan tersebut dikemukakan secara kualitatif dan dapat pula secara
Kuantitatif.
Penentuan masalah dapat dengan cara membandingkan dengan yang lain, memonitor
tanda-tanda kelemahan, membandingkan capaian saat ini dengan tujuan atau dengan capaian
sebelumnya, Checklist, brainstorming dan dengan membuat daftar keluhan.
Penentuan prioritas masalah
Penentuan prioritas masalah kesehatan adalah suatu proses yang dilakukan oleh sekelompok
orang dengan menggunakan metode tertentu untuk menentukan urutan masalah dari yang
paling penting sampai yang kurang penting.
Langkah penentuan prioritas masalah terdiri dari :
Menetapkan kriteria
Memberikan bobot masalah
Menentukan skoring setiap masalah
Alternatif Solusi
Alternatif solusi dapat diketahui dengan metode brainstorming.
Pelaksanaan Solusi Terpilih
Solusi yang paling tepat dapat dipilih dengan menggunakan 2 cara yaitu teknik
skoring dan non skoring. Pada teknik skoring dilakukan dengan memberikan nilai (skor)
terhadap beberapa alternatif solusi yang menggunakan ukuran (parameter). Pada teknik non
scoring alternative solusi didapatkan melalui diskusi kelompok sehingga teknik ini disebut
juga nominal group technique (NGT)
SKORING
Masing-masing ukuran tersebut diberi nilai berdasarkan justifikasi kita, bila alternative solusi
tersebut realistis diberi nilai 5 paling tinggi dan bila sangat kecil diberi nilai 1. Kemudian
nilai-nilai tersebut dijumlahkan. Alternatif solusi yang memperoleh nilai tertinggi (terbesar)
adalah yang diprioritaskan, masalah yang memperoleh nilai terbesar kedua memperoleh
prioritas kedua dan selanjutnya.
NON SKORING
Memilih prioritas masalah dengan mempergunakan berbagai parameter, dilakukan bila
tersedia data yang lengkap. Bila tidak tersedia data, maka cara menetapkan prioritas masalah
yang lazim digunakan adalah tekhnik non skoring.
Langkah-langkah implementasi solusi
Menyusun POA (Plan of Action)
Efektifitas
Efisiensi
Produktifitas
Evaluasi Solusi Yang Dilaksanakan
· Hasil yang dicapai sesuai dengan rencana (masalah terpecahkan)
· Terdapat kesenjangan antara berbagai ketetapan dalam rencana dengan hasil
yang dicapai (tidak seluruh masalah teratasi)
· Hasil yang dicapai lebih dari yang direncanakan (masalah lain ikut
terpecahkan)