0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
160 tayangan17 halaman

Kesalahan dalam Metode Numerik

Metode numerik digunakan untuk menyelesaikan persoalan matematis secara operasi hitungan. Hasilnya adalah nilai perkiraan yang mendekati nilai eksak. Terdapat kesalahan dari nilai perkiraan akibat pembulatan dan pemotongan deret tak terhingga. Kesalahan dapat diukur secara absolut dan relatif terhadap nilai eksak atau perkiraan terbaik. Deret Taylor merupakan dasar metode numerik untuk menyelesaikan persamaan difer

Diunggah oleh

Rizki Ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
160 tayangan17 halaman

Kesalahan dalam Metode Numerik

Metode numerik digunakan untuk menyelesaikan persoalan matematis secara operasi hitungan. Hasilnya adalah nilai perkiraan yang mendekati nilai eksak. Terdapat kesalahan dari nilai perkiraan akibat pembulatan dan pemotongan deret tak terhingga. Kesalahan dapat diukur secara absolut dan relatif terhadap nilai eksak atau perkiraan terbaik. Deret Taylor merupakan dasar metode numerik untuk menyelesaikan persamaan difer

Diunggah oleh

Rizki Ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UMUM

Metode Numerik: teknik yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan-


permasalahan yang diformulasikan secara matematis dengan
cara operasi hitungan (arithmetic).

Permasalahan
di Bidang IPTEK

Penyelesaian:
Persamaan
1. Secara analitis (untuk pers. sederhana)
Matematis
2. Secara numerik (untuk pers. sulit)
UMUM

Hasil penyelesaian numerik merupakan nilai perkiraan atau pendekatan dari


penyelesaian analitis atau eksak.

METODE Hasil:pendekatan dari penyelesaian


NUMERIK Analitis (eksak)

Terdapat kesalahan (error) terhadap


nilai eksak

Dalam proses perhitungannya (algoritma)


dilakukan dengan iterasi dalam jumlah
yang sangat banyak dan berulang-ulang
KESALAHAN (ERROR)

Penyelesaian secara numeris memberikan nilai perkiraan yang mendekati nilai eksak
(yang benar), artinya dalam penyelesaian numeris terdapat kesalahan terhadap nilai
eksak.

Terdapat tiga macam kesalahan:


1. Kesalahan bawaan: merupakan kesalahan dari nilai data.
Misal kekeliruan dalam menyalin data, salah membaca skala atau kesalahan
karena kurangnya pengertian mengenai hukum-hukum fisik dari data yang
diukur.

2. Kesalahan pembulatan: terjadi karena tidak diperhitungkannya beberapa angka


terakhir dari suatu bilangan, artinya nilai perkiraan digunakan untuk
menggantikan bilangan eksak.
contoh, nilai:
8632574 dapat dibulatkan menjadi 8633000
3,1415926 dapat dibulatkan menjadi 3,14
KESALAHAN (ERROR)

3. Kesalahan pemotongan: terjadi karena tidak dilakukan hitungan sesuai dengan


prosedur matematik yang benar. Sebagai contoh suatu proses tak berhingga
diganti dengan proses berhingga.
Contoh fungsi dalam matematika yang dapat direpresentasikan dalam bentuk
deret tak terhingga yaitu:

2 3 4
x x x
ex 1 x ..........
2! 3! 4!

Nilai eksak dari e x diperoleh apabila semua suku dari deret tersebut
diperhitungkan. Namun dalam prakteknya,sulit untuk menghitung semua suku
sampai tak terhingga. Apabila hanya diperhitungkan beberapa suku pertama
saja, maka hasilnya tidak sama dengan nilai eksak. Kesalahan karena hanya
memperhitungkan beberapa suku pertama disebut dengan kesalahan
pemotongan.
KESALAHAN ABSOLUT DAN RELATIF

Hubungan antara nilai eksak, nilai perkiraan dan kesalahan dapat dirumuskan sebagai
berikut:

p = p* + Ee
dengan:
p : nilai eksak
p* : nilai perkiraan
Ee : kesalahan terhadap nilai eksak

Sehingga dapat dicari besarnya kesalahan adalah sebagai perbedaan antara nilai
eksak dan nilai perkiraan, yaitu:

Ee = p p*
Pada kesalahan
absolut,tidak
menunjukkan besarnya
Kesalahan Absolut tingkat kesalahan
KESALAHAN ABSOLUT DAN RELATIF

Kesalahan relatif: besarnya tingkat kesalahan ditentukan dengan cara


membandingkan kesalahan yang terjadi dengan nilai eksak.

Ee
e
p

Kesalahan Relatif
terhadap nilai eksak

Kesalahan relatif sering diberikan dalam bentuk persen.

Ee
e 100 %
p
KESALAHAN ABSOLUT DAN RELATIF

Hubungan antara nilai eksak, nilai perkiraan dan kesalahan dapat dirumuskan sebagai
berikut:

p = p* + Ee
dengan:
p : nilai eksak
p* : nilai perkiraan
Ee : kesalahan terhadap nilai eksak

Sehingga dapat dicari besarnya kesalahan adalah sebagai perbedaan antara nilai
eksak dan nilai perkiraan, yaitu:

Ee = p p*
Pada kesalahan
absolut,tidak
menunjukkan besarnya
Kesalahan Absolut tingkat kesalahan
KESALAHAN ABSOLUT DAN RELATIF

Kesalahan relatif: besarnya tingkat kesalahan ditentukan dengan cara


membandingkan kesalahan yang terjadi dengan nilai eksak.

Ee
e
p

Kesalahan Relatif
terhadap nilai eksak

Kesalahan relatif sering diberikan dalam bentuk persen.

Ee
e 100 %
p
KESALAHAN ABSOLUT DAN RELATIF

Dalam metode numerik, besarnya kesalahan dinyatakan berdasarkan nilai perkiraan


terbaik dari nilai eksak,sehingga kesalahan mempunyai bentuk sebagai berikut:

Ea
a 100%
p

dengan:
Ea : kesalahan terhadap nilai perkiraan terbaik
p* : nilai perkiraan terbaik
Indeks a menunjukkan bahwa kesalahan dibandingkan terhadap nilai perkiraan
(approximate value).
KESALAHAN ABSOLUT DAN RELATIF

Dalam metode numerik, sering dilakukan pendekatan secara iteraktif, dimana pada
pendekatan tersebut perkiraan sekarang dibuat berdasarkan perkiraan sebelumnya.
Dalam hal ini, kesalahan adalah perbedaan antara perkiraan sebelumnya dan
perkiraan sekarang.

p*n 1 p*n
a 100 %
p*n 1

dengan:
p*n : nilai perkiraan pada iterasi ke n
p*n 1: nilai perkiraan pada iterasi ke n + 1
SOAL

1. Pengukuran panjang jembatan dan pensil memberikan hasil 9999 cm dan 9 cm.
Apabila panjang yang benar (eksak)berturut-turut adalah 10.000 cm dan 10 cm,
hitung kesalahan absolut dan relatif.

2. Hitung kesalahan yang terjadi pada nilai ex dengan nilai x = 0,5 apabila hanya
diperhitungkan beberapa suku pertama saja. Nilai eksak dari e0,5 =
1,648721271
DERET TAYLOR
(Persamaan Deret Taylor)

Deret Taylor merupakan dasar untuk menyelesaikan masalah dalam metode


numerik,terutama penyelesaian persamaan diferensial.
Bentuk umum deret Taylor:

x x 2 x 3 x n
f ( xi 1 ) f ( xi ) f ' ( xi ) f ' ' ( xi ) f ' ' ' ( xi ) ..... f ( xi )
n
Rn
1! 2! 3! n!
Jika suatu fungsi f(x) diketahui di titik xi dan semua turunan f terhadap x diketahui
pada titik tersebut, maka dengan deret Taylor dapat dinyatakan nilai f pada titik xi+1
yang terletak pada jarak x dari titik xi .

f(x) f(xi ) : fungsi di titik xi


Order 2
f(xi+1 ) : fungsi di titik xi+1
Order 1
f, f,..., f n : turunan pertama, kedua,
...., ke n dari fungsi
x : jarak antara xi dan xi+1
Rn : kesalahan pemotongan
xi xi+1 ! : operator faktorial
DERET TAYLOR
(Persamaan Deret Taylor)

Dalam praktek sulit memperhitungkan semua suku pada deret Taylor tersebut dan
biasanya hanya diperhitungkan beberapa suku pertama saja.
1. Memperhitungkan satu suku pertama (order nol)

f ( xi 1 ) f ( xi )Perkiraan order nol


Artinya nilai f pada titik xi+1 sama dengan nilai pada xi . Perkiraan tersebut benar
jika fungsi yang diperkirakan konstan. Jika fungsi tidak konstan, maka harus
diperhitungkan suku-suku berikutnya dari deret Taylor.

2. Memperhitungkan dua suku pertama (order satu)

x
f ( xi 1 ) f ( xi ) f ' ( xi )
Perkiraan order satu
1!
3. Memperhitungkan tiga suku pertama (order dua)

x x 2
f ( xi 1 ) f ( xi ) f ' ( xi ) f ' ' ( xi ) Perkiraan order dua
1! 2!
Diketahui suatu fungsi f(x) =
-2x3 + 12x2 -20x + 8,5. Dengan
menggunakan deret Taylor
order nol, satu, dua dan tiga,
perkirakan fungsi tersebut
pada titik xi+1 = 0,5
berdasar nilai fungsi pada titik
xi = 0.
DERET TAYLOR
(Persamaan Deret Taylor)

Contoh
Diketahui suatu fungsi f(x) = -2x3 + 12x2 20x + 8,5. Dengan menggunakan deret
Taylor order nol, satu, dua dan tiga, perkirakan fungsi tersebut pada titik xi+1 = 0,5
berdasar nilai fungsi pada titik xi = 0.

Solusi:
1. Memperhitungkan satu suku pertama (order nol)

f ( xi 1 ) f (0,5) f (0) 2(0)3 12(0) 2 20(0) 8,5 8,5


2. Memperhitungkan dua suku pertama (order satu)
x
f ( xi 1 ) f (0,5) f ( xi ) f ' ( xi )
1!
0,5 0
f (0) f ' (0)
1!
8,5 (6(0) 2 24(0) 20)(0,5)
8,5 10
1,5
DERET TAYLOR
(Kesalahan Pemotongan)

Deret Taylor akan memberikan perkiraan suatu fungsi yang benar jika semua suku dari
deret tersebut diperhitungkan. Dalam prakteknya hanya beberapa suku pertama saja
yang diperhitungkan sehingga hasilnya tidak tepat seperti pada penyelesaian analitik.
Sehingga terdapat kesalahan (error) yang disebut dengan kesalahan pemotongan
(truncation error, Rn), yang ditulis:

n 1 n 1 x n 1 n2 x n 2
Rn O(x ) f ( xi ) f ( xi ) .....
(n 1)! (n 2)!

O(xn+1) berarti kesalahan pemotongan mempunyai order xn+1 atau kesalahan adalah
sebanding dengan langkah ruang pangkat n+1.
Kesalahan pemotongan tersebut adalah kecil apabila:
[Link] x adalah kecil.
[Link] lebih banyak suku dari deret Taylor

Anda mungkin juga menyukai