Sistem Rangka Pemikul
Momen Biasa
Nur Asriana (03011181419016)
Martha Catur Widiastuti (03011181419063)
M. Dicky Wiratama Negara (03011181419068)
Nyayu Siti Hidayatun Najah (03011281419079)
Siti Syahamahwati (03011281419093)
Rico Kwanto (03011281419100)
Kennedy Saputra (03011381419166)
Sonny Yap (03011381419171)
Fadhilah Winda R. (03011381419173)
Ida Chairani (03011381419177)
Nurma Latifa Sari (03011381419179)
Fiona Amalia (03011381419184)
Frans Herkady (03011381419185)
Pendahuluan
Wilayah gempa di Indonesia
Pendahuluan
Sistem Rangka
Pemikul
Momen Momen
(komponen struktur
dan join)
Gaya Geser
Sistem Dinding
Struktural
Gaya Aksial
(dinding)
Ciri-ciri SRPM
Beban lateral
khususnya gempa, Tidak
Tidak
ditransfer melalui menggunakan
menggunakan
mekanisme lentur bresing
antara balok dan dinding geser
kolom
(bracing)
Klasifikasi Sistem Rangka Pemikul Momen
Elastik penuh
SRPMB Wilayah gempa 1 dan 2
Daktail parsial
SRPMM Wilayah gempa 3 dan 4
Daktail penuh
SRPMK Wilayah gempa 5 dan 6
Perencanaan SRMPB
Batasan sistem struktur dan batasan tinggi
struktur (SNI-1726-2012)
Perencanaan SRMPB
Perencanaan kobinasi pembebanan
U1 = 1,4D
U2 =1,2D + 1,6L
U3 =1,2D + 0,5L + E
U4 =0,9D + E
Desain kapasitas (load and resistance factor design)
Kapasitas komponen balok diperiksa terhadap persamaan interaksi lentur dan gaya geser
Kapasitas komponen kolom diperiksa terhadap persamaan interaksi lentur dan gaya aksial
dimana:
Pengaruh aksi terfaktor (Ru)
Kuat nominal komponen (Rn)
faktor reduksi ()
Momem lintang ultimit (Mu)
Gaya lintang ultimit (Vu)
Momem lintang nominal penampang (Mn)
Gaya lintang nominal penampang (Vn)
Nu dan Nn adalah
Gaya aksial terfaktor (Nu)
Kuat nominal penampang terhadap gaya aksial (Nn)
Momen lentur terfaktor terhadap sumbu-x (Mux)
Momen lentur terfaktor terhadap sumbu-y (Muy)
Kuat nominal lentur penampang terhadap sumbu-x (Mnx)
Kuat nominal lentur penampang terhadap sumbu-x (Mny)
Faktor reduksi kuat lentur = 0,90 (b)
Kelebihan dan Kekurangan
Tidak memerlukan
persyaratan detail khusus
Kelebihan :
Desain arsitektur lebih simple
Biaya detail struktur lebih rendah
Kekurangan :
Tingkat daktalitas kecil
Hanya dapat digunakan pada
daerah resiko gempa rendah
Hubungan gaya geser dan displacement
Gambar detail penulangan
Persyaratan SRPMB
Sambungan
Balok ke
Kolom
Mengalami
deformasi inelastik
secara terbatas
BERDASARKAN pada kompoen
SNI-1729-2002 struktur dan
sambungan akibat
gaya gempa
rencana
Plat
Terusan
Sambungan Balok ke Kolom
Harus menggunakan las atau baut mutu tinggi
Sambungan Kaku Sambungan Semi Kaku
Harus mempunyai kuat lentur yang Sambungan tersebut harus memenuhi
besarnya paling tidak sama dengan kekuatan yang dipersyaratan
yang terkecil dari pada balok atau Kuat lentur nominal sambungan melebihi
gelagar atau momen terbesar pada titik nilai yang lebih kecil daripada 50% dari
itu momen pada balok atau kolom yang
disambungkan
Pada bagian sayap, jika ada kelebihan Harus mempunyai kapasitas rotasi yang
las harus dibuang atau diperbaiki, atau dibuktikan dengan uji beban siklik sebesar
diperbolehkan ada jika melekat pada yang dibutuhkan untuk mencapai simpangan
pelat sayap kolom dengan las sudut antar lantai
menerus. Kekakuan dan kekuatan sambungan semi
kaku ini harus diperhitungkan dalam
perencanaan, termasuk dalam perhitungan
stabilitas rangka secara keseluruhan
Plat Terusan
Sambungan pelat terusan ke pelat badan kolom harus mempunyai kuat geser rencana
sama dengan yang terkecil dari persyaratan dibawah ini:
Jumlah kuat rencana dari sambungan pelat terusan ke pelat sayap kolom
Kuat geser rencana bidang kontak terusan dengan pelat badan kolom
Kuat rencana geser daerah panel;
Gaya sesungguhnya yang diteruskan pengaku;