TERAPI
MODALITAS,
VOKASIONAL, &
TERAPI
AKTIVITAS
KELOMPOK PADA
KEPERAWATAN JIWA, OLEH :
- IRA OKTARIANI
- RINA
PASIEN DENGAN
- SISKA NANDA GANGGUAN WAHAM
TERAPI MODALITAS
Terapi modalitas merupakan metode
pemberian terapi yang menggunakan
kemampuan fisik atau elektrik. Terapi modalitas
bertujuan untuk membantu proses
penyembuhan dan mengurangi keluhan yang
dialami oleh klien.
(Lundry & Jenes, 2009 dalam Setyoadi & Kushariyadi, 2011).
Jenis-jenis terapi modalitas
1. TERAPI INDIVIDUAL
2. TERAPI LINGKUNGAN
3. TERAPI BIOLOGIS
4. TERAPI KOGNITIF
5. TERAPI KELUARGA
6. TERAPI KELOMPOK
7. TERAPI PERILAKU
8. TERAPI BERMAIN
Rehabilitasi bagi Pasien dengan
Gangguan Jiwa
Rehabilitasi adalah tindakan restorasi bagi
kesehatan individu yang mengalami kecacatan
menuju kemampuan yang optimal dan
berguna baik segi fisik, mental, sosial,dan
ekonomik, di rumah sakit-rumah sakit, dan
pusat-pusat rehabilitasi tertentu.
Tujuan dari Rehabilitasi
1. Mengembalikan kemampuan individu setelah
terjadinya gangguan kepada
kondisi/tingkatan fungsi yang optimum.
2. Mencegah kecacatan yang lebih besar.
3. Memelihara kemampuan yang ada/dimiliki
oleh pasien.
4. Membantu pasien untuk menggunakan
kemampuannya.
Kegiatan pelaksana rehabilitasi dilakukan di dalam
rumah sakit, luar rumah sakit (panti, pusat rehabilitasi),
dimulai sejak hari pertama pasien dirawat.
Fungsi Perawat Dalam Program Rehabilitasi:
1. Menjaga komplikasi dari akibat
gangguan/penyakit diderita pasien
2. Membatasi besarnya gangguan semaksimal
mungkin
3. Merencanakan dan melaksanakan program
rehabilitasi
Jenis - Jenis Kegiatan Rehabilitasi
1. TERAPI OKUPASIONAL
2. TERAPI EDUKASIONAL
3. REHABILITASI VOKASIONAL
Tahap-Tahap Rehabilitasi Pasien
Gangguan Jiwa
Tahap persiapan
Tahap penyaluran/penempatan
Tahap pengawasan
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK :
ORIENTASI REALITA PADA PASIEN
DENGAN GANGGUAN WAHAM
Terapi Aktivitas Kelompok Oientasi
Realita (TAK): orientasi realita adalah
upaya untuk mengorientasikan
keadaan nyata kepada klien, yaitu
diri sendiri, orang lain, lingkungan/
tempat, dan waktu.
TUJUAN
1. Klien mampu mengenal tempat ia berada
dan pernah berada
2. Klien mengenal waktu dengan tepat.
3. Klien dapat mengenal diri sendiri dan
orangorang di sekitarnya dengan tepat.
Sesi 1.: Pengenalan Orang
Tujuan Setting
Klien mampu Terapis dank lien
mengenal nama- duduk bersama
nama perawat. dalam lingkaran.
Klien mampu Ruangan nyaman
mengenal nama- dan tenang.
nama klien lain.
Alat
papan nama sejumlah klien dan perawat yang
ikut TAK
Spidol
Bola tennis
Tape rcorder
kaset dangdut
Metode
Dinamika kelompok
Diskusi dan Tanya jawab
Langkah Kegiatan
[Link]
memilih klien sesuai dengan indikasi
membuat kontrak dengan klien
mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
salam terapeutik : Salam dari terapis kepada klien
evaluasi/ validasi : menanyakan perasan klien saat ini.
3. Kontrak
a. terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mengenal orang
b. terapis menjelaskan atuaran main berikut:
jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin
kepada terapis.
Lama kegiatan 45 menit
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
Tahap Kerja
terapis membagikan papan nama untuk masing-masing klien
terapis meminta masing-masing klien menyebutkan nama lengkap, nama
panggilan, asal
terapis meminta masing-masing klien menuliskan nama panggilan di depan papan
nma yang dibagikan
terapis meminta masing-masing klien memperkenalkan diri secara berurutan,
searah jarum jam dimulai dari terapis, meliputi menyebutkan: nama lengkap,
nama panggilan, asal, dan hobi
terapis menjelaskan langkah berikutnya: tape recorder akan dinyalakan, saat musik
terdengar bola tenis dipindahkan dari satu kien ke klien lain. Saat musik
dihentikan, klien yang sedang memegang bola tennis menyebutkan nama lengkap,
nama panggilan, asal, dan hobi dari klien yang lain (minimal nama panggilan).
Terapis memutar tape recorder dan menghentikan . saat musik berhenti, klien klien
yang sedang memegang bola tennis menyebutkan nama lengkap, nama panggilan,
asal, dan hobi klien yang lain.
Ulangi langkah f sampai semua klien mendapatkan giliran.
Terapis memberikan pujian untuk setiap keberhasilan klien dengan mengajak klien
lain bertepuk tangan.
Tahap terminasi
1. Evaluasi
Terapis menanyakan perasaan klien setelah
mengikuti TAK.
Terapis memberikan pujian atas keberhasilan
kelompok.
2. Tindak lanjut
Terapis menganjurkan klien menyapa orang lain
sesuai dengan nama panggilan.
3. Kontrak yang akan datang
Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK
berlangsung, khususnya pada tahap kerja.
Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan
klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK
orientasi realitas orang, kemampuan klien
yang diharapkan adalah dapat menyebutkan
nama, panggilan, asal, dan hobi klien lain.
Sesi 1: TAK
Orientasi Realitas Sesorang
Kemampuan mengenal orang lain
Nama Klien
No. Aspek yang dinilai
1. Menyebutkan nama klien
Menyebutkan nama
2.
panggilan klien
3. Menyebutkan asal klien lain.
4. Menyebutkan hobi klien lain
Sesi 2: Pengenalan Tempat
Tujuan : Setting
Klien mampu mengenal nama
rumah sakit. Terapis dan klien
Klien mampu mengenal nama duduk bersama
ruangan tempat dirawat.
Klien mampu mengenal kamar
dalam limgkaran
tidur Ruangan tempat
Klien mampu mengenal perawatan klien
tempat tidur
Klien mampu mengenal ruan
perawata, ruang istirahat,
ruang makan, kamar mandi,
dan WC.
Alat
[Link] recorder
[Link] lagu dangdut
[Link] tenis
Metode
[Link] kelompok
[Link] lapangan
Langkah Kegiatan
[Link]
Memilih klien sesuai dengan indikasi
Membuat kontrak dengan klien
Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik : Salam dari terapis kepada klien
b. Evaluasi / validasi : Menanyakan perasan klien saat ini.
3. Kontrak
a. Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mengenal tempat
yang biasa dilihat.
b. Terapis menjelaskan atuaran main berikut:
Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta
izin kepada terapis.
Lama kegiatan 45 menit
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
Tahap Kerja
Terapis menanyakan kepada klien nama rumah sakit, nama
ruangan; klien diberi kesempatan menjawab. Beri pujian pada
klien yang mampu menjawab dengan tepat.
Terpais menjelaskan dengan menyalakan tape recorder lagu
dangdut, sedangkan bola tennis diedarkan satu persatu ke peserta
yang lain searah jarum jam. Pada saat lagu berhenti, klien yang
sedang memegang bola tennis akan diminta menyebutkan nama
rumah sakit dan nama ruangan tempat klien dirawat.
Terapis menyalakan tape recorder, menghentikan lagu, dan
meminta klien memegang bola tennis untuk menyebutkan nama
ruangan dan nama rumah sakit. Kegiatan ini diulang sampai
semua peserta mendapat giliran.
Terapis memberikan pujian saat klien telah menyebutkan dengan
benar.
Trapis mengajak klien berkeliling serta menjelaskan nama dan
fungsi ruangan yang ada. Kantor perawat, kamar mandi, WC,
ruang istirahat, ruang TAK, dan ruangan lainnya
Tahap Terminasi
1. Evaluasi
Terapis mennyakan perasaan klien setelah mengikuti
TAK
Terapis memberikan pujian atas keberhasilan
kelompok
2. Tindak lanjut
- Terapis menganjurkan klien untuk menghapal nama-
nama tempat
3. Kontrak yang akan datang
Menyepakati kegiatan TAK yang akan datang, yaitu
mengenal waktu.
Menyepakati waktu dan tempat.
Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK
berlangsung, khususnya pada tahap kerja.
Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan
klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK
orientasi realitas tempat, kemampuan klien
yang diharapkan adalah mengenal tempat di
rumah sakit.
Sesi 2: TAK
Orientasi Realita Tempat
Kemampuan mengenal tempat di rumah sakit
Nama Klien
NO Aspek yang dinilai
Menyebutkan nama rumah
1.
sakit
2. Menyebutkan nama ruangan
Menyebutkan letak kantor
3.
perawat.
4. Menyebutkan letak kamar mandi dan WC
Menyebutkan letak kamar
5.
tidur
Sesi 3: Pengenalan Waktu
Tujuan Setting
Klien dapat mengenal Terapis dan klien duduk
waktu dengan tepat bersama dalam
Klien dapat mengenal lingkaran
tanggal dengan tepat
Klien berada di ruangan
Klien dapat mengenal hari
dengan tepat yang ada kalender dan
Klien dapat mengenal jam dinding.
tahun dengan tepat
Alat
[Link]
[Link] dinding
[Link] recorder
[Link] lagu dangdut
[Link] tennis
Metode
Diskusi
Tanya Jawab
L a n g ka h Ke g i ata n
1. Persiapan
Memilih klien sesuai dengan indikasi
Membuat kontrak dengan klien
Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik : Salam dari terapis kepada klien
b. Evaluasi/ validasi
[Link] perasan klien saat ini.
[Link] apakah klien masih mengingat nama-nama ruangan yang sudah
dipelajari.
c. Kontrak
[Link] menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mengenal waktu
[Link] menjelaskan atuaran main berikut:
Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada
terapis.
Lama kegiatan 45 menit
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
Tahap Kerja
Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dikerjakan
Terapis menjelaskan akan menghidupkan tape
recorder, sedangkan bola tennis diedarkan dari satu
klien ke klien lain. Pada saat musik berhenti, klien yang
memegang bola menjawab pertanyaan dari terapis.
Terapis menghidupkan musik, dan mematikan musik.
Klien mengedarkan bola tennis secara bergantian
searah jarum jam. Saat musik berhenti, klien yang
memegang bola menjawab pertanyaan dari terapis
tentang tanggal, bulan, tahun, hari, dan jam saat itu.
Kegiatan ini diulang sampai semua klien mndapat
giliran.
Tahap Terminasi
1. Evaluasi
terapis mennyakan perasaan klien setelah mengikuti
TAK
terapis memberikan pujian atas keberhasilan
kelompok
2. Tindak lanjut
Terapis menganjurkan klien memberi tanda/ mengganti
kalender setiap hari.
3. Kontrak yang akan datang
menyepakati kegiatan TAK yang akan datang, yaitu
mengenal waktu.
menyepakati waktu dan tempat.
Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK
berlangsung, khususnya pada tahap kerja.
Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan
klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK
orientasi realita waktu, hari, tanggal, bulan,
dan tahun.
Sesi 3: TAK
Orientasi Realita Waktu
Kemampuan mengenal waktu
Nama Klien
NO Aspek yang dinilai
1. Menyebutkan jam
Menyebutkan
2.
hari
Menyebutkan
3.
tanggal
Menyebutkan
4.
bulan
Menyebutkan
5.
tahun
Terima
kasih