0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
489 tayangan14 halaman

Definisi dan Jenis Cargo Udara

Dokumen tersebut membahas tentang definisi, jenis, proses penanganan, dokumentasi, pihak-pihak terkait, dan tarif pengiriman kargo udara. Jenis kargo dibedakan menjadi general cargo, special cargo, dan dangerous goods, sedangkan prosesnya meliputi penerimaan, penimbangan, pembuatan dokumen, penanganan muatan, pemuatan/pembongkaran, penyimpanan, dan pengiriman.

Diunggah oleh

Fitri Lathifah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
489 tayangan14 halaman

Definisi dan Jenis Cargo Udara

Dokumen tersebut membahas tentang definisi, jenis, proses penanganan, dokumentasi, pihak-pihak terkait, dan tarif pengiriman kargo udara. Jenis kargo dibedakan menjadi general cargo, special cargo, dan dangerous goods, sedangkan prosesnya meliputi penerimaan, penimbangan, pembuatan dokumen, penanganan muatan, pemuatan/pembongkaran, penyimpanan, dan pengiriman.

Diunggah oleh

Fitri Lathifah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Elvina Rosa (13548004)

Ira Kumala Dewi (13540018)


Imanuel Listio (1354009)
Yolanda Priska .P (13540015)
Definisi CARGO menurut para ahli

a. Menurut Kodyat dan [Link] (1992:17), cargo


service adalah layanan khusus angkutan barang-
barang dengan menggunakan pesawat udara
angkutan khususnya. Untuk barang service ini bisa
diselenggarakan oleh suatu perusahaan
penerbangan khusus angkutan barang.
b. Menurut R.S Damardjati (1005:18), cargo
service adalah pelayanan khusus untuk barang &
layanan. Ini bisa diselenggarakan oleh suatu
perusahaan penerbangan regular yang juga
melayani angkutan penerbangan.
Jenis-jenis CARGO
Berdasarkan cara penanganannya, Cargo dibagi kedalam
tiga golongan besar,yaitu :
1. General Cargo -> adalah barang-barang umum yang
tidak memerlukan penanganan secara khusus, namun
tetap harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan
dan aspek safety. Contoh barang yang dikategorikan
general cargo antara lain : barang-barang keperluan
rumah tangga, peralatan kantor, peralatan olahraga,
pakaian (garment, tekstil), dll.
2. Special Cargo -> adalah barang-barang yang
memerlukan penanganan secara khusus (special
handling) dan harus memenuhi persyaratan dan
penanganan secara khusus sesuai dengan regulasi
IATA atau pengangkut.
Barang-barang yang termasuk dalam Special Cargo adalah
sebagai berikut :
a) Perishable goods (PER) -> barang yang tidak tahan
lama/mudah busuk selama dalam perjalanan. Ex :
sayur,buah,daging,ikan basah,bunga,dll.
b)Live animal (AVI) -> binatang hidup yang diserahkan
untuk diangkut harus sehat dan tersedia makanan
yang cukup selama perjalanan. Hal ini perlu
diperhatikan benar surat-surat yang diperlukan, dan
makanan binatang itu harus dicatat dalam surat
muatan udara.
c) Human remain (HUM) -> pengangkutan jenazah
manusia melalui udara baik jenazah utuh (jasad),
sudah dikremasi/abu. Pengangkutannya harus diangkut
dalam peti yang bagian dalamnya dilapisi dengan seng
dan sambungannya disolder rapat-rapat.
d) Valuable goods (VAL) -> Barangbarang berharga dan
mengandung unsur kimia lainnya di dalamnya. Contoh:
logam mulia,perhiasan,kertas,dokumen berharga, dll.
e) Fragile goods (FRG) -> Barangbarang yang mudah
pecah. Contoh: barang terbuat dari porselen, kaca gelas,
dll.
f) Wet Freight -> Golongan barangbarang yang berbentuk
cairan/barang padat yang bercampur dengan cairan
sehingga pemuatannya harus dalam kontainer. Contoh:
daging segar, udang basah, makanan, telur, dll.
3) Dangeraous goods -> barang-barang berbahaya yang
dapat menimbulkan akibat yang fatal dalam
penerbangan, sehingga memerluka perhatian khusus
dalam penanganannya. Ex : gas beracun, bahan yang
mudah meledak (Explosive Material dengan kode
REC.), barang yang mudah menyala (Flammable
goods), film (Non Flammable Compressed Gas dengan
kode RNG), barang yang dapat menimbulkan karat
(Corrosive Material (RCM), dll.

Dalam pengangkutan barang-barang berbahaya dikenakan


surcharge 100% dari tarif biasanya.
Cargo Area
Cargo Handling adalah suatu rangkaian proses pekerjaan
penyelesaian kargo saat mulai diterima sampai dimuat ke
dalam pesawat untuk diangkut dari suatu kota ke
kota lain di dalam dan luar negeri.

Proses pekerjaannya antara lain adalah :


1. Penerimaan (Acceptance).
2. Timbang barang.
3. Pembuatan Dokumen Angkut (Documentation).
4. Build-up / Break-down dari dan pallet/container atau gerobak.
5. Penarikan dari gudang ke pesawat dan sebaliknya.
[Link] ke pesawat dan unloading dari pesawat.
7. Penyimpanan (storage).
8. Pengiriman (delivery)
Pihak Terkait dalam Pengiriman
Cargo
Ada 3 pihak utama yang terkait dengan pengiriman
Cargo, yaitu :
a) Pihak Pengirim (shipper) -> Shipper bisa berupa
perorangan, badan usaha, dilakukan secara langsung
tanpa perantara, atau melalui jasa ekspedisi muatan
kapal laut atau ekspedisi muatan pesawat udara.
b)Pihak Pengangkut (carrier)
Carrier bisa berupa cargo sales airline, cargo sales agent,
airline / air charter yang juga berfungsi sebagai
pengangkut kargo.
c) Pihak Penerima (consignee)
Consignee bisa berupa perorangan, badan usaha maupun
dalam bentuk cargo agent.
Dokumen Pengangkutan Cargo
Dokumen pendukung dalam penanganan dan pelayanan
handling cargo dapat diketahui beberapa hal :
1. Acceptance : CBA (cargo booking advice), PTI
(pemberitahuan tentang isi), BTB (bukti timbang
barang), SMU (surat muatan udara), CN 38 (pos),
Shipper Declaration for Dangerous Goods, Checklist for
Dangerous Goods, DB (delivery bill), DRSC (untuk
kasir)/ Bordrel, dan Pertelaan (untuk kasir).
2. Out Going : CBA (cargo booking advice), CLP (cargo
load plan), SMU (surat muatan udara), CN 38 (pos),
Checklist Buildup, Manifest Cargo Outbond, NOTOC
(Notification to Captain), DO (delivery order)
penarikan kargo.
3. Incoming : Manifest Cargo Inbound, SMU (surat
muatan udara), NOA (notice on arrival), DO (delivery
order), DB (delivery bill), Surat Jalan, DRSC (untuk
kasir), dan Pertelaan.
Fungsi dan kegunaan dokumen diatas dapat diartikan
dalam beberapa hal seperti ini :
a. Alat komunikasi.
b. Bukti dari apa yang kita kerjakan / lakukan.
c. Data pendukung apabila ada masalah.
d. Data pendukung untuk proses pengurusan cargo
Dalam dunia penerbangan secara khusus,kelengkapan cargo
dan penataan dokumen sangat penting, termasuk
pelayanan handling yang dilakukan oleh warehouse
operator,oleh karena itu dokumen yang telah selesai
dikerjakan harus tertata (file) dengan rapi dan benar.
Tarif Cargo
Ketentuan pembayaran dalam pengangkutan cargo
sebagai berikut :
Tarif Cargo adalah tarif barang yang dikenakan dari
perhitungan tarif antar kota/satu sektor langsung
dengan dasar perhitungan dari lapangan terbang ke
lapangan terbang lainnya.
Pengiriman barang menurut Amir M.S, (1986 : 25)
adalah pengiriman barang-barang milik konsumen
yang menggunakan jasa transportasi, baik melalui
darat, laut dan udara.
Macam-macam pengiriman barang
1. Pengiriman barang umum -> pengiriman barang yang
umumnya mempunyai sifat tidak membahayakan,
tidak mudah busuk/rusak dan tidak mengandung resiko
terhadap pengangkutannya.
2. Pengiriman barang khusus -> pengiriman barang yang
perlu penanganan khusus, misalnya binatang hidup,
barang berharga,jenazah,barang cepat busuk dan
tumbuh-tumbuhan.
Dalam melaksanakan pengiriman di cargo dapat dilakukan
dua cara, yaitu :

Pengiriman cargo secara langsung (port to port) ->


pemilik/pengirim barang membawa barang langsung
ke perusahaan jasa pengirim tanpa pengantara.

Pengiriman cargo secara tidak langsung (door to


door) -> pengiriman barang melalui perusahaan
cargo. Selanjutnya perusahaan cargo yang akan
mengurus pengiriman. Apabila barang sudah sampai
di airport tujuan perusahaan cargo yang akan
mengantar sampai ke tujuan.

Anda mungkin juga menyukai