0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
395 tayangan13 halaman

Prinsip Kerja Sensor Akustik dan Mikrofon

Dokumen tersebut membahas tentang dua jenis sensor akustik, yaitu mikrofon dan sensor ultrasonik. Mikrofon dapat mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik dan terdiri atas tiga jenis yakni mikrofon kapasitor, elektret, dan karbon. Sensor ultrasonik bekerja dengan memancarkan gelombang suara di atas 20KHz dan mengukur pantulannya untuk mendeteksi jarak dan objek.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
395 tayangan13 halaman

Prinsip Kerja Sensor Akustik dan Mikrofon

Dokumen tersebut membahas tentang dua jenis sensor akustik, yaitu mikrofon dan sensor ultrasonik. Mikrofon dapat mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik dan terdiri atas tiga jenis yakni mikrofon kapasitor, elektret, dan karbon. Sensor ultrasonik bekerja dengan memancarkan gelombang suara di atas 20KHz dan mengukur pantulannya untuk mendeteksi jarak dan objek.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sensor Akustik/Suara

Farhan Auriza Musthopa


Ferdyansyah Sultonina

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
Sensor Akustik/Suara

Sensor yang mengubah energi-energi akustik ( gelombang suara)


menjadi sinyal elektronik.
Kuat lemahnya arus listrik bergantung pada gelombang suara
yang diberikan.
Jenis-Jenis Sensor Akustik

Mikrofon
Ultrasonic Sensor
Mikrofon

Mikrofon adalah transduser dimana mikrofon dapat mengubah


gelombang suara menjadi listrik.

Mikrofon biasa digunakan untuk menyanyi.

Mikrofon biasa disambungkan dengan amplifier untuk memperkuat


sinyal listrik yang masih lemah

Terdapat bermacam-macam
mikrofon,namun yang akan dijelaskan ada 3
yaitu:
Mikrofon Kapasitor
Mikrofon Elektret
Mikrofon Karbon
Mikrofon Kapasitor

Terbentuk dari diafragma logam yang berada pada jarak yang sangat
dekat terhadap sebuah pelat logam statis.

Bentuk yang dihasilkan dari diafragma dan pelat logam berbentuk seperti
kapasitor.
Cara kerja-nya?

Misal ada seseorang yang bernyanyi,getaran suara yang


dihasilkan membuat diafragma akan bergerak-gerak dan
membuat jarak pemisah antara diafragma dan pelat statis
berubah-ubah.

Perubahan ini mengakibatkan berubah-ubahnya nilai


kapasitansi.

Diperlukan tegangan DC konstan dari luar pada diafragma


dan pelat logam statis saat terjadi getaran udara tegangan
mikrofon berubah-ubah
Mikrofon Elektret
Merupakan jenis khusus dari mikrofon kapasitor.

Memiliki sumber muatan sendiri yang terpasang didalamnya.

Sumber muatan ini berasal dari bahan Teflon. Teflon bekerja dengan cara menangkap muatan-
muatan tetap dalam jumlah besar.

Teflon dilekatkan pada logam statis, mengandung sejumlah besar muatan-muatan negative yang
terperangkap. Muatan ini kemudian diinduksikan sebagai suatu muatan bayangan terhadap pelat
statis.

Muatan-muatan yang terperangkap teflon dan muatan bayangan pada sisi yang lain menimbulkan
medan listrik pada celah yang membentuk kapasitor.
Cara Kerja-nya?

Tekanan udara yang berubah-ubah akibat getaran suara akan membuat


Berubah-ubahnya jarak antara diafragma dan pelat logam statis, sehingga
nilai kapasitansi berubah dan mengakibatkan tegangan terminal mikrofon juga
turut berubah.
Mikrofon Karbon

Bekerja berdasarkan pada resistansi variabel.

Konstruksinya dibuat dari sebuah diafragma logam dengan penghubung


logam berbentuk seperti panah.
Cara Kerja-nya?

Gelombang suara yang datang akan mendorong


[Link] difragma membuat butir-butir karbon
sehingga butirbutir karbon semakin menyempit. Efeknya
resistansi akan menurun. Bila tidak ada tekanan, resistansi akan
naik kembali.
Sensor Ultrasonik

Merupakan sensor yang bekerja sesuai prinsip pantulan


gelombang yang memiliki frekuensi
20KHz-20 MHz
Memiliki kecepatan konstan yaitu 340 km/s

Untuk mendeteksi jarak maupun objek didepannya

Terdiri atas transmitter dan receiver.


Dapat melalui berbagai medium kecuali medium penyerap.
Cara Kera-nya?

Gelombang suara sebesar >20KHz dipancarkan melalui


transmitter

Saat menabrak medium,gelombang dipantulkan lagi ke


receiverreceiver menerima kembali dan sistem akan
menghitung waktu yang dibutuhkan.

Dari perhitungan didapatkan hasilnya.


THanks A lot

Anda mungkin juga menyukai