SINUSITIS
MOH. DANY ERYANTO
12711030
SINUS PARANASAL
Sinus merupakan rongga yang berada di tulang kepala yang berisi udara
Sinus :
Maksilla
Frontal
Etmoid
Sfenoid
SINUS MAKSILLARIS
Sinus paranasal terbesar
Anak dasar sinus setinggi ostium
Remaja dasar sinus setinggi dasar hidung
Dewasa dasar sinus lebih rendah dari dasar hidung
PEMERIKSAAN SINUS PARANASAL
Inspeksi
pembengkakan daerah pipi sinusitis maksilla
Pembengkakan daerah mata sinusitis frontal
Palpasi
Nyeri tekan/ketok gigi sinusitis maksilla
Nyeri tekan medial atap orbita sinusitis frontal
Nyeri tekan cantus media sinusitis etmoid
TRANSLUMINASI
Maksilla
Masukkan sumber cahaya ke rongga mulut
Normal terang pada pipi infra orbital
Abnormal gelap pada pipi infra orbital
Frontal
Letakan sumber cahaya di dasar sinus
Normal terang
Abnormal gelap
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Rontgen Waters, PA, Lateral, dan Caldwell-luc
CT Scan potongan coronal
MRI
SINUSITIS/RINOSINUSITIS
Merupakan peradangan pada mukosa sinus
Lokasi penyebaran:
Multisinusitis / polisinusitis
Hemisinusitis
Pansinusitis
Sumber penyebab:
Rhinogen (85%)
Dentogen (15%)
Rhinogen
Inflamasi pada cavum nasi menyebabkan gangguan pada kompleks
osteomeatal edema di kompleks osteomeatal silia tidak dapat bergerak
dan lendir tidak dapat dialirkan akumulasi sekret media yang bagus
tumbuhnya patogen sumbatan berlangsung terus hipoksia dan retensi
lendir infeksi oleh bakteri anaerob
Dentogen
Infeksi atau abses pada puncak gigi rahang atas
SINUSITIS
1. Sinusitis akut : gejala berlangsung dari beberapa hari sampai 1 bulan
2. Sinusitis subakut : berlangsung dari 1 bulan sampai 3 bulan
3. Sinusitis kronis : berlangsung lebih dari 3 bulan