Transformator
Instrumentasi
Transformator Instrumentasi
Latar belakang :
Ketidak amanan menghubungkan instrumen,
alat ukur atau peralatan kendali langsung ke
rangkaian tegangan tinggi.
Fungsi Transformator
Instrumentasi
Trafo instrumentasi berfungsi untuk menurunkan tegangan
maupun arus sehingga mencapai nilai tegangan maupun
arus yang tidak merusak alat-alat / instrumen semisal
voltmeter, amperemeter, relay, kontrol, dll.
Sebagai alat perbandingan (rasio device)
>>memungkinkan penggunaan alat ukur/instrumen
tegangan rendah
Sebagai alat pemisah (Insulating device)
>>melindungi peralatan dan operator dari tegangan tinggi.
Jenis Transformator
Instrumentasi
Transformator tegangan
>>memberikan tegangan yang sesuai
dengan peralatan
Transformator arus
>>memberikan arus yang sesuai dengan
kebutuhan peralatan
Transformator Tegangan
Prinsip kerja sama dengan transformator
daya step-down
Tegangan output umumnya diatur pada
115V-120V
Nilai VA-nya kecil
Impedansi primer sangat besar
Aman bagi operator (tegangan out rendah)
Transformator Tegangan
Dikombinasikan dengan voltmeter.
Prinsip pemasangan :
a. Bila transformator dipasang paralel terhadap beban maka
voltmeter dipasang pada bagian sekunder.
b. Bagian sekundernya dihubungkan ke tanah (Grounded)
Besarnya tegangan yang diukur dihitung dengan rumus :
V1 N1
V2 N2
sebelumnya kita mengetahui jumlah lilitan N1 dan N2 dan membaca tegangan
pada voltmeter V2 (sbg tegangan sekunder trafo) maka V1 dapat dihitung.
Transformator Arus
Prinsip kerja sama dengan trasformator
step-up
Arus outputnya biasanya diatur pada 5A
Nilai VA-nya kecil
Impedansi primernya sangat kecil
Sangat berbahaya bagi operator, terutama
pada saat tidak terbebani
Transformator Arus
Guna : untuk pengukuran arus besar sampai ratusan
ampere.
Harus dikombinasikan dengan amperemeter.
Sifat-sifat umum :
a. Arus primer besar sedang arus sekunder (burden atau
beban) kecil maka jumlah lilitan primer sedikit saja.
b. Seringkali pada primer tidak terdapat lilitan tetapi
hanya terdapat rail dari jala-jala saja.
c. Bagian sekunder transformator waktu dipergunakan
tidak boleh terbuka.
d. Bagian sekunder transformator tidak boleh terpasang sekering.
e. Arus primer merupakan arus jaringan sehingga fluks magnet pada teras
menjadi sangat besar dan bisa mengakibatkan panas yang berlebih.
Sedikit tentang transformator instrumentasi
(transformator pengukuran) :
Trafo arus dan tegangan digolongkan kedalamnya
Syarat-syarat transformator untuk instrumen :
a. Kesalahan pengukuran kecil
b. Memiliki tingkat ketelitian tinggi
Penanggulangan Bahaya Pada
Transformator Arus
Dengan menghubung singkatkan terminal
sekunder sebelum bekerja dengan rangkaian
sekunder.
Trafo Arus
Contoh aplikasi dari trafo arus yaitu tang meter
adalah alat untuk mengukur besarnya arus yang
mengalir pada suatu kabel listrik. Prinsip kerjanya
adalah dengan meletakkan kabel yang diukur di
tengah-tengah kumparan. Kabel listrik yang dialiri
arus bolak-balik akan menghasilkan medan
magnet yang kemudian memotong mengenai
kumparan sehingga menghasilkan arus induksi
pada kumparan tersebut. Besarnya arus yang
mengalir pada kumparan inilah yang kemudian
diukur dengan menggunakan sebuah amperemeter
Transformator Instrumentasi
Rangkaian pemasangan kedua transformator
instrumen
rangkaian tegangan tinggi
TRAFO ARUS 10/1 Out max 3A
Out max 120V
peralatan
P max 250 W
TRAFO Tegangan 20/1
Contoh Soal
Tentukan arus beban, tegangan daya dan
faktor daya jika perbandingan T.T=20/1
dengan keluaran maksimal 120V, T.A=10/1
dengan keluaran maksimal 3A. Dimana
pengukuran maksimal 250Watt
Arus
Arus = T.A max X rasio
Arus = 3 X 10
Arus = 30A
Tegangan
Tegangan = T.T max X rasio
Tegangan = 120 X 20
Tegangan = 2400V
Daya
Daya = Pmax X rasio Arus X rasio Tegangan
1000
Daya = 250 X 10 X 20
1000
Daya = 50 kW
Kilovoltampere
Kilovoltamper = Arus X Tegangan
1000
Kilovoltamper = 30 X 2400
1000
Kilovoltamper = 72 kVA
Faktor daya
Faktor daya = ____Daya______
Kilovoltamper
Faktor daya = 50
72
Faktor daya = 0,694 = 69,4%