Pengertian
Elektromiografi (EMG) adalah teknik untuk
diagnostik dan merekam aktivitas listrik yang
dihasilkan oleh otot rangka. EMG alatnya disebut
Electromyograph,dan hasil rekamannya disebut
Elektromiogram,lalu Sinyalnya dapat dianalisis
untuk mendeteksi kelainan medis, tingkat aktivasi,
perintah rekrutmen atau untuk menganalisa
biomekanik gerakan manusia atau hewan.
Fungsi dasar Pemerikasaan EMG
-Membantu membedakan antara gangguan otot
primer seperti distrofi otot dengan gangguan
sekunder
-Membantu menentukan penyakit degeneratif saraf
sentral, kerusakan saraf, atau cedera saraf.
-Membantu mendiagnosa gangguan neuromuskular
seperti myastenia grafis
Proses Kerja EMG
Sinyal ditangkap Dikuatkan
& Di filter
komputer konversi dari sinyal Analog
ke sinyal digital
BLOKDIAGRAM EMG
Penjemput
sinyal
Sinyal di
OTOT
ADC
filter
Sinyal
dikuatkan
Karakteristik sinyal EMG
Jarak Amplitude : 010
mV (+5 to -5) Sebelum di
kuatka
Frekuensi digunakan:
jarak berkisar 0 - 500 Hz
Frekuensi terbaik: 30
200 Hz
JENIS ELEKTRODE EMG
Intramuscular
- Elektrode Jarum
(indwelling )
Extramuscular
-Elektrode Kulit
(surface)
TEKNIK PEMASANGAN ELEKTRODE
TEKNIK PEMERIKSAAN
TEKNIK INVASIVE TEKNIK NON
INVASIVE
TEKNIK PENGUKURAN
Surface Electromograph (SEMG)
Teknik non-invasive untuk mengukur hasil aktifitas
elektrik otot dari proses kontraksi dan relaksasi
Fire Wire Electromyogram (intramuscular
EMG)
Teknik invasive untuk mengukur hasil aktifitas
elektrik otot dari proses kontraksi dan relaksasi
Neuro Electrical Stimulation (NMES)
Burst dari pulsa elektrik merangsang kontraksi otot
yang ditargetkan melalui elektrode
SOP
1. Persiapan
Tempatkan alat pada ruang tindakan.
Lepaskan penutup debu.
Siapkan accessories.
Siapkan bahan operasional.
Hubungkan electrode pada alat.
Periksa hubungan alat ke terminal pembumian
2. Pelaksanaan
Perhatikan protap pelayanan.
Pilih moda sesuai kebutuhan.
Tempatkan elektroda pada obyek/pasien sesuai protap pelayanan.
Lakukan tindakan myography.
Lakukan perekaman.
[Link] / Penyimpanan
Kembalikan tombol ke posisi minimum/nol.
Matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke
posisi OFF.
Lepaskan elektroda dari pasien.
Lepaskan hubungan alat dari catu daya.
Bersihkan alat.
Pasang penutup debu.
Kembalikan alat ke tempat penyimpanan.
Catat beban kerja alat dalam jumlah pasien