0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan15 halaman

Defek Septum Ventrikel pada Anak

Dokumen tersebut membahas tentang Defek Septum Ventricular (VSD) yang merupakan kelainan jantung bawaan dimana terdapat lubang pada sekat antara ventrikel kiri dan kanan. Dokumen ini menjelaskan definisi, epidemiologi, etiologi, klasifikasi, patofisiologi, gejala, pemeriksaan, penatalaksanaan, dan pencegahan VSD.

Diunggah oleh

Rezky Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan15 halaman

Defek Septum Ventrikel pada Anak

Dokumen tersebut membahas tentang Defek Septum Ventricular (VSD) yang merupakan kelainan jantung bawaan dimana terdapat lubang pada sekat antara ventrikel kiri dan kanan. Dokumen ini menjelaskan definisi, epidemiologi, etiologi, klasifikasi, patofisiologi, gejala, pemeriksaan, penatalaksanaan, dan pencegahan VSD.

Diunggah oleh

Rezky Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

REFERAT

Ventrikel Septal Defect


Pembimbing : dr. Desiana Sp.A

Oleh :
Rezky Wulandari Putri
(2013730092)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Definisi

Septum ventrikel adalah dinding yang memisahkan jantung bagian


bawah yaitu memisahkan ventrikel kiri dan ventrikel kanan.
Defek septum ventrikel atau ventricular septal defect(VSD) adalah
gangguan atau lubang pada septum atau sekat di antara rongga
ventrikel akibat kegagalan fusi atau penyambungan sekat
interventrikel.
Epidemiologi

Defek septum ventrikel (DSV) merupakan salah satu jenis PJB yang
paling sering ditemukan yakni sekitar 20-25 % dari seluruh
prevalensi jantung kongenital.
VSD lebih sering ditemukan pada anak-anak dan seringkali
merupakan suatu kelainan jantung bawaan. VSD juga sering
ditemukan bersamaan dengan kelainan kongenital lainnya seperti
Sindrom Down.
Etiologi

Penyebab pasti tidak diketahui


Faktor predisposisi penyebab terjadinya VSD : pada saat hamil ibu
menderita rubella, ibu hamil dengan alkoholik, usia ibu pada saat
hamil lebih dari 40 tahun, ibu menderita IDDM
Faktor genetic; anak dengan downsyndrom memiliki resiko
terjadinya VSD
Klasifikasi

1. Berdasarkan kelaian hemodinamik (fisiologi)


a) Defek kecil dengan tahanan paru normal
b) Defek sedang dengan tahanan vascular paru
normal/bervariasi
c) Defek besar dengan resistensi vascular paru ringan sampai
sedang
d) Defek besar dengan penyakit obstruksi vascular paru
(resistensi vascular paru yang tinggi)
Berdasarkan letak anatomis
a) Defek membrane
b) Defek muscular
c) Defek subarterial
Patofisiologi

Adanya defek ventrikel, menyebabkan tekanan ventrikel kiri


meningkat dan resistensi sirkulasi arteri sistemik lebih tinggi
dibanding resistensi pulmonal. Hal ini mengakibatkan darah
mengalir ke arteri pulmonal melalui defek septum.
Volume darah di paru akan meningkat dan terjadi resistensi
pembuluh darah paru. Dengan demikian tekanan ventrikel kanan
meningkat akibat adanya shunting dari kiri ke kanan. Hal ini akan
berisiko endocarditis dan mengakibatkan terjadinya hipertrofi otot
ventrikel kanan sehingga terjadi peningkatan workout dan terjadi
pembesaran atrium kanan untuk mengatasi resistensi yang
disebabkan oleh pengosongan atrium yang tidak sempurna
Tanda dan Gejala

Pada VSD kecil: biasanya tidak ada gejala-gajala. Bising pada VSD tipe ini
bukan pansistolik,tapi biasanya berupa bising akhir sistolik tepat
sebelum S2.
Pada VSD sedang: biasanya juga tidak begitu ada gejala-gejala, hanya
kadang-kadang penderita mengeluh lekas lelah., sering mendapat infeksi
pada paru sehingga sering menderita batuk.
Pada VSD besar: sering menyebabkan gagal jantung pada umur antara 1-
3 bulan, penderita menderita infeksi paru dan radang paru. Kenaikan
berat badan lambat. Kadang-kadang anak kelihatan sedikit sianosis
gejala-gejala pada anak yang menderitanya, yaitu; nafas cepat,
berkeringat banyak dan tidak kuat menghisap susu. Apabila dibiarkan
pertumbuhan anak akan terganggu dan sering menderita batuk disertai
demam.
Pemeriksaan Fisik

VSD kecil VSD besar


- Inspeksi:
- Palpasi:
Pertumbuhan badan jelas terhambat,pucat dan banyak
Impuls ventrikel kiri jelas pada apeks kordis. kringat bercucuran. Ujung-ujung jadi hiperemik.
Biasanya teraba getaran bising pada SIC III dan IV Gejala yang menonjol ialah nafas pendek dan retraksi
pada jugulum, sela intercostal
kiri.
dan regio epigastrium.
- Auskultasi:
- Palpasi:
Bunyi jantung biasanya normal dan untuk defek Impuls jantung hiperdinamik kuat. Teraba getaran
sedang bunyi jantung II agak keras. Intensitas bising pada dinding dada.
bising derajat III s/d VI. - Auskultasi:
Bunyi jantung pertama mengeras terutama pada apeks
dan sering diikuti click sebagai akibat terbukanya
katup pulmonal dengan kekuatan pada pangkal arteria
pulmonalis yang melebar. Bunyi jantung kedua
mengeras terutama pada sela iga II kiri.
Penatalaksanaan

Pada VSD kecil: ditunggu saja, kadang-kadang dapat menutup secara spontan.
Diperlukan operasi untuk mencegah endokarditis infektif.

Pada VSD sedang: jika tidak ada gejala-gejala gagal jantung, dapat ditunggu
sampai umur 4-5 tahun karena kadang-kadang kelainan ini dapat mengecil. Bila
terjadi gagal jantung diobati dengan digitalis. Bila pertumbuhan normal, operasi
dapat dilakukan pada umur 4-6 tahun atau sampai berat badannya 12 kg.
Penatalaksanaan

Pada VSD besar dengan hipertensi pulmonal yang belum permanen:


biasanya pada keadaan menderita gagal jantung sehingga dalam
pengobatannya menggunakan digitalis. Bila ada anemia diberi transfusi
eritrosit terpampat selanjutnya diteruskan terapi besi. Operasi dapat
ditunda sambil menunggu penutupan spontan atau bila ada gangguan
dapat dilakukan setelah berumur 6 bulan.
Pada VSD besar dengan hipertensi pulmonal permanen:operasi paliatif
atau operasi koreksi total sudah tidak mungkin karena arteri pulmonalis
mengalami arteriosklerosis. Bila defek ditutup, ventrikel kanan akan
diberi beban yang berat sekali dan akhirnya akan mengalami
dekompensasi. Bila defek tidak ditutup, kelebihan tekanan pada
ventrikel kanan dapat disalurkan ke ventrikel kiri melalui defek.
Komplikasi

1. Pada bayi atau anak dengan defek VSD yang besar dapat terjadi Gagal jantung biasanya
pada usia 6-8 minggu
2. Penyakit obstruksi vaskular paru dapat terjadi pada usia 6-12 bulan.
3. Stenosis infendibular
4. Dapat terjadi endokarditis infektif pada anak yang lebih besar, terutama pada VSD kecil
5. Aortic insuffiency : kebocoran dari katup yang memisahkan ventrikel kiri dengan aorta
6. Kerusakan system kondisi elektrik di jantung sewaktu pembedahan: menyebabkan aritmia
7. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan ( failure to thrive pada bayi)
8. Pulmonary hypertension (tekanan darah di paru tinggi) menyebabkan kegagalan bagian
jantung kanan.
Pencegahan

Ada beberapa hal bisa dilakukan untuk mengurangi resiko kelainan


jantung bawaan pada bayi. Khususnya untuk kelainan jantung karena
Sindrome Rubella sebenernya bisa dicegah bila di saat kecilnya si ibu
pernah diimunisasi MMR, Setiap wanita yang merencanakan untuk hamil,
sebaiknya menjalani vaksinasi rubella, Dengan Imunisasi
Menjaga kesehatan saat hamil
Sebelum dan selama hamil sebaiknya ibu menghindari pemakaian
alkohol, rokok dan mengontrol diabetesnya secara teratur.
Jangan makan obat obatan sembarangan
Lakukan pemeriksaan kehamilan yang teratur
Khususnya pada kehamilan trimester pertama saat sedang terjadi proses
pembentukan organ-organ tubuh bayi

Anda mungkin juga menyukai