0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan19 halaman

Penanganan Fimosis pada Anak Laki-laki

Dokumen tersebut membahas tentang asuhan keperawatan fimosis pada bayi dan anak. Fimosis adalah keadaan dimana kulit penis melekat pada kepala penis sehingga menyebabkan kesulitan buang air kecil. Fimosis dapat disebabkan oleh faktor bawaan atau didapat seperti infeksi. Komplikasi fimosis antara lain nyeri buang air kecil, infeksi, dan bahkan kanker penis. Penatalaksanaan fimosis meliputi sunat, pem

Diunggah oleh

Aini Sky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan19 halaman

Penanganan Fimosis pada Anak Laki-laki

Dokumen tersebut membahas tentang asuhan keperawatan fimosis pada bayi dan anak. Fimosis adalah keadaan dimana kulit penis melekat pada kepala penis sehingga menyebabkan kesulitan buang air kecil. Fimosis dapat disebabkan oleh faktor bawaan atau didapat seperti infeksi. Komplikasi fimosis antara lain nyeri buang air kecil, infeksi, dan bahkan kanker penis. Penatalaksanaan fimosis meliputi sunat, pem

Diunggah oleh

Aini Sky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN

KEPERAWATAN
FIMOSIS
Septy Nur Aini, [Link]., Ns
DEFINISI
Fimosis adalah keadaan dimana kulit penis
(preputium) melekat pada bagian kepala penis
(glands) dan mengakibatkan tersumbatnya
lubang saluran air seni, sehingga bayi dan anak
menjadi kesulitan dan kesakitan saat kencing.
ETIOLOGI
Fimosis pada bayi laki-laki yang baru lahir terjadi
karena ruang di antara kutup dan penis tidak
berkembang dengan baik.
Kondisi ini menyebabkan kulup menjadi melekat
pada kepala penis sehingga sulit ditarik ke arah
pangkal.
Penyebabnya bisa dari bawaan dari lahir, atau
didapat, misalnya karena infeksi atau benturan.
MACAM-MACAM FIMOSIS
Fimosis kongenital (fimosis fisiologis) timbul sejak lahir
sebenarnya merupakan kondisi normal pada anak-
anak, bahkan sampai masa remaja.
Kulit preputium selalu melekat erat pada glans penis
dan tidak dapat ditarik ke belakang pada saat lahir,
namun seiring bertambahnya usia serta diproduksinya
hormon dan faktor pertumbuhan, terjadi proses
keratinisasi lapisan epitel dan deskuamasi antara
glans penis dan lapis bagian dalam preputium
sehingga akhirnya kulit preputium terpisah dari glans
penis
Fimosis didapat (fimosis patologik, fimosis yang sebenarnya, true
phimosis) timbul kemudian setelah lahir.
Hal ini berkaitan dengan kebersihan (higiene) alat kelamin yang buruk ,
peradangan kronik glans penis dan kulit preputium ( balanoposthitis
kronik ), atau penarikan berlebihan kulit preputium ( forceful retration )
pada fimosis kongenital yang akan menyebabkan pembentukan
jaringan ikat ( fibrosis) dekat bagian kulit preputium yang membuka
Gambar A: fimosis fisiologis, dimana pada umumnya anak-
anak kulit kulup tidak bisa ditarik ke belakang untuk membuka
glans penis.
Gambar B : fimosis patologis, yaitu fimosis yang mengalami
komplikasi/kelainan oleh karena jaringan ikat, sehingga kulit
kulup tidak bisa ditarik ke belakang sama sekali dan berpotensi
menimbulkan komplikasi: parafimosis ,nyeri ereksi, nyeri saat
intercourse pada kondisi ini.)
MANIFESTASI KLINIS
Penis membesar dan menggelembung akibat
tumpukan urin
Kadang-kadang keluhan dapat berupa ujung
kemaluan menggembung saat mulai miksi yang
kemudian menghilang setelah berkemih. Hal tersebut
disebabkan oleh karena urin yang keluar terlebih
dahulu tertahan dalam ruangan yang dibatasi oleh
kulit pada ujung penis sebelum keluar melalui
muaranya yang sempit
Biasanya bayi menangis dan mengejan saat BAK
karena timbul rasa sakit.
Kulit penis tak bias ditarik kea rah pangkal ketika akan
dibersihkan
Air seni keluar tidak lancer. Kadang-kadang menetes
dan kadang-kadang memancar dengan arah yang
tidak dapat diduga
Bisa juga disertai demam
Iritasi pada penis.
PATOFISIOLOGI
Fimosis dialami oleh sebagian besar bayi baru lahir karena terdapat adesi
alamiah antara prepusium dengan glans penis.
Hingga usia 3-4 tahun penis tumbuh dan berkembang dan debris yang
dihasilkan oleh epitel prepusium (smegma) mengumpul didalam
prepusium dan perlahan-lahan memisahkan prepusium dari glans penis.
Ereksi penis yang terjadi secara berkala membuat prepusium terdilatasi
perlahan-lahan sehingga prepusium menjadi retraktil dan dapat ditarik
ke proksimal.
Pada usia 3 tahun, 90 % prepusium sudah dapat diretraksi
Tapi pada sebagian anak, prepusium tetap lengket pada glans penis,
sehingga ujung preputium mengalami penyempitan dan akhirnya dapat
mengganggu fungsi miksi / berkemih. Smegma terjadi dari sel-sel mukosa
prepusium dan glans penis yang mengalami deskuamasi oleh bakteri
yang ada didalamnya
KOMPLIKASI
Ketidaknyamanan/nyeri saat berkemih
Akumulasi sekret dan smegma di bawah prepusium yang
kemudian terkena infeksi sekunder dan akhirnya terbentuk
jaringan parut.
Pada kasus yang berat dapat menimbulkan retensi urin.
Penarikan prepusium secara paksa dapat berakibat
kontriksi dengan rasa nyeri dan pembengkakan glans
penis yang disebut parafimosis.
Pembengkakan/radang pada ujung kemaluan yang
disebut balinitis.
Timbul infeksi pada saluran air seni (ureter) kiri dan kanan,
kemudian menimbulkan kerusakan pada ginjal.
Fimosis merupakan salah satu faktor resiko terjadinya
kanker penis.
PENATALAKSANAAN
Sunat
Banyak dokter yang menyarankan sunat untuk
menghilangkan masalah fimosis secara permanen.
Rekomendasi ini diberikan terutama bila fimosis
menimbulkan kesulitan buang air kecil atau
peradangan di kepala penis (balanitis). Sunat
dapat dilakukan dengan anestesi umum ataupun
local
Obat
Terapi obat dapat diberikan dengan salep yang
meningkatkan elastisitas kulup. Pemberian salep
kortikoid (0,05-0,1%) dua kali sehari selama 20-30 hari,
harus dilakukan secara teratur dalam jangka waktu
tertentu agar efektif.
Peregangan
Terapi peregangan dilakukan dengan peregangan
bertahap kulup yang dilakukan setelah mandi air
hangat selama lima sampai sepuluh menit setiap hari.
Peregangan ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk
menghindari luka yang menyebabkan pembentukan
parut.
ASUHAN
KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
pada pasien fimosis, penis memiliki ukuran yang jauh
dibawah rata-rata, anak susuah berkemih kadang-
kadang sampai kulit prepusium menggelembung seperti
balon.
Bayi atau anak sering menangis keras sebelum urine
keluar, apabila sudah terjadi infeksi dibawah kulit pada
penis yang tidak disunat penis menjadi nyeri, gatal-gatal,
kemerahan dan membengkak serta bisa menyebabkan
penyempitan uretra
Dx Keperawatan
Diagnosa keperawatan pre op
Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis
Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kurangnya
perawatan penis
Gangguan pola eliminasi berhubungan dengan infeksi pada
saluran perkemihan

Diagnosa keparawatan post op


Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik
Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan adanya luka insisi
THANKS

Anda mungkin juga menyukai