0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
125 tayangan49 halaman

BLS - Edit

Dokumen ini membahas tentang resusitasi jantung paru (RJP) pada orang dewasa. RJP merupakan tindakan penting untuk menyelamatkan korban henti jantung dengan melakukan kompresi dada dan ventilasi. Dokumen ini juga menjelaskan urutan, frekuensi, dan rasio kompresi dan ventilasi yang tepat untuk RJP pada orang dewasa.

Diunggah oleh

rsbhy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
125 tayangan49 halaman

BLS - Edit

Dokumen ini membahas tentang resusitasi jantung paru (RJP) pada orang dewasa. RJP merupakan tindakan penting untuk menyelamatkan korban henti jantung dengan melakukan kompresi dada dan ventilasi. Dokumen ini juga menjelaskan urutan, frekuensi, dan rasio kompresi dan ventilasi yang tepat untuk RJP pada orang dewasa.

Diunggah oleh

rsbhy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESUSITASI JANTUNG PARU

ERC / AHA

Oleh:

SMF ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF


Cardiac Arrest = Henti Jantung

USA Unit 911 menangani 300.000


korban Cardiac Arrest di luar RS /thn

USA Kurang dari 8 % bertahan hidup


& Kurang dari 30% yang menerima RJP
dari orang terdekat

RJP efektif oleh orang terdekat dapat


menaikkan 2-3 x kemungkinan psn hidup

Negara Kita ??
CPR 2005 dan 2010

2005, AHA masih menganut ABC

2005, ECR sudah menganut CAB untuk


BLS dewasa

2010, AHA sudah menganut CAB untuk


semua guideline

2010, ECR masih menganut CAB hanya


untuk dewasa.
CPR AHA 2010

C-A-B sebagai pengganti A-B-C untuk


RJP dewasa, anak dan bayi.
Pengecualian hanya utk RJP neonatus

Tidak ditekankan lagi looking,


listening, feeling.

Kunci untuk menolong korban henti


jantung adalah aksi (action) tidak lagi
penilaian (assesment)
VIDEO 1
Chain of Survival

Pengenalan gejala cardiac arrest & aktivasi


sistem emergensi Jika di RS Code Blue
Segera CPR Kompresi dada
Defibrilasi sesuai indikasi
Advanced Life Support yang efektif (Ambualans)
Pelayanan post cardiac arrest yang memadai
Pediatric Chain of Survival

Pencegahan cardiac arrest


Segera CPR Kompresi dada
Aktivasi sistem emergensi
Advanced Life Support yang efektif (Ambualans)
Pelayanan post cardiac arrest yang memadai

Topik Utama kita Dewasa


Kapan tidak melakukan CPR

Situasi yang membahayakan penolong

Ada tanda - tanda kematian (Lebam mayat,


bau membusuk, wajah biru dan bengkak)

Instruksi DNR (Do Not Resusitate) dari dokter


yang berwenang
Pengenalan arrest

MELIHAT KOLAPS MENDADAK / KRITIS


Panggil dan tepuk
Awam bila tidak respon Aktifkan sistem
emergensi
Tenaga medis tidak respon tidak bernafas
atau nafas abnormal asumsi cardiac arrest
aktifkan sistem emergensi
Pemeriksaan nadi tidak ditekankan Sukar
<10 detik Mulai CPR
ERC 2010
Kompresi Dada

Letakkan korban pada posisi datar dan keras


Telentang & penolong berlutut disamping dada
Satu pergelangan tangan penolong di
pertengahan dada korban dan pergelangan
satunya diatas pergelangan tangan yg pertama
Sternum ditekan Minimal 2 inchi (5cm)
Biarkan rekoil secara penuh, baru ditekan kembali
Kecepatan kompresi Minimal > 100x/mnt
ERC 2010
ERC 2010
ERC 2010
Rasio Kompresi : Ventilasi

Bisa dilakukan oleh 1 penolong tpdianjurkan


lebih dari 2 penolong sehingga bisa memberi
Rasio kompresi : ventilasi = 30 : 2 selama 5
siklus (2 menit).

Berikan kesempatan dada untuk recoil

Hindari interupsi, bila interupsi maksimal


<10 detik. Kecuali interupsi pemasangan
Advance airway management & defibrilasi
Rasio Kompresi : Ventilasi

Kapan ganti pemompa ? Saat dilakukan cek


pulsasi sehingga interupsi minimal. Idealnya
cek pulsasi setiap 2 menit dan saat ini pula
pemompa berganti

Jika sudah terpasang ETT interupsi


ventilasi dihilangkan kompresi
100x/menit & ventilasi 8 10 x/menit
Airway & breathing
Pasien tanpa trauma servikal
headtilt & chinlift

Pasien dengan trauma servikal


jawtrust tanpa ekstensi kepala
headtilt & chinlift
ERC 2010
ERC 2010
ERC 2010

Nafas buatan diberikan 1 detik


Volume tidal cukup dada terlihat terangkat
Volume tidal normal 8-10 cc/kg 6-7 cc/kg
Kapan Berhenti CPR ?

ROSC Kembalinya sirkulasi spontan

Ada tim lebih ahli yang SUDAH TIBA

Penolong kelelahan sangat atau ada


kondisi di sekitar yang dapat mengancam
jiwa penolong

Timbulnya tanda tanda pasti kematian


ERC 2010
ERC 2010
ERC 2010
ERC 2010
Nafas buatan

Mouth to mouth
Mouth to barrier
Mouth to nose or to stoma
Bag mask ventilation
LMA (laringeal mask airway)
Jalan nafas bantu (endotracheal tube)
ERC 2010
ERC 2010
Oro-pharyngeal tube

Jangan dipakai jika reflex muntah masih (+)


(Derajat A dan V dari AVPU atau GCS > 10)
ERC 2010
Naso-pharyngeal tube

Tidak merangsang muntah


Hati-hati pada pasien dengan fraktura basis cranii
Ukuran u/ dewasa 7 mm atau jari kelingking kanan
ERC 2010
Rekomendasi
Dewasa Anak Bayi
Deteksi .................Tidak ada respons (semua usia).........................

Tidak bernafas
Bernafas tidak normal (nafas satu-satu)
Palpasi 10 detik, tidak ada pulsasi (hanya pada RJP oleh
tenaga kesehatan)

Urutan RJP C-A-B C-A-B C-A-B

Frekuensi Minimal 100 x/menit

Kedalaman kompresi 5 cm 5 cm 4 cm

Recoil dinding dada Komplit recoil setelah setiap kompresi dada

RJP oleh tenaga kesehatan: rotasi setiap 2 menit


Dewasa Anak Bayi
Gangguan pd kompresi Perkecil gangguan pada kompresi dada
gangguan pada kompresi dibatasi kurang dari 10 detik

Jalan nafas Head tilt chin lift


bila tenaga kesehatan mencurigai trauma: lakukan Jaw
thrust
Ratio K-V sampai jalan 30 2 30 2 30 2
nafas advance seorang penolong seorang penolong
terpasang 15 2 15 2
lebih dari seorang lebih dari
penolong seorang penolong
Ventilasi Bila penolong tidak terlatih: hanya kompresi tanpa
ventilasi
Ventilasi dengan jalan 1 nafas setiap 6 8 detik ( 8 10 peernafasan/ menit )
nafas advance (hanya Tidak perlu sinkron dengan kompresi
oleh tenaga kesehatan) Sekitar 1 detik setiap nafas
Dinding dada terangkat

Defibrilasi Gunakan AED bila tersedia


Kurangi gangguan pada kompresi sebelun dan setelah
defibrilasi
Lanjutkan RJP segera setelah setiap defibrilasi
Terapi Obat

Epinefrin IV/IO: 1 mg setiap 3-5 menit

Vasopressin IV/IO: 40 unit dapat


menggantikan dosis pertama dan kedua
epinefrin

Amiodaron IV/IO:
Dosis I 300mg bolus, dosis II 150mg
Penyebab yg Reversibel 5H 5 T

Hipovolemia
- Hipoxia
- Hidrogen ion (asidosis)
- Hipo/ hiperkalemia
- Hipotermia
- Tension Pneumothorax
- Tamponade jantung
- Toxin
- Trombosis paru
- Trombosis koroner
Terima kasih
VIDEO 2
VIDEO 3

Anda mungkin juga menyukai