0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
116 tayangan32 halaman

Perbedaan Banjar dan Barisan Matematis

Dokumen tersebut membahas tentang barisan hitung, barisan ukur, deret hitung, dan deret ukur. Ia juga menjelaskan contoh-contoh dan rumus yang terkait dengan topik tersebut. Di akhir dokumen terdapat beberapa soal aplikasi ekonomi yang menggunakan konsep-konsep barisan dan deret hitung serta ukur.

Diunggah oleh

Agus Be Pe
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
116 tayangan32 halaman

Perbedaan Banjar dan Barisan Matematis

Dokumen tersebut membahas tentang barisan hitung, barisan ukur, deret hitung, dan deret ukur. Ia juga menjelaskan contoh-contoh dan rumus yang terkait dengan topik tersebut. Di akhir dokumen terdapat beberapa soal aplikasi ekonomi yang menggunakan konsep-konsep barisan dan deret hitung serta ukur.

Diunggah oleh

Agus Be Pe
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BARISAN/BANJAR

dan
D E R E T

1
1. Banjar/barisan
Barisan/banjar adalah suatu fungsi yang
wilayahnya (domainnya) merupakan set
bilangan alam.
Rangkaian bilangan yang tersusun
secara teratur

Macamnya :
1. Banjar Hitung
2. Banjar Ukur
2
1.1. Banjar Hitung
Contoh :
5 10 15 20 25 30 35 .. X
a S2 S3 S4 S5 S6 S7 .. Sn

- Selisih setiap suku yang berurutan selalu


sama, beda (b) : 5
- Suku pertama yaitu a atau S1
- Banyaknya suku ada n (berhingga) atau
tak berhingga 3
1.2. Banjar Ukur
Contoh :
5 10 20 40 80 160 320 .. X
a S2 S3 S4 S5 S6 S7 . Sn

- Hasil bagi antara dua suku berurutan


selalu sama, pengganda (p) : 2
- Suku pertama a atau S1
- Banyaknya suku n (berhingga) atau tak
berhingga
4
2. Deret
Ialah : jumlah suku2 suatu barisan/banjar.
Deret yang berakhir dinamakan deret
berhingga dan yang tidak berakhir
dinamakan deret tak berhingga

Ada , Deret Hitung (DH)


Deret Ukur (DU)

5
2.1. Deret Hitung suku ke
S1 = a = 5
S2 = a + b = 5 + 5 = 10
S3 = a + 2b = 5 + 2 (5) = 15
:
:
:
Sn = a + (n 1)b
6
2.2. Jumlah nilai-nilai sampai suku
ke n

Dn .a S n
n
2

atau

Dn .2a n 1.b
n
2
7
Dari contoh diatas :
Bila n = 7, maka
S7 = 5 + ( 7 1 ).5 = 35
D7 = 7/2 x ( 5 + 35 ) = 140

Bila n = 10
S10 = ?
D10 = ?

8
2.3. Deret ukur atau suku ke

S1 = a = 5
S2 = a.p = 5.2 = 10
S3 = a.p2 = 5.22 = 20
:
:
:
Sn = a.p(n 1)
9
2.4. Jumlah nilai-nilai sampai suku
ke n

Dn

a. 1 p n

1 p

10
Contoh :
Bila n = 7
S7 = 5 . 2(7 1) = 320

D7

5. 1 2 7

635
1 2
Bila n = 10

11
3. Penerapan Ekonomi
3.1. Deret Hitung :

12
1. Perusahaan genteng Sukajaya menghasilkan
3000 buah genteng pada bulan pertama produk-
sinya. Dengan penambahan tenaga kerja dan
peningkatan produktivitas, perusahaan tersebut
mampu menambah produksinya sebanyak 500
buah setiap bulan. Jika perkembangan produk-
sinya konstan, berapa buah genteng yang diha-
silkan pada bulan ke 5 dan berapa buah yang
telah dihasilkan sampai bulan tsb.

13
n=5 ; a = 3.000 ; b = 500

S5 = 3.000 + ( 5 1 ) . 500 = 5.000

D5 = 5/2 . (3.000 + 5.000) = 20.000

Jumlah produksi pada bulan ke 5 adalah


5.000 buah, sedangkan jumlah seluruh
genteng sampai dengan bulan tersebut
20.000 buah.
14
2. Besarnya penerimaan PT Sinar dari hasil
penjualan barangnya adalah Rp720.000.000,-
pada tahun ke 5 dan Rp980.000.000,- pada
tahun ke 7.
Apabila perkembangan penerimaan penjualan
tersebut berpola seperti deret hitung, maka
a. berapa pertambahannya per tahun,
b. berapa besar penerimaan pada tahun
pertama dan
c. pada tahun keberapa penerimaannya sebesar
Rp 460.000.000,-

15
3. Pabrik mie AA menghasilkan 1 juta bungkus
mie pada tahun pertama berdirinya, dan 1,6 juta
bungkus mie pada tahun ke tujuh.
Ditanyakan :
a. Berapa pertambanhan produksinya pertahun.
b. Berapa produksinya pada tahun ke 10.
c. Pada tahun keberapa produksinya mencapai
2,5 juta bungkus mie.
d. Berapa bungkus rokok yang telah dihasilkan
samai dengan tahun ke 15

16
4. Perusahaan minuman Fresh mengawali tahun
produksinya 1.000 botol dan berkurang 100 botol
setiap tahun. Sedangkan perusahaan minuman
Segar mengawali produksinya dengan 500 botol
dan meningkat 25 botol setiap tahunnya.

Ditanyakan :
a. Pada tahun berapa produksi kedua perusahaan
minuman tsb sama.
b. Kapan perusahaan Fresh tidak berproduksi
lagi.
c. Berapa total produksi perusahaan Segar pada
tahun ke 12.

17
3.2. Deret Ukur

18
3.2. Bunga berbunga dan Pertumbuhan
Penduduk

3.2.1. Bunga berbunga ; Bunga Majemuk ;


Bunga bersusun
Mo = modal pada waktu awal
Mt = modal pada waktu t
i = tingkat bunga
k = frekuensi pembayaran

19
Mt = Mo (1 + i )t
~ pembayaran bunga setahun sekali

Mt = Mo (1 + i/k )kt
~ pembayaran bunga setahun k kali

Mt = Mo . ei t
~ pembayaran bunga stahun tak hingga kali

20
3.2.2. Discounting (nilai awal)

Mo = Mt (1 + i ) t ~ pembayaran bunga
setahun sekali

M0 = Mt (1 + i/k ) k t ~ pembayaran bunga


setahun k kali

Mo = Mt . e i t ~ pembayaran bunga
setahun tak hingga kali
21
3.2.3. Pertumbuhan Penduduk

Po = jumlah penduduk pada waktu awal


Pt = jumlah penduduk pada waktu t
r = tingkat pertumbuhan penduduk

Pt = Po (1 + r )t

22
1. Uang Budi sebanyak Rp 1.000.000,- ditabung
dengan tingkat bunga 16%/tahun. Hitunglah
besarnya uang setelah 5 tahun jika,
a. Bunga ditambah setiap tahun
b. Bunga ditambah setiap bulan
c. Jika penggandaan terjadi terus menerus

Jawab :

23
a.
Mt = M0 (1 + i ) t
Mt = 1.000.000 (1 + 0,16 )5
Mt = 2.100.341,658

Besarnya uang Budi setelah 5 tahun


dengan tingkat bunga 16% menjadi
Rp 2.100.340,-

24
b.
Mt = M0 (1 + i/k ) kt
Mt = 1.000.000 (1 + 0,16/12 )(12)(5)
Mt = 2.213.807

Besarnya uang Budi setelah 5 tahun


dengan ting-kat bunga 16% dan di-
tambahkan setiap bulan menjadi
Rp 2.213.800,-
25
c.
Mt = M0 . e i.t
Mt = 1.000.000 (e)(0,16)(5)
Mt = 2.225.541

Besarnya uang Budi setelah 5 tahun


dengan tingkat bunga 16% menjadi
Rp 2.225.540,-
26
2. Uang sebesar Rp.7.500.000,- akan diterima 3
tahun lagi dengan tingkat bunga setiap tahun
20%. Berapa besar uang yang harus
ditanamkan saat ini jika ,
a. Bunga ditambahkan setiap tahun.
b. Bunga ditambahkan setiap enam bulan.
c. Bunga ditambahkan secara kontinu.

27
a.
Mo = Mt (1 + i ) t
Mo = 7.500.000 (1 + 0,20 ) 3
Mo = 4.340.278

Besarnya uang yang harus ditanam-


kan pada saat ini dengan tingkat
bunga 20% adalah Rp 4.340.280,-

28
b.
Mo = Mt (1 + i/k ) kt
Mo = 7.500.000 (1 + 0,20/2 ) (2).(3)
Mo = 4.233.554,476

Besarnya uang yang harus ditanamkan


pada saat ini dengan tingkat bunga
20% adalah Rp 4.233.555,-

29
c.
Mo = Mt . e i.t
Mo = 7.500.000 . ( e ) (0,20).(3)
Mo = 4.116.087

Besarnya uang yang harus ditanamkan


pada saat ini dengan tingkat bunga
20% adalah Rp 4.116.100,-
30
3. Jumlah penduduk perkotaan di Indonesia
pada tahun 1990 adalah 31 juta orang, jika
rata-rata pertumbuhan penduduk
perkotaan adalah 4,33%. Berapa
perkiraan jumlah penduduk perkotaan di
Indonesia pada tahun 2000.

31
Jawab :

Pt = Po (1 + r )t
Pt = 31.000.000 (1 + 4,33/100 )10
Pt = 47.364.588,4
Jumlah penduduk perkotaan pada tahun
2000 berkisar 47 juta orang

32

Anda mungkin juga menyukai