0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan17 halaman

Contoh Perkembangan Motorik Kasar

Dokumen tersebut membahas perkembangan motorik kasar dan halus pada bayi, mulai dari pengertian, contoh gerakan, tahapan perkembangan, dan stimulasi yang dapat diberikan pada setiap usia. Stimulasi motorik kasar dan halus diperlukan untuk menunjang perkembangan fisik dan kognitif bayi.

Diunggah oleh

Chil Nggataa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan17 halaman

Contoh Perkembangan Motorik Kasar

Dokumen tersebut membahas perkembangan motorik kasar dan halus pada bayi, mulai dari pengertian, contoh gerakan, tahapan perkembangan, dan stimulasi yang dapat diberikan pada setiap usia. Stimulasi motorik kasar dan halus diperlukan untuk menunjang perkembangan fisik dan kognitif bayi.

Diunggah oleh

Chil Nggataa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Perkembangan Gross Motor Dan

Fine Motor

Gundisalfus Reo (1562030001)


Maina Kobak(1562030031)
Pengertian Gross Motor
Gross motor (Motorik kasar) adalah gerakan
tubuh yang menggunakan otot-otot besar pada
sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang
dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri.
(Markum, 1991)
Contohnya: kemampuan duduk, menendang,
berlari,berdiri,berjalan, naik-turun tangga dan
sebagainya.
Pengertian Fine Motor
Fine motor (Motorik halus) adalah gerakan yang
menggunakan otot-otot halus atau sebagian
anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh
kesempatan untuk belajar dan berlatih.
(Markum, 1991)
Contohnya: kemampuan memindahkan
benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun
balok, menggunting, menulis dan sebagainya.
Tahap perkembangan Gross dan Fine
Motor
Stimulasi Gross dan Fine motor
Gross Motor
Usia:Bayi 0-3 bulan
Gerakan:mengangkat kepala dan dada
dari lantai.
Stimulasi: Stimulasi motorik kasar

Letakkan si kecil dengan posisi


tengkurap. Lakukan beberapa kali untuk
membiarkan di berlatih.
Ajaklah si kecil untuk mengangkat
kepalanya. Ibu bisa menempatkan
cermin atau gambar besar di
depannya,atau sejajarkan wajah ibu
dengan dia sambil memanggil namanya.
Membelai kepala dan leher belakangnya,
sehingga si kecil akan mengangkat
kepalanya.
Baringkan si kecil dalam posisi
terlentang, kemudia bantu si kecil
membalikkan posisi tubuhnya.
Usia:Bayi 4-6 bulan
Gerakan:bisa memiringkan badan ke
sisi kiri dan kanan tubuh, tengkurap,
menggunakan tangan untuk
mendukung diri sambil
duduk,menggulingkan badan.
Stimulasi: motorik kasar
Membunyikan mainan di atas
kepala si kecil dan pindahkan
mainan secara perlahan ke salah
satu sisinya. Hal ini akan
merangsang si kecil untuk
memiringkan dan menggulingkan
badan.
Baringkan dalam posisi tengkurap
lalu membunyikan mainan dari atas
atau depan agar si kecil mengangkat
kepalanya.
Ativitas ini dapat melatih otot
lehernya.
Pada usia 6 bulan si kecil belum bisa
duduk sendiri, namun Anda sudah
bisa memposisikannya untuk duduk
saat digendong atau diletakkan di
kereta bayi.
Dudukkan di kursi tinggi untuk
merangsangnya belajar duduk
sendiri.
Usia:Bayi 7-9 bulan
Gerakan:Bayi sudah bisa
duduk,merangkak, duduk
dan berdiri.
Stimulasi:motorik kasar
Letakkan cermin di depan
si kecil. Biarkan dia
melakukan gerakan
mengangkat, menurunkan
bokong serta
punggungnya, dan
menggoyangkannya ke
depan dan ke belakang.
Merangkaklah bersama si
kecil untuk melatihnya
menyeimbangkan badan.
Berdirikan bayi di depan
Anda untuk melatih otot-
otot kakinya.
Usia:10-12 bulan
Gerakan:sudah bisa
mengangkat badannya untuk
berdiri dan melangkah sendiri
Stimulasi:motorik kasar
Letakkan mainan di tempat
yang bisa dijangkau dan
pindahkan. Lalu, berikan
semangat untuk menggapai
benda tersebut sambil
menepuk-nepuk lantai.
Ajaklah si kecil untuk latihan
berjalan di rumput atau taman.
Untuk melatihnya berjalan,
pegang kedua tangan dan beri
semangat dengan meminta si
kecil untuk mengayunkan kaki
selangkah demi selangkah.
Usia satu tahun bayi sudah bisa
berjalan sendiri tanpa dipegang
atau dituntun, namun jika
belum bisa, terus berikan
rangsangan untuk membuatnya
berjalan.
Fine Motor 2. Stimulasi dengan mainan/boneka/
gambar menarik
Usia 0-3 Bulan Bentangkan tali di antara dua sisi kiri
1. Stimulasi dengan bola-bola kecil aneka dan kanan tempat tidurnya.
warna
Gerakkan bola-bola tersebut ke arah Gantungkan mainan/boneka/ gambar
kiri-kanan, hingga merangsang menarik dengan posisi persis di atas
perhatiannya dan membuatnya wajah si bayi. Pastikan talinya terikat
tersenyum. erat dalam posisi tegang agar tak
Biarkan si kecil mencoba mengenali jatuh ke wajah bayi.
bentuk bola itu dengan
menyentuhnya. Eksplorasi ini akan Pilihlah bentuk binatang yang lucu,
membantu merangsang kemampuan seperti itik, gajah, atau sapi.
motoriknya. Usahakan warna setiap boneka
Manfaat: berlainan agar si mungil mulai belajar
Merangsang kemampuan indra
penglihatan. Dengan latihan yang mengenal warna.
terus-menerus, kedua matanya akan Gerak-gerakkan gantungan itu untuk
berfungsi optimal. Si kecil akan menarik perhatian si kecil.
mampu melihat objek yang dilihat
dengan jelas dan bisa terfokus ketika
menatap benda dari jarak yang
berlainan.
Sesekali lepaskan tali
Jelaskan satu per satu nama-nama
balon dan biarkan si kecil
binatang/gambar tersebut.
memperhatikan
Manfaat: pergerakan balon
Bayi akan belajar mengetahui perbedaan tersebut saat melayang
masing-masing bentuk mainan yang perlahan. Pemandangan
digantung. Untuk tahap berikutnya, ini akan membuatnya
tangan si kecil akan menggapai-gapai terkagum-kagum,
mainan yang digantung itu, sehingga sementara rasa ingin
kemampuan motoriknya terasa. tahunya akan
bertambah.
3. Stimulasi dengan balon Manfaat:
Balon bisa dijadikan mainan pilihan agar Belajar memfokuskan
bayi tak merasa bosan. indra penglihatan,selain
Usahakan bentuk balon tak hanya membina hubungan
bulat/lonjong, tapi juga panjang atau yang
menyerupai bunga matahari. Warna balon lebih erat antara bayi
pun sebaiknya warna-warni untuk dengan orang tuanya
mengasah kemampuan indra
penglihatannya.
Usia 3-6 Bulan 2. Stimulasi dengan selimut
1. Stimulasi dengan cermin Posisikan bayi di atas selimut. Ayah
Bayi pun ingin mengetahui memegang kedua ujung selimut yang
seperti apa, sih,wajahnya. satu sementara kedua ujung lainnya
Tunjukkan padanya cermin dan dipegang ibu.
biarkan ia mengagumi wajah yang Ayunkan selimut perlahan ke kiri dan
terpantul di situ. kanan supaya bayi merasa
diombang-ambing . Pastikan semua
Mintalah kakaknya memangku si ujung selimut terpegang erat agar
kecil, kemudian biarkan si kecil bayi tak jatuh.
mengamati wajahnya sendiri dan Gulung selimut menyerupai sebuah
wajah kakaknya di cermin. bantalan kemudian telungkupkan
Jangan lupa tunjuk wajah yang bayi di atasnya. Pegangi si kecil dan
terlihat di cermin sambil biarkan ia mengetahui bagaimana
menyebut namanya dan rasanya menggelinding
kakaknya. Manfaat:
Melatih kekuatan/stamina tubuh
Manfaat: sebagai elemen dasar untuk
Bayi belajar mengidentifikasikan melakukan berbagai aktivitas fisik di
diri sendiri yang tengah kemudian hari.
tersenyum atau tertawa yang
membuat kemampuan sosialnya
terasah.
Usia 6-9 Bulan

1. Stimulasi dengan mainan yang bisa berputar


3. Stimulasi dengan buku cerita
Dalam posisi duduk di pangkuan ibu/bapak,
tunjukkan mainan berupa kincir dari kertas. Sembari duduk di pangkuan, tunjukkan pada si
kecil buku cerita yang bergambar.
Tiuplah baling-balingnya agar berputar. Sesekali,
hentikan tiupannya dan perhatikan bagaimana Ceritakan kisah dalam buku itu dengan suara dan
reaksi si kecil. intonasi yang enak. Rangsang ketertarikan bayi
dengan materi cerita yang beragam agar tak
Manfaat: bosan.
Melatih respons mata ketika melihat benda
berputar dan menumbuhkan rasa Manfaat:
ingin tahu dengan cara mencoba meraih mainan Memperkaya kosakata sehingga kemampuan
tersebut. lisannya akan lebih terasah
2. Stimulasi dengan mainan peralatan dapur 4. Stimulasi dengan gelembung sabun
Rangsanglah rasa ingin tahu bayi dengan mainan Permainan berupa gelembung sabun sangat
berbentuk peralatan dapur, seperti sendok dan menarik. Amati reaksi gembira yang
piring kaleng/plastik. Tapi jangan berikan mainan diluapkannya.
yang bisa menimbulkan bahaya seperti bentuk Hanya saja pastikan tak ada gelembung yang
garpu atau pisau. menghampiri wajah si kecil. Bila pecah tepat di
Biarkan ia menyentuh dan memainkannya sambil dekat matanya dikhawatirkan bisa menimbulkan
kita jelaskan satu per satu fungsi alat dapur itu. perih.
Manfaat: Manfaat:
Selain mengenal perbendaharaan alat dapur, juga Melatih gerak refleks mata, tangan, dan gerakan
melatih kemampuan motorik ketika dia mencoba badan ketika meraih gelembung itu. Selain itu,
memegang dan mencengkeram mainan itu. mempererat hubungan anak dengan ibu/bapak.

.
6. Stimulasi dengan mainan yang dibungkus 8. Stimulasi dengan senter
Bungkuslah mainan-mainan si kecil menyerupai Ambillah senter. Tempatkan mainan-
kado. mainan/ boneka sekitar setengah meter
Biarkan si kecil berusaha membuka bungkusan di depan posisi duduk di kecil.
tersebut satu-persatu. Lihatlah reaksinya ketika
membuka bungkusan berisi bola, boneka, Sorotlah mainan-mainan si kecil satu per
binatang dan miniatur alat-alat dapur. satu. Lihat ketertarikan si kecil ketika
Manfaat: mengamati sinar yang menerpa
Melatih kekuatan jari-jemari dan menumbuhkan mainannya.
rasa penasaran, serta minat Manfaat:
mengeksplorasi. Belajar mengenal cahaya yang terfokus
juga merangsang daya penglihatan
7. Stimulasi dengan wadah plastik terhadap objek yang disorot senter itu.
. Si kecil pun melatih diri untuk jadi orang yang
aktif.
.
Berikan si kecil botol-botol plastik bertutup yang
sudah diisi ragam kacang, seperti kacang hijau,
kacang kedelai, kacang merah, atau makaroni
dan sejenisnya.
Amati reaksi/keheranannya saat menggoyang-
goyangkan botol-botol tersebut. Ia sedang
menyimak suara yang ditimbulkan benda
di dalamnya.
Di lain kesempatan beri wadah yang agak besar
dan isilah dengan mainannya. Libatkan si kecil
untuk memasukkan mainannya sekaligus
mengeluarkannya.
Manfaat:
Belajar memfokuskan perhatian dan mengolah
daya pikirnya
Usia 9-12 Bulan

1. Stimulasi dengan puzzle 3. Stimulasi dengan tumbuhan-tumbuhan


Berilah si kecil puzzle sederhana dengan Ajaklah si kecil ke halaman rumah, ke
gambar-gambar yang menarik/lucu. kebun atau paling tidak ajaklah ia
Biarkan si kecil berusaha menyusun puzzle- mendekati pot bunga.
nya, hingga rasa ingin tahunya terpenuhi. Kenalkan nama tumbuhan, tekstur daun,
Manfaat: warnanya dan buahnya.
Merangsang konsep berpikir anak dan Di lain waktu kenalkan ia pada jenis
menstimulasi motivasi dirinya untuk bisa tumbuhan lain.
menyelesaikan sesuatu.
Manfaat:
2. Stimulasi dengan mainan mobil-mobilan * Belajar mengenal dan beradaptasi dengan
lingkungan sekitar.
Dudukkan si kecil di atas mainan berbentuk
mobil. 4. Stimulasi dengan mainan yang ditumpuk-
Doronglah perlahan-lahan mobil itu maju, tumpuk
mundur, dan belok ke kiri atau kanan. Beri benda-benda dengan aneka bentuk
Biarkan si kecil yang memegang kemudi biar dan ukuran.
ia merasakan kebanggaan tersendiri. Rangsang si kecil untuk belajar
Manfaat: menumpukkan benda-benda tersebut
Mengasah keterampilan dan melatih mulai yang berukuran besar sampai yang
keseimbangan tubuh. paling kecil.
Manfaat:
Melatih kemampuan motorik dan
mengolah daya pikir serta kreativitasnya.
sumber
Markum, [Link] KesehatanAnakJilid [Link]:
FakultasKedokteranUniversitas Indonesia
Soetjiningsih,[Link]:EGC
Yuki,[Link]://per
[Link]/
DiunduhpadahariKamis 3-10-2013 pukul 20.00 WIB
[Link]
mbuh+kembang+anak&tbm=isch&tbo=u&source=univ
&s
[Link]
merangsang-motorik-halus-dan-motorik-kasar-anak
[Link]
sedang+menggunting&source=lnms&tbm=isch&sa=X
&ved=0ahUKEwjny_Ss9NnSAhXBrI8KHRTRAAoQ_AUIB
igB&biw=1366&bih=597#imgrc=9DuWvwvUbnIGI
Thank You

Anda mungkin juga menyukai