Pembimbing :
Dr. Mustari M, Sp.A
NADIA LIEM
11-2015-169
Epidemiologi
Data Kementerian Kesehatan (2011)
menunjukkan dari 21.103 ibu hamil yang
menjalani tes HIV, 534 (2,5%) di
antaranya positif terinfeksi HIV.
Jumlah kasus HIV dan AIDS diperkirakan
akan meningkat dari 591.823 (2012)
menjadi 785.821 (2016), dengan jumlah
infeksi baru HIV yang meningkat dari
71.879 (2012) menjadi 90.915 (2016).
Sementara itu, jumlah kematian terkait
AIDS pada populasi 15-49 tahun akan
meningkat hampir dua kali lipat di tahun
2016
Epidemiologi
Prevalensi HIV pada ibu hamil diproyeksikan
meningkat dari 0,38% (2012) menjadi 0,49%
(2016).
Demikian pula jumlah anak berusia dibawah
15 tahun yang tertular HIV dari ibunya pada
saat dilahirkan ataupun saat menyusui akan
meningkat dari 4.361 (2012) menjadin 5.565
(2016), yang berarti terjadi peningkatan angka
kematian anak akibat AIDS.
Infeksi HIV ?
Penyakit yang disebabkan oleh human immunodefficiency virus (HIV).
HIV menyerang sel-sel darah putih terutama limfosit yang memiliki CD4 sebagai
sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel limfosit (CD4 <
1400-1500)
AIDS ?
Penyakit yang menunjukkan adanya sindrom defisiensi imun selular
akibat dari infeksi HIV
Virus HIV
Retrovirus membentuk DNA dari RNA karna punya enzim transcriptase
reverse
Membran permukan virion tonjolan (gp120) dan transmembran (gp41)
Masa Inkubasi HIV (asimptomatik) 12 tahun.
Window Period 3 bulan
Patofisi
ologi
HIV
Human immunodeficiency virus (HIV) dapat
masuk ke tubuh melalui tiga cara,
(1) hubungan seksual,
(2) penggunaan jarum yang tidak steril ata
terkontaminasi HIV,
(3) penularan HIV dari ibu yang terinfeksi HIV
ke janin dalam kandungannya, yang dikenal
sebagai Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA)/
(MTCT).
Infeksi HIV anak (90%) transmisi vertikal.
Penularan dr Ibu ke Bayi yg dikandung.
(MTCT: mother to child transmission)
Transmisi Horizontal: pada anak jarang.
Tes Diagnostik HIV pada Ibu Hamil
Umur Hasil Tindak Lanjut
Kehamilan
Trimester 1 Non reaktif Ulang 3 bulan kemudian
Reaktif Sesuai alur Ibu Hamil dengan HIV
Trimester 2 Non reaktif Ulang 3 bulan kemudian
Reaktif Sesuai alur Ibu Hamil dengan HIV
Trimester 3 Non reaktif Ulang 3 bulan kemudian
Reaktif Sesuai alur Ibu Hamil dengan HIV
Penatalaksanaan Antenatal
Asuhan antenatal seperti biasa
Kurangi kadar virus (virus load) minum ARV
Terapi ARV Profilaksis ARV
Tujuan Mencegah Mencegah
timbulnya AIDS penularan HIV
dari ibu ke bayi
Pengguna Jangka lama Masa kehamilan
an
Kelayakan Gejala kinis Ibu HIV yang
pemberian Kadar CD4 hamil
PMTCT/PPIA : EMPAT PILAR
Keep Women HIV ve
Pencegahan
infeksi primer HIV
Care & Treatment for Prevent
HIV infected Women/Families Unwanted Pregnancies
Cegahan kehamilan
Dukungan bayi, ibu & keluarga
tdk diinginkan pd ibu HIV (+)
Prevent MTCT of HIV
Among Infected Women
Pencegahan transmisi dr ibu ke bayi
WHO 2006
Penatalaksanaan Persalinan
Penularan HIV dari Ibu ke Anak
Transmisi HIV dari ibu HIV + ke bayi transmisi vertical
Terjadi pada
1. Waktu hamil (intrauterin) 5-10 %
2. Waktu bersalin (intrapartum) 10-20 %
3. Pasca natal melalui air susu ibu (ASI) 5-15%
Penegakkan Diagnosa
SYNDROME Faktor Resiko & Sindrom Klinis WHO
MICROBIOLOGY
Virology test (< 18 bulan)
Antigen spesifik PCR DNA
PCR RNA
SEROLOGY Antibody test (pada usia > 18 bulan)
Pemeriksaan Status HIV
Pada Bayi Baru Lahir/anak
Pemeriksaan serologis anti HIV tidak dapat dipakai
sebagai perasat diagnosis pada anak < 18 bulan,
Bila Serologis Positif pada usia > 18 bulan, dianggap
anak terinfeksi HIV
Lahir 1 bln 2 bln 9 bln 12 bln 18 bln
IgG AntiHIV ibu
PCR Serologis
Serologis
74 %
96 %
Nia Kurniati, 2012
Diagnosis Presumptive
Anak < 18 bulan
Pemeriksaan virologi tidak tersedia/tidak bisa dilakukan Antibodi
HIV positif
Diagnosis infeksi HIV dikonfirmasi dengan tes virologi
sesegera mungkin
Kriteria klinis
Klinis Stadium klinis WHO
Asimtomatik 1
Ringan 2
Sedang 3
Berat 4
Selalu ditentukan dari klinis yang paling
berat
Penilaian status imunologis
Indikasi Terapi ARV
Rekomendasi Nutrisi Bayi
Jika memilih ASI: Jika memilih susu formula:
ASI eksklusif 6 bulan Harus memenuhi persyaratan
> 6 bulan, bayi diberi PASI AFASS
dan ASI stop 1. Acceptable
2. Feasible
3. Affordable
4. Sustainable
5. Safe
Profilaksis
ARV profilaksis segera bila pajanan diketahui
1. Zidovudine 4mg/kgBB/kali 2x1 sejak lahir selama 4-6
minggu
2. Golden period 3x24 jam
Profilaksis infeksi oportunistik
1. Co-trimoxazole Sulfametoxazol + Trimetropim
2. Diberi pada BIHA dari minggu ke 4-6 minggu/sampai
diagnosis HIV ditegakkan (bulan ke 6/bulan ke 12)
3. Dosis : 6-8 mg TMP,kgbb/dose 1x1
ARV profilaksis semua bayi baru lahir ibu HIV (+)
Zidovudin dimulai pada hari pertama (usia 12
jam) selama 6 minggu
Bayi cukup bulan : 2 mg/kgBB/x, 4x/hari
Bayi prematur (< 34 mgg):
1,5 mg/kgBB/x, 2x/hari selama 2 minggu
2 mg/kgBB/x, 3x/hari selama 2 minggu
2 mg/kgBB/x, 4x/hari selama 2 minggu
terakhir
Profilaksis
Bayi dan anak Bayi dan anak terinfeksi HIV
terpajan HIV
< 1 tahun 1-5 tahun > 5 tahun
Profilaksis Profilaksis Stadium 2-4 Stadium
kotrimoksazol kotrimoksazol tanpa melihat berapapun dan
mulai 6 minggu diindikasikan persentase CD4 CD4< 350
setelah lahir dan tanpa melihat Stadium Stadium 3/4
dipertahankan nilai CD4 atau berapapun tanpa melihat
sampai tidak ada stadium klinis dengan CD4 CD4
risiko transmisi <25%
dan infeksi HIV
Universal : profilaksis untuk semua anak yang lahir dari ibu HIV + sampai
umur 5 tahun
Terutama pada daerah prevalensi HIV tinggi dan angka kematian bayi
akibat infeksi tinggi.
Kotrimoksasol dosis 4 mg (TMP ) /kgBB/ x per hari
dimulai 6 minggu sampai dengan terbukti tidak
infeksi HIV
Jika alergi dapson 2 mg/kg/x diberikan 2 x
ATAU 4 mg/kg/hari, sekali seminggu
Kotrimoksazol tidak mengobati / menyembuhkan infeksi HIV, tidak menggantikan
kebutuhan terapi ARV. Kotrimoksazol mencegah infeksi yg umum terjadi pd bayi yg
terpajan HIV dan anak imunokompromais dg tingkat mortalitas tinggi.
Kotrimoksazol harus diminum teratur.
Profilaksi PCP
Dosis Kotrimoksasol ( Trimetoprim 4 mg/kg/x )
Rekomendasi dosis Tablet dewasa
Suspensi Tablet anak Tablet dewasa
harian kekuatan ganda
Sulfametoxazol / 5ml sirup 200 100 mg/ 400 mg/ 800 mg/
Trimetoprim mg/ 40 mg 20 mg 80 mg 160 mg
< 6 bulan
S 100 mg/ T 20 mg 2,5 ml 1 tablet tablet, -
dicampur makanan
6 bln 5 thn
S 200 mg/ T 40 mg 5 ml 2 tablet tablet -
6 14 thn
S 400 mg/ T 80 mg 10 ml 4 tablet 1 tablet tablet
>14 thn
S 800 mg/ T 160 mg - - 2 tablet 1 tablet
Frekuensi pemberian: SEKALI sehari
Imunisasi
Imunisasi Anak HIV (+) Anak HIV (+)
Asimptomatik Simptomatik
BCG Ya Tidak
DPT Ya Ya
Hepatitis B Ya Ya
Polio Ya Ya *
Campak Ya Tidak **
Haemophilus influenzae, Ya Ya
tipe B
Streptococcus pneumoniae Ya Ya
* : Polio diberikan dalam bentuk inactivated polio vaccine (intramuskular)
**: Pasien dengan CD4 < 15% atau CD4 absolut lebih rendah dari kadar normal
sesuai usia, pasien dg riwayat penyakit khas AIDS (stadium IV), tidak boleh
diberikan vaksin ini
Terapi ARV
NRTI NNRTI
Nucleoside Reverse Non- nucleoside Reverse
Transcriptase Inhibitors Transcriptase Inhibitors
AZT Zidovudine NVP Nevirapine
d4T Stavudine EPV Efavirenz
TDF Tenofovir
3TC Lamivudine
Regimen lini 1 : 2NRTI + 1 NNRTI
1. Pilih 3TC sebagai pilihan utama
2. Pilih 1 NRTI dan 1 NNRTI
Dosis ARV
Zidovudine
1. 180-240 mg/m2/dosis, 2x/hari
2. Sediaan : caps 100mg, tabs 60 mg, tabs 300mg
Stavudine
1mg/kgBB/dosis, 2x/hari
Lamivudine
4 mg/kgBB/dosis, 2x/hari
Tenofovir
8mg/kgBB/dosis, 1x/hari
Dosis ARV
Nevirapine
1. <8 tahun : 200 mg/m2/dosis, 2x/hari
2. >8 tahun : 120-150 mg/m2/dosis, 2x/hari
3. Sediaan : tabs 200mg
Efavirenz : untuk anak > 3 tahun atau berat badan > 10 kg
1. 10-15 kg : 200 mg 1x1
2. 15-20 kg : 250 mg 1x1
3. 20-25 kg : 300 mg 1x1
4. 25-32,5 kg : 350 mg 1x1
5. 32,5 - <40 kg : 400 mg, 1x/hari
6. > 40 kg : > 40 kg/hari
PROGNOSIS:
Angka transmisi bila pasangan ibu dan anak
menjalani program PMTCT lengkap adalah
<2%.