REFERAT
POLYCYSTIC OVARY SYNDROME
(PCOS)
Pembimbing: dr. Husna Amelz, SpOG
Siti Sahara Andiyanti H (2012730156)
Pendahuluan
Definisi
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah salah satu penyebab terbanyak kelainan endokrin
yang melibatkan 5%-10% wanita dalam masa reproduksi.
Gambaran klinik
oligo/amenorrhoea
oligo/anovulation
hirsutism
hyperandrogenaemia
morfologi ovarium yang spesifik
Hyperinsulinaemia
resistensi terhadap insulin
Epidemiologi
Definisi
Insiden PCOS bervariasi tergantung dari parameter yang dianalisis.
Insiden PCOS bervariasi tergantung dari parameter yang dianalisis.
Sebesar 26% pasien dengan infertilitas primer dan 14% dengan infertilitas sekunder ternyata
Sebesar 26% pasien dengan infertilitas primer dan 14% dengan infertilitas sekunder ternyata
memiliki Body Mass Index (BMI) >30 kg/m2.2
memiliki Body Mass Index (BMI) >30 kg/m .
Prevalensi PCOS dapat dipengaruhi oleh faktor ras/etnik dan kondisi negara.
Prevalensi PCOS dapat dipengaruhi oleh faktor ras/etnik dan kondisi negara.
Prevalensi tertinggi sebesar 52% adalah pada warga imigran dari Asia yang menetap di
Prevalensi tertinggi sebesar 52% adalah pada warga imigran dari Asia yang menetap di
Inggris. Hal ini terkait dengan resistensi insulin yang banyak diderita oleh masyarakat Asia,
Inggris. Hal ini terkait dengan resistensi insulin yang banyak diderita oleh masyarakat Asia,
didiagnosa sebagai diabetes tipe.
didiagnosa sebagai diabetes tipe.
Etiologi
Definisi& Patofisiologi
Peningkatan faktor pertumbuhan atau inadekuatnya produksi protein pengikat faktor pertumbuhan akan menyebabkan
meningkatnya faktor pertumbuhan yang tidak terikat sehingga akan meningkatkan respon ovarium terhadap Luteinizing
Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH).
Produksi androgen yang berlebih oleh ovarium, kelenjar adrenal atau keduanya, akan menyebabkan
aromatisasi androgen menjadi estrogen juga meningkat.
Obesitas akan menyebabkan hiperinsulin yang kronis atau resistensi insulin
Hiperinsulin akan menyebabkan sensitivitas sel teka terhadap insulin meningkat sehingga sel teka
terstimulasi berlebihan.
Infertilitas pada PCOS disebabkan oleh adanya hambatan ovulasi dan hipersekresi
LH.
Hiperandrogen, anovulasi dan polikistik pada ovarium dapat disebabkan oleh faktor genetik yang terkait
kromosom X dominan.
Karena PCOS terkait dengan resistensi insulin pada diabetes tipe 2, maka kelainan genetik yang
menyebabkan diabetes tipe 2 juga dapat menjadi penyebab PCOS, yaitu kelainangen pada reseptor
insulin di kromosom 19
Manifestasi
Definisi Klinis
Tanda-tanda klinis utama dari PCOS, termasuk gangguan menstruasi, anovulasi, dan tanda-
tanda hiperandrogenisme.
Gambaran klinik
Hirsutisme
Lingkar pinggang >88 cm
Infertilitas
Trigliserida > 150 mg/dL
Obesitas dan sindrom metabolik Atau jika terdapat 3
atau lebih kriteria
HDL <50 mg/dLb Tekanan darah
Diabetes
>130/85 mmHg
Apneu obstruktif saat tidur
Gula darah puasa >110 mg/dL
Pemeriksaan
Definisi Fisik
Hirsutisme dan Tanda-tanda
Definisi Virilisasi
Definisi Obesitas
Definisi
Acanthosis nigricans
Definisi
Tekanan darah
Definisi
Pembesaran Ovarium
Komplikasi
Definisi
Insiden PCOS bervariasi tergantung dari parameter yang dianalisis.
Risiko komplikasi jangka panjang untuk penderita PCOS adalah penyakit kardiovaskular.
Sebesar 26% pasien dengan infertilitas primer dan 14% dengan infertilitas sekunder ternyata
Kondisi ini disebabkan oleh adanya hiperinsulin. Semakin tinggi kadar insulin serum maka
memiliki Body Mass Index (BMI) >30 kg/m2.
makin rendah kadar High Density Lipoprotein (HDL) plasma. Rendahnya HDL plasma akan
Prevalensi PCOS dapat dipengaruhi oleh faktor ras/etnik dan kondisi negara.
memcu kelainan kardiovaskular. Selain itu, hiperinsulin juga dapat menimbulkan dislipidemia
Prevalensi tertinggi sebesar 52% adalah pada warga imigran dari Asia yang menetap di
sebagai risiko terjadinya kelainan kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner dan stroke.
Inggris. Hal ini terkait dengan resistensi insulin yang banyak diderita oleh masyarakat Asia,
didiagnosa sebagai diabetes tipe.
Diagnosis
Definisi Banding
Hirsutisme familial
Hipertekosis ovarium Tumor maskulinisasi dari kelenjar adrenal
Hiperplasia adrenal kongenital (late-onset) atau ovarium (onset cepat tanda- tanda
Obat-obatan (misalnya, danazol, virilisasi)
progestin androgenik) Sindrom Cushing (rendah K+, striae,
Hipotiroid obesitas sentral, kortisol tinggi, androgen
Pasien dengan gangguan menstruasi dan tinggi pada karsinoma adrenal)
tanda-tanda hiperandrogenisme Hiperprolaktinemia
Hirsutisme idiopatik Penggunaan steroid anabolik eksogen
Hipertekosis stroma (asam valproat)
Pemeriksaan
Definisi Penunjang
USG
Laparatomi
Laparoskopi
Penatalaksanaan
Definisi
Modifikasi Gaya Hidup
Diet
olahraga
penurunan BB
Farmakoterapi
Metformin
Pioglitazone
Rosiglitazone
Penatalaksanaan
Definisi
Modifikasi Gaya Hidup Farmakoterapi
Diet Metformin
olahraga Pioglitazone
penurunan BB Rosiglitazone
Penanganan Secara Bedah
Ovarian wedge resection
Ovarian Drilling dengan Laparoskopi
Prognosis
Definisi
Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa wanita dengan PCOS memiliki peningkatan risiko terhadap penyakit kardiovaskular
dan serebrovaskular. Wanita dengan hiperandrogenisme mengalami peningkatan kadar serum lipoprotein yang
sebanding dengan laki-laki. Sekitar 40% pasien dengan PCOS memiliki resistensi insulin yang tidak terpengaruh oleh berat
badan. Para wanita ini berada pada peningkatan risiko untuk diabetes mellitus tipe 2 dan komplikasi kardiovaskular. The
Insiden PCOS bervariasi tergantung dari parameter yang dianalisis.
American Association of Clinical Endocrinologists dan the American College of Endocrinology merekomendasikan skrining
Sebesar
diabetes pada 26% pasien
usia 30 tahundengan infertilitas
pada semua primerPCOS,
pasien dengan dan termasuk
14% dengan infertilitas
wanita obese sekunder
dan nonobese. ternyata
Pada pasien
memiliki
dengan risikoBody
tinggi,Mass Indexsebelum
pemeriksaan (BMI) >30usia kg/m 2
30 tahun. dapat diindikasikan. Pasien yang awalnya diuji negatif untuk
diabetes harus diperiksa
Prevalensi PCOS dapat ulang secara periodik selama
dipengaruhi oleh hidup
faktormereka. Pasien
ras/etnik dengan
dan PCOS
kondisi juga memiliki peningkatan
negara.
risiko untuk terjadinya hiperplasia dan karsinoma endometrium. Anovulasi kronis pada PCOS menyebabkan stimulasi
Prevalensisecara
endometrium tertinggi sebesar
konstan dengan52% adalah
estrogen tanpapada warga
progesteron, imigran
dan dari Asia
ini meningkatkan yang
risiko menetap
hiperplasia di
dan karsinoma
Inggris. Hal
endometrium. TheiniRoyal
terkait dengan
College resistensi
of Obstetricians insulin
dan yang banyak
Gynaecologists (RCOG)diderita oleh masyarakat
merekomendasikan Asia,
induksi withdrawal
didiagnosa
bleeding dengansebagai diabetes
progestogen tipe. 3-4 bulan. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya hubungan antara
minimal setiap
kanker payudara atau kanker ovarium; sehingga, tidak ada pemeriksaan atau pengawasan tambahan yang
dibutuhkan.
Kesimpulan
Definisi
1. PCOS adalah kelainan sistem reproduksi wanita yang terdiri dari beberapa gejala, yaitu infertilitas
(oligo/anovulasi), hiperandrogen, dan polikistik ovarium. Tanda dan gejala yang timbul bervariasi, terdiri
dari tanda dan gejala klinis, perubahan morfologi sel dan kelainan hormonal.
Insidendan
2. Etiologi PCOS bervariasi
patofisiologi tergantung
bersifat dari karena
multifaktorial parameter
banyakyang dianalisis.
faktor yang terkait, ada yang bersifat
Sebesar
sentral dan26% pasien dengan infertilitas primer dan 14% dengan infertilitas sekunder ternyata
perifer.
memiliki Body
3. Komplikasi jangkaMass Index
panjang (BMI)kelainan
adalah >30 kg/m 2.
kardiovaskular dan memerparah diabetes mellitus yang
diderita.
Prevalensi PCOS dapat dipengaruhi oleh faktor ras/etnik dan kondisi negara.
4. Pemeriksaan penunjang
Prevalensi tertinggi dilakukan
sebesar 52%untuk menegakkan
adalah diagnosis
pada warga pasti dari
imigran PCOSAsia
danyang
menyingkirkan
menetapdiagnosis
di
banding, yaitu dengan laparoskopik, USG dan pemeriksaa laboratorium.
Inggris. Hal ini terkait dengan resistensi insulin yang banyak diderita oleh masyarakat Asia,
5. Pencegahan PCOS dilakukan dengan meminimalkan faktor risiko timbulnya PCOS.
didiagnosa sebagai diabetes tipe.
6. Terapi PCOS didasarkan tanda dan gejala yang timbul pada pasien yang bersangkutan, dapat berupa
terapi klinis dan terapi infertilitas, bersifat medisinalis maupun operatif.
Daftar
DefinisiPustaka
1. Insler, V., Lunenfeld, B. 1993. Polycystic Ovarian Disease in: Infertility: Male and Female Second Edition. Newyork: Churchill Livingstone; 661-75.
2. Jacobs, HS. 1999. Polycystic Ovary Syndrome in: Atlas of Clinical Gynecology Volume III Reproductive Endocrinology. Philadelphia: Appleton Lange
Current Medicine, Inc; 5.2-5.15.
3. Balen, A., Michelmore, K. 2002. What is Polycystic Ovary Syndrome? Are National Views Important? Human Reproduction 17 (9): 2219-27.
4. Blasco, FA., Botella-Carreterro, JI. 2006. Prevalence and Characteristics of Polycystic Ovary Syndrome in Overweight and Obese Women. Arch Intern Med
166: 2081-6.
5. Abbott, DH., Barnett, DK., Bruns, CM., Dumesic, DA. 2005. Androgen Excess Fetal Programming of Female Reproduction: A Developmental Aetiology for
Polycystic Ovary Syndrome. Human Reproduction 11 (4): 57-74.
6. Kasim-Karakas, SE., Cunningham, WM., Tsodikov, A. 2007. Relation ot Nutrients and Hormones in Polycystic Ovary Syndrome. Am J Clin Nutr 85: 68894.
7. Speroff, L., Fritz, MA. 2005. Clinical Gynecologic Andocrinology and Infertility Seventh Edition Book 1. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins; 470-
91.
8. Salmi, DJ., Zisser, HC., Jovanovic, L. 2004. Minireview: Screening for and Treatment of Polycystic Ovary Syndrome in Teenagers. Society for Experimental
Biology and Medicine: 369-75.
9. Katz, AS., Goff, DC., Feldman, SR. 2000. Acanthosis Nigricans in Obese Patients: Presentations and Implications for Prevention of Atherosklerotic Vascular
Disease. Dermatology Online Journal 6 (1): 1.
10. Chae, SJ., Kim, JJ., Choi, YM., Hwang, KR., Jee, BC., Ku, SY., Suh, CS., Km, SH., Kim, JG., Moon, SY. 2008. Clinical and Biochemical Characteristic of
Polycystic Ovary Syndrome in Korean Women. Human Reproduction 23 (8): 1924-31.
11. Fauser, B. 2004. Revised 2003 Consensus on Diagnostic Criteria and Long-term Health Risks Related to Polycystic Ovary Sydrome (PCOS). Human
12. Reproduction 19 (1): 41-7.
Daftar
DefinisiPustaka
13. Rajashekar, L., Krishna, D., Patil, M. 2008. Polycystic Ovaries and Infertility: Our Experience. J Hum Reprod Sci 1 (2): 65-71.
14. Amer, SAKS., Banu, Z., Li, TC., Cooke, ID. 2002. Long-term Follow-up of Patients with Polycystic Ovary Syndrome after Laparoscopic Ovarian Drilling:
15. Endocrine and Ultrasonographic Outcomes. Human Reproduction 17 (11): 2851-
16. 7.
17. Nadir, S., Diamanti-Kandarakis, E. 2007. Polycystic Ovary Syndrome, Oral Contraceptives and Metabolic Issues: New Perspectives and A Unifying Hypothesis.
Human Reproduction 22 (2): 317-22.
18. PCOS Consensus Workshop Group. Rotterdam ESHRE/ASRM-Sponsored PCOS Consensus Workshop Group. Revised 2003 consensus on diagnostic criteria and
long-term health risks related to polycystic ovary syndrome. Fertil Steril. Jan 2004;81(1):19-25.
19. Azziz R, Carmina E, Dewailly D, Diamanti-Kandarakis E, Escobar-Morreale HF, Futterweit W, et al. Positions statement: criteria for defining polycystic ovary
syndrome as a predominantly hyperandrogenic syndrome: an Androgen Excess Society guideline. J Clin Endocrinol Metab. Nov 2006;91(11):4237- 45.
20. Azziz R, Carmina E, Dewailly D, Diamanti-Kandarakis E, Escobar-Morreale HF, Futterweit W, et al. The Androgen Excess and PCOS Society criteria for the
polycystic ovary syndrome: the complete task force report. Fertil Steril. Feb 2009;91(2):456-88.
21. Barber TM, McCarthy MI, Wass JA, Franks S. Obesity and polycystic ovary syndrome. Clin Endocrinol (Oxf). Aug 2006;65(2):137-45.
22. [Guideline] Legro RS, Arslanian SA, Ehrmann DA, et al. Diagnosis and treatment of polycystic ovary syndrome: an Endocrine Society clinical practice
guideline. J Clin Endocrinol Metab. Oct 22 2013;
23. American College of Obstetricians and Gynecologists. Polycystic ovary syndrome. Washington, DC: American College of Obstetricians and Gynecologists;
2009. ACOG practice bulletin; no. 108.
24. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Long-term consequences of polycystic ovary syndrome. London, UK: Royal College of Obstetricians and
Gynaecologists; 2007. Green-top guideline; no. 33.
25. Consensus on infertility treatment related to polycystic ovary syndrome. Fertil Steril. Mar 2008;89(3):505-22.
26. Christian RC, Dumesic DA, Behrenbeck T, et al. Prevalence and predictors of coronary artery calcification in women with polycystic ovary syndrome. J Clin
Endocrinol Metab. Jun 2003;88(6):2562-8.
27. Dokras A. Cardiovascular disease risk factors in polycystic ovary syndrome. Semin Reprod Med. Jan 2008;26(1):39-44.
28. Vryonidou A, Papatheodorou A, Tavridou A, Terzi T, Loi V, Vatalas IA, et al. Association of hyperandrogenemic and metabolic phenotype with carotid
intima-media thickness in young women with polycystic ovary syndrome. J Clin Endocrinol Metab. May 2005;90(5):2740-6.
29. Hardiman P, Pillay OC, Atiomo W. Polycystic ovary syndrome and endometrial carcinoma. Lancet. May 24 2003;361(9371):1810-2.
30. Vgontzas AN, Legro RS, Bixler EO, et al. Polycystic ovary syndrome is associated with obstructive sleep apnea and daytimesleepiness: role of insulin
resistance. J Clin Endocrinol Metab. Feb 2001;86(2):517-20.
31. Nieman LK. Diagnostic tests for Cushing's syndrome. Ann N Y Acad Sci. Sep 2002;970:112-8.
32. Diagnosis and classification of diabetes mellitus. Diabetes Care. Jan 2009;32 Suppl 1:S62-7.