TRANSFORMATOR SEBENARNYA
Dalam suatu transformator secara umum tidak ada trafo yang ideal. Atau efisiensi trafo
bernilai 100%.
Terdapat beberapa alasan mengapa trafo secara umum tidak ideal.
COPPER LOSS
Terjadi Copper Loss di trafo.
Yang terjadi resistensi ohmic pada lilitan trafo, baik di Primer maupun sekunder. Karena
arus yang melewati kabel tembaga menjadi panas, dan akan mengurangi resistensi dari
lilitan sekunder dan primer.
Cara mengatasinya, menambahkan resistensi eksternal untuk kedua lilitan primer dan
sekunder
CORE LOSSES IN TRANSFORMER
Hysteresis Loss in Transformer
Kerugian histerisis disebabkan oleh gesekan molekul yang melawan aliran gaya magnet di
dalam inti besi. Gesekan molekul dalam inti besi ini menimbulkan panas. Panas yang timbul
ini menunjukan kerugian energi, karena sebagian kecil energi listrik tidak dipindahkan , tetapi
diubah bentuk menjadi energi panas. Panas yang tinggi juga dapat merusak trafo ,sehingga
pada trafo trafo transmisi daya listrik ukuran besar, harus didinginkan dengan media
pendingin.
Cara mengatasi diberikan media pendingin untuk menurunkan suhu dari trafo
Eddy Current Loss
disebabkan oleh aliran sirkulasi arus yang menginduksi logam. Ini disebabkan oleh aliran fluk magnetik
disekitar inti besi. Karena inti besi trafo terbuat dari konduktor (umumnya besi lunak), maka arus
Eddy yang menginduksi inti besi akan semakin besar. Eddy current dapat menyebabkan kerugian daya
pada sebuah trafo karena pada saat terjadi induksi arus listrik pada inti besi, maka sejumlah energi
listrik akan diubah menjadi panas.
Untuk mengurangi kerugian tersebut, dibuat inti trafo secara berlapis-lapis, agar memecah induksi
dari eddy current didalam inti besi.
KEBOCORAN FLUX
Terjadi karena beberapa flux tidak menembus inti besi dan hanya melewati inti besi itu.
Karena hal tersebut, terjadi induktansi pada Lilitan primer dan sekunder. Hal tersebut
akan menyebabkan kehilangan daya dari lilitan primer ke lilitan sekunder yang akan
mengurangi efisiensi dari trafo.
Untuk mengatasi hal tersebut, mengganti inti besi yang lebih lunak, agar aliran flux dapat
menembus inti besi dengan baik dan mengurangi flux yang hanya melewati inti besi.