STATISTICAL PROCESS
OLEH:
1. M. HAMZAH HABIB
6513040043
2. SITI AMINATUZZUHRIYAH
CONTROL 3.
6513040051
M. SHANI HILMAN
6513040058
PENGERTIAN
Statistic Quality Control (SQC)
atau statistik pengendalian kualitas merupakan teknik
penyelesaian masalah yang digunakan untuk memonitor,
mengendalikan, menganalisis, mengelola dan memperbaiki
produk dan proses menggunakan metode-metode statistik.
SQC sering disebut sebagai statistik pengendalian
proses (Statistical Process Control/SPC). SQC dan SPC
memang merupakan dua istilah yang saling dipertukarkan,
yang apabila dilakukan bersama-sama maka pengguna
akan melihat gambaran kinerja proses masa kini dan masa
mendatang (Cawley dan Harrold, 1999).
Secara garis besar SQC digolongkan menjadi dua, yaitu:
1) Statistik Pengendalian Proses (statistical process control/SPC) atau
yang sering disebut dengan control chart (bagan kendali).
2) Rencana penerimaan sampel produk atau yang sering dikenal
sebagai acceptance sampling.
Penggolongan tersebut dapat dilihat pada
Gambar 1.
Menurut Gryna (2001), terdapat beberapa langkah dalam
menyusun peta pengendali proses atau control chart, yaitu:
1. Memilih karakteristik yang akan direncanakan.
2. Memilih jenis peta pengendali.
3. Menentukan garis pusat (central line) yang merupakan
rata-rata masa lalu atau rata- rata yang dikehendaki.
4. Pemilihan sub kelompok.
5. Penyediaan sistem pengumpulan data.
6. Penghitungan batas pengendali dan penyediaan instruksi
khusus dalam interpretasi terhadap hasil dan tindakan
para karyawan.
7. Penempatan data dan membuat interpretasi terhadap
hasilnya.
Acceptance Sampling meliputi perencanaan atribut dan perencanaan
variabel. Pada perencanaan atribut, sampel diambil secara random
dari produk yang dihasilkan, kemudiaan masing-masing unit
diklasifikasikan apakah diterima atau ditolak.
Banyaknya kesalahan kemudian dibandingkan dengan banyaknya
kesalahan yang diperbolehkan dalam perencanaan. Perencanaan
atribut tersebut berdasarkan Acceptable Quality Level (AQL).
Diagram Kendali Untuk Atribut/Nilai Diskrit
Pengertian atribut adalah persyaratan kualitas yang diberikan kepada suatu
barang/jasa, yang hanya menunjukkan apakah barang/jasa tersebut di terima
atau di tolak.
Diagram ini biasanya digunakan untuk menganalisa suatu pengukuran yang
bersifat diskrit, contohnya: kelingan yang rusak pada sayap pesawat,
gelembung-gelembung udara pada botol/gelas, goresan pada lempengan plat
dan sebagainya.
Tujuan dari diagram kendali p adalah untuk membuat persentase atau proporsi
dari produk yang defective per sampel untuk menilai masing-masing produk dapat
diterima (acceptable) atau ditolak (defective). Sedangkan tujuan dari diagram
kendali c adalah untuk mengetahui jumlah defect dalam unit produk yang tetap.
Diagram Kendali p
Merupakan jenis diagram kendali batas atribut, memakai skala
dengan data kategori, misalnya: buruk-jelek.
Diagram p Memperlihatkan persentase dari item yang tidak sesuai,
contoh: menghitung jumlah kursi rusak dan dibagi dengan jumlah total
kursi yang diperiksa.
Diagram kendali p disebut sebagai diagram kendali defective.
Dimana p adalah rasio antara jumlah produk defective yang
didapatkan dalam inspeksi terhadap jumlah seluruh produk yang di
inspeksi, yang dapat dinyatakan dalam fraksi disebut "fraction
defective atau persentase disebut "percentage defective. Diagram
kendali p dapat di susun dengan jumlah sample tetap atau bervariasi.
Perhitunganuntukmembuat diagram kendali p.
Garistengah (Central Line/CL)
jumlah produk defective
p=
jumlah produk diobservasi
DIAGRAM KENDALI NP
Np Chart - Jumlah Rejects Chart untuk ukuran Constant Subgroup
np chart adalah bagan kontrol atribut yang menampilkan perubahan
jumlah produk yang rusak, menolak atau hasil yang tidak dapat diterima.
Ini adalah indikator konsistensi dan prediktabilitas tingkat cacat dalam
prosesnya.
np chart hanya berlaku selama data dikumpulkan dalam subkelompok
yang merupakan ukuran sama.
np chart adalah Plot dari number of pieces
nonconforming pada subgrup-subgrup yang
berurutan. Digunakan jika subgrup
berukuran tetap ( konstan).
DIAGRAM KENDALI C
Banyak parameter yang dikendalikan tidak dapat dinyatakan
sebagai bagian seperti dalam diagram p. Misalnya dalam
pertenunan, jumlah defect per 10m2 dari bahan yang diproduksi
mungkin merupakan parameter yang harus dikendalikan. Disini satu
defect mungkin artinya kecil tetapi kalau defect-nya besar per unit
mungkin dapat merupakan obyek penting sekali. Untuk itu distribusi
kemungkinan yang berlaku adalah distribusi POISSON, dimana
terjadi defect secara random.
There have been complaints that the sports page of the Dubuque Register has
lots of typos. The last 6 days have been examined carefully and the number of
typos/page is recorded below. Is the process in control using Z= 2?
U CHART VARYING SUBGROUP
SIZE
U chart (u untuk Unit) adalah diagram kontrol atribut yang
menampilkan frekuensi cacat, atau ketidaksesuaian, berubah dari
waktu ke waktu untuk proses atau sistem. Cacat dikumpulkan untuk
setiap kesempatan subkelompok yang ada. Luas wilayah kesempatan
bisa berupa kelompok barang atau hanya satu barang yang cacat
dilakukan hitungan.
U chart merupakan indikator konsistensi dan prediktabilitas tingkat
cacat dalam prosesnya. U chart sesuai bila area peluang untuk cacat
bervariasi dari subkelompok ke subkelompok. Hal ini dapat dilihat
pada pergeseran garis UCL dan LCL yang bergantung pada ukuran
Subkelompok chart ini menunjukkan jumlah cacat per unit. Bila jumlah
item yang diuji tetap sama di antara semua subkelompok, maka
bagan c harus digunakan. Karena grafik c menganalisis defek total
daripada jumlah cacat per unit.
Rumus yang digunakan untuk menghitung U rata-rata, Standard
deviasi pada U chart adalah sebagai berikut:
Misal, dalam waktu satu tahun kerja akan dilakukan 100 hari observasi
untuk memeriksa Untuk lebih dapat memahami dan menerapkan model-
model peta pengendali proporsi pada sampel yang bervariasi, maka
dapat dilihat pada contoh soal berikut ini.
Dengan demikian semakin jelas bahwa dengan U Chart, gambaran
mengenai jumlah rata-rata cacat dalam setiap produk bisa diperoleh.
Gambaran tersebut akan menjadi langkah awal untuk menjalankan
perencanaan pengendalian proses
Menghitung batas-batas Pengendalian CL, UCL, LCL untuk Peta Kendali U (U chart)
Dengan menggunakan 3 standard deviasi, maka
Suatu unit QC dari perusahaan lembaran baja ingin mengadakan
inspeksi pada lembaran-lembaran baja yang diinspeksinya. Karena
lembaran lem-barannya panjang, maka ditetapkan pemeriksaan tiap
100 m2 lembaran baja. Pemeriksaan dilakukan untuk 25 gulungan
baja.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH