Steering
System
KELOMPOK 1 : CANDRA KURNIAWAN (05274)
KEVIN ANDYAN P (03652) DAVID ALVIAN (05276)
BAGUS BAGASKARA (03655) SELLA DEWI (05285)
ADAM BRILIANT (03665) ANDRI PURWANTI (05517)
ARIFIN W (04511)
TAUFIK S (04518)
GILANG A W (04536)
RINALDY P (04770)
RIDWAN FIRDAUS (O5266)
Steering
System RIGID
DUMP TRUCK
Fully Hydraulic Power
Steering System
Definisi
Merupakan sistem steering yang pergerakannya menggunakan
tenaga hydraulic dengan memanfaatkan
komponenorbitrollyang berfungsi sebagai directional control
valve untuk mengarahkan aliran oli pada saat engine bekerja
(pump bekerja), sedangkan saat engine matiorbitrollakan
berfungsi sebagai hand pump dan directional control valve.
Komponen dan Fungsi
1. Steering pump berfungsi mengalirkan oli menuju ke steering system.
Menggunakan jenis Fixed Displacement Pump (setiap putaran pump
menghasilkan jumlah flow discharge yang tetap atau tidak bisa berubah)
Hydraulic Vane Pump (servo pump) Hydralic pump vane type bagian dalamnya
terdiri dari rotor yang berputar bersama drive shaft, dan sebagai kedudukan
vane blade. Saat rotor berputar, gaya centrifugal akan melemparkan valve blade
keluar dan kontak rapat terhadap housing, sehingga mampu mencegah
kebocoran dan memindahkan flow dari sisi suction menuju sisi discharge. Pada
housing terdapat dua port susction dan dua port discharge, dengan demikian
satu putaran rotor akan menghasilkan 2 kali discharge. Vane pump dipasang
pada front cover engine dan drive pulleynya diputar oleh engine dengan
menggunakan perantara V-belt. Pump akan menghisap oli dari oil reservoir
(tank) dan menghasilkan flow discharge yang dialirkan menuju power steering
gearbox.
Flow Control Valve
: Mengatur jumlah
fluida yang masuk
sesuai batas
optimal, sehingga
tidak mengikuti
putaran pompa
2. Relief valve berfungsi untuk membatasi maksimal
pressure dalam system steering, pada saat steering
wheel diputar, tetapi front wheel sudah mencapai akhir
langkah (saat dibelokkan) atau overload (misal saat
amblas).
3. Stering valve/orbitroll mengarahkan oli saat engine
running dan steering wheel digerakkan untuk belok
kekiri/kekanan.
4. Crossover valve berfungsi sebagai pengaman/meredam
beban kejut saat roda terbentur material yang keras
agar tidak merusak komponen dalam sistem.
5. Steering cylinder berfungsi sebagai actuator merubah
tenaga hidrolik menjadi mekanik dan mendorong
knuckel roda untuk posisi belok ke kiri/kekanan.
Cara Kerja (saat belok kiri)
1. Steering Wheel berputar ke kiri.
2. Input shaft (1) juga berputar ke kiri.
3. Spool (3) bergerak ke atas.
4. Oli dari steering control valve
mengalir ke port (P) masuk ke port
(B) melalui lubang (a) pada spool (3)
dan masuk ke dalam valve spool.
5. Oli dari dalam valve spool (3)
mengalir ke antara stator (6) dan
rotor (12) dan ke port (F).
6. Oli dari port (F) dialirkan ke steering
cylinder melalui port (LT).
7. Oli dari sisi lain cylinder mengalir ke
tank melalui port (RT), port (D) dan
port R.
Perawatan Steering System
Hydraulic
Bila unit mau belok sebaiknya jalan atau gerak dulu baru belok.
Jangan terlalu sering membelokkan steer sampai mentok/patah terlalu
lama.
Memilih minyak Power Steering yang original (jenis ATF).
Memilih spare parts yang original bila diservice.
Untuk hidrolik jenis rack steer, disarankan setiap mencuci kendaraan
karet pelindung (boot steer) kanan dan kiri diperiksa, apakah lepas,
robek atau terjadi kerusakan lainnya.
Jika parkir unit , hendaknya posisi roda bagian depan harus lurus.
Gunakan jenis ban dengan tingkat gesekannya rendah