0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan20 halaman

Sistem Pigging dalam Pipeline

Pigging digunakan untuk membersihkan pipa minyak dan gas dari endapan, meningkatkan aliran, dan memeriksa kondisi pipa. Prosesnya melibatkan memasukkan dan mengeluarkan pig di ujung pipa dengan mengontrol valve."

Diunggah oleh

Binar Surya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan20 halaman

Sistem Pigging dalam Pipeline

Pigging digunakan untuk membersihkan pipa minyak dan gas dari endapan, meningkatkan aliran, dan memeriksa kondisi pipa. Prosesnya melibatkan memasukkan dan mengeluarkan pig di ujung pipa dengan mengontrol valve."

Diunggah oleh

Binar Surya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

OPERASI-OPERASI KHUSUS

PIGGING
Tujuan Pigging

Pigging adalah pekerjaan memasukkan suatu alat yang disebut pig


ke dalam pipeline dengan tujuan:
Membersihkan bagian dalam pipa dari kotoran-kotoran (kerak, pasir,
parafin, dll)
Meningkatkan efisiensi aliran dalam pipa
Sebagai pemisah antara fluida yang satu dengan yang lain jika akan
ditransfer secara bergiliran
Mengeluarkan air (dewatering) setelah uji hidrostatik
Memeriksa kondisi pipa (pipe inspection)

1
Jenis-jenis pig:
Foam pig
Bidirectional pig
Brush pig
Scrapper pig
Ball pig
Intelligent pig

2
Peralatan Pigging
Ada 2 macam unit pigging, yaitu pig launcher dan pig
receiver (Gambar 2-38 dan 2-39). Peralatan ini sama
baik bentuk maupun alat-alat kelengkapannya, hanya
arahnya dibalik. Bagian-bagian dari pig launcher/pig
receiver antara lain:
* Barrel, yaitu tabung tempat pemasukan/
pengeluaran pig. Untuk mempermudah pemasukan/
pengeluaran, ujung barrel pada pig launcher dibuat
lebih tinggi, sedang pada pig receiver dibuat lebih
rendah
* Pig signal, untuk mendeteksi apakah pig sudah
melewati valve tertentu sehingga sudah dapat
didorong masuk/keluar dengan tekanan aliran

3
* Vent, untuk membuang tekanan dari pig launcher/
receiver yang sudah diisolasi dari aliran
* Drain, untuk membuang cairan dari dalam barrel
* Manometer
* Closure, untuk menutup ujung barrel
* Beberapa gate valve yang berfungsi sebagai mainline
bypass valve, mainline trap valve, trap kicker valve/trap
bypass valve
* Alat pengangkat dan alat pendorong pig

4
5
6

Launching:
Operasi Pigging

* Pastikan valve A dan C tertutup rapat


* Buka E, setelah tekanan nol, kemudian buka D
* Buka closure, masukkan pig, dorong sampai masuk
reducer mendekati A
* Tutup closure, tutup D, buka C pelan-pelan supaya
udara di dalam barrel terdorong keluar melalui E
* Setelah udara habis, tutup E, kemudian tutup C
(tekanan di dalam barrel dan di main line sudah
seimbang)

7
* Buka A, buka C
* Tutup B pelan-pelan kira-kira setengah bukaan katup, supaya
aliran lewat C lebih besar dan mulai mendorong pig. Lanjutkan
menutup B sampai akhirnya pig keluar dari trap dan masuk ke
main line (dengan mengamati pig-signal)
* Buka B, tutup A dan C
Receiving
* Pastikan bahwa A dan C sudah tertutup rapat
* Buka E, buka D sampai tekanan barrel nol. Tutup D, buka C
pelan-pelan sehingga fluida masuk ke dalam barrel dan
mengusir udara keluar melalui E

8
* Setelah udara habis, tutup E. Setelah tekanan
di dalam barrel dan di mainline seimbang, buka
A. Tabung siap menerima pig
* Jika pig berhenti di antara tee dan A, tutup B
pelan-pelan kira-kira setengah tutup supaya
tekanan aliran lebih kuat mendorong pig
sampai melewati A dan pig signal.
* Jika pig sudah melewati pig signal dan masuk
ke dalam trap, buka penuh B, tutup A da C
* Buka E, buka D sampai barrel tidak
bertekanan. Buka closure dan keluarkan pig
* Tutup closure, tutup D dan E

9
Hambatan
Hambatan dalam operasi pigging adalah pig macet
atau pecah/hancur
Pig macet akan menyebabkan operasi/transfer
fluida terhenti, dan pipeline tidak dapat digunakan
sampai pig dapat dikeluarkan. Pig hancur dapat
menyebabkan hambatan aliran
Macetnya pig diakibatkan oleh akumulasi pasir,
kerak, atau produk korosi yang menonjol di dinding
dalam pipa
Pelacakan jalannya pig dapat dilakukan dengan
memasang rantai pendek diujung belakang pig, atau
dengan detektor pipa buntu, atau memasang
pemancar kecil pada pig sehingga keberadaan pig
dapat diketahui

10
Pengambilan pig yang macet dapat dilakukan dengan cara:
* Medorong balik pig dari arah yang berlawanan
* Memasukkan pig yang dilengkapi nozzle di bagian depan
untuk membantu pendorongan
* Menghancurkan pig dengan bahan kimia berbentuk busa
* Memotong dan mengganti pipa di mana pig macet

11
PENGUKURAN LABORATORIUM

Specific Gavity (SG)


SG Gas
Metode yang digunakan adalah Metode Effusion (SHELL Production
Chemical Methods)
Metode ini menggunakan alat yang disebut Effusiometer

atau Schilling Apparatus


Pada metode ini yang diukur adalah waktu yang

dibutuhkan oleh kolom air untuk mendorong udara


dalam volume tertentu dan mendorong gas dengan
volume yang sama

12
Agar pengukuran teliti, dibutuhkan waktu yang agak panjang. Hal
ini diatasi dengan melewatkan udara/gas yang didorong melewati
orifice. Pengukuran dilakukan 3 kali, dan hasil yang diperoleh,
baik untuk udara maupun untuk gas, dirata-rata
Untuk gas yang lebih ringan daripada udara, waktu pendorongan
gas akan lebih pendek daripada waktu pendorongan udara.
SG gas dihitung dengan persamaan:
SG gas = T12/T22 + {0.62W/(B+p-W)}{(T12/T22 )-1}
* T1 = rata-rata waktu pendorongan gas, detik
* T2 = rata-rata waktu pendorongan udara, detik

13
W = tekanan uap air pada temperatur pengukuran, mm Hg
B = tekanan barometer, mm Hg
p = rata-rata kelebihan tekanan di dalam effusiometer, mm Hg
[Link] SG Cairan (Minyak)
Metode yang digunakan adalah Metode Hidrometer (SHELL
Production Chemical Methods)
Metode ini cocok untuk minyak yang encer dan transparan. Jika
digunakan untuk minyak yang kental, pembacaan menunggu
sampai hidrometer berhenti (tidak turun lagi), dan jika untuk
minyak yang gelap, harus ada koreksi meniskus

14
Metode ini didasarkan pada efek buoyancy. Hidrometer yang
dicelupkan di dalam cairan yang diukur densitas/SG-nya. Makin
berat cairan, gaya apungnya makin besar, dan kedalaman tercelup
makin kecil. Densitas/SG dibaca pada skala yang terdapat di leher
hidrometer, dengan ketelitian sampai 4 desimal (4 angka di
belakang koma)
Untuk cairan yang tidak tembus pandang, pada saat pembacaan,
mata harus sedikit di atas permukaan cairan. Yang terbaca adalah
meniskus. Sebab itu, hasil pembacaan SG atau densitas (dalam
kg/liter) harus dikoreksi dengan +0.0008

15
KADAR AIR DAN ENDAPAN
(WATER & SEDIMENT)
Metode yang ddigunakan adalah Metode Centrifuge (IP 75/46 atau
ASTM D 96-50)
100 cc minyak yang akan diukur kadar air dan endapannya

dituangkan dituangkan ke dalam masing-masing centrifuge tube.


Centrifuge mempunyai tempat untuk 2 atau 4 centrifuge tube
Pasang centrifuge tube di dalam bucket yang tergantung pada

ujung-ujung lengan centrifuge


Pengukuran dilakukan dengan memutar centrifuge dengan

kecepatan ekivalen dengan 500 gravitasi, yang dapat dihitung sbb:

16
* RPM = 6000/ d d dalam inch
* RPM = 10000/ d d dalam cm
* d = jarak antara kedua ujung centrifuge tube saat diputar,
yang berkisar antara 15 18 (38 45 cm)
Ada 2 jenis centrifuge tube, yaitu pear shaped dan cone
shaped
Pear shaped: bucket harus dengan dimensi dan bentuk
sedemikian rupa sehingga menyangga tube pada bagian
kerucutnya, dilapisi wool atau bahan lain sejenis setebal 1.5
mm (1/16). Berat tidak boleh dibebankan ke ujung tube

17
Cone shaped: bucket harus dengan dimensi dan bentuk sedemikian rupa
sehingga menyangga tube pada bagian dasarnya, dilapisi wool atau bahan
lain sejenis setebal 1.5 mm (1/16) pada dasar bucket. Berat tidak boleh
dibebankan ke bagian kerucut tube
Pemutaran dilakukan selama 10 menit. Ambil tube dan baca volume airnya.
Prosedur diulangi sampai didapatkan pembacaan konstan pada 3 putaran
yang berurutan

18
Kadar Minyak dalam Air Buang
Metode: Photometric ((API RP 45 atau ASTM)
Metode ini didasarkan pada pengukuran panjang gelombang sinar
chloroform yang mengikat minyak dalam contoh air buang dengan
menggunakan spectrophotometer dengan filter biru atau panjang
gelombang 400 nm (400 x 10-9)m
Ukur panjang gelombang chloroform bersih pada 100%
transmittance
Buat 1% stock solution ( 1 ml minyak + 99 ml chloroform). Dari
stock solution dibuat beberapa contoh dengan kadar minyak
berbeda dengan mengambil 1 ml stock solution ditambah
chloroform dengan volume tertentu (dihitung) sesuai dengan ppm
yang diinginkan

19
Masing-masing contoh dimasukkan ke dalam photometer cell dan
diukur panjang gelombangnya
Dari hasil pengukuran tersebut dibuat kurva kalibrasi
Contoh air buangan dicampur dengan chloroform dengan
perbandingan 10:1 (500 ml air + 50 ml chloroform). Kocok selama
2 menit, biarkan chloroform terpisah dari air.
Masukkan chloroform yang sudah terpisah ke dalam photometer
cell. Ukur harga transmittance dan plotkan ke kurva kalibrasi

20

Anda mungkin juga menyukai