Dermatologi Non Infeksi (I)
Ridha Ramadina W
Sawitri
1
Erithema Annulare Centrifugum
Pertama kali istilah Erythema Annulare
Centrifugum (EAC) digunakan oleh Darier
pada tahun 1916 cincin eritematous yang
luas, dimana cincin ini membesar dengan
cepat, memudar lalu menghilang seiring
dengan munculnya lesi baru
2
Etiologi dan Patogenesis
Etiologinya sampai saat ini belum
diketahui (idiopatik)
Terdapat banyak pencetus yang
mungkin menjadi penyebab terjadinya
EAC, antara lain : infeksi bakteri, virus
jamur, penyakit autoimun, kehamilan
dan stress
3
Etiologi dan Patogenesis
EAC yang terjadi setelah didahului oleh
infeksi bakteri, virus maupun jamur,
diduga merupakan reaksi
hipersensitivitas terhadap agen infeksi.
Reaksi imunitas untuk masing-masing
agen infeksi berbeda bergantung pada
penyebabnya.
4
Etiologi dan Patogenesis
EAC pada kehamilan diduga
berhubungan dengan perubahan
hormonal yaitu peningkatan kadar
hormone estrogen dan progesterone
selama masa kehamilan
5
Manifestasi Klinis
Lesi Kutaneus
Lesi bermula dari adanya makula eritematus atau papul
urtikaria dan membesar ke bagian tepi membentuk
gambaran cincin, arkuata atau polikistik.
Lesi muncul secara lambat (2-3mm/hari), biasanya
diameter lesi tidak lebih dari 10cm
Biasanya lesi asimtomatik, banyak terdapat pada
daerah badan dan ekstrimitas atas tanpa disertai lesi
pada mukosa
Terdapat dua jenis, yaitu tipe superfisial dan tipe
profundus
6
Lesi Kutaneus tipe Superfisial
Memberikan gambaran skuama yang khas, dimana
bagian dalam cincin lebih jelas dan menonjol
dibandingkan bagian tepinya.
Menyebar secara bertahap membentuk cincin yang
lebih besar dengan bagian inti yang jernih dan
tepi lesi yang meluas beberapa millimeter tiap
harinya
Setelah beberapa waktu, lesi menghilang dan
sering digantikan dengan lesi baru. Pada beberapa
kasus, didapatkan angka kekambuhan penyakit ini
setahun sekali
7
8
Histopatologi
Terdapat gambaran perubahan epidermal
berupa parakeratosis dan spongiosis,
dengan infiltrate perivascular superfisial,
dapat juga terlihat edema papilla dermis
tanpa spongiosis
9
Histopatologi
10
Histopatologi
Gambaran histoPA pada EAC mirip
dengan ptiriasis rosea.
Pemeriksaan HistoPA sangat penting
untuk eksklusi diagnosis banding. Pada
Lupus Eritematosus didapatkan mucin
(+), Eritema Chronicum Migrans
(Infiltrat sel plasma +), pada erupsi
obat alergik mungkin didapatkan
eosinophil (+)
11
Lesi Kutaneus tipe Profundus
tidak ditemukan adanya skuama dan
bentukan cincin infiltrate.
Gambaran histoPa :
Lapisan epidermis normal dengan infiltrate
limfosit pada bagian superfisial dan bagian yang
lebih dalam mengelilingi pembuluh darah pada
lapisan dermis disebut sebagai coat sleeve
pattern
12
Lesi Kutaneus tipe Profundus
13
Diagnosis banding EAC
Terdapat beberapa penyakit dengan lesi
yang mirip dengan EAC, dijabarkan
pada tabel 43.1 sebagai diagnosis
banding
14
Diagnosis banding EAC
15
Prognosis
EAC cenderung menjadi penyakit
kronis, dan sering terjadi rekurensi
dalam beberapa bulan sampai tahunan.
Pada beberapa kasus dapat sembuh
spontan
16
Terapi
Terapi Simtomatik
Glukokortikoid sistemik biasanya menekan perkembangan
penyakit EAC, tetapi sering kambuh apabila pengobatan
dihentikan
Terapi sistemik seperti antipruritus dapat diberikan
Analog viatamin D topikal dapat dikombinasikan
dengan radiasi ultraviolet atau pengobatan lain
Terapi empiric antibiotic, antifungi atau antikandida
kadang juga bermanfaat
17
Granuloma Annulare
Granuloma annulare adalah penyakit jinak yang self-limiting, pertama
kali dipelajari oleh Colcott-fox pada 1895 dan Radcliffe-crocker pada
1902. granuloma diartikan sebagai nodul atau benjolan kecil,
annulare-> berbentuk seperti cincin
Memiliki penampakan utama cincin papula yang terlokalisasi;
subtipe general, subkutan, perforasi, dan patch juga dapat
muncul
Sebab penyakit ini belum diketahui, dan patogenesisnya belum
dapat dijelaskan dengan baik.
Pada sebagian besar kasus, penyakit ini hilang sendiri dalam 2
tahun.
Etiologi belum diketahui secara pasti
18
Epidemiologi
Granuloma Annulare dapat terjadi pada
semua kelompok usia, jarang pada bayi
Lesi tipe annular dan subkutan sering
pada anak-anak dan dewasa muda,
sedangkan tipe generalisata sering
terjadi pada dewasa.
19
Etiologi dan Patogenesis
Etiologi : belum diketahui penyebabnya
Terdapat beberapa factor yang menjadi
pemicu antara lain :
Trauma ringan non spesifik
GA terjadi pada 25% anak yang mengalami
trauma, lokasinya terbanyak pada daerah
ekstremitas bawah
GA juga diduga berhubungan dengan reaksi
terhadap gigitan serangga
20
Faktor Predisposisi
Infeksi dan
Pada bekas luka Herpes Zooster/chickenpox dapat terjadi GA setelah
beberapa waktu
GA generalisata dihubungkan dengan infeksi virus :EpsteinBarr,
imunisasi Hepatitis B kronik dan hepatitis C
Vaksinasi Tetanus, difteri dan hepatitis B diduga sebagai pemicu GA
Paparan sinar Predileksi GA :pada daerah yang terpapar sinar matahari
Pada pasien HIV, dapat terjadi GA yang photosensitive
matahari Terjadi GA generalisata pada pasien yang mendapat terapi
sinar PUVA (untuk terapi GA)
Granuloma Annulare like drug reaction dapat
Obat terjadi pada pasien yang mendapat terapi emas dan
terapi allopurinol,diklofenak,quinidine, calcitonin
intranasal, dan amlodipin
Penyakit diabetes
Pada pasien dengan diabetes mellitus (DM) dapat terjadi GA, GA
dihubungkan dengan DM tipe 1, tetapi dapat pula terjadi pada DM
tipe 2
mellitus dan tiroid GA juga terjadi pada beberapa pasien dengan tiroiditis, hipotiroid,
dan adenoma tiroid
GA dihubungkan dengan limfoma Hodgkin dan limfoma Non
Hodgkin,mycosis fungoides, lennert lymphoma, Bcell disease, T cell
Keganasan leukemia, angioblastic T cell lymphoma
Lesi pada limfoma kutaneus dan keganasan hematologi lain mirip
dengan GA secara klinis dan histopatologis
21
Mekanisme Patogenesis
Proses degenerasi primer dari
jaringan penghubung menginisiasi
inflamasi granulomatus,
Reaksi imun lymphocyte-mediated
yang menimbulkan hasil aktivasi
makrofag dan degradasi cytocine-
mediated dari jaringan penghubung
Vaskulitis kecil atau
microangiopathy lain mengarah
pada kerusakan jaringan
22
Manifestasi Klinis
Granuloma Annulare dapat terjadi pada
semua kelompok usia, jarang pada bayi
Lesi tipe annular dan subkutan sering
pada anak-anak dan dewasa muda,
sedangkan tipe generalisata sering
terjadi pada dewasa.
23
Lesi Kutaneus
Tipe lokalis
>> lesi annular atau arcuata Tipe generalis
berwarna sama seperti kulit, kemerahan 8-15%
atau keunguan. >> dewasa
diameter 1-5 cm Muka, kulit kepala, telapak tangan dan telapak
kaku
Tepi keras jika dipalpasi dan dapat kasus papula-papula menyatu membentuk plak
berupa papula yang bersambung atau annular kecil atau patch luas tidak berwarna
berdiri sendiri-sendiri dalam lingkaran dengan arcuate yang naik dan tepi seperti kulit
yang sempurna maupun sebagian. ular.
Regio punggung tangan dan kaki, warna seperti kulit, pink, keunguan, kehitaman
pergelangan kaki, ekstremitas bawah dan atau kuning.
pergelangan tangan
Tipe subkutan Tipe perforasi
Anak-anak << ditandai dengan eliminasi Tipe patch
transepidermal dari kolagen
nodul agak lunak hingga keras yang necrobiotic
macular yang tampak
asimptomatik kemerahan, merah
Papula kecil superficial yang
6 mm - 3,5 cm kecoklatan atau keunguan
berkembang satu pusaran atau
tungkai bawah bagian anterior dan crust dan discharge (cairan tanpa annular rim
pretibia pergelangan kaki, kaki kental) Wanita dewasa
bagian dorsal, pantat dan tangan Gatal, nyeri
24
25
Histopatologi
Granuloma limfohistiositik yang diikuti dengan degenerasi
jaringan penghubung dalam berbagai derajat dan deposisi
musin.
Infiltrat radang dapat berpola palisade maupun interstisial, atau
campuran keduanya.
Penampakan yang tipikal foci inflamasi single atau multiple
dengan central core dari kolagen yang telah berubah
(necrobiosis) yang dikelilingi oleh dinding histiosit yang
membentuk palisade
IF : deposisi fibrin, immunoglobulins (Ig) M, dan C3 sebagai
variasi penemuan sekitar dinding pembuluh darah atau pada
basement membrane zone
26
Histopatologi
27
Diagnosis Banding
28
Terapi
29
Prognosis dan Perjalanan Klinis
Localized GA biasanya dapat hilang sempurna
tanpa meninggalkan sekuele
GA dapat hilang dalam beberapa minggu,
atau bertahan dalam beberapa tahun
( biasanya menghilang setelah 2 tahun)
Generalized atau Perforating GA biasanya
menimbulkan bekas luka
30
PITIRIASIS ROSEA
Istilah PR Gilbert, 1980 merah muda (Rosea),
skuama ( pityriasis)
Erupsi kulit akut self-limited dimulai oleh single plak :
Herald patch
Lesi lainnya muncul beberapa hari minggu, banyak lesi
Christmas tree pattern
Kemungkinan sebuah viral exanthema reaktivasi dari
human herpes virus (HHV)-7, kadang HHV-6
31
Etiologi dan Patogenesis
Kemiripan dari bercak viral
eksantem
Kekambuhan jarang
Dianggap kesan : imunitas sepanjang
disebabkan hidup setelah 1 episode
Muncul pada variasi musim
suatu agen Berkelompok pd beberapa
infeksius komunitas
Flu-like symptom
32
Riwayat Perjalanan Penyakit
Gejala khas : terdapat satu lesi kulit yang
besar di badan (herald patch) lesi lebih
kecil dalam jumlah banyak beberapa hari -
minggu kemudian
Pruritus berat : 25%, sedikit sedang : 50%,
tidak ada : 25%
Flu-like symptomps, malaise, sakit kepala,
mual, kehilangan nafsu makan, demam
arthralgia
33
Lesi Kulit
HERALD PATCH/ Medallion / Mother Plaque
50-90% kasus.
Batas jelas, diameter 2-4cm, oval atau
bulat, berwarna seperti salmon,
eritematus atau hiperpigmen, skuama
tipis collarette di dalam tepi plak.
34
35
Plak teriritasi eczematous papulovesicular appearance.
Plak primer terletak pada badan di area tertutup pakaian
Jarak antara munculnya plak primer dan erupsi sekunder : 2 hari - 2
bulan,
Lesi primer dan sekunder dapat muncul pada waktu yang
bersamaan.
Erupsi sekunder muncul pada tubuh pada interval beberapa hari dan
mencapai maksimal kurang lebih 10 hari.
Erupsi simetris utamanya terletak pada badan dan berdekatan pada
area leher dan ekstremitas proksimal.
36
Lesi Sekunder
(1) plak kecil menyerupai miniature plak
primer, lurus celah garis sumbu panjang dan
terdistribusi pada pola Christmas tree
(2) kecil, merah, papul tidak berskuama,
secara bertahap jumlahnya bertambah dan
menyebar di perifer.
Dua tipe lesi bisa dapat bersamaan.
37
Lesi Sekunder
38
Distribusi Lesi
39
Histopatologi
Gambaran histopatologis yang khas :
termasuk fokal parakeratosis, berkurangnya
atau tidak adanya lapisan sel granular,
akantosis ringan, spongiosis ringan, edema
papilla dermis, perivaskular dan superfisial
dermal infiltrate intersistial dari limfosit dan
histiosit, dan fokal ekstravasasi eritrosit
40
Histopatologi
41
Diagnosis banding
Sifilis sekunder
Tinea Korporis
Dermatitis numularis
Psoriasis Gutata
Pityriasis Likenoides Kronika
Erupsi Obat menyerupai Pityriasis rosea
42
Prognosis dan Perjalanan Klinis
Sembuh sempurna secara spontan.
Durasi 4-10 minggu
Postinflamasi hipopigmentasi atau
hiperpigmentasi bisa terjadi, terutama pada
individu dengan warna kulit lebih gelap
Fototerapi sinar ultraviolet memperburuk
PIH
43
Terapi
Self-limited.
Kasus tanpa komplikasi pengobatan tidak
diperlukan
Edukasi
Topikal kortikosteroid potensi sedang
simptomatis pruritus
Terapi antivirus seperti Acyclovir dapat
diberikan pada minggu pertama dari onset PR
44
THANK YOU
45