SIFAT SIFAT FLUIDA
Muhammad Alie Muzakki, S. Pd., [Link].
1. Kerapatan/rapat massa/densitas
Densitas suatu zat adalah berat suatu
cairan tiap satuan volume.
= m/V
Tetapan yang perlu diperhatikan:
Kerapatan air pada tekanan 760
mmHg pada suhu 40C adalah 1000
Kg/m3
Kerapatan udara pada tekanan 760
mmHg pada suhu 150C adalah 1,225
Kg/m3
1. Kerapatan/rapat massa/densitas
Temperatur dan tekanan pengaruhnya
kecil terhadap kerapatan zat cair, namun
sangat berarti terhadap kerapatan gas.
Kerapatan suatu gas dapat dihitung
pada persamaan gas ideal,
=P/R.T
Dimana R untuk udara adalah 287
m2/dt2.K (N.m/Kg.K)
1. Kerapatan/rapat massa/densitas
Contoh:
Hitung kerapatan udara pada tekanan
13,79 x 104 N/m2 dan temperatur 480 C
Jawab:
2. Volume jenis, berat jenis dan
gravitasi jenis
Volume jenis(v)
V adalah kebalikan kerapatan , jadi
v= 1/
Berat jenis ()
Hasil kali antara kerapatan dengan percepatan gravitasi. = . g
Gravitasi jenis (spesifik gravitasi) SG
SG zat = zat / air
SG zat cair = zat cair / air
SG zat cair = zat cair / air
SG gas = gas / udara
zat patokannya adalah air pada tekanan 1 atm, atau 1,013 x 10 5 Pa
dan temperatur 40 C. Dan untuk gas, zat patokannya adalah udara
standar, yaitu udara bebas yang mengandung CO 2 atau hidrogen
pada 150 C dan tekanan 1 atm.
3. Kompressibilitas atau
Elastisitas.
Kompressibilitas
Kompressibilitas rata-rata , didefinisikan sebagai
perubahan volume mula-mula per satuan
perubahan tekanan
= - ( v / v ) / p
Elastisitas
Kebalikan dari kompressibilitas disebut Elastisitas
atau Modulus Bulk Elastisitas ( Bulk Modulus of
Elastisity ), K
K = 1/
= - p / ( v / v )
Contoh:
Suatu cairan yang dimanfaatkan dalam
sebuah silinder mempunyai volume 1
liter ( 1 liter = 1000cm3 ) pada1 MN/m2
dan mempunyai volume 0,995 liter pada
2 MN/m2. Berapakah Modulus Bulknya ?
jawab :
K = - p / ( v / v )
4. Tegangan permukaan dan kapilaritas
Tegangan permukaan
Terbentuknya selaput pada lapisan antar muka
berdasarkan energi permukaan atau kerja per
satuan luas yang diperlukan untuk membawa
molekul-molekul ke permukaan. Energi per
satuan luas permukaan ini disebut koefisien
tegangan permukaan dan diberi notasi
air = 0,073 N/m
air raksa = 0,51 N/m
4. Tegangan permukaan dan kapilaritas
Kapilaritas
Naik atau turunnya cairan dalam suatu tabung
kapiler ( atau dalam suatu keadaan serupa,
seperti misalnya dalam zat yang berpori )
disebabkan oleh tegangan permukaan dan
tergantung pada besarnya kohesi relatif cairan
dan adhesi cairan ke dinding wadah tempatnya
4. Tegangan permukaan dan kapilaritas
Kapilaritas
Tinggi kenaikkan/penurunan zat cair
dalam pipa kapiler dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan :
h = 2 Cos / gr
Contoh:
Sampai ketinggian h berapa air pada
temperatur 200 C akan naik dalam
sebuah pipa kaca bersih berdiameter 2,5
mm?
5. Tekanan Uap
Kalau suatu zat cair dan uapnya berada
bersama dalam kesetimbangan, uap
disitu disebut uap jenuh. tekanan yang
diberikan oleh uap jenuh ini disebut
tekanan uap.
6. Viskositas
ukuran ketahanan dari suatu fluida
terhadap deformasi ( perubahan
bentuk ) atau ukuran daya tahan fluida
terhadap gaya geser.
Viskositas gas meningkat dengan
naiknya suhu, tetapi viskositas cairan
berkurang dengan naiknya suhu
6. Viskositas
Viskositas yang terlalu tinggi
menyebabkan :
sukar mengalir operasi lambat
mempertinggi konsumsi daya karena
kehilangan tekanan(rugi-rugi) akibat
gesekan
mempertinggi pressure drop pada
katup dan saluran
temperatur lebih tinggi akibat gesekan
6. Viskositas
Koefisien viskositas fluida , didefinisikan sebagai
perbandingan antara tegangan luncur (F/A)
dengan kecepatan perubahan regangan luncur
( v /l).
6. Viskositas
Secara matematis, persamaannya
ditulis sebagai berikut.
= (F/A) / (v/l)
F = A(v/l)