DIESEL & GAS ENGINE
GENERATOR SET
PRINSIP KERJA
Diesel & gas engine generator merupakan salah satu jenis
internal combustion engine dimana proses konversi energi
yang terjadi adalah dari energi kimia energi mekanik
energi listrik
Proses pembakaran di engine terjadi dengan melakukan
kompresi udara dan ruang bakar hingga mencapai titik nyala
sehingga pada saat bahan bakar di injeksikan langsung
menyala
FUNGSI &
KEGUNAAN:
Engine generator di field Sangatta merupakan pembangkit
listrik yang mensupplay kebutuhan listrik di kompleks
perkantoran dan fasilitas produksi di lapangan produksi:
PTL di MGS Diesel PTL di GS 6 gas engine
engine
Power Plant Diesel PTL di GS2 Diesel
engine engine
PRINSIP KERJA DIESEL
ENGINE
Diesel engine Gas engine
1. intake
Piston bergerak ke bawah membuat
silinder vakum sehingga menghisap
udara ke dalam silinder..
2. compression
Udara didalam silinder akan ditekan
oleh piston yang bergerak ke atas.
Akibatnya udara menjadi panas
dengan temperaturnya mencapai
900 C
3. Power
Injector nozzle menyemprotkan bahan bakar ke
dalam ruang bakar sehingga panas silinder
meningkat dan tekanannya meningkat. Energi yang
dihasilkan kemudian diteruskan ke piston yang
selanjutnya terdorong ke bawah dan energi
pembakaran dirubah menjadi tenaga mekanik
4. Exhaust
Piston kemudian bergerak keatas
mendorong sisa gas buang melalui
katup buang diikuti intake udara segar
masuk dan ikut mendorong sisa gas
bekas keluar dan proses kerja
selanjutnya akan mulai.
Pengambilan data di GS-6
Tstack = 360oC
T benchmark = 456oC
T air cooling out = 46.3oC
T benchmark = 40 - 45oC
vair = 1803 m3/min
Dimensi radiator di engine GS 6
(2.28 m x 2.15 m)
Perhitungan Performa
Engine
Data pengukuran
BAHAN BAKAR
Gas fuel
Reaksi
pembakaran
Mass balance
Heat loss
Power generation
Actual calculation
Exhaust gas
24.5%
R, C & M
6.4%
Energy input
Power generation
41.4%
Cooling system
20.7%
Engine Performa di Power Plant Diesel Engine
Cat 3512
Tstack = 409oC
T benchmark = 500.6oC
T air cooling out = 62oC
T benchmark = 40 - 45oC
Engine Performa di GS 2 Diesel Engine cummin
Tstack = 460oC
T air cooling out = 52.3oC
T benchmark = 40 - 45oC
SISTEM
Pendingin Mesin: PENDINGINAN
Memelihara temperatur silinder, piston
dan tutup selinder sehingga kerusakan yang lebih cepat
dapat dihindari
Pendingin Oli Pelumas: Mengontrol temperatur pelumas
sehingga viskositas oli pelumas berada pada batasan
yang ditentukan untuk menghasilkan pelumasan yang
efektif disamping itu pelumas juga berfungsi untuk
mendinginkan piston
Pendingin Udara Masuk: Menaikan densitas udara yang
masuk silinder sehingga massa udara yang masuk
meningkat dan selanjutnya tenaga output mesin diesel
naik karena dapat membakar lebih banyak bahan bakar
SISTEM
PELUMASAN
TUJUAN PELUMASAN
Melapisi dengan cairan viscous antara dua permukaan yang
saling bergeser agar geseran berkurang dan keausan dapat
dicegah
Membantu pendinginan mesin karena sebagai media pembawa
panas dari piston, silinder liner, bearing dan bagian-bagian
lain keluar mesin
Sebagai Scaling Componen pada ring piston dan valve
Secara kontinyu mencuci bagian-bagian mesin dari
kontaminasi
Mencegah komponen mesin dari korosi yang disebabkan oleh
sisa pembakaran
Sebagai bantalan pada permukaan yang terkena stress tinggi
mendadak
PERAWATAN MESIN
METODE PERAWATAN MESIN:
1. Preventif Maintenance
Preventif maintenance yaitu melakukan perawatan secara
berkala tanpa menunggu mesin atau peralatan yang lain
rusak terlebih dahulu, meliputi:
Menjaga kebersihan mesin dan peralatan instalasi tenaga
listrik serta peralatan lain
Mengganti minyak pelumas bagi mesin yang memerlukan
penggantian secara berkala
Memberikan minyak pelumas pada permukaan yang
bergesekan, contoh: roda gigi, roll dsb
Memeriksa tangki-tangki dan saluran gas yang bertekanan
untuk mencegah terjadinya kebocoran dan dapat
menimbulkan kebakaran dan kerugian
Lanjutan .
Melakukan pemeriksaan laboratorium untuk pelumas
meisn
Melakukan analisa pada sampel gas buang
Melakukan pemeriksaan pada termometer yang
terpasang
Melakukan pemeriksaan vibrasi dan nois
Melakukan pemeriksaan/kalibrasi pada meter meter
listrik
2. Repair Maintenance
Repair maintenance dilakukan dengan jalan memperbaiki
mesin-mesin dan peralatan instalasi tenaga listrik serta
peralatan lain yang rusak, meliputi:
Mengganti suku cadang yang rusak dengan persediaan yang
ada. Apabila belum tersedia perlu dilakukan pembelian suku
cadang tersebut
Menggantikan sementara fungsi mesin atau peralatan yang
rusak dengan mesin atau peralatan cadangansehingga mesin
atau peralatan yang rusak dapat diperbaiki
Mengganti pelumas tepat waktu
Mengganti meter yang tidak akurat
JADWAL PERAWATAN
MESIN:
0 T MO TO MO
O
6000 6000 6000 6000
jam jam jam jam
TEKNIK KONSERVASI ENERGI ENGINE GENERATOR
ASPEK PEMILIHAN KAPASITAS MESIN, yaitu mesin diesel yang dipilih
berkapasitas sesuai dengan kebutuhan beban operasi
ASPEK BAHAN BAKAR, yaitu: mesin dioperasikan dengan bahan
bakar berspesifikasi yang tepat dan air-fuel ratio yang optimum
ASPEK PENDINGINAN, yaitu mengurangi panas berlebih
di mesin akibat panas pembakaran agar mesin tidak
cepat rusak
ASPEK PELUMASAN, yaitu untuk mengurangi
keausan mesin maka perlu digunakan pelumas
yang baik dan penggantian sesuai jadwal
Lanjutan .
ASPEK PERAWATAN MESIN. Mesin dirawat sesuai jadwal
yang telah ditentukan / standar fabrikasi
ASPEK INSTRUMEN KONTROL. Meter-meter terawat baik dan
dicatat secara rutin penunjukannya serta di evaluasi antara
lain intensitas penggunaan bahan bakar (l/kWh)
ASPEK PELAKSANA. Diperlukan pelaksana
lapangan yang tanggap terhadap program
konservasi energi