0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
237 tayangan15 halaman

Metode dan Teknik Sampling Penelitian

Metode sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian melalui beberapa teknik seperti probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling memberi kesempatan yang sama untuk setiap unsur populasi untuk terpilih sebagai sampel, sedangkan non-probability sampling tidak memberi kesempatan yang sama. Beberapa metode probability sampling meliputi simple random sampling, stratified random sampling, sedangkan metode non-probability sampling meliputi purposive sampling, quota sampling, snowball sampling.

Diunggah oleh

cia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
237 tayangan15 halaman

Metode dan Teknik Sampling Penelitian

Metode sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian melalui beberapa teknik seperti probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling memberi kesempatan yang sama untuk setiap unsur populasi untuk terpilih sebagai sampel, sedangkan non-probability sampling tidak memberi kesempatan yang sama. Beberapa metode probability sampling meliputi simple random sampling, stratified random sampling, sedangkan metode non-probability sampling meliputi purposive sampling, quota sampling, snowball sampling.

Diunggah oleh

cia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODE SAMPLING

Oleh
Liani Kairupan 14021101163
Gracia Sompie - 14021101166
Pengertian
Metode sampling atau teknik sampling
merupakan teknik pengambilan sampel
atau data yang digunakan dalam penelitian
yang melalui beberapa teknik.
Cara sampling cocok dilakukan bila sesuai
dengan hal-hal berikut:
1)Kehomogenan populasi terlihat
2) Kondisi populasinya tidak mempunyai

batas
3)Untuk menghemat waktu dan biaya
4)Berisiko merugikan subjek penelitian
Alasan alasan/ pertimbangan-pertimbangan memilih metode
sampling

Untuk menentukan metode sampling manakah yang akan dilakukan,


perlu kita pertimbangan hal-hal berikut:
Tujuan penelitian. Bila kita ingin mencapai generalisasi yang berlaku

bagi keseluruhan populasi, maka perlu kita pakai sampling acakan atau
random. Kalau kita bertujuan untuk memperoleh kesan-kesan umum
dalam waktu singkat dapat kita gunakan non-probality sampling.
Pengetahuan tentang pupulasi. Bila kita tidak mempunyai pengetahuan

yang cukup tentang populasi , sampling acakan tidak dapat kita


laksanakan dengan baik.
Kesediaan. Untuk menjadi populasi sebagai sampel. Sering timbul

kesulitan untuk mendapatkan kesediaan orang untuk dijadikan sampel.


Jumlah biaya yang tersedia untuk penelitian

Besar populasi. Bila populasi sangat besar, sampling daerah yang paling

serasi. Bila populasi kecil, ada kemungkinan bagi sampling jenuh atau
padat
Fasilitas yang tersedia seperti komputer dan kalkulator
Tahapan sampling adalah:
1. Mendefinisikan populasi hendak diamati
2. Menentukan kerangka sampel, yakni
kumpulan semua item atau peristiwa yang
mungkin
3. Menentukan metode sampling yang tepat
4. Melakukan pengambilan sampel
(pengumpulan data)
5. Melakukan pengecekan ulang proses
sampling
Siimple
Siimple random
random sampling
sampling

Dispropotionate
Dispropotionate stratified
stratified random
random
sampling
sampling
Probability
Probability
sampling
sampling
Proportionate
Proportionate stratified
stratified random
random
sampling
sampling

Area
Area sampling
sampling

Metode
Metode
sampling Sampling
Sampling sistematis
sistematis
sampling

Sampling
Sampling kuota
kuota

Sampling
Sampling aksidental
aksidental
non
non probability
probability
sampling
sampling
Purposive
Purposive sampling
sampling

Sampling
Sampling jenuh
jenuh

Sampling
Sampling snowball
snowball
PROBABILITY SAMPLING
Setiap unsur yang ada dalam populasi diberi kesempatan atau
peluang yang sama untuk bisa diambil sebagai sampel
1. System random sampling
Adalah sampling yang dipilih secara acak dan bisa dibilang bersifat umum atau random.
Contoh:

Pembiayaan pembangunan sekolah di Sulawesi utara, sampelnya adalah seluruh sekolah


yang ada di Sulawesi utara terhadap seluruh SD, SMP dan SMA itu dilakukan pemilihan
secara random tanpa pengelompokkan terlebih dahulu. Dengan demikian peluang SD, SMP
dan SMA untuk terpilih sebagai sampel sama

2. Dispropotionate Stratified Random Sampling


Adalah Suatu teknik yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel, jika populasi
berstrata tetapi kurang proporsional.
misalnya; Jumlah karyawan suatu perusahaan berjumlah 1000 orang yang berstrata
berdasarkan tingkat pendidikan SMP,SMA,DIII,S1,dan S2. namun jumlahnya sangat tidak
seimbang yaitu
SMP = 100 org
SMA = 700 org
DIII = 180 org
S1 = 10 org
S2 = 10 org
jumlah karyawan yang berpendidikan S1 dan S2 ini sangat tidak seimbang (terlalu kecil
dibandingkan dengan strata yang lain) sehingga 2 kelompok ini seluruhnya ditetapkan
sebagai sampel.
3. Proportionate stratified random sampling
Adalah salah satu teknik cara mengambil sampel dengan memperhatikan
strata atau tingkatan didalam populasi.
Contoh : Ada suatu perusahaan yang ingin mengetahui sikap manajer
terhadap suatu kebijakan. Dia menduga bahwa manajer tingkat atas memiliki
sikap yang positif terhadap suatu kebajikkan perusahaan. Agar dapat menguji
dugaan tersebut maka sampelnya harus terdiri dari manajer tingkat
atas,menengah,dan bawah. Kemudian dari masing-masing. Popullasi
(strata)di pilih dengan teknik simple random sampling.
4. Area sampling (sampel wilayah)
Teknik sampling daerah dipakai untuk menentukan sampel jika objek
yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, seperti misalnya
penduduk dari suatu negara, provinsi atau dari suatu kabupaten.
Contoh : kita ingin mengetahui tingkat efektivitas proses belajar
mengajar di tingkat SMA. Popuolasi penelitian adalah siswi SMA seluruh
indonesia. Karena jumlahnya sangat banyak dan terbagi dalam berbagai
provinsi, maka penentuan sampelnya dilakukan dalam tahapan sebagai
berikut :
1. Menentukan sample daerah. Misalnya ditentukan secara acak 10
provinsi yang akan dijadikan daerah sampel.
2. Mengambil sampel SMA di tingkat provinsi secara acak yang
selanjutnya di sebut sampel provinsi. Karena provinsi terdiri dari
kabupaten/kota, maka diambil secara acak SMA tingkat kabupaten
yang akan di tetapkan sebagai sampel (disebut kabupaten sampel),
dan seterusnya, sampai tingkat kelurahan / desa yang akan dijadikan
sampel. Setelah di gabungkan, maka keseluruhan SMA yang dijadikan
sampel ini diharapkan akan menggambarkan keseluruhan populasi
secara keseluruhan.
NON PROBABILITY SAMPLING
Setiap unsur yang ada dalam populasi tidak diberi kesempatan atau
peluang yang sama untuk bisa diambil sebagai sampel.
1. Sampling sistematis
Sampling sistematis atau definisi sampling sistemtis adalah teknik
pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah
diberi nomor urut.
Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Dari semua anggota
diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. Pengambilan
sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan
dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan dari bilangan lima. Untuk itu, yang
diambil sebagai sampel adalah 5, 10, 15, 20 dan seterusnya sampai 100.

2. Sampling Kuota
Sampling kouta atau definisi sampling kouta adalah teknik untuk
menentukan sample dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai
jumlah kouta yang di inginkan.
Misalnya peneliti akan melakukan penelitian mengenai penderita malaria ,
jumlah sampel yang ditentukan 500 orang , jika pengumpulan data belum
memenuhi kuota 500 orang orang tersebut maka penelitian dipandang belum
selesai.
3. Sampling Aksidental
adalah teknik penentuan sample berdasarkan kebetulan, yaitu
siapa saja yang secara kebetulan/incidental bertemu dengan peneliti
dapat digunakan sebagai sampel, cocok sebagai sumber data.
Misalnya penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu
dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa
sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari
setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang
diharapkan terpenuhi.

4. Purposive sampling
Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu
Misalnya, akan melakukan penelitian tentang disiplin pegawai maka
sampel yang dipilih adalah orang yang memenuhi kriteria-kriteria
kedisiplinan pegawai.
5. Sampling jenuh
Pengertian sampling jenuh adalah teknik penetuan sampel bila semua
anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini dilakukan bila jumlah
populasi relatif kecil,kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin
membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain
sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan
sampel.
Contohnya: akan dilakukan penelitian tentang kinerja guru di suatu sekolah.
Karena jumlah guru hanya 26, maka seluruh guru dijadikan sampel
penelitian.

6. Snowball sampling
Snow sampling adalah teknik penentuan jumlah sampel yang semula
kecil kemudian terus membesar .
Contohnya: akan dilakukan penelitian tentang penyakit DBD di sebuah desa.
Sampel mula-mula adalah 5 orang pasien, kemudian terus berkembang pada
masyarakat lainnya.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai