BAR SCREEN
NIEKE KARNANINGROEM
Kriteria Desain
Kecepatan melalui bar screen
0.6 m/dtk
Jenis-jenis screen
a. Coarse, dengan bukaan 5-15
mm
b. Medium, dengan bukaan 2-5
mm
c. Fine, dengan bukaan 10 mm
Perbandingan kedalaman dan
lebar = 1 : 2
Bentuk
bentuk-bentuk bar screen,
Batang paralel (bar rack)
Tongkat
Kawat
Kawat mesh
Perforated plate
Kisi
Bar Screen
a) Batang Paralel, (b) Pervorated
Plate
Bar Screen
a) Batang Paralel, (b) Pervorated Plate
Pembersihan
Pembersihan dapat dilakukan secara
mekanik dan manual.
Pembersihan secara mekanik akan
mengurangi biaya tenaga kerja, kondisi
aliran cenderung baik/stabil, mudah
pembersihan untuk berkala (Eddy &
MetCalf, 1993).
Perbedaan secara operasional antara
pembersihan manual dengan mekanik
dapat dilihat pada Tabel 3.3 berikut :
Tabel .Perbandingan Operasional Pembersihan
Manual dan Pembersihan Mekanik
PEMBERSIHAN MANUAL
Pembersihan dilakukan, digunakan bar screen yang
panjangnya tidak boleh melebihi jarak tangan yang
nyaman untuk menggaruknya, kira-kira 10 feet atau
3 m.
Tebal batang biasanya tidak kurang dari 3/8 inch (10
mm), dengan kedalaman 2 inch (5 mm).
Plat yang berperforasi sebaiknya disediakan di atas
rak. Saluran raknya harus dirancang untuk mencegah
akumulasi lumpur dan bahan berat di dalam saluran
bak.
Salurannya harus memiliki slope ke arah bawah,
dengan rata-rata kecepatan 1,5 ft/sec atau 0,45
m/dtk.
PEMBERSIHAN MEKANIK
Pembersihan dengan cara mekanis memiliki empat
tipe utama, yaitu; chain-operated, reciprocating
rake, catenary, serta cable
Pembersihan tipe bar rack chain-operated secara
mekanik dapat dibagi berdasarkan
1. kategori dimana rack dibersihkan dengan
kemiringan dari depan (upstream) atau dari
belakang (downstream).
2. Secara umum pembersihan rack jenis ini adalah
metode terbaru yang lebih efesien dalam
mengolah
lumpur.
Gambar Chain-Operated Bar Screen
Bar-rack penggaruk jenis
reciprocating
(a) (b)
Gambar (a) Cable Driven Bar Screen (b)
Catenary Bar Screen
KRITERIA DESAIN PEMBERSIHAN :
SALURAN :
Kecepatan = 0,3 0,9 m/dtk
Sudut kemiringan = 0,0003 m/m
FAKTOR PEMBERSIHAN :
Tabel . Kriteria Desain Faktor
Pembersihan pada Bar Rack
KRITERIA DESAIN
PEMBERSIHAN :
FAKTOR BENTUK BAR :
Tabel Faktor Bentuk Batang
CONTOH PERHITUNGAN BAR
SCREEN
DATA :
1. Qrata-rata = 212 L/dtk = 0,212 m3/dtk
2. Berdasarkan grafik peak faktor vs Qrata-rata air
limbah diperoleh faktor peak = 2,6.
Maka, Q peak = 2,6 x 0,212 m3/dtk = 0,5512 m3/dtk
3. Luas area = 3.054 ha
Berdasarkan grafik Peak Infiltration Allowances for
Sanitary Sewers diperoleh faktor
infiltration = 4 m3/ha-hari
Maka, Q infiltrasi = (3.054 ha x 4 m3/ha-hari) /
86400 = 0,1414 m3/dtk
4. Jadi, Qpeak total = 0,5512 m3/dtk + 0,1414 m3/dtk
= 0,6926 m3/dtk
scree
n
Gambar .
Sketsa Profil hidrolis pada bar
screen dan saluran pembawa
PERHITUNGAN :
1. Saluran penerima terbuat dari beton dengan bentuk
saluran adalah segi empat (persegipanjang).
n = 0,015
Kecepatan saluran direncanakan = 0,6 m/dtk
maka, A = Qpeak total / V rencana
= 0,6926 m3/dtk / 0,6 m/dtk = 1,15 m2
2. Dimensi penampang ekonomis :
b = 2h, maka : A = b . h
1,15 = 2.h2
Sehingga : h = 0,8 m (tinggi) dan b = 1,6 m (lebar)
PERHITUNGAN :
1. Saluran penerima terbuat dari beton dengan
bentuk saluran adalah segi empat (persegi
panjang).
n = 0,015, Kecepatan saluran direncanakan = 0,6
m/dtk
maka, A = Qpeak total / V rencana
= 0,6926 m3/dtk / 0,6 m/dtk = 1,15 m2
Dimensi penampang ekonomis : b = 2h
maka :
A = b . H 1,15 = 2.h2
h = 0,8 m (tinggi) dan b = 1,6 m (lebar)
Kecepatan
Kecepatan dalam saluran : 0,3
0,9 m/dtk
Kemiringan (S) = 0,0003 m/m
Karena saluran terbuka, maka
digunakan rumus manning :
PERHITUNGAN BAR :
Menggunakan rack bar dengan
pembersihan mekanis :
Lebar bar (w) = 10 mm
Lebar bukaan antar bar (b) = 25
mm
Kedalaman saluran (h) = 0,8 m
Kemiringan batang = 75o
Kecepatan saluran = 0,6 m / dtk
PERHITUNGAN :
Jumlah batang ( n ) :
Jumlah jarak antar batang ( N ) :
N= (145 + 1) = 146 buah
Jarak antar tengah batang ( 1
screen ) :
1 screen = 2,5 + (0,5x1) x 2 =
3,5 cm
LEBAR PADA SAAT BERSIH (NON-
CLOGGING) :
Lebar bersih = 1600 (145 x 10)
= 150 mm 15 cm
Luas bukaan screen :
A bukaan bersih = (0,6926
m3/dtk) / (0,6 m/dtk) = 1,15 m2
Lebar bukaan total :
Kecepatan melalui screen ( V
screen ) :
Panjang kisi-kisi terendam (Hs) :
Hs = H / sin
Hs = 0,8 m / sin 75o
Hs = 0,83 m
Kecepatan aliran melalui kisi-kisi :
Kecepatan aliran melalui kisi-kisi :
v Dalam keadaan tidak
tersumbat (non-clogging) :
Dalam keadaan tersumbat (clogging : 50 %
tersumbat) :
Wc = 50 % . Wc = 0,5 x 1,6 m = 0,8 m
V = 2 x V = 2 x 0,52 m/dtk = 1,04 m/dtk
Headloss melalui screen ( Hf screen ) :
v Dalam keadaan tidak tersumbat (non-clogging) :
b = 25 mm = 0,025 m
w = 10 mm = 0,01 m
Dalam keadaan tersumbat
(clogging) :
Perhitungan kedalaman saluran
dan kecepatan saluran
Digunakan persamaan energi :
HL diperoleh dengan persamaan
berikut :
Perhitungan kedalaman section 2
:
dengan trial & error diperoleh :
d2 = 0,78 m
Perhitungan head loss pada saat
clogging 50 %
Persamaan energi :
Maka, persamaan energinya :
dengan trial & error didapatkan :
d1 = 1,2 m
Jadi, pada saat clogging 50 % :
Perhitungan kedalaman di
section 3
Kedalaman kritis :
Elevasi dasar saluran pada
terjunan :
Sehingga,
Gambar.
Profil Hidrolis Lengkap
TERIMA KASIH