Case Report Session
Focus Case :
Pulpektomi
Operator :
Adlina Fildzah Maharani
Preceptor :
Drg. Prima Agusmawanti, [Link]
Pendahuluan
Pulpektomi adalah Pengambilan seluruh jaringan
pulpa dari kamar pulpa dan saluran akar.
Pada gigi molar sulung pengambilan seluruh
jaringan secara mekanis tidak memungkinkan
sehubungan bentuk morfologi saluran akar yang
kompleks.
Pulpektomi dapat dilakukan dengan 3 cara :
1) Pulpektomi vital.
2) Pulpektomi devital.
3) Pulpektomi non vital.
Identitas Pasien
Nama : An. N
[Link] : 14xxx
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 6 tahun
Alamat : Tlogosari,
Semarang
Problem
Keluhan utama
Pasien datang dengan keluhan gigi bawah belakang
kiri belubang , pernah sakit dan bengkak.
Anamnesa
Ibu pasien datang mengantar anaknya dengan
mengeluhkan gigi anaknya bawah belakang kiri
berlubang sudah sejak sekitar 6 bulan yang lalu.
Dahulu gigi tersebut pernah dirasakan sakit dan
sudah pernah bengkak, tetapi saat ini pasien sudah
tidak merasakan sakit kembali. Pasien belum
pernah meminum obat atau merawat gigi tersebut
ke dokter gigi. Ibu pasien ingin agar gigi anaknya
diperiksa dan dirawat.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Baik
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Temperatur : tdl
Nadi : 80x/menit
Respiration Rate : 16x/menit
Tinggi Badan : 100cm
Berat Badan : 25kg
Pemeriksaan Obyektif
Penyakit Sistemik
dtak
Pemeriksaan Ekstra Oral
dtak
Pemeriksaan Intra Oral
74 : Karies profunda klas II
84 : Karies Profunda klas II
11,12,21,22 : Karies superficial klas IV
KUNJUNGAN I
(16 OKTOBER 2016)
Pemeriksaan Subyektif :
Pasien mengeluhkan gigi bawah kiri berlubang sejak
lama, pasien menceritakan dahulu pernah sakit dan
bengkak. Sekarang sudah tidak dirasa sakit kembali.
Pasien ingin giginya dirawat
Pemeriksaan Obyektif :
Gigi 74 Terdapat kavita pada bagian disto oklusal
Sondasi (-)
Perkusi (-)
Palpasi (-)
Drug (-)
CE (-)
Assesment :
Dx: Karies profunda terbuka disertai nekrosis pulpa
Gambaran Klinis
Gambaran Radiografi
KUNJUNGAN II
(18 OKTOBER 2016)
Pemeriksaan Subyektif :
Pasien mengeluhkan gigi bawah kiri berlubang sejak lama, pasien
menceritakan dahulu pernah sakit dan bengkak. Sekarang sudah
tidak dirasa sakit kembali. Pasien ingin giginya dirawat
Pemeriksaan Obyektif :
Gigi 74 Terdapat kavita pada bagian disto oklusal
Sondasi (-)
Perkusi (-)
Palpasi (-)
Drug (-)
CE (-)
Assesment :
Dx: Karies profunda terbuka disertai nekrosis pulpa
Planning :
open akses
TAHAPAN
Pembukaan atap pulpa dan pembersihan
jaringan karies menggunakan bur dan
eksavator.
1. Mencari oriface pada gigi tersebut
2. Mengeringkan kavitas menggunakan cotton
pellet
3. Pemberian medikamen berupa Chkm
4. Tutup dengan cavit
KUNJUNGAN III
(23 OKTOBER 2016)
Pemeriksaan Subyektif :
Pasien datang ingin melakukan lanjutan perawatan pada gigi
belakang bawah kiri. Seminggu setelah dilakukan pembersihan gigi,
pemberian kapas dan obat pasien tidak merasakan sakit dan tidak
ada keluhan
Pemeriksaan Obyektif :
Gigi 74 Terdapat tumpatan sementara pada bagian disto oklusal
Sondasi (-)
Perkusi (-)
Palpasi (-)
Drug (-)
CE (-)
Assesment :
Dx: Karies profunda terbuka disertai nekrosis pulpa
Planning :
ekstirpasi, eksplorasi dan perhitungan panjang kerja
TAHAPAN
1)Melakukan ekstirpasi dan eksplorasi
pada saluran akar
2)Melakukan perhitungan panjang kerja
dengan memasukan file paling kecil
sesuai dengan panjang rata-rata gigi
3) Foto rontgen
4)Beri medikamen berupa chkm
5) Tumpat Sementara dengan cavit
FOTO RONTGEN
Perhitungan
Mesial : PGS = 8mm x 13mm
8mm 13mm
PK = 13mm - 2mm = 11 mm
Distal : PGS = 8 mm x 10 mm
8 mm 10 mm
PK = 10 mm- 2mm = 8 mm
KUNJUNGAN IV
(24 OKTOBER 2016)
Pemeriksaan Subyektif :
Pasien datang ingin dilanjutkan perawatan pada gigi belakang
kiri, tidak ada keluhan.
Pemeriksaan Obyektif :
Gigi 74 Terdapat tumpatan sementarapada bagian disto oklusal
Sondasi (-)
Perkusi (-)
Palpasi (-)
Drug (-)
CE (-)
Assesment :
Dx: Karies profunda terbuka disertai nekrosis pulpa
Planning :
Preparasi 2 Saluran Akar dan Sterilisasi 1
Penatalaksanaan
1. Melakukan preparasi saluran akar
dari #10 sampai #55
2. Sterilisasi I menggunakan Chkm
3. Tutup dengan cavit
Rontgen Preparasi
KUNJUNGAN V
(1 NOVEMBER 2016)
Pemerikaan Subjektif
Pasien datang ingin melanjutkan perawatan pada
gigi sebelah bawah kiri. Setelah pemberian kapas
dan obat sterilisasi 1 kemarin. Pasien tidak
merasakan sakit dan tidak ada keluhan.
Pemerikaan Objektif
s (-), per (-), pal (-), ce(-)
Tumpatan sementara dan kapas masih ada
Diagnosa
Karies profunda terbuka kavitas kelas II dengan nekrosis pulpa
Pasca sterilisasi 1 selama 7 hari dilanjutkan
sterilisasi II dengan rockles
KUNJUNGAN VI
(6 NOVEMBER 2016)
Pemeriksaan Subjektif
Pasien datang ingin melanjutkan perawatan pada
gigi sebelah bawah kiri. Setelah pemberian kapas
dan obat sterilisasi 2 kemarin. Pasien tidak
merasakan sakit dan tidak ada keluhan.
Pemeriksaan objektif
s (-), per (-), pal (-), ce(-)
Tumpatan sementara dan kapas masih ada
Diagnosa
Karies profunda kavitas kelas II dengan nekrosis pulpa
Pasca sterilisasi II selama 7 hari dengan rockles
Perawatan
Obturasi
TAHAPAN OBTURASI
1)pengisian saluran akar dengan bahan
ZnOE. ZnOE dengan lentulo baru
) Mula-mula konsistensi cair kemudian
agak kental, tekan dengan kapas steril
sampai penuh
2)Tutup kapas tumpatan sementara
3)Foto Rontgen
4)Basis semen ZnPO4
5)Kontrol 1 minggu kemudian
FOTO RONTGEN
OBTURASI
KUNJUNGAN VII
(13 NOVEMBER 2016)
Pemeriksaan Subjektif
Pasien datang ingin kontrol setelah dilakukan perawatan
pada gigi belakang kiri, tidak ada keluhan.
Pemeriksaan objektif
Terdapat tumpatan zinc fosfat cement pada gigi 74
s (-), per (-), pal (-), ce(-)
Diagnosa
Karies profunda kavitas kelas II dengan nekrosis pulpa
Post perawatan Pulpektomi Hari ke 7
Perawatan
Kontrol dan jika tidak ada keluhan dilanjutkan perawatan SSC
FOTO RONTGEN KONTROL
Terima Kasih