PEMERINTAH KOTA MALANG
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN
DAERAH
Jalan Tugu No. 1 Phone (0341) 366922 Fax. (0341) 328771
Malang 65119
Penyusunan
Studi Kelayakan Pelebaran
Jalan Ki Ageng Gribig
Pada BWP Malang Timur
Laporan Akhir
OUTLINE Umum
PAPARAN Resume Hasil
Survey
Analisis Lalin
dan Trase
Konsep
Potongan
melintang dan
memanjang
Estimasi Biaya
Tujuan Studi
Mendapatkan
gambaran
kelayakan dari
rencana
pelebaran Jalan
Ki Ageng Gribig
Tersusunnya pra
rencana teknis
dari rencana
pelebaran jalan
Urgensi Jl Ki Ageng Gribig
dalam Sistem Transportasi
dan Pendukung
pengembangan Kawasan
Malang Timur
RDTR MALANG TIMUR
Jaringan jalan Sub BWP Malang Timur
Jalan Ki Ageng Gribig (Penghubung unit lingkungan dan
akses internal )
Raperda Malang Timur Sub Bab Rencana
Prasarana Pasal 21 ayat 2
Jalan Ki Ageng Gribig termasuk dalam jaringan jalan
arteri sekunder II
Peningkatan fungsi jaringan jalan lokal sepanjang ruas
Jalan Ki Ageng Gribig menjadi jalan arteri
Pelebaran Jalan Ki Ageng Gribig dalam Rencana Jalan Tol
Surabaya- Pasuruan Malang
RENCANA INDUK JARINGAN
JALAN
Jalan Ki Ageng Gribig akan
diubah menjadi jalan nasional
dengan kelas jalan arteri primer
dengan panjang jalan 2246 m
Resume
Hasil Survey
Survey Lalu
Lintas
Madyopuro Distribusi Jenis
51.54 40.23 Kendaraan
8.23
Lesanpuro
MC LV MHV LB LT
39.26
52.50
8.24
Ranugrati
MC LV MHV LB LT
40.45
50.86
8.69
MC LV MHV LB LT
1.06 Lesanpuro Madyopuro
0.71
Kinerja Jalan (VCR) berdasarkan hasil
survey
Tingkat Pelayanan Jaringan Jalan
Kapasita
VJP Derajat
s
Lokasi Periode (kend/jam Kejenuha
(smp/jam
) n
)
Jl. Ki Ageng Gribig Pagi 1689 0,673
2508
(Madyopuro) Sore 1440 0,574
Jl. Ki Ageng Gribig Pagi 1706 0,648
2629
(Lesanpuro) Sore 1683 0,640
Pagi 2655 1,132
Jl. Ranugrati 2344
Sore 2381 1,015
Simpang Muharto Pagi 4108 1,308
3138
Gribig Sore 3706 1,180
Simpang Danau Toba Pagi 4156 1,350
3077
Gribig Sore 3948 1,283
Standard Kinerja Jalan
berdasarkan Kemenhub dan
Kemen PU
Tingkat
Klasifikasi Jalan Tingkat
Pelayanan Nilai VCR
Pelayanan (LoS)
(LoS)
Maks
0,00
A
0,20 Arteri dan Kolektor 0.85
0,21
B Lokal dan
0,44
0,45 Lingkungan 0.90
C
0,74
0,75 Jalan masih
D
0,84 berkinerja sesuai
0,85 standard kecuali
E
1,00
F >1,00 pada kawasan
Ranugrati dan
simpang
Estimasi Vol kendaraan/hr di tol
segmen Pakis - Lawang*
*Sumber: Review Studi Kelayakan Tol, 2009 - BPJT
O-D: % Pergerakan Orang Keluar
Sumber: Studi Kelayakan Jalintim,
2009
O-D: % Pergerakan Orang Masuk
Sumber: Studi Kelayakan Jalintim,
2009
SURVEY KONDISI JALAN
MENGGUNAKAN BENKELMAN
BEAM
Dilakukan per 200 m
Beban ekivalen menggunakan
Mobil Pemadam kebakaran
Normalisasi Nilai Lendutan Balik
d3
SURVEY KONDISI TANAH DASAR
MENGGUNAKAN DCP
Rekapitulasi Hasil Analisis CBR
No Sta CBR 90%
1 0+200 - 0+500 9,39**
2 0+600 - 1+200 27,24**
3 1+300 - 1+600 9,17**
4 1+700 - 2+100 14,92**
5 2+100 - 2+700 12,26**
6 2+700 - 3+700 4,31*
* Tanah Asli ** Tanah Permukaan
Identifikasi warga
terdampak
Karakteristik sosial
ekonomi warga terdampak
Persepsi terkait dengan
Surveirencana
Sosialpelebaran
Ekonomi jalan
Karakteristik
Responden
Jenis Pekerjaan
TNI/PNS/Guru pegawai swasta
Pendapatan
wiraswasta petani
buruh tani peternak
5% 7%
28%
5%
30%
25%
<500 rb 500 rb - 1 juta
1 juta - 2 juta 2 juta - 3 juta
3 juta -5 juta > 5 juta
Status Kepemilikan Karakteristik
Responden
32%
68%
Hak Milik Sewa
Pemanfaatan Bangunan
Rumah Tinggal Usaha
Rumah Tinggal & Usaha
Karakteristik
Responden
Tingkat pengetahuan akan Proyek
Mengetahui Pernah Mendengar
Tidak Tahu
Bentuk Kompensasi
12% 6%
82%
Uang Lahan Belum tahu
Luas Lahan Jumlah Rumah
Terdampak
STA LUAS LAHAN RUMAH
0+000 - 0+300 526.104 m2 55
0+300 - 0+600 237.905 m2 51
0+600 - 0+900 125.929 m2 42
0+900 -1+200 78.717 m2 45
1+200 - 1+500 111.795 m2 39
1+500 - 1+800 798 m2 31
1+800 - 2+100 899.942 m2 60
2+100 - 2+400 951.898 m2 65
2+400 - 2+700 164.642 m2 44
2+700 - 2+900 1.020.382 m2 23
3+000 - 3+300 341.519 m2 26
3+300 - 3+600 66.564 m2 26
3+600 - 3+900 142.738 m2 3
Survei
AHP
Hasil Pembobotan Masing-
masing Kriteria
38.4%
33.6%
28.1%
Estimasi Volume
Kendaraan pada
Saat
Pengoperasian Tol
Estimasi Lalin pada Jalan Ki
Ageng Gribig
VTOT = V1N+V2I+V3R+V4T
V1N = vol lalin akibat pertumbuhan normal
V2I = vol lalin akibat bangkitan industri
V3R = vol lalin akibat bangkitan rumah
Prediksi Lalin yad
tangga
V4T = vol lalin akibat diversi karena jalan tol
VTOT(n) = VTOT (1+i)n
Estimasi Pertumbuhan Normal
Lalin
Berdasarkan data history Lalu Lintas
Jumlah
Jenis
No Lokasi i (%)
Kendaraan 2005* 2014
LV 5707 7589 3,66%
Ruas
1 HV 1236 1754 4,66%
Lesanpuro
MC 16973 34776 11,65%
LV 9558 12217 3,09%
Simpang
2 HV 1801 1988 1,15%
Muharto
MC 28977 54071 9,62%
LV 11866 13162 1,21%
Simpang
3 HV 1359 1674 2,58%
Danau Toba
MC 29983 50108 7,46%
*Studi Terminal Hamid Rusdi
Untuk analisis
digunakan:
i rata-rata: 5%
iMC = 9,58%; iLV = 2,66%; iHV = 2,8%
Bangkitan
Rencana pola
Rumah ruang Malang
Tangga Timur hampir
keseluruhan untuk
permukiman.
Jumlah
penduduk 2013
= 199.532 jiwa
Tingkat
pertumbuhan
(history) =
2,72%
Bangkitan Rumah Tangga
Y = 0,097 + 0,239X1 + 0,718X2 + 0,970 X3 + 0,531
X5
Y = Jumlah pergerakan
X1 = Jumlah anggota keluarga
X2 = Jumlah anggota keluarga yang bekerja
X3 = Jumlah anggota keluarga yang sekolah
X4 = Jumlah kepemilikan kendaraan
Bangkitan Rumah Tangga
Variabe Besara
l Keterangan Sumber data n Satuan
Y Jumlah pergerakan kend/hari
orang/ke
X1 Jumlah anggota keluarga Home Interview 4.00 luarga
Jumlah anggota keluarga
X2 yang bekerja Home Interview 1.04 orang
Jumlah anggota keluarga
X3 yang sekolah Home Interview 0.80 orang
Jumlah kepemilikan
X4 kendaraan Home Interview 0.72 orang
Jumlah penduduk 2013 Dalam Angka 174477 jiwa
Tingkat Pertumbuhan Dalam Angka 2.72%
Estimasi Penduduk 2018 Perhitungan 199532 jiwa
Pertambahan Penduduk
2018 Perhitungan 25055 jiwa
Jumlah KK 6264 kk
Bangkitan Rumah Tangga
Y = 0,097 + 0,239X1 + 0,718X2 + 0,970 X3 + 0,531 X5
Total
Persamaan Bangkitan Rumah tangga Bangkitan Bangkita
per KK n
X1 X2 X3 X4 Y
0.097 0.956 0.746 0.776 0.380 2.955 18510.78
Rekapitulasi Bangkitan Rumah
Tangga
Jenis Kendaraan 1 MC LV MHV LB LT
emp 2 0.25 1 0 0 0
Total
18511
Bangkitan/hari 3
Proporsi
80.80% 17.39% 0.80% 0.03% 0.09%
Kendaraan 4
Jumlah
14957 3219 149 6 16
Kendaraan/Hari 5 = (3 x 4)
Bangkitan
(smp/hr) 6 3739 3219 0 0 0
smp/har
Total Harian 7 = (sum 6) 6958 i
8 = 7xfaktor smp/ja
Total VJP k 557 m
% (MAT Home
Rasio Eksternal 9 0.454 Interview)
Bangkitan
(smp/jam) 10 = (7 x 9) 253
Bangkitan
Industri
Luas Lahan: 137
Ha
Analisis mengacu
pada Permen
Perindustrian No:
35/M-
IND/PER/3/2010
ttg Pedoman
Teknis Kawasan
Industri
Asumsi: mulai
operasional pasca
tol dg rate:
5Ha/tahun
Kawasan
Industri
Asumsi Asumsi Bangkitan
Industri
per 100 ha lahan menyerap 10.000
tenaga kerja
Komposisi Tenaga kerja:
Managerial: 3%,
Staf : 20%
Buruh : 77%.
Komposisi pekerja:
Lokal : 40%
Pendatang: 60%
Asumsi Asumsi Bangkitan
Industri (2)
Manager: menggunakan mobil pribadi
Staf : mobil (10%), motor (30%) dan
bus (60%)
Pekerja : motor (40%) dan bus (60%)
Angkutan barang :100X3 TEUS dan
100X3.5 TEUS = 350 TEUS per bulan
100 smp/hektar/hari
Jumlah Tenaga
Kerja
Luas Industri
5hektar
Perhitungan
Total 500orang Bangkitan Industri
Proporsi
Manajer (3%) 15orang
Staf (20%) 100orang
Buruh (77%) 385orang
Jumlah Kendaraan Pribadi
Mobil Manajer (100%) 15kend/hari 15smp/jam
Mobil Staf (10%) 10kend/hari 10smp/jam
Motor Staf (40%) 30kend/hari 8smp/jam
Motor Buruh (40%) 154kend/hari 39smp/jam
Jumlah Kendaraan Niaga
Pick Up (28,4%), emp=1 1kend/hari 1smp/jam
Truk Sedang (60,1%), emp=1,3 2kend/hari 3smp/jam
Truk Besar (11,5%), emp=1,5 0kend/hari 1smp/jam
Bus Staf 1kend/hari 1smp/jam
Bus Karyawan 3kend/hari 4smp/jam
Angkutan Umum 10kend/hari 10smp/jam
Prediksi Lalu Lintas Jalan Tol
Berdasarkan data BPJT
Sebaran kendaraan sesuai dengan
zonasi pergerakan:
Gate Madyopuro : Kota Malang kawasan Timur
dan Kabupaten Malang sisi selatan
Gate Pakis : Kab. Malang sisi timur, Bandara
Abd Saleh
Gate Karanglo : Kota Malang Sisi Barat + Kota
Batu
Peta Desire Line Penumpang
Peta Desire Line Barang
Estimasi Vol kendaraan/hr di tol segmen Pakis
Lawang*
Tahun Gol I Gol II Gol III Gol IV Gol V Total
2009 18691 3575 411 215 215 23107
2015 22963 4392 505 264 264 28388
2016 28515 5453 627 328 328 35251
2017 33936 6490 747 390 390 41953
2018 38629 7388 850 444 444 47755
2019 41974 8028 924 483 483 51892
2020 43439 8308 956 499 499 53701
2021 44955 8598 989 517 517 55576
2022 46524 8898 1024 535 535 57516
2023 48148 9208 1060 554 554 59524
2024 49828 9530 1096 573 573 61600
*Sumber: Review Studi Kelayakan Tol, 2009 - BPJT
Estimasi Vol kendaraan/hr di tol segmen Pakis
Lawang (2)*
Tahun Gol I Gol II Gol III Gol IV Gol V Total
2025 51567 9862 1135 593 593 63750
2026 53367 10206 1174 614 614 65975
2027 55230 10563 1215 635 635 68278
2028 57157 10931 1258 657 657 70660
2029 59152 11313 1302 680 680 73127
2030 61216 11707 1347 704 704 75678
*Sumber: Review Studi Kelayakan Tol, 2009 - BPJT
Asumsi Perhitungan Diversi
Berbasis rasio waktu tempuh
Node diversi : Lawang
Kecepatan kendaraan:
jalan tol: 60 km/jam,
jalan luar kota: 55,81 km/jam
dalam kota : 34,34 km/jam
Asumsi Perhitungan Diversi (2)
Jarak tempuh Lawang Malang
Timur
via tol :16,2 km
via jalan eksisting: 17,8 km
Jarak tempuh Lawang Gadang
(check Poin Malang Selatan)
via tol 25,3 km;
via jalan eksisting 28,5 km
Perhitungan Rasio Diversi
Kecepatan
Zona Asal Tujuan
Lawang - Perkotaan
Terpengaruh Rencana Eksisting
Malang Malang
Tol - Kota 60 55,81 34,34 45,075
Tol - Gadang 60 40 45,075
Jarak Waktu tempuh Rasio
Zona Asal
Tujuan
Terpengaruh Baru Eksisting Baru Eksist Travel Time Diversi
Tol - Kota 16200 17800 0,270 0,395 0,69 0,794
Tol - Gadang 25300 28500 0,487 0,632 0,77 0,691
Jumlah Diversi Jalan Tol Gate
Madyopuro
Faktor K (Jam Puncak) = 0,09%
Prediksi pertumbuhan moderat,
proyeksi traffic BPJT diturunkan
25%
Prediksi Akhir Traffic
smp/ kend/
No Tahun MC LV MHV LB LT
jam jam
1 2014 4866 404 57 2 10 1717 5339
2 2015 5332 415 59 2 10 1847 5818
3 2016 5843 427 60 2 11 1989 6343
2017 6402 439 62 2 11 2144 6916
2018 7016 451 64 2 11 2313 7544
Diversi Tol 1051 201 0 47 1410 1299
Gen Trafic HI 217 47
Gen Traffic
92 70 9 9 1
Industri
109
Total 2018 7325 387 7 80 3602 8895
7
1 2019 7876 1208 418 12 86 3911 9509
2 2020 8808 1348 467 12 96 4369 10640
3 2021 9314 1423 494 13 102 4618 11255
4 2022 9850 1504 522 13 107 4881 11906
1041
5 2023 1589 552 14 114 5160 12594
6
Kebutuhan Lebar Jalan Ki
Ageng Gribig
Skenario
[Link] penanganan
[Link] penanganan
(4/2D 4x3,5 meter)
Analisis Kapasitas Jalan
1 : Eksisting
2 : Desain akhir 4/2D 4x3,5
meter
Faktor Penyesuaian Kapasitas C
No Co
(smp/jam
) FW FSP FSF FCS (smp/jam)
2/2 UD 6,8 m 50-50 Med;2,1 m Sedang CoxF(W,SP,SF)
1
2900 0,98 1,00 0,98 1,00 2797
4/2 D 4x3,5 m 50-50 High; 1 m Sedang CoxF(W,SP,SF)
2
6000 1,00 1,00 0,92 1,00 5520
Prediksi Kinerja Jalan thn 2018
(Tol Beroperasi)
Tanpa penanganan
Dengan
penanganan
Beroperasinya tol
MUTLAK memerlukan
pelebaran pada Jl Ki
Ageng Gribig
Prediksi Tanpa Penanganan
2014 Eksisting 2024 Eksisting 2018 Eksisting
Standard Kinerja Jalan
berdasarkan Kemenhub dan
Kemen PU
Tingkat
Klasifikasi Jalan Tingkat
Pelayanan Nilai VCR
Pelayanan (LoS)
(LoS)
Maks
0,00
A
0,20 Arteri dan Kolektor 0.85
0,21
B Lokal dan
0,44
0,45 Lingkungan 0.90
C
0,74
0,75
D
0,84
0,85
E
1,00
F >1,00
Penetapan Trase
Terpilih
Alternatif Segmen 1
Alternatif Segmen 2
Hasil Pembobotan Masing-
masing Kriteria
38.4%
33.6%
28.1%
Parameter Penilaian Aspek Biaya
Konstruksi
Kriteria Sub Kriteria Rincian Nilai
Banyak Warga Terdampak 1
Pengadaan
Sebagaian Warga Terdampak 3
Lahan
Sedikit warga terdampak 5
Tidak ada Pemindahan
Biaya 1
Utilitas
Biaya Pemotongan
Konstruksi Pohon dan Sedikit Pemindahan Utilitas 3
Pemindahan
Utilitas Banyak Pemindahan Utilitas 5
Mayoritas galian struktur 1
Biaya Pekerjaan
Sebagian galian struktur 3
Galian
Tidak ada galian struktur 5
Parameter Penilaian Aspek
Sosial Ekonomi
Kriteria Sub Kriteria Rincian Nilai
Paling banyak 1
Jumlah Warga
Sedang 3
Terdampak
Paling Sedikit 5
Sosial Ekonomi
Paling banyak 1
Jumlah Usaha
Sedang 3
Terdampak
Paling Sedikit 5
Parameter Penilaian Aspek
Lingkungan
Kriteria Sub Kriteria Rincian Nilai
Jumlah Pohon Banyak pohon harus ditebang 1
Yang harus Sebagian pohon ditebang 3
Ditebang Tidak perlu menebang pohon 5
Lingkungan
Tanpa Jalur Hijau 1
Tambahn Ruang
Sedikit Jalur Hijau 3
terbuka Hijau
Semua Median Jalur Hijau 5
Penilaian Pemilihan Trase
Alt 1 Alt 2
Bobo
Nil
t Nilai N x B NxB
ai
Aspek Penilaian
(3) = (5) =
1 2 (1) x 4 (1) x
(2) (4)
Pengadaan Lahan 0,336 3 1,008 1 0,336
Biaya Pemindahan
Biaya 0,336 3 1,008 3 1,008
Utilitas
Biaya Galian Struktur 0,336 5 1,68 3 1,008
Jumlah Pohon
Lingkunga 0,281 3 0,843 1 0,281
Terdampak
n
Kontribusi terhadap RTH 0,281 3 0,843 3 0,843
Jumlah Warga
0,384 3 1,152 1 0,384
Sosial Terdampak
Ekonomi Jumlah Usaha
0,384 3 1,152 3 1,152
Terdampak
Skema Alternatif Rencana
Pelebaran Jalan Ki Ageng Gribig
Pradesain
Perkerasan
Pelebaran
Perhitungan Repetisi beban
Rencana
Pertumbuhan rata2 5,01%
Usia rencana 10 tahun
ESA = 544.837
CESA = 7,02 Juta
Pradesain
Perkerasan
Pelebaran
Parameter Perencanaan
CBR = 4,31 R = Reliabilitas
Umur = 90 %
rencana = 10 tahun
So = Deviasi Standart
g = perkembangan lalu lintas
= 0,5 Zr -1,645
= 5,01%
Indeks Permukaaan pada
Modulus resilien efektif
MR IPo = Awal Umur Rencana
= material tanah dasar
=4
= 1500 x CBR
IPt = Indeks Permukaan
= 6465 ksi
W18 = 544.837,87 = 2,5
7.022.960,13 Design serviceability
Wt = PSI = loss
= IPo - IPt
= 1,5
Perkerasan Pelebaran
AASHTO 1993
Pt T-01-2002-B (Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan
Lentur)
Tebal Lapis Perkerasan
Typikal Tebal Perkerasan
Pra Desain
Pelapisan
Ulang
PD. T-05-2005-B (Pedoman Perencanaan Tebal Lapis
Tambahan Perkerasan Lentur dengan Metode Lendutan)
Segmentasi jalan sesuai lendutan wakil hasil uji
Benkelman beam D
d d
wakil
ijin
Tebal Tebal
Segmen FK Overla Terkoreks
(mm) (mm) (mm) y (mm) i (mm)
0+200 1+400 279 81 27,40% 0,602 82,65 84,30
1+800 2+200 325 152 24,76% 0,602 93,27 95,13
2+400 2+600 59 45 31,37% 0,602 72,67 74,12
2+800 3+850 220 74 20,44% 0,602 81,07 82,69
Tebal Overlay
Typical Cross Tanpa Jalur Hijau
Typical Cross w/ Jalur Hijau
Pra Desain Simpang Muharto
Pra Desain Simpang Danau Toba
ESTIMASI
BIAYA
Harga Satuan (DPUPPB)
Estimasi Anggaran Biaya
Pelebaran
Rekapitulasi Estimasi Biaya
Kesimpulan
Jl Ki Ageng Gribig berfungsi sangat
strategis pasca beroperasinya jalan tol
Malang Pandaan
Beroperasinya jalan tol mutlak
memerlukan adanya pelebaran pada jl Ki
Ageng Gribig.
Masyarakat sekitar telah terinformasikan
dengan baik rencana pembangunan jalan
tol.
Kesimpulan
Perlunya dilakukan upgrade terhadap
simpang yang ada, menggunakan APILL,
pelebaran dan perbaikan geometri.
Perlunya identifikasi batas rumija dan
kepemilikan asset yang terkena rencana
pelebaran jalan.
Perlunya melestarikan beberapa pohon
yang saat ini sudah ada pada saat
pelaksanaan pelebaran dalam rangka
pelestarian RTH Kota Malang.
Rekomendasi
Perlu dilakukan perencanaan detil
bukan hanya pada ruas jalan,
namun pada simpang-simpang yang
dipengaruhi.
Diperlukan kajian lalulintas sebagai
antisipasi pertambahan lalulintas
akibat tol dan industri pada kawasan
sekitar jalan Ki Ageng Gribig
TERIMA KASIH