0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
237 tayangan96 halaman

Profil 10 KSPN Prioritas di Indonesia

Dokumen tersebut membahas profil dua Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas, yaitu KSPN Danau Toba di Sumatera Utara dan KSPN Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung. Dokumen ini memberikan informasi mengenai karakteristik, potensi pariwisata, dan kebutuhan infrastruktur di masing-masing KSPN.

Diunggah oleh

planer_man
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
237 tayangan96 halaman

Profil 10 KSPN Prioritas di Indonesia

Dokumen tersebut membahas profil dua Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas, yaitu KSPN Danau Toba di Sumatera Utara dan KSPN Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung. Dokumen ini memberikan informasi mengenai karakteristik, potensi pariwisata, dan kebutuhan infrastruktur di masing-masing KSPN.

Diunggah oleh

planer_man
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Profil 10 KSPN Prioritas dan Hasil Survei

KSPN Morotai serta KSPN Komodo

Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman


Direktorat Jenderal Cipta Karya
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Outline
Pendahuluan
Profil 10 KSPN Prioritas
Profil & Hasil Survei KSPN Komodo
Profil & Hasil Survei KSPN Morotai
Rekomendasi Pengembangan 10 KSPN-P
Agenda Prioritas No.6 Dalam Nawa Cita

Kami akan meningkatkan


Produktivitas Rakyat dan
Daya Saing di Pasar
Internasional

Pembangunan Destinasi Pariwisata diarahkan untuk meningkatkan daya tarik


daerah tujuan wisata sehingga berdayasaing di dalam negeri dan di luar negeri
melalui fasilitasi pembangunan destinasi pariwisata nasional
3
Dasar Hukum Penyelenggaraan Infrastruktur di KSPN

UU No 10/2009 tentang Kepariwisataan

UU No 26/2007 tentang Penataan Ruang

PP No 26/2008 tentang RTRWN

PP No 50/2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan


Nasional Th. 2010-2015

Perpres 64/2014 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggara


Kepariwisataan

Perpres No 2/2015 Tentang RPJMN 2015-2019

Perpres 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional


4
Peta Sebaran 10 KSPN
KSPN Danau KEK Pariwisata KSPN Tanjung KSPN KSPN Bomo KSPN KEK Pariwisata
Toba Tanjung Lesung Kelayang Borobudur Tengger Semeru Wakatobi Morotai

ALKI III
ALKI II

ALKI I

Keterangan
: Pel. Internasional
Pel. Nasional
Pusat Penyebaran Skala Pelayanan Primer
Pusat Penyebaran Skala Pelayanan Sekunder
KSPN Kep. KEK Pariwisata KSPN Komodo,
Pusat Penyebaran Skala Pelayanan Tersier Seribu Mandalika dan Sekitarnya
Pola Pikir Identifikasi Dukungan Infrastruktur PUPR

6
Mekanisme Perumusan Prakiraan Kebutuhan
Dukungan Program Infrastruktur PUPR 2016-2017

7
Profil 10
Kawasan Strategis
Pariwisata Nasional
Prioritas
KSPN Danau Toba,
Sumatera Utara
(KSPN) berdasarkan PP No. 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 - 2025. KSPN Danau
Toba merupakan salah satu daya tarik wisata alam yang berbasis potensi
keanekaragaman dan keunikan lingkungan alam di wilayah daratan yang
berupa perairan sungai dan danau. Dalam RPJMN, Danau Toba merupakan
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan komoditas unggulan
berupa wisata bentang alam dan wisata budaya.
Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008
tentang RTRWN, dijelaskan bahwa wilayah Danau Toba dan Sekitarnya
masuk dalam golongan B/1 yang memiliki fungsi Rehabilitasi dan
Pengembangan Kawasan Strategis Nasional Dengan Sudut Kepentingan
Lingkungan Hidup. Wilayah ini khususnya ditujukan menyokong fungsi
Rehabilitasi atau Revitalisasi Kawasan. Dalam perspektif pembangunan
nasional, RPJMN 2014 2019 mengarahkan pengembangan daya tarik
wisata bahari dan sejarah di Kawasan Pariwisata Danau Toba melalui
peningkatan promosi dan ketersediaan infrastruktur penunjang berupa
jaringan jalan, ketenagalistrikan dan sumber daya air.
Jumlah kunjungan wisatawan Destinasi Danau Toba masih sangat minim
dimana Data statistik menunjukkan bahwa kunjungan wisata cenderung
menurun (179.000 orang pada tahun 2014), yang utamanya disebabkan
oleh faktor aksesibilitas dan atraksi. Aksesibilitas menjadi kunci
pengembangan kawasan, dimana kemudahan mencapai lokasi saat ini
belumlah memadai (karena kerusakan jaringan jalan dan akses ke bandara
yang cukup jauh). Danau Toba yang berjarak 170 km dari Kota Medan
sebagai hub utama dapat ditempuh selama 4 5 jam melalui jalur darat.
Upaya peningkatan daya tarik Danau Toba perlu dilakukan secara
komprehensif melalui perbaikan akses guna mempersingkat waktu
tempuh, peremajaan fasilitas akomodasi, amenitas pariwisata seperti peta
Peta Destinasi Pariwisata Nasional Danau Toba dan Sekitarnya
KARAKTERISTIK KAWASAN

a Koordinat : 20210 32''LU 20 560 28'' BT


b Nama KSPN : Danau Toba
c Provinsi : Sumatera Utara
d : Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tapanuli
Kabupaten / Kota Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Toba Samosir,
Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo
e Kecamatan :
f Tipologi : Danau dan Perbukitan
g Luas : Luas Perairan 1.130 Km 2
h Jumlah Penduduk :
i Jumlah KK :
j Wilayah administratif : 1. Kabupaten Samosir, 2. Kabupaten Simalungun, 3. Tapanuli Utara
dalam lingkup KSPN (jika 4. Humbang Hasundutan, 5. Toba Samosir, 6. Dairi, 7. Karo
lebih dari 1 wil.
administratif)
k Pengelola KSPN :
l Jumlah Wisatawan Per : Tahun 2014 =179.000 orang, Tahun 2013 = 10.680 orang, Tahun
Tahun 2012 = 15.464 orang, Tahun 2011 = 14.833 orang
POTENSI PARIWISATA

a Wisata alam : perpaduan antara perbukitan, hutan, dan danau


b Wisata budaya dan sejarah : Makam Raja Sidabutar, Huta Siallagan, Rumah Bolon Simanindo,
Museum Batak, dan Museum TB Silalahi di Balige.
CHECKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG

Dokumen Cheklist Keterangan

a Dokumen RTRW v Perda No. 7 Tahun 2003


b RPJMD Kab/Kota
c RDTR Kab/Kota
d Rencana Induk Pariwisata
Daerah (RIPDA)
e Rencana Tata Ruang
Perpres No. 81 Tahun
Kawasan Danau Toba dan v
2014
Sekitarnya
f Dokumentasi Foto dan
Drone
g SPPIP / RPKPP
h Peta KSPN v
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Infrastruktur DESKRIPSI KEBUTUHAN Keterangan
Sistem Penyediaan SPAM, irigasi
Penyediaan Air Pengembangan Prasarana Fisik Dasar jaringan air bersih,
Minum
Pengembangan Prasarana Fisik Dasar sistem
Pengelolaan
pembuangan limbah
Limbah
toilet umum
Pengelolaan Perbaikan fasilitas sanitasi dan kebersihan
Sampah
Kawasan
Pengembangan kawasan permukiman
Permukiman
Penataan
penataan bangunan
Bangunan
Perbaikan Jalan Darat Rute Prapat Brastagi Medan
Perbaikan jalan darat rute Siborong borong - Balige
-Prapat
Pembangunan Jalan Tol Tebing Tinggi Siantar
Peningkatan Jalan Provinsi Tanjung Morawa
Jalan Saribudolok Tongging (Rawa Saring)
Sekunder/Nasi Peningkatan Kualitas Jalan Tele Pangururan (22 km)
onal Peningkatan Kualitas Jalan Ring Road Samosir Island
Peningkatan Jaringan Jalan Berastagi Kabanjahe
Parapat
Peningkatan Jaringan Jalan Parapat Balige Silangit
peningkatan jalan menuju Bandara Silangit
Pengadaan Jalur Evakuasi Bencana Alam
KSPN Tanjung Kelayang,
Bangka Belitung
Gambaran Umum KSPN Tanjung Kelayang
Letaknya di sebelah utara Pulau Belitung, berjarak 27 km
dari pusat kota. Pantai ini mempunyai panorama yang unik,
berpasir putih, dan gugusan bebatuan granit yang memiliki
bentuk - bentuk dan susunan yang beraneka ragam yang
menjadi daya tarik bagi wisatawan. Ada dua buah batu
yang unik dimana batu ini berbentuk seperti seekor kura -
kura raksasa dan seekor burung besar di tengah samudra
Berkunjung ke Pantai Tanjung Kelayang, pengunjung akan
disajikan pantai berpasir putih dengan formasi batu granit
unik yang kuat berdiri tegak dalam berbagai bentuk yang
menjadi magnet bagi para wisatawan.
Ikon Pantai Tanjung Kelayang adalah Batu Kelayang yang
difungsikan sebagai Maskot Sail Wakatobi Belitong 2011
untuk Belitung.
Para pengunjung dapat menghabiskan liburan mereka di
sini dengan menyelam, berenang, berjemur, memancing,
serta berbagai atraksi wisata lainnya.
Peta Destinasi Pariwisata Nasional Tanjung Kelayang dan Sekitarnya
KARAKTERISTIK KAWASAN

a Koordinat : S 02 33 31.3 E107 40 10.3


b Nama KSPN : Tanjung Kelayang Belitung
c Provinsi : Kep. Bangka Belitung
d Kabupaten / Kota : Belitung
e Kecamatan : Sijuk
f Tipologi :
g Luas : 31,94 km2
h Jumlah Penduduk : 5420 jiwa
i Jumlah KK : 1421 KK
j Wilayah administratif
dalam lingkup KSPN (jika
lebih dari 1 wil. : Tanjung Binga, Sijuk, Batu Itam, Keciput, Terong, Sungaipadang
administratif)
k Pengelola KSPN : UPT Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung
l Jumlah Wisatawan Per
Tahun : 10.000
POTENSI PARIWISATA

a Wisata Sejarah di desa Sijuk


b Wisata Bahari di Pulau Lengkuas, Pulau Babi, Pulau Burung, Pulau Batu Berlayar
c Wisata Pantai Di Desa Tanjung Binga
CHECKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG

Dokumen Cheklist Keterangan

a Dokumen RTRW ada No 3 Tahun 2014


b RPJMD Kab/Kota ada Oktober 2014
c RDTR Kab/Kota ada
d Rencana Induk Pariwisata
ada
Daerah (RIPDA)
e Rencana Tata Ruang Kawasan ada
f Dokumentasi Foto dan Drone ada
g SPPIP / RPKPP ada
h Peta KSPN
KONDISI INFRASTRUKTUR EKSISTING
Infrastruktu Kondisi Eksisting Dokumentasi
r

Jalan Kondisi dalam kawasan pantai sudah memadai


Lingkungan Diperlukan peningkatan jalan pada akses penghubung antar pantai
Drainase lingkungan sudah memenuhi 40% kawasan
Drainase
Lingkungan Perlu dibangun drainase sekunder sebagai pengantar aliran air lingkungan
Sistem Sudah terlayani jaringan PDAM 75%
Penyediaan Air
Minum Dibutuhkan sambungan rumah (SR) ke masyarakat
Belum ada pengelolaan limbah skala komunal
Pengelolaan
Limbah Belum ada unit pengelola
Belum terlayani pelayanan sampah
Pengelolaan
Sampah Belum ada unit pengelola

Belum ada jaringan kebakaran


Proteksi
Kebakaran
Sudah dibangun dalam kawasan pantai sebagai pendukung sarana
Ruang
Terbuka Hijau Perlu perbaikan dan penambahan sarana pendukung
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Infrastrukt DESKRIPSI KEBUTUHAN Lokasi
ur
Jalan Akses penghubung antar pantai Tanjung Kelayang dan
Hinterland
Pelebaran jalan Bts. Kab. Belitung Sp. Ranggiang Sp.
Pedang.
Aksesibilitas
Pelebaran Jalan Petikan -Pilang; Jalan Soedirman.
Perbaikan Jalan Darat Rute Airport Hanandjoeddin - Tanjung
Pandan Tanjung Harapan
Perbaikan Jalan Darat Rute antar daya tarik wisata.
Drainase sekunder
Drainase
Peningkatan kualitas, kuantitas, dan jangkauan pelayanan
Lingkungan
fasilitas drainase
Penyediaan Sambungan Rumah dan Hidran Umum kawasan
Pembangunan Prasarana Penyediaan Air Baku IKK Damar
Sistem dan Simpang Renggiang.
Penyediaan Peningkatan pasokan air bersih, Penerapan teknologi
Air Minum pengolahan air yang tepat guna, ketersediaan air di pulau-
pulau kecil, penyediaan air untuk fasilitas marina dan
pelabuhan cruise.
Pengelolaan Pembangunan MCK Permanen dan skala komunal
Limbah
Perbaikan bak sampah kawasan dan pengelolaan
Pengelolaan
Peningkatan kualitas, kuantitas, dan jangkauan pelayanan
Sampah
fasilitas persampahan
Proteksi Jaringan kebakaran pada kawasan pantai
KEK Pariwisata / KSPN
Tanjung Lesung, Banten
GAMBARAN UMUM KEK PARIWISATA TANJUNG LESUNG
Kawasan Wisata Tanjung Lesung yang berada di Provinsi Banten, merupakan satu
dari 10 Kawasan Pariwisata Prioritas yang akan dikembangkan pemerintah. Tanjung
Lesung telah ditetapkan sebagai salah satu dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Selain Tanjung Lesung, pengembangan wisata di Provinsi Banten akan dilakukan
pada wisata disekitarnya seperti Taman Nasional Ujung Kulon, Pantai Bayah, dan
Kampung Suku Baduy.
Pengembangan wisata di Tanjung Lesung masih perlu didukung oleh pengembangan
infrastruktur. Saat ini, terdapat jalan nasional dari Cibaliung menuju Sukabumi yang
melintasi wilayah selatan Provinsi Banten. Nantinya akan dibantu dengan
pembangunan jalan tol dari Serang menuju Panimbang sepanjang 83,7 kilometer dan
rencana pembangunan bandara di Panimbang. Saat ini, pengembangan wisata
Tanjung Lesung sedang diselaraskan dengan pembangunan infrastruktur dengan
Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) dari Kementerian PUPR.
Dengan pengembangan kawasan wisata Tanjung Lesung dan ditambah lagi dengan
penetapan Tanjung Lesung sebagai KEK sebagaimana sesuai dengan Peraturan
pemerintah No. 26 Tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung,
diharapkan wilayah bagian selatan dari Provinsi Banten akan terus meningkat dari
segi pendapatan wisata.
Terkait jumlah wisatawan asing dan domestik yang datang selama tahun 2015 ke
kawasan wisata di bagian selatan Provinsi Banten terutama di Kawasan Wisata Pantai
Bayah dan Tanjung Lesung, jumlah wisatawan asing yang datang mencapai 180 ribu
pengunjung dan wisatawan domestik mencapai 2 juta pengunjung.
Provinsi Banten memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, karena
menggelar beberapa kegiatan wisata yang dilakukan tiap tahun. Beberapa agenda
tahunan tersebut seperti Festival Cisadane, Festival Bahari, Festival Kuliner Tangsel,
Panjang Maulud, Ethnic Festival, Seba Baduy dan Festival Debus. Wisata Tanjung
Lesung direncanakan akan dikembangkan sebagai resort seluas 1.500 hektar. Resort
ini nantinya akan terintegrasi dengan prasarana infrastruktur yang lengkap dengan
suplai air bersih yang mandiri, pengolahan air limbah, listrik, gas dan jaringan fiber
Peta Destinasi Pariwisata Nasional Tanjung Lesung dan Sekitarnya
KARAKTERISTIK KAWASAN

a Koordinat :
b Nama KEK Pariwisata : Tanjung Lesung
c Provinsi : Banten
d Kabupaten / Kota : Pandeglang
e Kecamatan : Panimbang
f Tipologi : Pantai
g Luas : 1.500 Ha
h Jumlah Penduduk :
i Jumlah KK :
j Wilayah administratif : Kabupaten Pandeglang
dalam lingkup KSPN (jika
lebih dari 1 wil.
administratif)
k Pengelola KSPN : PT BWJ (Banten West Java)
l Jumlah Wisatawan Per : Tahun 2013 = 1,739 jiwa
Tahun Tahun 2012 = 8.336 jiwa
POTENSI PARIWISATA

a Wisata alam : pantai


b Perjalanan wisata ke Krakatau dan Taman Nasional Ujung Kulon
c Olahraga air: diving, snorkeling
CHECKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG

Dokumen Cheklist Keterangan

a Dokumen RTRW v Perda No. 2 Tahun 2011


b RPJMD Kab/Kota
c RDTR Kab/Kota
d Rencana Induk Pariwisata Perda RIPPDA No. 9
v
Daerah (RIPDA) Tahun 2005
e Rencana Tata Ruang
Kawasan
f Dokumentasi Foto dan
v -
Drone
g SPPIP / RPKPP v
h Peta KSPN v Perda No. 2 Tahun 2011
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Infrastruktu DESKRIPSI KEBUTUHAN Keterangan
r
Sistem Penyediaan SPAM
Penyediaan Air
Minum
Pengelolaan Pembangunan TPA Bangkonol
Limbah IPAL Kawasan\
Irigasi Penyediaan irigasi
Penataan
Penataan bangunan
Bangunan

Pembangunan jalan, pelebaran, rekonstruksi dan rehabilitasi,

Pelebaran Jalan Cikande Bts. Kota Rangkas Bitung Cigelung; Muara
Jalan
Binjangeun Simpang Bayah
Sekunder/Nasi
Pelebaran Jalan Pandeglang Sp. Labuhan Saketi; Cibaliiung Muara
onal
Binjangeun
Pembangunan jalan tol
Rawan Penataan Bangunan Kawasan Rawan Bencana di
Bencana Tanjung Lesung dan Pandeglang
KSPN Kep. Seribu,
DKI Jakarta
GAMBARAN UMUM KSPN Kep. SERIBU
Kepulauan Seribu merupakan gugusan kepulauan yang terletak di sebelah
utara Jakarta, tepat berhadapan dengan teluk Jakarta. Secara administrasi
Kepulauan Seribu merupakan sebuah kabupaten administrasi yang berada di
bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan pusat pemerintahannya sendiri
yang berada di Pulau Pramuka. Secara administratif Kabupaten Kepulauan
Seribu dibagi ke dalam dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kepulauan Seribu
Selatan dan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Kecamatan Kepulauan Seribu
Selatan membawahi tiga kelurahan yaitu Kelurahan Pulau Tidung, Kelurahan
Pulau Pari, dan Kelurahan Pulau Untung Jawa. Sedangkan Kecamatan
Kepulauan Seribu Utara juga membawahi tiga kecamatan lainnya, yaitu
Kelurahan Pulau Kelapa, Kelurahan Pulau Harapan, dan Kelurahan Pulau
Panggang.
Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Kepulauan Seribu dan
Sekitarnya termasuk ke dalam Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Jakarta
Kep. Seribu dan sekitarnya. Sunda Kelapa dan sekitarnya, KPPN CBD Jakarta
Kota dan sekitarnSehingga disekitar KPPN Kepulauan Seribu dan sekitarnya
terdapat tiga KPPN lainnya, yaitu KPPN Kota Tua ya, dan KPPN Cibubur TMII
dan sekitarnya.
Pemanfaatan sumberdaya alam dalam kawasan Taman Nasional Laut
Kepulauan Seribu oleh masyarakat lokal dalam rangka untuk memenuhi
kebutuhan hidup dengan memperhatikan aspek-aspek konservasi sebagai pilar
utama.
Berdasarkan kondisi geografisnya, Kepulauan Seribu sangat berdekatan
dengan Ibukota DKI Jakarta. Maka visi pengembangan yang diajukan adalah
Escaping Jakarta.
Peta Destinasi Pariwisata Nasional Kep. Seribu dan Sekitarnya
KARAKTERISTIK KAWASAN

a Koordinat : 523 - 540 LS, 10625 - 10637 BT


b Nama KSPN : Kepulauan Seribu
c Provinsi : DKI Jakarta
d Kabupaten / Kota : Kepulauan Seribu
e Kecamatan
f Tipologi : Kepulauan
g Luas
h Jumlah Penduduk
i Jumlah KK
j Wilayah administratif
dalam lingkup KSPN (jika
lebih dari 1 wil.
administratif)
k Pengelola KSPN : Dinas Pariwisata DKI Jakarta
l Jumlah Wisatawan Per
Tahun : + 3.000.000 Orang
POTENSI PARIWISATA
a wisata bahari
b wisata situs peninggalan sejarah
c Taman Nasional Kepulauan Seribu
CHECKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG
Dokumen Cheklist Keterangan

a Dokumen RTRW Prov v


b RPJMD Kab/Kota v
c RDTR Kab/Kota
d Rencana Induk
Pariwisata Daerah
(RIPDA)
e Dokumen Rencana Perda No. 1 Tahun
Detail Tata Ruang 2014 tentang Rencana
(RDTR) Kabupaten/Kota v Detail Tata Ruang dan
Peraturan Zonasi
Kepulauan Seribu
f Dokumentasi Foto dan
Drone
g SPPIP / RPKPP
KONDISI INFRASTRUKTUR EKSISTING
Infrastrukt Kondisi Eksisting Keterangan
ur
Prasarana jalan umum yang ada di Kepulauan Seribu
berupa jalan lokal arteri, jalan lokal, dan jalan lokal
kolektor, terbuat dari konblok di setiap pulau
Jalan permukiman. Jalan konblok juga menghubungkan Pulau
Lingkungan Harapan dan Pulau Kelapa.
Kunjungan wisata saat ini masih terkendala masalah
aksesibilitas yang sangat terbatas dan kondisinya
belum terlalu baik.

Drainase
Lingkungan

Sistem
Penyediaan
Air Minum

Pengelolaan
Limbah

Pengelolaan
Sampah
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Infrastrukt DESKRIPSI KEBUTUHAN Keterangan
ur
Jalan Pembangunan Jalan Lingkar Pulau
Lingkungan
Sistem Peningkatan kapasitas pengelolaan air bersih,
instalasi pengolahan air bersih
Penyediaan
Peningkatan kapasitas pengelolaan air bersih di 11
Air Minum pulau berpenduduk
Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di 11 pulau
Limbah berpenduduk
Pengelolaan pengangkutan sampah
Sampah
Ruang Pemeliharaan ruang terbuka
Terbuka
Hijau
Rawan Penanganan Abrasi di 11 Pulau Berpenduduk
Bencana
KSPN Borobudur,
Jawa Tengah, DIY
Nasional (KSPN) diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah no 50 Tahun 2011
tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-
2025. KSPN Borobudur ini memiliki potensi pariwisata sebagai situs bersejarah,
adat tradisi, kawasan olahraga dan taman bertema.
Untuk penataan ruang kawasan Borobudur sendiri sebagai Kawasan Strategis
Nasional sebagaimana yang diamanatkan di dalam Undang-undang Nomor 26
Tahun 2007 tentang Penataan Ruang telah diatur dalam Peraturan Presiden
Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Borobudur dan
Sekitarnya. Penataan Ruang Kawasan Borobudur bertujuan mewujudkan tata
ruang Kawasan Borobudur yang berkualitas dalam rangka menjamin
terciptanya pelestarian Kawasan Borobudur sebagai kawasan cagar budaya
nasional dan warisan budaya dunia. Tujuan penataan ruang Kawasan Borobudur
dapat disebut juga sebagai visi jangka panjang dalam upaya pelestarian
Kawasan Borobudur yang sangat strategis baik dalam konteks nasional maupun
dunia.
Kawasan permukiman di wilayah KSN Borobudur mencapai 200,296 Ha atau
mencapai 14,8% dari luas total penggunaan lahan pada kawasan yang
ditetapkan sebagai KSN Borobudur.
Dengan adanya perkembangan wisata yang sangat tinggi, telah terjadi
perubahan penggunaan lahan perdesaan yang produktif menjadi lahan
terbangun dengan tujuan komersial dan kawasan permukiman.
Dengan fungsi kawasan sebagai kawasan yang dilestarikan dan fungsi lindung
lingkungan, maka pembatasan dan pengendalian sarana dan prasarana yang
dapat memicu perkembangan kawasan budidaya harus dilakukan. Sejalan
dengan hal itu, strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan
haruslah tepat dan mendukung fungsi KSN Borobudur tersebut (Sumber:
Dokumen RP2KP Kabupaten Magelang, 2014).
Untuk pengembangan KSN Borobudur secara menyeluruh, maka perlu melihat
perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh Kabupaten Kulon Progo,
Pembangunan permukiman dan infrastruktur di di KSN Borobudur didasarkan
pada isu-isu strategis sebagai berikut:
Zona Pelestarian Cagar Budaya Candi Borobudur
Pengurangan keberadaan PKL dan pengendaliannya dalam rangka
mencegah penyebarannya didalam zona pelestarian Borobudur
Membatasi penggunaan lahan dengan segera di sekitar situs, untuk
mempertahankan dan menjaga karakter lanskap perdesaan di sekitar situs,
khususnya pada spot pemandangan penting seperti persawahan di sebelah
selatan monumen.
Menetapkan pembatasan pengembangan infrastruktur utama dan
penggunaan lahan berkarakter perkotaan yang akan berdampak buruk
pada visual, fisik atau karakter khas monumen cagar budaya dan setting
lanskap budayanya
Perijinan khusus untuk pengaturan ketinggian bangunan yang melebihi
ketinggian pohon, Membatasi ketinggian, skala dan tata massa bangunan
baru yang akan nampak terlihat dari candi
Peningkatan kepadatan bangunan dan penduduk
Pengurangan risiko bencana pada kawasan rawan bencana banjir lahar
(KRB I),
Perlindungan kawasan cagar budaya (Candi Ngawen, Makam Gunungpring,
Makam Raden Kyai Santri, Makam van Lith) dan Perlindungan kawasan
lindung setempat (mata air) dan sempadan sungai,
Pengurangan risiko bencana pada kawasan rawan bencana banjir lahar
(KRB I),
Pengembangan Jalan Lingkar Gulon-Ngawen-Pasar Muntilan
Genangan terjadi di beberapa desa seperti Tamanagung, Sedayu,
Kelurahan Muntilan, dan Pucungrejo, disebabkan oleh saluran tertutup dan
Peta Destinasi Pariwisata Nasional Borobudur dan Sekitarnya
KARAKTERISTIK KAWASAN
a Koordinat : Borobudur
b Nama KSPN : Jawa Tengah
c Provinsi : Kabupaten Magelang
d : Kec. Muntilan, Kec. Mertoyudan, Kec. Borobudur, Kec.
Kabupaten / Kota
Tempuran, Kec. Mungkid
e : 73629.55 Lat
Kecamatan
: 1101214.24 Long
f : Permukiman kampung pendukung pertanian, permukiman
Tipologi pendukung wisata Borobudur/ Desa Wisata, dan permukiman
perkotaan perdagangan pendukung Borobudur
g Luas : Hektar
h Jumlah Penduduk : 78.956 KK
i Jumlah KK : 315.826 Jiwa
j Wilayah administratif : Mencakup 5 kecamatan di Jawa Tengah (Kec. Muntilan, Kec.
dalam lingkup KSPN Mertoyudan, Kec. Borobudur, Kec. Tempuran, Kec.
(jika lebih dari 1 wil. Mungkid, Kabupaten Magelang) dan 2 kecamatan di D.I.
administratif) Yogyakarta (Kec. Samigaluh dan Kec. Kalibawang, Kabupaten
Kulonprogo)
k Pengelola KSPN :
l Jumlah Wisatawan Per
: 4.000.000 Jiwa
Tahun
POTENSI PARIWISATA
a Kawasan Lindung dan Kawasan Cagar Budaya Dunia
b Situs sejarah/ tradisi
c Kawasan Olahraga dan taman bertema
CHECKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG
Dokumen Cheklist Keterangan

Dokumen Rencana Tata Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 6 tahun
a. Ruang Wilayah (RTRW) v 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi
Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029
Dokumen Rencana Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 5 tahun
Pembangunan Jangka 2014 tentang encana Pembangunan Jangka
b. v
Menengah (RPJM) Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2013-2018
Provinsi
Rencana Induk Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 10 tahun
Pengembangan 2012 tentang Rencana Induk Pembangunan
c. v
Pariwisata Daerah Kepariwisataan Provinsi Jawa Tengah tahun 2012-
(RIPDA) Provinsi 2017
Dokumen Rencana Tata Peraturan Daerah Kabupaten Magelang No. 5 tahun
d. Ruang Wilayah (RTRW) 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten/Kota Kabupaten Magelang tahun 2010-2030
CHECKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG
Dokumen Cheklist Keterangan

Dokumen Rencana
Pembangunan Jangka Peraturan Daerah Kabupaten Magelang No. 7 tahun
e. Menengah (RPJM) v 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Kabupaten/Kota Menengah Daerah Kabupaten Magelang tahun 2014-
2019
Dokumen Rencana Belum disusun
f. Detail Tata Ruang -
(RDTR) Kabupaten/Kota
Rencana Induk
Pengembangan
g. Pariwisata Daerah
(RIPDA)
Kabupaten/Kota
Dokumen SPPIP/RP2KP
h. dan RPKPP v RP2KP Kabupaten Magelang Tahun 2014
Kabupaten/Kota
Dokumen Rencana Tata
Telah disusun oleh Direktorat Bina Penataan
Bangunan dan
i. v Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya,
Lingkungan (RTBL)
Kementerian PUPR
Kawasan
Peta Kawasan Strategis Peraturan Pemerintah no 50 Tahun 2011 tentang
j. Pariwisata Nasional v Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Dukungan Infrastruktur PUPR Keteranga
n
Aksesibilitas Peningkatan Jalan Carikan Deyangan Bumihargo
Borobudur
Peningkatan Struktur jalan dari Semarang-Magelang-
Yogyakarta
Peningkatan Struktur jalan dari Bandara Kulon Progro
menuju Borobudur
Pemeliharaan berkala jalan Kab. Kulon Progo Yogyakarta
Pemeliharaan berkala jalan Janti (Yogyakarta) - Prambanan
(Prov Jateng)
Pembangunan Jl. Lintas Pantai Selatan Jawa (Temon-Bugel-
Girijati-baron-Jepitu-Jerukwudel)
Peningkatan aksesibilitas antara destinasi rekreasi dan
wisata di sekitar Borobudur, seperti Wisata di DIY dan
Magelang

Air Bersih Sarana pengolahan air bersih

Sanitasi Sarana Pengolahan Sampah


Menyediakan toilet umum yang memadai dan layak di titik
lokasi menarik
KSPN Kaw. Gn. Bromo,
Jawa Timur
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2011 tentang Rencana
GAMBARAN
Induk Pembangunan UMUM KSPN BROMO,
Kepariwisataan NasionalTENGGER,
2010-2015, SEMERU
Bromo Tengger
Semeru termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dimana
Bromo Tengger Semeru yang memiliki fungsi utama pariwisata atau
memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata nasional yang
mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti
pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya
alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.
KSPN Bromo Tengger Semeru (BTS) yang terletak di wilayah administratif
Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan
Kabupaten Probolinggo. Taman ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan
luas wilayahnya sekitar 50.276,2 ha dan di kawasan ini terdapat Kaldera
lautan pasir yang luasnya 6290 ha.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan
konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas
5.250 ha, yang berada pada ketinggian 2.100 meter dari permukaan
laut.
KSPN Bromo Tengger Semeru (BTS) Terdapat di Dusun Cemorolawang,
Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, 48 km dari pusat Kota Probolinggo.
Didalam KSPN Bromo Tengger Semeru (BTS) terdapat wisata gunung
Bromo. Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter diatas
permukaan laut. Gunung Bromo juga mempunyai sebuah kawah Di sebelah
selatan Gunung Bromo menjulang tinggi puncak Gunung Semeru.
Pembangunan infrastruktur berupa jalan menuju obyek wisata semestinya
disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Hal tersebut bertujuan untuk
membantu melestarikan keberadaan obyek wisata. Sesuai dengan fungsi
Kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) adalah kawasan konservasi maka
Peta Destinasi Pariwisata Nasional Bromo, Tengger, Semeru dan Sekitarnya
KARAKTERISTIK KAWASAN

a Koordinat : 751 811 LS, 11247 11310 BT


b Nama KSPN : Bromo Tengger Semeru
c Provinsi : Jawa Timur
d Kabupaten / Kota : Probolinggo
e Kecamatan : Sukapura
f Tipologi : Perbukitan dan Pegunungan
g Luas : 50.276,2 ha
h Jumlah Penduduk : 3.106 Jiwa
i Jumlah KK : 1.036 Jiwa
j Wilayah administratif : 1. Kabupaten Lumajang
dalam lingkup KSPN 2. Kabupaten Malang
(jika lebih dari 1 wil. 3. Kabupaten Pasuruan
4. Kabupaten Probolinggo
administratif)
k Pengelola KSPN : Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Probolinggo
l Jumlah Wisatawan Per : Tahun 2013 : 135.798 Jiwa
Tahun Tahun 2014 : 196.750 Jiwa
Tahun 2015 : 201.427 Jiwa
POTENSI PARIWISATA
a Taman Nasional Bromo Tengger
b Kaldera Tengger, Gunung Bromo, Gunung / Gua Widodaren , Gunung Batok, Gunung
Pananjakan
c Pemandangan Matahari Terbit
d Daya Tarik Atraksi dan Budaya :
Upacara Adat Kasada, Upacara Adat Karo, Lomba Karapan Sapi, dan Gelar Sendra Tari Roro
Anteng Joko Seger, Pura Agung Poten di tengah-tengah lautan pasir yang merupakan
tempat ibadah umat Hindu Tengger
CHECKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG
Dokumen Cheklist Keterangan

a Dokumen RTRW
b RPJMD Kab/Kota
c RDTR Kab/Kota
d Rencana Induk
Pariwisata Daerah
(RIPDA)
e Rencana Tata Ruang
Kawasan
f Dokumentasi Foto dan
Drone
g SPPIP / RPKPP
KONDISI INFRASTRUKTUR EKSISTING
Infrastrukt Kondisi Eksisting Keterangan
ur
Kondisi jalan menuju Seruni Point rusak dengan
lebar jalan 4 M sepanjang 800 M
Kondisi area parker masih tanah berpasir
Kondisi jalan menuju Seruni point tanjakan dan
menurun keadaan nya rusak berat
Jalan
Kondisi jalan menuju Seruni Point rawan longsor,
Lingkungan dibutuhkan penahan dinding
Kondisi jalan menuju puncak Metigen rusak berat
dengan lebar jalan 4 M sepanjang 700 M
Kondisi jalan membutuhkan rabatan beton agar
kondisi tidak licin
Kondisi toilet umum belum ada di daerah Rumah Adat
Pengelolaan Tengger
Limbah Kondisi toilet umum belum ada di daerah Puncak
Metigen
Ruang Kondisi Gazebo sudah rusak berat dan tidak dapat
Terbuka dipakai
Hijau
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Infrastrukt DESKRIPSI KEBUTUHAN Keterangan
ur
Pembangunan Jalan Jolo Sutro Sendang Biru
Pembangunan Jalan Balekambang Kedungsalam
Pembangunan jl. Menuju bts probolinggo- Sukapura-
Cemorolawanglautan Pasir
Perbaikan jalan dari malangwonokitri gublukklakah
Aksesibilita menuju bromo
s Peningkatan aksesibilitas jalan Surabaya-
malangprobolinggo
Konektifitas antara destinasi rekreasi dan wisata di
sekitar Bromo, seperti Malang dan Batu
Pembuatan jalan wisata,
Pembuatan jembatan.
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
Sistem Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku
Penyediaan Pembangunan Jaringan SPAM Kawasan MBR untuk
Air Minum Kawasan Kumuh Tulusrejo dan Kota Lama Kota Malang

Pengelolaan Menyediakan Toilet umum yang layak di titik lokasi


Limbah menarik
Pengelolaan Penyediaan Sistem Persampahan
Sampah
Jalur Evakuasi dan Prasaran Evakuasi seperti titik
Proteksi
berkumpul dan alat-alat pertolongan pertama
Kebakaran
KEK Pariwisata / KSPN

Mandalika,NTB
dan Sekitarnya merupakan salah satu Kawasan Strategis Provinsi
GAMBARAN UMUM KSPN MANDALIKA
(KSP) dari kepentingan Pertumbuhan Ekonomi dengan sektor
unggulan pariwisata, industri, dan perikanan. Selain itu,
disebutkan pula Kawasan Kuta dan Sekitarnya masuk sebagai
Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) dengan fungsi sebagai
kawasan pariwisata.
KEK Mandalika memiliki status Kawasan Ekonomi Khusus untuk
industry agro dan industri ekowisata yang baru diluncurkan oleh
pemerintah Indonesia pada tahun 2014. Hal tersebut memiliki
manfaat bagi investor dalam hal insentif fiskal dan non fiskal.
Pujut adalah sebuah kecamatan di kabupaten Lombok Tengah,
Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pujut lebih dikenal sebagai
wilayah Lombok Selatan, wilayah Lombok yang kondisi alamnya
lebih kering dibandingkan dengan wilayah lainnya di Pulau
Lombok. Kecamatan Pujut merupakan salah satu kecamatan
terluas dengan wilayah mencapai 19,33% dari luas wilayah
Kabupaten Lombok Tengah.
Dengan total luas 1.250 ha. Menawarkan keindahan alam,
panorama, dan pariwisata lainnya. KEK Mandalika yang terletak di
pusat Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa tenggara Barat.
KEK Mandalika dikelola oleh Indonesia Tourism Development
Corporation (ITDC) PT. Pembangunan Pariwisata Indonesia.
Infrastruktur dalam kawasan : Jalan, listrik, Instalasi pengolahan
air bersih dan air limbah, Road, electricity, WTP,
Peta Destinasi Pariwisata Mandalika dan Sekitarnya
KARAKTERISTIK KAWASAN

a Koordinat :
b Nama KSPN : Mandalika Kuta
c Provinsi : Nusa Tenggara Barat
d Kabupaten / Kota : Lombok Tengah
e Kecamatan : Pujut
f Tipologi : 0 200 m dpl
g Luas : 1.250 Ha
h Jumlah Penduduk : 11.219
i Jumlah KK :
j Wilayah administratif Sebelah Utara : Desa Rembitan, Desa Sengkol dan Desa
dalam lingkup KSPN Segala Anyar
(jika lebih dari 1 wil. Sebelah Timur : Desa Pengengat, Desa Mertak, dan Desa
administratif) Teruwai
Sebelah Selatan : Samudera Hindia
Sebelah Barat : Desa Sengkol dan Desa Prabu
k Pengelola KSPN :
l Jumlah Wisatawan Per
:
Tahun
POTENSI PARIWISATA
a Wisata Bahari
b Panorama Pantai
CHECKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG
Dokumen Cheklist Keterangan

a Perda no.7 Tahun


Dokumen RTRW
2011
b RPJMD Kab/Kota Tahun 2011-2015
c RDTR Kab/Kota Tahun 2008
d Rencana Induk
Pariwisata Daerah Tahun 2009
(RIPDA)
e Dokumentasi Foto dan
Tahun 2015
Drone
f SPPIP / RPKPP 2012/2013
g Peta KSPN
KONDISI INFRASTRUKTUR EKSISTING
Infrastrukt Kondisi Eksisting Keterangan
ur

Jalan Kondisi jalan lingkungan yang belum mengalami
Lingkungan kerusakan dan terdapat sebagian yang belum terkelola.

Terdapat drainase yang mengalami kerusakan dan tidak
Drainase
terdapat drainase sama sekali di beberapa koridor jalan
Lingkungan
lingkungan.
Sistem
Penyediaan Sumber air baku masih kurang tersedia
Air Minum

Pengelolaan
Sistem pengolahan air limbah masih belum tersedia
Limbah


Pengelolaan
Sampah dibuang di lokasi tanah kosong/milik
Sampah
pemerintah
Ruang Vegetasi sepanjang koridor jalan utama yang masih
Terbuka kurang sehingga terkesan gersang
Hijau
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Infrastrukt DESKRIPSI KEBUTUHAN Keterangan
ur
Jalan Tol penghubung antara Kawasan Mandalika dan
Aksesibilita Lombok International Airport
s Meningkatkan jaringan jalan ke objek wisata di
sekitarnya
Drainase Pembangunan saluran drainase
Lingkungan
Sistem Peningkatan jaringan dan supply air bersih PDAM
peningkatan water treatment peningkatan mutu air
Penyediaan
(desinvectan dan reservoar)
Air Minum Reverse Osmosis (Sea Water Desalination)
Pengelolaan Pembanguna IPLT/IPAL Komunal
Menyediakan fasilitas umum seperti toilet, kamar
Limbah mandi.

Pengelolaan
Pembangunan TPA
Sampah

Proteksi Pembangunan Tower Air dan DAMKAR
Kebakaran
Ruang
Terbuka Pembangunan RTH
Hijau
KSPN Wakatobi,
Sulawesi Tenggara
Wakatobi ditetapkan sebagai kawasan industri pariwisata Nasional (RTRW
Provinsi dan RTRW Kab. Wakatobi), dan ditetapkan Sebagai Taman Nasional
Laut Seluas 1.390 Juta Hektar. Nilai jual pariwisata sangat tinggi dengan
kegiatan berbasis alam bahari, keanekaragaman hayati dan karang atol
terpanjang di dunia termasuk karakter lokal penduduk yang bermukim
diatas Laut dan Warisan Budaya Lainnya.
Letak geografis, Kabupaten Wakatobi berada dalam gugusan pulau-pulau
di jazirah Tenggara Kepulauan Sulawesi Tenggara, tepatnya di sebelah
Tenggara Pulau Buton. Wilayah Kabupaten Wakatobi diapit oleh perairan
laut Buton, laut Banda dan laut Flores. Luas wilayah Kabupaten Wakatobi
adalah sekitar 18.377 km, terdiri dari daratan seluas 823 km atau
hanya sebesar 3%, dan luas perairan 17.554 km2 atau sebesar 97 %
dari luas Kabupaten Wakatobi adalah perairan laut.
Kabupaten Wakatobi berada pada Pusat Kawasan Segi Tiga Karang Dunia
(Coral Tri-angle Center) yang meliputi 6 (enam) negara, yakni Indonesia,
Malaysia, Philipines, Papua New Guine, Solomon Island, dan Timor Leste,
sehingga memiliki jumlah keanekaragaman hayati kelautan tertinggi di
dunia yakni 750 jenis karang dari 850 spesies karang dunia, 900 jenis ikan
dunia dengan 46 divecites teridentifikasi, 942 spesies ikan, 90.000 Ha
terumbu karang, karang Atol Kaledupa dengan panjang 48 km dan
merupakan karang Atol terpanjang di Dunia (Operation Wallasea, 2006).
Kabupaten Wakatobi terus begerak membenahi infrastruktur di bidang
perhubungan khususnya perhubungan udara dan konektivitas kawasan
melalui pelabuhan pengubung antar pulau.
Kegiatan ekonomi utama yaitu kelautan dan perikanan. kegiatan pariwisata
selain berbasis alam bahari yaitu pegunungan/hutan yaitu kawasan yang
memiliki obyek panorama perbukitan/hutan, goa-goa alam dan hutan
Peta Destinasi Pariwisata Nasional Wakatobi dan Sekitarnya
KARAKTERISTIK KAWASAN
a Koordinat : 512 625 lS 12320 12439 BT
b Nama KSPN : WAKATOBI
c Provinsi : SULAWESI TENGGARA
d Kabupaten / Kota : WAKATOBI
e Kecamatan : WANCI, KALEDUPA, TOMIA, BINONGKO
f Tipologi : KEPULAUAN
g Luas : 1.390 Ha
h Jumlah Penduduk : 94.953 Jiwa
i Jumlah KK :
j Wilayah administratif
dalam lingkup KSPN
:
(jika lebih dari 1 wil.
administratif)
k Pengelola KSPN : DINAS PARIWISATA
l Jumlah Wisatawan Per
: 2.310
Tahun
POTENSI PARIWISATA

a Pariwisata Pantai (Bahari).Dolpin Watching, Diving, Snorkl. dll.


b Wisata Alam (Situs Peninggalan Sejarah) Benteng dan Makam
c Wisata Budaya, Tari-tarian dan Adat Perkawinan dll.
CHECKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG
Dokumen Cheklist Keterangan

a Dokumen RTRW
b RPJMD Kab/Kota
c RDTR Kab/Kota
d Rencana Induk
Pariwisata Daerah --
(RIPDA)
e Dokumentasi Foto dan

Drone
f SPPIP / RPKPP
g Peta KSPN
KONDISI INFRASTRUKTUR EKSISTING
Infrastrukt Kondisi Eksisting Keterangan
ur
Masih terdapat kondisi jalan lingkungan yang belum
Jalan
tertangani khususnya pada kawasan wisata Kapota,
Lingkungan
Kaledupa (Hoga) dan Tomia.
Drainase Dominan Sistem drainase yang ada masih merupakan
Lingkungan drainase alami dan langsung dialirkan kelalut
Sistem penyediaan air minum tekendala oleh debit dan
Penyediaan pengelolaan air baku yang belum optimal
Air Minum
Pengelolaan
Pengeloaan limbah masih dibuang dilingkungan sekitar
Limbah
alat angkutan masih terbatas dan belum memiliki
Pengelolaan teknologi pengolahan
Sampah sampah terpadu, termasuk pengolahan sampah yang
terbuang kelaut
Belum terdapat sistem proteksi kebakaran yang
diterpakan
Proteksi baik di kawasan wisata maupun pada kawasan padat
Kebakaran hunian. (Belum ada Lembaga yang dibentuk untuk
menangani masalah sistem proteksi kebakaran

Ruang ruang tebuka masih minim baik yang alami maupun
Terbuka yang buatan
Hijau
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Infrastrukt DESKRIPSI KEBUTUHAN Keterangan
ur
Mempermudah Akses pada kawasan dan destinasi,
Jalan memberi kesan indah dan rapi dengan menata jalan
Lingkungan yang teraspal khususnya pada kawasan-kawasan
wisata yang ada di Kabupatan Wakatobi
Penyediaan Drainase dalam upaya menampung dan
mengalirkan air hujan tanpa langsung dibuang kelaut.
tetapi dioptimalkan melalui konsep Eco Drainase.
Drainase Sangat cocok untuk diterapakan di Kabupaten Wakatobi
Lingkungan (memanen air hujan). hal ini untuk mengurangi resiko
kekurangan air pada saat musim Kemarau dan
mengoptimalkan serta menambah sumber-sumber air
baku baru.
Penyediaan Air minum selain untuk kebutuhan
Sistem masyarakat juga diperlukan untuk menyuplay
Penyediaan kebutuhan wisatawan yang akan berkunjung. hal ini
Air Minum dapat dilakukan dengan Mengoptimalkan dan
menambah sumber-sumber air baku baru
Mengurangi dan menghindari dampak buruk limbah
rumah tangga yang langsung dibuang kelaut.
Pengelolaan
kebutuhan penanganan adalah melalui pengelolaan
Limbah
Instalasi pengelolaan Limbah di Masinh-masing
kawasan wisata.
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Infrastrukt DESKRIPSI KEBUTUHAN Keterangan
ur
Pembangunan jalan lingkar di tiap pulau dengan kelas
Aksesibilita jalan nasional
Peningkatan kualitas jalan dalam pulau
s
Rekonstruksi jalan
Pelebaran Jalan Bumi Praja
Pengelolaan Sampah Secara terpadu dalam Upaya
Mengurangi Dampak sampah yang masuk Kelaut.
sehingga Merusak Biota dan Potensi Wisata Yang
Ada.
Pengelolaan Termasuk Pengelolaan Sampah di Kawasan
Sampah Perkotaan
Jaringan Persampahan: Penyusunan masterplan
persampahan, Pembangunan TPS 3R dan
Fasilitasnya, Pembangunan TPS, Pengadaan Gerobak
sampah.
Jaringan Drainase: Penyusunan Masterplan drainase,
pembangunan saluran primer di Desa Posalu, Komala,
Pada Raya Makur, Ehata, Tindoi, Desa Balasuna,
Balasuna Selatan, Kali Mas, Ollo, Ollo Desa Tano Meha,
Drainase
Pembangunan saluran sekunder dan tersier di Wanci,
Komala, Mandati I, Mandati II, Mandati III, Pongo,
Buranga, Balasuna, Ambeua, Ambeua Raya, Waha,
Onemay.
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Infrastrukt DESKRIPSI KEBUTUHAN Keterangan
ur
Jaringan Air Limbah: Program Pembangunan tangki
Air Limbah septic komunal), Program Pembangunan MCK ++ ,
Program Pembangunan IPLT, Pengadaan truk Tinja.
Pembangunan Bendungan di Kab. Buton
pengembangan sumber mata air baku guna
menunjang peningkatan kapasitas pengelolaan air
minum di setiap pulau meliputi:
Mata air Wa Gehe-Gehe kapasitas 15 liter/detik
dan mata air Longa kapasitas 5 liter/detik di
Kecamatan Wangi-Wangi;
Mata air Tee Bete kapasitas 10 liter/detik, mata
air Tee Liya kapasitas 5 liter/detik, mata air Huu
kapasitas 10 liter/detik, mata air Kampa kapasitas
5 liter/detik, Balande kapasitas 25 liter/detik, dan
mata air Tee Foou kapasitas 15 liter/detik di
Kecamatan Wangi-Wangi Selatan;
Air Bersih Mata air Batambawi kapasitas 15 liter/detik dan
mata air Lenteaoge kapasitas 5 liter/detik di
Kecamatan Kaledupa Selatan;
Mata air HeUlu kapasitas 10 liter/detik mata air
Tee Luo kapasitas 10 liter/detik di Kecamatan
Tomia Timur;
Mata air Lia Meangi kapasitas 10 liter/detik di
Kecamatan Togo Binongko;
Rencana pembuatan embung / kolam
penampungan air di Ehata dan Pongo kecamatan
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Infrastrukt DESKRIPSI KEBUTUHAN Keterangan
ur
Sistem Proteksi Kebaran yang dapat mengurangi
dampak Kejadian Kebakaran dan Korban Jiwa pada
Proteksi Kawasan Permukiman Padat Hunian.
Kebakaran Konsep Tandon dan Pengelolaan Satuan Relawan
Kebakaran Termasuk Kelengkapan Fasilitas
Pendudungnya
Penataan Penataan kawasan permukiman suku Bajo
Kawasan
Ruang Terbuka Bagi Masyarakat dalam berinteraksi
dan menjadi tempat aktivitas sosial perlu di
upayakan terutama pada kawasan yang dapat
Ruang
dikelolah sebagai obyek wisata buatan di kawasan
Terbuka
pesisir pantai.
Hijau
konsep alami dan menyatu dengan alam dengan
menggurangi pemanfaatan hard material yang
terkesan kaku dan monoton.
Profil dan Hasil Survei
KSPN KOMODO dan Sekitarnya, NTT
GAMBARAN UMUM KSPN Komodo dan Sekitarnya
Sejak menjadi ibukota dari kabupaten Manggarai Barat, sebuah kabupaten
hasil pemekaran dari Manggarai pada tahun 2003, Labuan Bajo
memeperlihatkan peningkatan kemajuan daerah yang sangat signifikan.
Labuan Bajo adalah sebuah kawasan perkotaan pelabuhan kecil yang letaknya
berada di ujung barat Pulau Flores. Letak Labuan Bajo ini langsung berhadapan
dengan Taman Nasional Komodo (TNK). Keberadaan Labuan Bajo yang
merupakan gerbang dari Taman Nasional Komodo memberikan keuntungan
tersendiri bagi penggerakan ekonomi wilayah setempat. Selain sebagai pintu
gerbang dari masuknya Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo sendiri memang
memiliki kondisi alam yang indah sehingga sangat layak untuk di jadikan
tempat singgah, tempat istirahat dan liburan para wisatawan. Sebelum
mengunjungi Taman Nasional Komodo yang terkenal di dunia, karena
keberadaan hewan purba yang masih hidup dan lestari sampai saat ini yaitu
Komodo.
Kawasan perkotaan Labuan Bajo ini adalah sebuah kota yang dikelilingi oleh
banyak pulau yang indah di sekitarnya. Dengan di hiasai oleh hamparan pasir
putih dan laut yang biru bersih yang mengelilingi pulau tersebut, diantara
banyak pulau yang terkenal dan banyak di kunjungi adalah Pulau Rinca, Pulau
Sabolo, Pulau Bidadari, Pulau Selayar Besar & Kecil, serta Pulau Komodo yang
paling banyak di kunjungi wisatawan.
Untuk menuju Labuan Bajo bisa di tempuh dengan 3 cara yakni melalui
transportasi udara yakni dengan naik pesawat udara dari Bali menuju Labuhan
Bajo/Bandara Komodo, pilihan kedua adalah melalui jalur laut yakni Kapal ferry
yang berangkat dari Bali maupun Kupang menuju Pelabuhan Labuan Bajo dan
pilihan terakhir adalah melalui Jalur darat yakni dari Kota Ende atau maumera
lalu menuju Labuan Bajo.
Snorkeling dan diving adalah salah satu diantara kegiatan yang sering di
nikmati oleh para pengunjung saat ke labuan Bajo. Species terumbu karang
Peta Destinasi Pariwisata Nasional Labuan Bajo dan Sekitarnya
KARAKTERISTIK KAWASAN
a Koordinat : 80 32 36 LU 11902922BT/ 8,543330 LS 119,489440 BT
b Nama KSPN : Komodo dan Sekitarnya
c Provinsi : Nusa Tenggara Timur ( NTT )
d Kabupaten / Kota : Manggarai Barat
e Kecamatan : Komodo
f Tipologi :
g : P. Komodo :33.937 Ha, P. Rinca : 19.625 Ha,
Luas
P. Padar: 2.017Ha
h Jumlah Penduduk : 4.000 Jiwa
i Jumlah KK : 800 KK
j Wilayah administratif
dalam lingkup KSPN
:Pulau Komodo, Pulau Rinca,Pulau Padar
(jika lebih dari 1 wil.
administratif)
k Pengelola KSPN : Kementrian Kehutanan RI
l Jumlah Wisatawan Per
: 14.378 0rang
Tahun
POTENSI PARIWISATA
a Wisata Bahari
b Wisata Binatang Komodo
CHECKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG
Dokumen Cheklist Keterangan

a Dokumen RTRW v
b Pergantian Kepala
RPJMD Kab/Kota -
Daerah
c RDTR Kab/Kota v
d Rencana Induk
Pariwisata Daerah v
(RIPDA)
e Dokumentasi Foto dan
v
Drone
f SPPIP / RPKPP v
g Peta KSPN v
Infrastruk Kondisi Eksisting Dokumen
tur tasi
Kurang memadainya jalan dan jembatan (untuk track eksplorasi) di
Jalan kawasan Taman Nasional Komodo
Lingkungan Kurangnya pelayanan jalan lingkungan, terutama di kawasan danau
sanahuang

Drainase
Lingkungan

Terdapat sumber air baku (setidaknya 6 sumber mata air) yang


memerlukan pembangunan SPAM untuk memenuhi kebutuhan
penduduk. Berdasarkan kajian, perlu juga penambahan sumber air
Sistem baku baru di cinca wulang.
Penyediaan Adanya pipa yang mengalami korosi (karena terendam di persawahan)
Air Minum dan mengalami kebocoran (karena dilubangi oknum masyarakat).
Kapasitas SPAM belum memadai untuk memenuhi kebutuhan
penduduk. Pompa yang ada kurang memadai. Perlu penggantian pipa
dan penambahan pompa
Masih kurangnya jumlah Faslilitas MCK publik di Loh Liang (area pintu
Pengelolaan masuk kawasan Taman Nasional Komodo)
Limbah

Sampah yang tertangani masih sekitar 38%.


Pengelolaan
Sampah Kurang memadainya TPA dari aspek luasan untuk pengolahan.
ISU TERKAIT INFRASTRUKTUR

Saat ini isu/kendala yang dihadapi dalam pengembangan potensi wisata di KSPN Komodo,
Labuan Bajo dan sekitarnya Kabupaten Manggarai Barat antara lain:
Terbatasnya penyediaan prasarana dan sarana penunjang wisata, terutama air minum dan
sanitasi (MCK) di kawasan Taman Nasional Komodo dan kawasan perkotaan labuan Bajo.
Pelayanan pengelolaan sampah di TPA masih kurang memadai karena terbatasnya lahan
beserta sarana pendukungnya.
Pertumbuhan penduduk dan kepadatan bangunan memerlukan pengendalian agar tidak
mengganggu konservasi alam di kawasan Taman Nasional Komodo
Pemanfaatan Tata Ruang sering menyimpang dari rencana Tata Ruang. Pelanggaran di
kawasan tersebut umumnya berkaitan dengan pemanfaatan jalur hijau dan sempadan
jalan maupun sempadan pantai untuk fasilitas pariwisata.
Arus keluar masuk penumpang di pelabuhan sangat padat sehingga memerlukan
pembangunan jalan alternatif
Penyediaan fasilitas penunjang kawasan wisata (seperti pusat informasi turis berbasis
audio visual).
Strategi Penyediaan Infrastruktur adalah dengan menyiapkan perencanaan dan
pembangunan Strategi dan
dukungan ProgramPekerjaan
Infrastruktur Penyediaan Infrastruktur
Umum dan Perumahan Rakyat yang
terpadu (mengacu pada RTRW dan Rencana Induk Pariwisata) untuk tahun 2016 dan
2017 di KSPN Komodo, Labuan Bajo dan Sekitarnya untuk mendukung pariwisata di
daerah tersebut. Fokus dari dukungan infrastruktur adalah dengan mengembangkan
infrastruktur Labuhan Bajo yang merupakan pintu masuk wisatawan sehingga
memperlama waktu tinggal wisatawan di kawasan pariwisata ini. Sedangkan fokus
dalam pembangunan infrastruktur di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan
sekitarnya adalah dengan tidak merusak wilayah Konservasi Taman Nasional Komodo.
Program Jangka Pendek
Pembangunan prasarana dan sarana prioritas meliputi Pembangunan dan
optimalisasi SPAM (penggantian pipa bocor/korosi, dan tambahan pendistribusian
air minum melalui perahu motor untuk supply di kepulauan) dan MCK publik/Toilet
VIP.
Penataan bangunan dan lingkungan di Desa Komodo dan di Loh Liang sebagai area
pintu masuk Kawasan Taman Nasional Komodo (penataan bangunan pos pemandu
wisata dan pedestrian/jalan track wisatawan termasuk Petunjuk arah/Signage ).
Integrasi program sektor secara holistik (air minum, sanitasi, permukiman, jalan
dan SDA)
Finalisasi masterplan/rencana induk bidang air minum, sanitasi, dan permukiman.
Pengembangan Citra Landsat dalam rangka One Map Policy pengembangan
Infrastruktur Bidang PUPR.
Program Jangka Menengah
Pembangunan waduk dan jalan lingkar di Labuan Bajo.
Pengendalian pertumbuhan permukiman di wilayah konservasi Taman Nasional
Komodo
Program Jangka Panjang
Matriks Dukungan
Kebutuhan Infrastruktur
Dukungan Prioritas
Infrastruktur PrioritasPUPR
PUPR TA.
TA. 2016-2017
2016-2017
(berdasarkan Hasil Survey dan Rapat Koordinasi Tim DJCK dengan Pemda)
Keteranga
No Bidang Jenis PSU Lokasi Vol. Biaya TA.
n
A Bina Marga
.
Jalan lingkar Luar (ring Diusulkan di
Labuan Bajo
road) Pra Konreg
Jalan Studi
1 Jalan lingkar utara dan
Labuan Bajo kelayakan TA,
selatan
2014 (Pemda)
B Sumber Daya Air

1 Sumber Waduk Hulu WTP.


Air Baku Untuk
kebutuhan
SPAM
C Cipta Karya

1 Air Review distribusi SPAM Rp


Labuan Bajo 1 lap. 2016
Minum Perpipaan 500.000.000
Penurunan NRW Permasalahan
Jaringan distribusi dan 1 Rp kebocoran
Labuan Bajo 2016
tranmisi Waimongol paket - pipa karena
dan Waimoto korosi
Pembangunan SPAM Rp
1
Sumber Mata Air Cunca Labuan Bajo [Link] 2017 DED di 2016
paket
Wulang 00
MatriksDukungan
Kebutuhan Dukungan Infrastruktur
Infrastruktur PUPRPUPR
Prioritas TA. 2016-2017
TA. 2016-2017
(berdasarkan Hasil Survey dan Rapat Koordinasi Tim DJCK dengan Pemda)
No Bidang Jenis PSU Lokasi Vol. Biaya TA. Keterangan
Rp Saat ini,
Pembangunan Jaringan Loh Liang, P. 1
[Link] 2017 Pembuatan
SPAM Kepulauan Komodo paket
0 DED
Akan di survey
Pembangunan Jaringan Loh Buaya, P. 1 Rp
2017 lebih lanjut.
SPAM Kepulauan Rinca paket -
DED TA. 2017
2 Persampa Pembebasan
han TPA dan Sarana Rp lahan
Pendukungnya (jalan Labuan Bajo 5 Ha [Link] diperkirakan
akses dan alat berat) 00 bulan juli
selesai
1 Rp
Labuan Bajo
lokasi 600.000.000

TPST 3R Kampung
1 Rp
Wisata
lokasi 700.000.000
Komodo

Rp
Alat Angkut / dump truck Labuan Bajo 2 unit
800.000.000
1 Rp
Pengadaan Bin Sampah Loh Liang
paket 100.000.000
Rp
Studi persampahan
Labuan Bajo 1 lap. [Link]
(PTMP dan DED)
0
MatriksDukungan
Kebutuhan Dukungan Infrastruktur
Infrastruktur PUPRPUPR
Prioritas TA. 2016-2017
TA. 2016-2017
(berdasarkan Hasil Survey dan Rapat Koordinasi Tim DJCK dengan Pemda)
No Bidang Jenis PSU Lokasi Vol. Biaya TA. Keterangan
Rp Pembebasan
IPAL Komunal Labuan Bajo 1 unit [Link] lahan masih
0 proses
Pembebasan
Rp lahan masih
IPLT Labuan Bajo 1 unit [Link] dalam proses,
0 perkiraan bulan
juli selesai
Rp
Truk Tinja Labuan Bajo 1 unit
450.000.000
3
Air 1 Rp
Labuan Bajo
Limbah lokasi 600.000.000
SANIMAS Kampung
1 Rp
wisata
lokasi 700.000.000
komodo
Jumlah
Rp disesuaikan
MCK Publik ++ (Toilet) Loh Liang 2 unit [Link] kebutuhan dan
0 sumber air
bersih
Rp
Studi air limbah
Labuan Bajo 1 lap. [Link]
(outlineplan dan DED)
0
Rp
Pembangunan drainase 1
4 Drainase Labuan Bajo [Link]
lingkungan paket
0
MatriksDukungan
Kebutuhan Dukungan Infrastruktur
Infrastruktur PUPRPUPR
Prioritas TA. 2016-2017
TA. 2016-2017
(berdasarkan Hasil Survey dan Rapat Koordinasi Tim DJCK dengan Pemda)
No Bidang Jenis PSU Lokasi Vol. Biaya TA. Keterangan
Peningkatan Kualitas
Rp
Lingkungan Permukiman 1
Penataan Loh Liang [Link]
di Kampung Wisata paket
Kawasan 00
5 Komodo
Permukim
Rp
an Pembuatan Jalan sisir ke 1
Labuan Bajo [Link]
pantai paket
0
Review RTBL Kawasan 1 2016 Belum di
Rp
Kampung Ujung dan Labuan Bajo lapora APBN legalisasikan
-
Kampung Tengah n P melalui perbup
Rp
Gerbang Loh Liang Loh Liang 1 unit [Link] 2106 Perencanaan
0
Optimalisasi fasilitas
Penataan Rp
Pengelola (kantor 1
Bangunan Loh Liang [Link]
Pengelola, Ticketing, paket
6 dan 0
dapur umum, gudang)
Lingkunga
Rp
n Gazebo/Shelter Loh Liang 3 unit
400.000.000
perbaikan pedestrian
1 Rp
termasuk aksesorisnya Labuan Bajo
paket 100.000.000
(Petunjuk arah, signage)
Rehabilitasi tempat Rp
Loh Liang 1 unit
ibadah 800.000.000
Sarana Rp Fasilitas Audio
MatriksDukungan
Kebutuhan Dukungan Infrastruktur
Infrastruktur PUPRPUPR
Prioritas TA. 2016-2017
TA. 2016-2017
(berdasarkan Hasil Survey dan Rapat Koordinasi Tim DJCK dengan Pemda)
Keterang
No Bidang Jenis PSU Lokasi Vol. Biaya TA.
an
Rp
Loh Liang 4 unit
Rehabilitasi Jembatan 750.000.000
Kayu Track Wisatawan Rp
Loh Buaya 5 unit
[Link]
Dermaga
Rp
Philemon, 1 Unit Rehab total
[Link]
Labuan Bajo
Penambaha
Dermaga / Tambatan Dermaga Loh Rp
60 m n panjang
Perahu/ Jetty Buaya [Link]
30 m
Dermaga Penambaha
Rp
sebita, Loh 150 m n panjang
[Link]
Liang 150 m
Rp Klini
Klinik Loh Liang 1 unit Loh Liang
600.000.000 k
PERUMAH
D.
AN
Perumaha
1 Rumah Layak Huni Labuan Bajo
n
Dokumentasi Survei
Dokumentasi Survei
Dokumentasi Survei
Dokumentasi Survei
Profil dan Hasil Survei
KEK Pariwisata/KSPN
Morotai, Maluku Utara
GAMBARAN UMUM KSPN MOROTAI
Kek Pariwisata Morotai terletak di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku
Utara. Pulau Morotai terletak di utara Pulau Halmahera yaitu pulau paling utara
Indonesia. Keindahan Morotai dengan segudang sejarah dari Perang Dunia II
membuatnya dijuluki "Mutiara di Bibir Pasifik". Dari aspek geografis pulau
Morotai memiliki posisi strategis karena berada di bibir jalur perdagangan Asia
Pasifik.
Kabupaten Pulau Morotai mempunyai luas wilayah 4.301,53 Km2, dengan luas
daratan seluas 2.330,60 Km2 dan luas wilayah laut sejauh 4 mil seluas
1.970,93 Km2. Panjang garis pantai 311.217 Km. Jumlah pulau-pulau kecil yang
terdapat di Kabupaten Pulau Morotai berjumlah 33 pulau dengan rincian pulau
yang berpenghuni berjumlah 7 pulau dan yang tidak berpenghuni berjumlah
26 pulau.
Pada tahun 2014, jumlah penduduknya tercatat sebanyak 72.789 jiwa, terdiri
dari 37.860 laki-laki dan 34.929 wanita yang tersebar di 88 desa dengan
tingkat kepadatan 31.44 jiwa/[Link] Pulau Morotai terdiri dari 79 desa
pantai ( %) dan 9 desa bukan pantai (%). Di kecamatan Morotai Selatan
terdapat 42 objek wisata, Kecamatan Morotai Timur dengan 10 objek wisata,
Kecamatan Morotai selatan Barat sebanyak 19 objek, Kecamatan Morotai Utara
3 objek dan Kecamatan Morotai Jaya sebanyak 8 obyek wisata.
Pulau Morotai merupakan salah satu pulau terbesar di Maluku Utara yang
memiliki potensi kekayaan alam dan budaya, termasuk sejarah penting yang
pernah terukir, seperti Perang Dunia II dan Trikora, dan kegiatan yang didukung
oleh keelokan alam, antara lain wisata alam bahari (pantai, bentang laut, dan
bawah laut) dan wisata alam pegunungan (air terjun, tempat pemandian,
trekking). Potensi ini dapat dijadikan sektor andalan yang memiliki nilai
ekonomis baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan Maluku Utara
Pengembangan Morotai sebagai Window of East Indonesia (Gerbang Indonesia
Timur) sebagai salah satu pulau terluar dan terdepan di perbatasan Indonesia
bagian timur laut, sejalan dengan Visi Kabupaten Pulau Morotai sebagai Pusat
Pertumbuhan Berbasis Sumberdaya Bahari dan Wisata Bertaraf Internasional.
Dalam mendukung pencapaian Visi tersebut, sebagaimana tercantum dalam
Rencana Induk Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, pengembangan khususnya
pariwisata Pulau Morotai diarahkan pada:
Keterpaduan pengembangan obyek wisata sejarah dan ekowisata baik di
daratan Morotai maupun di laut dan pulau-pulau kecil sebagai satu kesatuan
paket wisata. Pengembangan modal wisata sejarah dapat dijadikan sebagai
obyek wisata penangkap (tourists catcher) yang hanya sekali dikunjungi
karena keinginan yang besar untuk melihat dan menikmati obyek wisata, yaitu
keinginan untuk melihat sejarah Perang Dunia Kedua (Dalam hal ini perlu
dibuat Monumen Sejarah Perang Dunia II), sedangkan obyek wisata pantai
dapat dijadikan obyek wisata penahan, yang berarti wisatawan berkeinginan
kembali lagi untuk menikmati untuk obyek wisata.
Pengembangan pariwisata sebagai upaya pengentasan kemiskinan (tourism for
poor) dengan melibatkkan masyarakat semaksimal mungkin. Pelibatan
masyarakat dimulai dari tahap perencanaan wisata, implementasi dan
pengawasan.
Pengembangan pariwisata harus memperhatikan kelestarian lingkungan,
sehingga pola pengembangan tidak bersifat mass tourism dengan
memperbesar jumah pengunjung, tapi diharapkan memperpanjang length of
stay pengunjung.
Dikaitan dengan wisata sejarah dan ekowisata, maka komplementaritas
motivasi pengunjung adalah special interest, yaitu motivasi untuk melihat
sejarah PD II, rekreasi, dan petualangan. Dengan demikian wisatawan
mancanegara yang utama dapat berasal dari Jepang, Amerika, Australia, dan
Peta Destinasi Pariwisata Morotai dan Sekitarnya
KARAKTERISTIK KAWASAN

a Koordinat : 200 240 LU dan 12815-12848 BT

b Nama KEK Pariwisata : Morotai dan sekitarnya

c Provinsi : Maluku Utara

d Kabupaten / Kota : Pulau Morotai

e : Morotai Selatan, Morotai Selatan Barat, Morotai Timur, Morotai Utara dan Morotai
Kecamatan
Jaya
f Tipologi : Pesisir

g Luas : 3000 ha KSPN

h Jumlah Penduduk : 72.789 jiwa

i Jumlah KK : 18.197 KK

j Wilayah administratif : Kec. Morotai Utara: Desa Buho-Buho, Desa Wewemo Kec. Morotai Jaya: Desa
dalam lingkup KSPN (jika Igomaake, Desa Sopi, Desa Majiko Kec. Morotai Selatan: Desa Kolorai, Desa
lebih dari 1 wil. wawama, Desa Nakamura, Desa Juanga, Desa Wawama Desa Totodoku Zum-
administratif) Zum, Desa Colorai, Desa Daeo Kec Morotai Timur: Morotai Selatan Barat: Desa
Posi-Posi Rao, Desa Wayabula,
k Pengelola KSPN : Dinas Pariwisata dan swasta

l Jumlah Wisatawan Per


: hingga bulan November 2015 mencapai lebih dari 2.500 orang
Tahun
POTENSI PARIWISATA
a Wisata Sejarah: Patung nakamura Di desa Dehegila, Patung Jendral Douglas MC Arthur, Air
kaca di desa wawama, tugu trikora di Wawama, Tank di desa Gotalamo
b Wisata alam : air terjun di desa raja dan desa wayabula, desa
c Wisata pantai di dodola,desa Posi-Posi Rao, Tanjung Gorango, desa
Pulau Dodola terletak di sebelah barat Pulau Morotai. Dari Tobelo, perjalanan ditempuh
menuju daruba, dan dilanjutkan dengan menggunakan seedboat menuju Pulau Dodola
yang memakan waktu tempuh sekitar 20 menit. Pulau Dodola sebenarnya terbagi 2, yaitu
Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil.
d Surfing di desa Buo-Buo, snorkeling dan diving di desa Ngele-Ngele dan desaa Posi-Posi
Rao
CHECKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN PENDUKUNG
Dokumen Cheklist Keterangan

a PERDA NO 7/2012 TTG


Dokumen RTRW v
RTRW Kab. P Morotai
b Perda NO 6/2014 TTG
RPJMD Kab/Kota v
RPJMD 2012-2016
c RDTR Kab/Kota - Belum Ada
d Rencana Induk
Pariwisata Daerah v PERDA NO 6/2011
(RIPDA)
e Dokumentasi Foto dan
v Ada
Drone
f SPPIP / RPKPP - Belum Ada
KONDISI INFRASTRUKTUR EKSISTING
Infrastrukt Kondisi Eksisting Dokumentasi
ur
Jalan
kualitas permukaan jalan Rata dan berbatu
Lingkungan
Drainase Belum terhubungan dengan sistem drainase perkotaan
Lingkungan
akses aman air minum Belum Tersedia di desa Buo-buo, Wewemo, Raja,
Sistem
Sopi Majiko, Nakamuro, Bere-Bere dan Pangeo
Penyediaan Air
Belum Tersedia SR /KK di desa Buo-buo, Wewemo, Raja, Sopi Majiko,
Minum
Nakamuro, Bere-Bere dan Pangeo

Belum tersedia sistem pengelolaan air limbah dengan standard teknis


Pengelolaan
Limbah Belum terpenuhinya Pemenuhan persyaratan teknis prasarana dan
sarana pengelolaan air limbah
Belum tersedia sarana prasarana persampahan di KSPN
Pengelolaan
Sampah Desa di dalam ibukota kabupaten masih bersifat komunal sedangkan
desa di luar ibukota kab. Dibuang disembarang tempat
Proteksi Belum tersedia sarana dan prasarana proteksi kebakaran
Kebakaran
Ruang Terbuka
Belum tersedianya ruang terbuka hijau
Hijau
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Infrastrukt DESKRIPSI KEBUTUHAN Keterangan
ur
Jalan Pembangunan jalan alternatif dan peningkatan
Lingkungan kualitas jalan menuju ke komponen destinasi
pariwisata di Morotai;
dan
Jalan lingkungan dibangun di 14 desa masing-masing
infrastruktu 10.000 meter
r Pembangunan Talud penahan abrasi
pendukung Pelebaran jalan Daeo Bere Bere
Pembuatan sumur resapan ditempat-tempat
genangan air hujan 10 buah dan pembangunan
drainage perkotaan 10 km
Pembangunan drainase sekunder dan tersier di 14
Drainase desa
Lingkungan Pembangunan drainase primer dan sekunder yang
terkoneksitas dengan perkotaan 10 km
Normalisasi drainase sekunder dan tersier di dalam
kota 5 km
Konstruksi drainage tertutup
Pemasangan Pipa induk di 10 desa dengan panjang Perlunya
Sistem 5 km pengawasan hutan
Pemasangan SR untuk 300 KK agar terlindungi,
Penyediaan
sebagai sumber
Air Minum persediaan air
minum/bersih
KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
Infrastrukt DESKRIPSI KEBUTUHAN Keterangan
ur
Air Bersih Pembangunan SPAM IKK Kao Barat

Sambungan Rumah 1000 KK


Pengelolaan
Pengadaan mobil tinja 2 unit, pengadaan WC mobile
Limbah di 14 desa sebanyak 14 unit
Pengadaan Mobil sampah 4 unit, contener 4 unit,
Pengelolaan
gerobak sampah 100 unit
Sampah Pengelolaan sampah dengan sistem 3 R
Pos Pemadam Kebakaran di 14 desa wilayah PSKPN
dilengkapi dengan bak air, Pemasangan Hydran di
14 desa sebanyak 140 titik/unit
Proteksi Speedboat Pemadam kebakaran 2 unit, Mobil
Kebakaran Pemadam Kebakaran (3000) liter 2 unit, Motor
pemadam Kebakaran 14 unit, Pengadaan Alat
pemadam kebakaran api ringan (APAR) 280 buah
untuk 14 desa
Ruang Pembangunan RTH taman desa 14 desa
Terbuka Penataan kembali taman kota, taman desa di
Hijau kawasan pariwisata 14 desa
Sarana Pengembangan Homestay/penginapan
Akomodasi
Dokumentasi Survei
Dokumentasi Survei
REKOMENDASI
perencanaan PENGEMBANGAN
yang terpadu (lintas sektor),10 KSPN
terkoordinasi
(pusat-daerah), dan PRIORITAS
komprehensif dengan konsep yang
tepat sesuai keunggulan masing-masing lokasi pariwisata.
Prasarana air minum dan sanitasi (terutama MCK/toilet)
yang layak dan memadai sangat dibutuhkan di lokasi objek
pariwisata.
Aksesibilitas jalan dan Fasilitas transportasi harus
ditingkatkan agar mempermudah para wisatawan untuk
mencapai lokasi objek pariwisata.
Sebagian area pada lokasi pariwisata merupakan cagar
alam atau memiliki nilai sejarah/budaya sehingga
pengembangan pariwisata atau permukiman di sekitarnya
perlu diperhatikan agar tidak merusak wilayah konservasi
atau objek wisata budaya/sejarah.
Pengembangan infrastruktur permukiman kawasan
perkotaan/kawasan perdesaan di sekitar area lokasi KSPN
diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
lokal.
Fasilitas akomodasi (penginapan) yang memadai dan
sarana penunjang lainnya perlu dikembangkan sehingga
dapat memperlama waktu tinggal wisatawan agar
mendukung peningkatan perekonomian lokal.
_Terimakasih_

Direktorat Jenderal Cipta Karya


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Anda mungkin juga menyukai