0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
735 tayangan61 halaman

Kualitas dan Komponen Salep Farmasi

Dokumen tersebut membahas definisi, jenis, komposisi, dan kualitas dasar salep farmasi serta beberapa contoh inkompatibilitas bahan obat dalam pembuatan salep."

Diunggah oleh

Yayuk Abay Tambunan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
735 tayangan61 halaman

Kualitas dan Komponen Salep Farmasi

Dokumen tersebut membahas definisi, jenis, komposisi, dan kualitas dasar salep farmasi serta beberapa contoh inkompatibilitas bahan obat dalam pembuatan salep."

Diunggah oleh

Yayuk Abay Tambunan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ADEK CHAN SSI, MSI.

,APT

01/16/17

Definisi Sediaan Salep


Salep (unguenta/ointment) :

bentuk sediaan yang lunak, tidak bergerak dan tergolong


sediaan semi padat, biasanya mengandung obat untuk
pemakaian pada kulit atau pada membran mukosa.
Sediaan salep bervariasi dalam komposisi, konsistensi dan
tujuan penggunaannya.
Beberapa variasi dari prototipe salep banyak digunakan
dalam praktek peresepan dan dibedakan dengan namanya.
Macamnya : unguenta, krim, pasta, jeli, oculenta,cerata.

01/16/17

Macam sediaan salep


Unguenta : mengandung relatif lebih sedikit bahan dan

perbedaan pokok dengan yang lainnya pada


konsistensi; bila dipakaikan pada kulit akan
melunakkan dan membentuk lapisan penutup pada
permukaan kulit.
Krim : jenis salep yang dapat dicuci, memiliki
konsistensi yang lebih lunak dan mengkilat, biasanya
digunakan pada daerah yang teriritasi atau tempat
yang sensitif.
Pasta : mengandung zat padat dalam persentase
tinggi; popular digunakan pada bidang dermatologi,
bersifat kaku, biasanya tidak meleleh pada suhu tubuh,
membentuk dan mempertahankan lapisan pelindung
pada area yang diaplikasikan.
01/16/17

Macam sediaan salep


Cerata : salep berlemak, mengandung

malam dalam persentase tinggi, titik lebur


tinggi.
Jeli : salep yang sangat tipis, hampir cair,
mengandung sedikit atau tanpa malam,
digunakan pada membran mukosa, untuk
tujuan melicinkan dan sebagai basis obat,
biasanya terdiri dari campuran sederhana
lemak dengan titik leleh rendah dan
minyak.
01/16/17

Fungsi Salep
Dasar salep atau pembawa substansi obat

untuk penggunaan pada kulit (topikal)


Pelumas pada kulit
Pelindung untuk mencegah kontak
permukaan kulit dengan rangsang kulit

01/16/17

Pemilihan dasar salep


Banyak faktor berpengaruh dalam pemilihan dasar
salep :
sifat dasar obat, stabilitas, dan aksi terapi (obat yang
terhidrolisis cepat lebih stabil dalam basis hidrokarbon
dibandingkan basis berair)
karakteristik umum kulit pasien (kering atau berminyak)
daerah kulit yang akan diterapi (berambut atau gundul)
jenis lesi yang terjadi (kering atau serous)
efek kimia bahan pembawa terhadap obat dan obat
terhadap bahan pembawa
aksi bahan pembawa pada kulit
01/16/17

Kualitas Dasar Salep


(basis)
Stabil : salep harus stabil selama masih
digunakan untuk pengobatan (bebas
inkompatibilitas, stabil pada suhu kamar,
kelembaban yang ada dalam kamar)
Lunak : krn salep banyak digunakan untuk kulit
teriritasi, inflamasi shg semua zat keadaan halus
dan seluruh produk harus lunak dan homogen
Mudah dipakai : salep yang sulit dipakai salep
yang sangat kaku (keras) atau sangat encer.

01/16/17

Kualitas dasar salep


(basis)
Dasar salep yang cocok : dasar salep harus
dapat bercampur secara fisika dan kimia
dengan obat yang dikandungnya, dasar
salep tidak boleh merusak atau
menghambat aksi terapi obat, mampu
melepaskan obat pada daerah yang diobati,
dapat membentuk lapisan film penutup,
mudah dicuci sesuai yang diperlukan.
Terdistribusi merata : obat harus
terdistribusi merata melalui dasar salep.
01/16/17

Ciri dasar salep yang ideal secara fisikakimia


Stabil,
bereaksi netral,
tidak mengotori,
tidak mengiritasi,
tidak menimbulkan dehidrasi,
tidak beraksi menghilangkan lemak,
tidak higroskopis,
dapat dihilangkan dengan air,
dapat dicampur dengan semua obat
01/16/17

Ciri dasar salep yang ideal secara fisikakimia


bebas dari bau yang tidak enak,
tidak memberi noda,
mampu memenuhi sebagai medium bagi obat

yang tak larut dalam lemak atau air,


efisien untuk kulit kering, berminyak, atau
basah,
dapat disimpan untuk penggunaan ekstemporer,
dapat mengandung 50% air,
mudah dibuat,
meleleh atau melunak pada suhu badan.
01/16/17

10

Dasar salep hanya dapat memenuhi


beberapa sifat-sifat tersebut diatas
(tergantung pada tipe dasar salep dan
akhir penggunaan).

01/16/17

11

Penggolongan basis berdasarkan


keadaan
Dasar salep anhidrus

Minyak hidrofob : minyak mineral (vaselin, paraffin), minyak


dari hewan (adeps lanae), minyak tumbuh2an (Ol. Sesami, Ol.
Olivarum, Ol. Cocos)
Minyak hidrofil : dasar salep tercuci (aquaphor, carbowax,
polysorb)
Dasar salep yang mengandung air
Dasar salep emulsi tipe A/M (lanolin)
Dasar salep emulsi tipe M/A (hydrophilic ointment USP, cold
cream, vanishing cream)
Dasar salep yang mengandung serbuk
Serbuk dalam minyak hidrofob (zinc oxide ointment USP)
Serbuk dalam minyak hidrofil (starch in hydrophilic petrolatum)
01/16/17

12

Penggolongan Basis berdasarkan


komposisi
Dasar salep berminyak/berlemak (vaselin,

paraffin cair, paraffin dan jelene, minyak


tumbuh2an, silicon)
Dasar salep absorpsi (adeps lanae, hydrophilic
ointment petrolatum dan dasar salep yang baru :
aquaphor, polysorb, hydrosorb dan plastibase
hydrophilic).
Dasar salep tercuci (polyethylene glycol ointment
USP)
Dasar salep emulsi (lanolin, cold cream,
vanishing cream, Hydrophilic ointment,
Emulsifying ointment dan emulsifying wax )
01/16/17

13

Dasar salep
Berlemak/Berminyak
Vaselin terdiri dari vaselin putih dan vaselin
kuning. Vaselin putih : bentuk yang telah
dimurnikan/dipucatkan warnanya dengan asam
sulfat shg tidak boleh digunakan pada salep mata
krn akan mengiritasi.
Vaselin digunakan jika dikehendaki adanya film
penutup pada kulit yang diobati. Kemampuan
menyerap air 5%, dapat ditingkatkan dengan
menambah cholesteroli.

01/16/17

14

Dasar salep
Berlemak/Berminyak
Parafin adl paraffin padat, digunakan untuk

mengeraskan salep krn titik lebur campuran naik.


Paraffin cair, ada dua kualitas, yang viskositasnya
encer digunakan untuk pembuatan vanishing
cream, yang viskositasnya kental digunakan
untuk pembuatan cold cream.
Minyak tumbuh2an ditambahkan pada dasar
salep sebagai pelumas dan untuk menurunkan
titik lebur. Pada proses hidrogenasi minyak akan
menjadi semi solid dan berwarna putih,
keuntungan : makin stabil, tidak tengik,
menambah daya absorpsi air.

01/16/17

15

Dasar salep
Berlemak/Berminyak

Jelene : terdiri dari minyak hidrokarbon dan


malam, fase air mudah bergerak shg difusi obat
ke media sekelilingnya dapat terjadi lebih baik.
Silikon : dikenal dengan dimetikon, suatu semi
polimer sintetik yang struktur dasarnya bukan
suatu hidrokarbon tetapi rantai Si dan O, silicon
termasuk dasar berminyak, bila dipegang
rasanya seperti minyak, tak campur dengan air.
Silicon stabil pada suhu tinggi, tahan terhadap
oksidasi, Contoh sediaan ; Silicone hydrophilic
ointment, silicone absorption base, silicone
emulsion base.

01/16/17

16

Dasar Salep Absorpsi

Ada dua tipe pokok dasar salep absorpsi :


Dasar salep anhidrus: dapat menyerap air dan
membentuk emulsi A/M (adeps lanae dan
hydrophilic petrolatum).
Dasar salep anhidrus dan merupakan emulsi A/M
tapi masih mampu menyerap air yang
ditambahkan (cold cream, lanoline), tidak mudah
dicuci, tidak tercuci, krn fase kontinu adl minyak.
Adeps lanae digunakan sbg lapisan penutup dan
melunakkan kulit tetapi banyak yang alergi.
Hydrophilic petrolatum digunakan sebagai
pengganti adeps lanae.

01/16/17

17

Dasar Salep Emulsi


Dasar salep emulsi tipe A/M (lanolin, cold cream). Lanolin

adalah adeps lanae cum aqua digunakan sbg pelumas


dan penutup kulit serta bersifat lebih mudah digunakan.
Cold cream, emulsi tipe M/A, dibuat dengan pelelehan
cera alba, cetacium dan Ol. Amygdalarum ditambah
larutan borax dlm air panas, diaduk sampai dingin. Dasar
salep ini harus dibuat baru krn Ol. Amygdalarum tidak
stabil. Digunakan sbg pendingin, pelunak dan sbg
pembawa obat.
Hydrophilic ointment: dapat ditambah cairan obat tanpa
merubah viskositasnya, mudah dicuci dari kulit.
Vanishing cream, digunakan sbg dasar kosmetik dan
pengobatan kulit.
Emulsifying ointment dan emulsifying wax : tipe M/A krn
natrium lauril sulfat larut dalam air.
01/16/17

18

Inkompatibilitas Sediaan
salep
Inkompatibilitas : tak tercampurkannya
bahan-bahan obat dalam suatu formula
sediaan obat yang diresepkan.
Akibat : perubahan efek, perubahan
penampilan
Peran farmasis : pengatasan problema
inkompatibilitas dengan beberapa alternatif

01/16/17

19

Beberapa inkompatibilitas
bahan
obat
dalam
sediaan
Polietilenglikol (PEG) :
salep
PEG kompatibel dengan HgO kuning,

ammoniated mercury, asam salisilat, kalomel,


asam benzoate, asam undesilinat, sulfur,
asam borat, resorsinol, dan pix liquida.
PEG inkompatibel dengan resorcinol, balsam
Peruvian, dan tannin.
Silikon :
bersifat inkompatibel dengan PEG, sabun
lunak, gliserin dan malam, minyak
tumbuh2an, dan paraffin liq.

01/16/17

20

inkompatibilitas bahan obat


dalam salep
Asam undesilinat (undecylenic acid) :

digunakan dalam bentuk garam (zinc


undecylenate) digunakan pada salep tidak
menyebabkan inkompatibilitas.
Urea : membentuk campuran eutetik dengan
chloral hydrate, pyrocatechol, pyrogallol.
Asam salisilat : menyebabkan inkompatibilitas
akibat asam dan salisilat nya.
Methyl salicylate : inkompatibel dengan
volatile oil dan salisilat.
01/16/17

21

inkompatibilitas bahan obat


dalam salep
Resorcinol :

Warna menjadi gelap oleh adanya alkali;


Membentuk komponen yang berwarna dengan
ferric chloride, chloroform, formaldehyde,
beberapa gula.
Membentuk campuran eutetik dengan
acetamide, acetanilide, antipyrin, camphor,
chloral hydrate, menthol, phenol, pyrogallol
dan urethane.
01/16/17

22

inkompatibilitas bahan obat


dalam salep
Resin : mencair atau melunak bila dicampur

dengan camphor, menthol, phenol, phenyl


salicylate, thymol atau urethane.
Promethazine hydrochloride (phenergan) :
Bersifat asam, inkompatibel dengan alkali,
dirusak oleh oksidator.
Procaine hydrochloride : diendapkan oleh
alkali dan alkaloid, inkompatibel dengan
mild mercurous chloride, mercuric chloride,
garam perak, dan oksidator.
01/16/17

23

inkompatibilitas bahan obat


dalam salep
Phenol : membentuk campuran eutetik

dengan acetanilide, aminopyrine, chloral


hydrate, camphor, menthol, resorcinol,
phenyl salicylate dan thymol.
Menthol : dirusak oleh oksidator kuat, sifat
inkompatibilitas : liquefaction, membentuk
campuran eutetik dengan betanaphthol,
borneol, chloralhydrate, camphor, phenol,
resorcinol, thymol, urethane, pyrocatechol,
pyrogallol.
01/16/17

24

inkompatibilitas bahan obat


dalam salep
Naphthalene (naphthalin) : inkompatibel dengan oksidator

kuat, membentuk campuran eutetik dengan phenol, phenyl


salicylate, dan beberapa komponen organic lain.
Betanaphtol : inkompatibel dengan oksidator dan
membentuk komponen yang bervariasi dengan beberapa
asam. Membentuk suatu massa yang lembab bila dicampur
dengan antipyrine, camphor, menthol, phenol dan phenyl
salicylate.
Glycerin (glycerol) : pelarut yang baik untuk asam borat dan
sodium borat, bukan pelarut yang baik untuk volatile oil,
camphor, menthol, dan resin, pelarut yang baik untuk
phenol. Inkompatibel dengan oksidator kuat. Bila dicampur
dengan tannin, phenol, salisilat menyebabkan warna
menjadi gelap yang dapat dicegah dengan penambahan
sedikit sodium citrate.
01/16/17

25

inkompatibilitas bahan obat


dalam salep
Lidocaine hydrochloride : inkompatibel dengan

garam alkali.
Iodoform : dirusak oleh cahaya, alkali, tannin
dan mild mercurous chlorides, inkompatibel
dengan mercuric oxide.
Vioform (iodochlorhydroxyquin) : Bila dicampur
dengan bacitracin akan menyebabkan inaktifasi
sampai 10%.
Ichthammol (ichthyol) : diendapkan oleh asam
dan mineral dan garam asam, dan dirusak oleh
alkali. Membentuk komponen tak larut dengan
mild mercurous chloride, resorcinol dan
potassium iodide.
01/16/17

26

inkompatibilitas bahan obat


dalam salep
Asam benzoate : inkompatibel dengan besi, perak dan

merkuri.
Balsam Peruvian : menyebabkan masalah pada salep
karena tidak dapat bercampur dengan baik dan
menjadi kotor, dapat dicegah dengan mencampurkan
separuh jumlah balsam terlebih dulu dengan castor oil.
Bacitracin : diurai oleh larutan alkali kuat. Diinaktivasi
oleh sodium thiosulfate dan oksidator. Diendapkan oleh
garam logam berat, asam benzoate, asam salisilat,
tannic acid, dan sodium chloride konsentrasi tinggi.
Perborates : inkompatibilitas dengan oksidator dan
borat.
01/16/17

27

Resep 1

R/ Menthol
0,200
Ephedrin 0,200
Paraff. Liq. ad 30

Menthol dan ephedrine dapat meleleh, tetapi pada waktu


penambahan paraffin akan terjadi pemisahan (menthol larut,
ephedrine tidak larut dan akan memisah lagi).

01/16/17

28

Resep 2

R/ Phenol
Camphor
Vaselin

1
6
ad 50

Problema : Pada campuran fenol dan kamfer (14% fenol)


tidak akan terjadi larutan dan akan didapat serbuk yang
keruh.

Pengatasan : sekurang2nya diperlukan


24% fenol

01/16/17

29

Resep 3

R/ Cocain Hydrchl.
Menthol
Phenol
aa 10

Problema : Pembuatan larutan anestetik dengan pelelehan,


tetapi setelah didiamkan beberapa lama pada suhu kamar
terjadi penghabluran yang terjadi dari persenyawaan 1 mol
cocaine Hydrochl dengan 2 mol Phenolum.

Pengatasan: dapat dicegah dengan mengganti sekurangkurangnya 2/3 bagian dari garam kokaina hidroklorida
dengan basa nya.

01/16/17

30

Resep 4

R/ Borax
0,5
Hydrargyr. Chloride
0,050
Vaselin alb.
ad 20

Problema : Boraks membentuk raksa oksida yang


berwarna kuning dari Hg Cl2.

Pengatasan : Reaksi dapat diperlambat dengan jalan


menggerus kedua garam tersebut dalam keadaan tidak
terlarut dengan sebagian vaselin kemudian baru
dicampurkan.
01/16/17

31

Resep 5

R/ Iodi
Calomel
Vaselin

0,6
2,5
6

Problema : terjadi reaksi :


HgCl2 + I2
HgCl2

HgI2 +

Pengatasan : Kombinasi dari beberapa persenyawaan raksa


dengan persenyawaan halogenida yang dapat larut harus
dihindarkan.
01/16/17

32

Resep 6

R/ Phenol
0,300
Hydrarg. Oxyd. Flav.
0,150
Vaselin alb.
30

Raksaoksida direduksi oleh fenol sehingga salep berwarna


tua jika fenol dan raksaoksida dicampurkan bersama-sama
baru ditambahkan vaselin.
Pengatasan : fenol dan raksaoksida dicampur dengan
sebagian vaselin dulu.

01/16/17

33

Resep 7

R/ Hydrarg. Oxyd
0,100
Cocaini Hydrochl
0,050
Vaselin
10

ad

Terbentuk HgCl2 pada salep mata tersebut,


menyebabkan bekerjanya merangsang

Kombinasi dari beberapa persenyawaan raksa dengan


persenyawaan halogenida yang dapat larut harus dihindarkan

01/16/17

34

Resep 8

R/ Ung. Merc. [Link]. 3%


10
Sol. Adrenal. Hydrochl.
gtt X
Cocain. Hydrochl.
0,100

Larutan adrenalin bereaksi asam pada kombinasi salep mata


tersebut, tidak dikehendaki

01/16/17

35

Resep 9

R/ Anaesthesin
0,4
Natrii Bicarb.
Acid salicyl.
0,2
Vaselin

0,4
ad 50

Dibuat dengan mencampurkan ketiga zat-zat padat secara


terpisah-pisah dengan sebagian vaselin. Setelah didiamkan 1
hari, tutup dari wadah salep akan terlepas disebabkan oleh
terbentuknya CO2.

01/16/17

36

Resep 10

R/ Mild silver protein 5%


Pet. Alba
15
M ungt.

Problema : mild silver protein tidak larut dalam petrolatum


sehingga salep menjadi kasar dan kotor.

Pengatasan : mild silver protein dilarutkan dulu dalam


gliserin atau air sedikit mungkin

01/16/17

37

Resep 11

R/ Sulfathiazole
Calamine
Phenol
Ung. Aqua rosae
M ungt.

10%
5%
1%
qs ad 30

Problema : cold cream suatu emulsi akan dirusak oleh


calamine, garam logam berat dan asam.

Pengatasan : basis cold cream diganti dengan white


petrolatum, sbg parfum ditambahkan satu tetes rose oil.

01/16/17

38

Resep 12
R/ Betanaphthol
Sulfur
Balsam peruv
Pet. Alba
M ungt.

4
2
15
qs ad 90

Problema : terjadi pemisahan resin dari balsam Peruvian shg


pada penyimpanan salep menjadi menggumpal dan kotor.

Pengatasan : balsam dilarutkan dulu dalam castor oil sama


banyak. Basis white petrolatum diganti dengan white
unguentum untuk mendapatkan salep yang lebih keras.
01/16/17

39

Resep 13
R/ Methyl salicylate
Belladona extract
Aquaphor
Lanolin
M ung.

20
5
15
q s ad 60

Problema : sediaan terlalu cair untuk dibuat


menjadi salep.

Pengatasan : metal salisilat diabsorpsi dengan amilum atau


ditambahkan 15% malam putih untuk menghasilkan salep
yang lebih kental.

01/16/17

40

Resep 14
R/ Precipitated sulfur
Salicylic acid
I.O.D
Vanishing cream
M ung.

2%
5%
2%
qs ad 30

Problema : asam salisilat menyebabkan emulsi


vanishing cream pecah.

Pengatasan : ditambahkan stablisator gliserin atau basis


vanishing cream diganti dengan washable ointment base
yang mengandung non-ionic emulsifier.
01/16/17

41

Resep 15
R/ Camphor
Menthol
Plastibase
M ung.

2%
5%
qs ad 30

Problema : camphor dan menthol menyebabkan basis


salep menjadi mencair.

Pengatasan : dibuat campuran eutetik antara camphor


dengan menthol dan diadsorpsi terlebih dulu dengan amilum,
baru dicampurkan dengan plastibase.
01/16/17

42

Resep 16
R/ Coal tar
Zinc oxide
Starch
Petrolatum

5%
10%
10%
qs ad 30

Problema :
jika semua bahan dicampur bersama maka terbentuk salep
berwarna hitam,
jika zinc oxide dicampur terlebih dulu dengan petrolatum,
lalu ditambahkan coal tar, kemudian starch, maka akan
terbentuk salep berwarna abu-abu,
jika coal tar dicampur terlebih dulu dengan petrolatum, lalu
ditambahkan zinc oxide dan starch, maka akan terbentuk
salep berwarna hijau.
Pengatasan : ditambahkan coloring agent untuk menutup
atau menyamarkan warna.

01/16/17

43

Resep 17
R/ Resorcinol
20
Hydrarg. Chloride. Mit. 15
Ung. [Link]
qs ad 100

Problema : Sodium borat dalam ung, [Link] menyebabkan


semua komponen berwarna gelap.

Pengatasan : basis diganti dengan white petrolatum dan sbg


parfum tambahkan satu tetes rose oil.

01/16/17

44

Resep 18
R/ Bacitracin
500 u/gm
[Link] 10%
Washable base
qs ad 30
M. ung.

Problema : sifat alkalis [Link] akan


menguraikan bacitracin.

Pengatasan : gunakan sulfathiazole sbg pengganti


sod. sulfathiazole.

01/16/17

45

Resep 19
R/ Allantoin
Urea
Sulfur
[Link]
[Link].

5
1
2
qs ad 30

Problema : allantoin diurai oleh sifat basa dari [Link]


shg menyebabkan perubahan warna.

Pengatasan : ganti basis dengan white petrolatum dan sbg


parfum tambahkan beberapa tetes rose oil.

01/16/17

46

Resep 20
R/ Hydrocortisone tab
xxx
Water to levigate qs
Aquaphor
qs ad
30
Problema : penggunaan tablet untuk mendapatkan zat aktif
hidrokortison tidak dibenarkan, tablet mengandung bahanbahan lain yang tidak diminta dalam resep dan mungkin tidak
dikehendaki adanya.
Pengatasan : seharusnya digantikan dengan zat aktif dalam
bentuk micronized bulk powder krn memiliki keuntungan
serbuk lebih mudah terdispersi, lebih efektif dan mengurangi
iritasi;

01/16/17

47

Latihan 1
R/ Ppt. sulfur
Salicylic acid
5%
Peru balsam
3%
Cold cream
ad 30
[Link].

01/16/17

2%

qs

48

Latihan 2
R/ Neocalamine
Benzocaine
Sulfathiazole
Cold cream
[Link].

01/16/17

5%
1%
10%
60

49

Latihan 3

01/16/17

50

Latihan 4

01/16/17

51

Latihan 5

01/16/17

52

Latihan 6

01/16/17

53

Latihan 7

01/16/17

54

Index

Formula dasar salep (basis)

01/16/17

55

White ointment
R/ white wax
50 g
white petrolatum 950 g

01/16/17

56

Hydrophilic petrolatum
R/ cholesterol
30 g
stearyl alcohol
30 g
white wax
80 g
white petrolatum 860 g

01/16/17

57

Cold cream
R/ cetyl esters wax
white wax
mineral oil
sodium borate
purified water

01/16/17

125 g
120 g
560 g
5g
190 ml

58

Hydrophilic ointment
R/ methylparaben
0,25 g
propylparaben
0,15 g
sodium lauryl sulfate
10 g
propylene glycol
120 g
stearyl alcohol
250 g
white petrolatum 250 g
purified water qs ad 1000 g
01/16/17

59

Polyethylene glycol oint


ment
R/ polyethylene glycol 3350
400 g
polyethylene glycol 400 600 g

01/16/17

60

Vanishing cream
R/ Acd. stearin.
Glycerin
Natr. biborat.
Triaethanolamin.
Aq. dest.
Nipagin

01/16/17

142
100
2,5
10
750
q.s.

61

Anda mungkin juga menyukai