0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan26 halaman

Implementasi dan Pengujian Perangkat Lunak

Dokumen tersebut membahas tentang implementasi sistem perangkat lunak dan pengujiannya. Implementasi sistem terdiri dari dua fase yaitu fase konstruksi untuk membangun sistem fungsional baru dan fase hantaran untuk mengoperasikan sistem baru. Pengujian perangkat lunak bertujuan untuk menemukan kesalahan sistem sebelum diimplementasikan.

Diunggah oleh

Natalia Harahap
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan26 halaman

Implementasi dan Pengujian Perangkat Lunak

Dokumen tersebut membahas tentang implementasi sistem perangkat lunak dan pengujiannya. Implementasi sistem terdiri dari dua fase yaitu fase konstruksi untuk membangun sistem fungsional baru dan fase hantaran untuk mengoperasikan sistem baru. Pengujian perangkat lunak bertujuan untuk menemukan kesalahan sistem sebelum diimplementasikan.

Diunggah oleh

Natalia Harahap
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Testing & Implementasi

Perangkat Lunak

Pengertian
Implementasi sistem adalah tahapan
untuk
mengkonstruksi
sistem
baru
( Perangkat lunak baru) dan membuat
sistem tersebut bisa digunakan dalam
operasi sehari-hari untuk memenuhi
kebutuhan bisnis/ operasional sebuah
organisasi.
Implementasi sistem terdiri dari dua fase,
yaitu:
Fase konstruksi
Fase hantaran

Fase Konstruksi
Tujuan dari fase konstruksi adalah:
Membangun dan menguji suatu sistem fungsional
yang memenuhi kebutuhan/persyaratan bisnis dan
perancangan software baru
Mengimplementasikan antarmuka antara sistem baru
dan sistem yang ada saat ini.

Pemrograman biasanya dikenal sebagai aspek


utama dari fase konstruksi. Akan tetapi, dengan
kecenderungan solusi sistem yang melibatkan
pemerolehan dan pembelian paket perangkat
lunak, maka implementasi dan integrasi
komponen-komponen perngkat lunak menjadi
aspek penting.

Aktivitas-aktivitas dalam fase


kontruksi
1. Membangun dan menguji jaringan (bila
perlu)
2. Membangun dan menguji basis data
3. Menginstal dan menguji paket perangkat
lunak yang baru (jika perlu)
4. Menulis dan menguji program baru

Membangun dan menguji jaringan


(bila perlu)
Tujuan dari aktivitas ini adalah membangun dan
menguji jaringan komputer yang baru atau
memodifikasi jaringan yang lama untuk dipakai
sistem yang baru.
Biasanya aktivitas ini dilakukan oleh ahli
telekomunikasi yang membangun jaringan.
Pemilik dan pengguna sistem jarang dilibatkan
pada aktivitas ini. Analisis sistem, perancang
jaringan dan administrator jaringan juga
berperan pada aktivitas ini.

Membangun dan menguji basis


data
Tujuan dari aktivitas ini adalah membangun dan
menguji basisdata baru dan memodifikasi
basisdata yang lama agar bisa digunakan
sistem baru.
Pengguna sistem diperlukan untuk melakukan
dan menyetujui hasil pengujian data. Perancang
basisdata dan pemrogram/pembangun
basisdata juga terlibat dalam aktivitas ini.
Hasil akhir dari aktivitas ini adalah struktur
basisdata yang belum dipopulasi, yaitu struktur
basisdata telah diimplementasikan namun data
belum dimasukkan ke dalam struktur basis data.

Menginstal dan menguji paket


perangkat lunak yang baru (jika perlu)
Tujuan dari aktivitas ini adalah menginstal beberapa
paket perangkat lunak baru dan membuatnya tersedia
dalam perpustakaan perangkat lunak.
Pemilik dan pengguna sistem tidak dilibatkan dalam
aktivitas ini. Yang banyak berperan adalah desainer
sistem (untuk mengklarifikasi persyaratanintegrasi dan
dokumentasi program yang digunakan dalam pengujian
perangkat lunak) serta pemrogram aplikasi
(bertanggungjawab menginstal dan menguji paket
perangkat lunak yang baru)
Output utama dari aktivitas ini adalah paket perangkat
lunak yang telah diinstal dan diuji.

Menulis dan menguji program baru


Tujuan dari aktivitas ini adalah menulis dan menguji
seluruh program yang dikembangkan sendiri
Perancang sistem bisa saja dilibatkan dalam aktivitas
iniuntuk mengklarifikasi perancangan program,
persyaratan-persyaratan integrasi, dan dokumentasi
program yang digunakan dalam penulisan dan pengujian
program.
Yang paling bertanggungjawab dalam aktivitas ini
adalahpemrogram aplikasi atau tim pemrogram.
Analisis sistem hanya berperan dalam mengklarifikasi
kebutuhan-kebutuhan bisnis yang akan
diimplementasikan oleh program.
Output dari aktivitas ini adalah program baru dan
komponen software yang masih bisa digunakan.

Fase Hantaran
Fase hantaran adalah fase untuk menghantar
sistem baru ke operasi.
Maksud dari fase ini adalah:
Melakukan suatu pengujian sistem untuk meyakinkan
bahwa sistem baru bekerja dengan baik
Mempersiapkan rencana konversi agar transisi bisa
berjalan mulus menuju sistem baru.
Melakukan pelatihan dan dokumentasi bagi individu
yang akan menggunakan sistem
Mengkonversi sistem lama ke sistem baru dan
mengevaluasi proyek dan sistem akhir.

Aktivitas dalam fase hantaran

Melakukan pengujian sistem


Mempersiapkan rencana konversi
Menginstal basisdata
Melatih pengguna sistem
Mengkonversi menuju sistem baru

Melakukan pengujian sistem


Tujuan dari aktivitas ini adalah menguji seluruh
paket perangkat lunak baru untuk meyakinkan
seluruhnya bisa bekerja dengan baik.
Pengguna dan pemilik sistem harus dilibatkan
dalam aktivitas ini walaupun sistem belum
bekerja dengan baik.
Pembangun sistem (programmer) juga harus
dilibatkan dalam aktivitas ini untuk pengujian
sistem dan memecahkan masalah yang timbul
selama pengujian sistem.
Program-program yang belum sesuai dikoreksi
dan dimodifikasi.

Mempersiapkan rencana konversi


Setelah pengujian sistem dilakukan
dengan sukses, berikutnya adalah
mempersiapkan sistem baru ke operasi.
Maksud dari aktivitas ini adalah
mempersiapkan rencana konversi rinci
agar perpindahan dari sistem lama ke
sistem baru dapat berjalan mulus.

Ada beberapa strategi yang umum digunakan dalam


rencana konversi:
1. Abrupt cut over, yaitu menghentikan seluruh sistem lama
pada suatu tanggal tertentu dan menempatkan sistem
baru untuk operasi. Pendekatan ini sangat beresiko
tinggi, namun tidak memerlukan kos transisi.
2. Konversi paralel, yaitu sistem lama dan sistem baru
sama-sama beroperasi untuk beberapa periode waktu.
Hal ini dilakukan untuk meyakinkan seluruh masalahmasalah besar di sistem baru telah diatasi sebelum
sistem lama dihentikan. Strategi ini meminimalkan
kemungkinan sistem baru tidak bisa diperbaiki. Namun,
strategi ini akan memunculkan kos konversi karena
menjalankan dua sistem secara bersamaan dalam
beberapa periode waktu.

3. Konversi Lokasi, yaitu ketika sistem yang sama


digunakan dalam beberapa lokasi geografis
yang berbeda, maka salah satu lokasi dilakukan
penggantian menjadi sistem baru (paralel atau
abrupt cut over). Ketika lokasi yang menjadi pilot
poject itu telah menerima sistem baru, maka
lokasi lainnya juga mengikuti.
4. Konversi Bertahap, yaitu masing-masing bagian
sistem yang dikembangkan di konversi bertahap
setelah selesai dikembangkan

Menginstal basisdata
Tujuan dari aktivitas ini adalah
memasukkan basisdata sistem baru
dengan data dari sistem yang lama.
Pembangun
sistem
memainkan
peranan yang paling dominan dalam
aktivitas ini.

Melatih pengguna sistem


Perubahan mungkin berlangusng baik, namun
tidak selalu mudah. Pengkonversian ke sistem
baru membutuhkan pelatihan pengguna dan
menyediakan suatu dokumentasi (petunjuk
pengguna) yang akan mengarahkan pengguna
dalam menggunakan sistem baru.
Tujuan aktivitas ini adalah memberikan pelatihan
dan dokumentasi kepada pengguna sistem agar
transisi ke sistem baru bisa berjalan dengan
baik.

Konversi ke sistem baru


Setelah konversi, kepemilikan sistem
beralih dari analis dan pemrogram menuju
pengguna akhir. Analis menyelesaikan
aktivitas ini dengan melakukan rencana
konversi dengan hati-hati.
Tujuan dari aktivitas ini adalah
mengkonversi ke sistem baru dari sistem
lama dan mengevaluasi sistem akhir dan
proyek.

Definisi Testing (Pengujian)


Secara umum, pengujian dapat berarti proses
untuk mengecek apakah suatu perangkat lunak
yang dihasilkan sudah dapat dijalankan sesuai
dengan standar tertentu.
Pengujian perangkat lunak adalah proses untuk
mencari kesalahan pada setiap item perangkat
lunak, mencatat hasilnya, mengevaluasi setiap
aspek pada setiap komponen system dan
mengevaluasi semua fasilitas dari perangkat lunak
yang dikembangkan.

Lanjutan.
Tahapan Testing pada pengembangan software hanya
melibatkan komponen CHECK
Tim pengembangan software bertanggungjawab pada tiga
komponen lainnya, dan Tester (Penguji) mengecek untuk
memastikan bahwa software yang dibuat memenuhi
kebutuhan dari user dan customer.
Bila tidak memenuhi, maka Tester akan melaporkan
cacat/kekurangannya kepada tim pengembangan
software.

Cacat Perangkat Lunak (DEFECT)


Defect pada umumnya berupa salah satu dari 3 kategori
berikut :
1. Wrong (salah) : Spesifikasi dibuat secara tidak benar.
Merupakan cacat kategori ke-2
2. Missing (Hilang/kurang) : spesifikasi kebutuhan tertentu
tidak ada pada produk. Merupakan cacat kategori ke-1
3. Extra : Fungsi yang terdapat dalam produk, tetapi tidak ada
dalam spesifikasi kebutuhan. Merupakan cacat kategori ke-1

Defect VS Failure
Cacat VS Kegagalan
Defect
:
merupakan
cacat/kekurangan
(wrong/missing/extra) didalam sistem software,
namun tidak memiliki dampak apabila tidak
mempengaruhi
customer/user
dan
sistem
operasional organisasi.
Failure : cacat yang menyebabkan error pada
operasi atau secara negatif memberikan dampak
pada user/customer.
Defect dapat berubah menjadi Failure yang dapat
menyebabkan gangguan/kerusakan pada organisasi.

PERSPEKTIF BISNIS UNTUK


PENGUJIAN
Pengujian (Testing) memiliki fungsi dan peranan
tersendiri dalam sudut pandang bisnis, salah
satunya adalah sebagai komponen yang akan
menunjukkan Resiko Bisnis (Business Risk)
Resiko (Risk) adalah kemungkinan adanya
kejadian-kejadian yang tidak diinginkan pada
sistem yang dapat mencegah kesuksesan
implementasi
gagasan-gagasan
bisnis
dari
organisasi,
Misalnya informasi terlambat atau tidak akurat.

PERSPEKTIF BISNIS UNTUK


PENGUJIAN
Control (pengendalian) : cara untuk
meminimalisasi resiko
Pengujian Perangkat lunak (Software
Testing)
merupakan
suatu
cara
pengendalian (Control)
Maka dapat disimpulkan, bahwa para
senior eksekutif organisasi mengandalkan
pengendalian seperti pengujian perangkat
lunak, untuk membantu mereka dalam
memenuhi tujuan bisnis mereka.

PERSPEKTIF BISNIS UNTUK


PENGUJIAN
Bagaimana
Software
Testing
membantu dalam pengendalian
bisnis?

dapat
resiko

- Tester harus memahami peran nya dalam bisnis


organisasi
- Menghasilkan
informasi
kemungkinan
kekurangan/kesalahan
sistem
kepada
manajemen
- Manajemen
akan
memanfaatkan
report/informasi dari hasil testing untuk
mengambil tindakan dalam mengatasi resiko.

Pihak yang Berkaitan Dengan Testing


1. Software Customer
Bagian atau departemen yang meminta dikembangkannya suatu
software

2. Software User
Individu/grup yang akan menggunakan software setelah selesai dibuat

3. Software Developer
Individu/grup yang menerima/membantu dalam mencatat kebutuhankebutuhan user, meracang software, membangun software, dan
mengubah serta merawat software seperti yang diperlukan.

4. Software Tester
Individu/grup yang melakukan fungsi pengecekan pada software (dapat
merupakan bagian dari developer, grup independen atau kombinasinya)

Pihak yang Berkaitan Dengan Testing


5. Information Services Management
Individual/grup yang bertanggungjawab dalam memenuhi tugastugas sehubungan dengan layanan informasi

6. Senior Organization Management


CEO dari organisasi dan senior eksekutif lainnya yang
bertanggungjawab mencapai misi dari organisasi.

7. Auditor
satu atau lebih individu yang bertanggungjawab untuk
mengevaluasi efektifitas, efisiensi, dan pengendalian yang
mencukupi pada area information services. Testing sebaiknya di
kontrol oleh fungsi audit.

Anda mungkin juga menyukai