PERFORASI
KELOMPOK 1 :Cintya Marsela
Desky
Amanda
Abdul Wahid Nur Rahman
Eka Prasetya
Muhammad Fauzanul Kamil
Muhammad Yamin
Suwandi
Mashudi
Fahmi Firmansyah
PERFORASI
Apa Itu
Perforasi
PENGERTIAN
Perforasi adalah suatu kegiatan pembuatan
lubang menembus casing dan semen
sehingga terjadi komunikasi antara formasi
dengan sumur yang mengakibatkan fluida
formasi dapat mengalir ke dalam sumur,
disebut perforasi.
TIPE PERFORATOR
A. Bullet/Gun perforator
B. Shape charge/ Jet perforator
Bullet/Gun perforator
Komponen utama dari bullet perforator
meliputi :
a. Fluid seal disk: pengaman agar fluida sumur tidak
masuk ke dalam alat.
b. Gun barrel
c. Badan gun dimana barrel disekrupkan dan untuk
menempatkan sumbu (ignitor) dan propellant
(peluru) dengan shear disk didasamya, untuk
memegang bullet ditempatnya sampai tekanan
maksimum dicapai karena terbakarnya powder.
d. Electric wire : Kawat listrik yang meneruskan arus
untuk pengontrolan pembakaran powder charge.
Lanjutan
Gun body terdiri silinder panjang terbuat
dari besi yang dilengkapi dengan suatu alat
kontrol untuk penembakan. Sejumlah
gun/susunan gun ditempalkan dengan
interval tertentu dan diturunkan kedalam
sumur dengan menggunakan kawat
(electric wireline cable) dimana kerja gun
dikontrol dan permukaan melalui wire line
untuk melepaskan peluru (penembakan)
baik secara sendiri-sendiri maupun
serentak.
Jet Perforator
Prinsip kerja jet perforator berbeda dengan
gun perforator, bukannya gaya powder
yang melepas bullet tetapi powder yang
eksplosif diarahkan oleh bentuk powder
chargenya menjadi suatu arus yang
berkekuatan tinggi yang dapat menembus
casing, semen dan formasi.
Kondisi kerja perforasi
A. Conventional overbalance
B. Underbalance
Conventional overbalance
Merupakan kondisi kerja di dalam sumur dimana
tekanan formasi dikontrol oleh fluida/lumpur
komplesi, atau dengan kata lain bahwa tekanan
hidrostatik lumpur (Ph) lebih besar dibandingkan
.tekanan formasi (Pf), sehingga memungkinkan
dilakukan perforasi, pemasangan tubing dan
perlengkapan sumur lainnya.
Cara overbalance ini, umumnya digunakan pada :
a. Komplesi multizona.
b. Komplesi gravelpack (cased hole).
c. Komplesi dengan menggunakan liner.
d. Komplesi pada casing intermediate.
Masalah/problem yang sering timbul
dengan teknik overbalance ini adalah :
a. Terjadinya kerusakan formasi (damage)
yang lebih besar, akibat reaksi antara
lumpur komplesi dengan mineralmineral
batuan formasi.
b. Penyumbatan oleh bullet/charge dan
runtuhan batuan.
c. Sulit mengontrol terjadinya mudloss dan
atau kick.
d. Cleanup sukar dilakukan.
Underbalance
Merupakan kebalikan dari overbalance,
dimana tekanan hidrostatik lumpur
komplesi lebih kecil dibandingkan tekanan
formasi. Cara ini sangat cocok digunakan
untuk formasi yang sensitif/reaktif dan
umumnya lebih baik dibandingkan
overbalance, karena :
a. Dengan Ph
b. Tidak memungkinkan terjadinya
mudloss dan skin akibat reaksi antara
lumpur dengan mineral batuan.
c. Clean up lebih cepat dan efektif.
Teknik/cara perforasi
Berdasarkan cara menurunkan gun ke
dalam sumur, ada dua teknik perforasi,
yaitu
a. Teknik perforasi dengan wireline (wireline
conveyed perforation)
b. Teknik perforasi dengan tubing (tubing
conveyed perforation).
Wireline conveyed
perforation
Pada sistem ini gun diturunkan kedalam
sumur dengan menggunakan wireline
(kawat iistrik).
Wireline conveyed perforation
Biasanya menggunakan gun berdiameter
besar. Kondisi kerja perforasi dengan teknik
ini adalah overbalance, sehingga tidak
terjadi aliran setelah perforasi dan menara
pemboran dengan blow out preventer
(BOP) masih tetap terpasang untuk
penyelesaian sumur lebih lanjut.
Wireline conveyed tubing gun
Gun berdiameter kecil dimasukkan kedalam
sumur melalui xmastree dan tubing string,
setelah tubing dan packer terpasang di
atas interval perforasi. Penyalaan gun
dilakukan pada kondisi underbalance dan
untuk operasi ini, umumnya tidak
diperlukan menara pemboran tetapi cukup
dengan lubricator (alat kontrol tekanan)
atau snubbing unit.
Tubing conveyed perforator
(TCP)
Gun berdiameter besar dipasang pada
ujung bawah tubing atau ujung tailpipe
yang diturunkan kedalam sumur
bersamasama dengan tubing string.
Setelah pemasangan Xmastree dan packer,
perforasi dilakukan secara mekanik dengan
menjatuhkan bar atau godevil melalui
tubing yang akan menghantam firinghead
yang ditempatkan di bagian atas
perforator. Perforasi dapat dilakukan baik
pada kondisi overbalance maupun
underbalance dan setelah perforasi
dilakukan, gun dibiarkan tetap tergantung
VIDEO
VIDEO TCP