KELOMPOK 2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Jenis Pompa
Positive
Displacement
Pump
Rotary Pump
Piston Pump
Pump
Non Positive
Displacement
Pump
Centrifugal
Pump
Axial pump
Positive Displacement Pump
Pompapositive displacementbekerja dengan cara memberikan
gaya tertentu, berupa energi kinetik, pada volume fluida yang tetap
dari sisi inlet menuju titik outlet pompa. Prinsip kerja tersebut
sangat berbeda dengan pompa dinamik, yang secara teori
pompapositive displacementakan menghasilkan debit aliran yang
tetap pada RPM tertentu meskipun tekanan keluaran pompa
berubah-ubah. Namun teori ini tidak akan berlaku jika di dalam
pompa terjadi kebocoran.
Non Positive Displacement Pump
Prinsip kerja dari pompa tekan dinamis adalah dengan mengubah
energi mekanis dari poros menjadi energi fluida, dan energi inilah
yang menyebabkan pertambahan head tekanan, head kecepatan,
dan head potensial pada fluida yang mengalir secar kontiniu.
Pada pompa tekanan dinamis terjadinya aliran fluida adalah akibat
dari kenaikan tekanan di dalam fluida bukan akibat pergeseran
volme impeller pemindahannya seperti yang terjadi pada pompa
tekanan statis. Pada pompa tekanan dinamis dijumpai poros putar
dengan kurungan sudu disekelilingnya, dan melalui sudu sudu
inilah fluida mengalir secara kontiniu.
Non Positive Displacement Pump
Pompa sentrifugal
Salah satu jenis pompa pemindah
non positif adalah pompa
sentrifugal yang prinsip kerjanya
mengubah energi kinetis
(kecepatan) cairan menjadi energi
potensial (dinamis) melalui suatu
impeller yang berputar dalam
casing. Pompa
Sentrifugaldigunakan untuk
memberikan atau menambah
kecepatan pada cairan dan
merubahnya menjadi tinggi tekan
(head).
Pompa sentrifugal
Pompa Sentrifugal terdiri dari :
Baling - baling (blade)
Rumah (casing), tempat baling - baling bekerja
Stuffing box, yang merupakan penghubung casing dengan
motor.
Duah buah pipa baja dengan diameter nominal sama tetapi
schedule number berbeda artinya :diameter luar sama.
Pompa sentrifugal
Pompa sentrifugal
Klasifikasi Pompa Sentrifugal
Pompa Sentrifugal dapat diklasifikasikan, berdasarkan :
Kapasitas
Arah aliran keluar
impeller :
Radial flow
Axial flow
Mixed fllow
Kapasitas rendah < 20 m3/jam
Kapasitas menengah 20 - 60
m3/jam
Kapasitas tinggi > 60 m3/jam
Tekanan Discharge
Tekanan Rendah< 5 Kg/cm2
Tekanan menengah5 - 50 Kg/cm2
Pompa sentrifugal
Jumlah / Susunan Impeller dan Tingkat :
Single stage : Terdiri dari satu impeller dan satu casing
Multi stage : Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun seri dalam
satu casing.
Multi Impeller : Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun paralel
dalam satu casing.
Multi Impeller Multi stage : Kombinasi multi impeller dan multi stage.
Posisi Poros :
Poros tegak
(Vertikal)
Poros mendatar
(Horizonta)
Jumlah Suction :
Single Suction
Double Suction
Bagian bagian Utama Pompa Sentrifugal
Secara umum bagian-bagian
utama pompa sentrifugal dapat
dilihat seperti gambar berikut :
A. Stuffing Box
Stuffing Box berfungsi untuk mencegah
kebocoran pada daerah dimana poros pompa
menembus casing.
B. Packing
Digunakan untuk mencegah dan mengurangi
bocoran cairan dari casing pompa melalui
poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon.
Bagian bagian Utama Pompa Sentrifugal
C. Shaft (poros)
Poros berfungsi untuk meneruskan momen
puntir dari penggerak selama beroperasi dan
tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian
berputar lainnya.
D. Shaft sleeve
Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros
dari erosi, korosi dan keausan pada stuffing box.
Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage
joint, internal bearing dan interstage atau
distance sleever.
E. Vane
Sudu dari impeller sebagai tempat berlalunya
cairan pada impeller.
Bagian bagian Utama Pompa Sentrifugal
F. Casing
Merupakan bagian paling luar dari pompa
yang berfungsi sebagai pelindung elemen
yang berputar, tempat kedudukan diffusor
(guide vane), inlet dan outlet nozel serta
tempat memberikan arah aliran dari
impeller dan mengkonversikan energi
kecepatan cairan menjadi energi dinamis
(single stage).
G. Eye of Impeller
Bagian sisi masuk pada arah isap impeller.
Bagian bagian Utama Pompa Sentrifugal
H. Impeller
Impeller berfungsi untuk mengubah energi
mekanis dari pompa menjadi energi
kecepatan pada cairan yang dipompakan
secara kontinyu, sehingga cairan pada sisi
isap secara terus menerus akan masuk
mengisi kekosongan akibat perpindahan
dari cairan yang masuk sebelumnya.
I. Wearing Ring
Wearing ring berfungsi untuk memperkecil
kebocoran cairan yang melewati bagian
depan impeller maupun bagian belakang
impeller, dengan cara memperkecil celah
antara casing dengan impeller.
Bagian bagian Utama Pompa Sentrifugal
J. Bearing
Beraing (bantalan) berfungsi untuk menumpu
dan menahan beban dari poros agar dapat
berputar, baik berupa beban radial maupun
beban axial. Bearing juga memungkinkan poros
untuk dapat berputar dengan lancar dan tetap
pada tempatnya, sehingga kerugian gesek
menjadi kecil.
K. Casing
Merupakan bagian paling luar dari pompa yang
berfungsi sebagai pelindung elemen yang
berputar, tempat kedudukan diffusor (guide
vane), inlet dan outlet nozel serta tempat
memberikan arah aliran dari impeller dan
mengkonversikan energi kecepatan cairan
menjadi energi dinamis (single stage).
Prinsip Dan Cara Kerja Pompa Sentrifugal
Prinsip:
Salah satu jenis pompa pemindah non positip yang kerjanya mengubah energi
kinetis (kecepatan) cairan menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu
impeller yang berputar dalam casing. Pompa sentrifugal bekerja berdasarkan
prinsip gaya sentrifugal yaitu bahwa benda yang bergerak secara melengkung
akan mengalami gaya yang arahnya keluar dari titik pusat lintasan yang
melengkung tersebut. Besarnya gaya sentrifugal yang timbul tergantung dari
masa benda, kecepatan gerak benda, dan jari-jari lengkung lintasannya.
Type E7
Fungsi: untuk mengalirkan air dari
filter ke nozzle boiler dan return
Type CR 10
Fungsi: untuk mengalirkan air dari water tank ke
seluruh saluran air di lab
Type CR2 (Centrifugal multistick)
Fungsi: untuk mengalirkan
fluida dari water treatment
ke boiler.
Type CR 8
Fungsi: untuk mengalirkan air dari water tank ke
seluruh saluran air di lab
Curve Performance
Curve Performance
Type TRMB 32-50 (pompa vakum
single stick)
Fungsi: untuk mengalirkan
fluida dari kondesor ke
boiler.
Aplikasi Pompa Sentrifugal
Dalam kehidupan sehari-hari pompa sentrifugal banyak memberikan berbagai manfaat besar
bagi manusia, terutama pada bidang industri. Secara umum pompa sentrifugal digunakan
untuk kepentingan pemindahan fluida dari satu tempat ke tempat yang lainnnya. Berikut ini
beberapa contoh lain pemanfaatan pompa sentrifugal,diantaranya :
Pada industri minyak bumi, sebagian besar pompa yang digunakan dalam
fasilitasgathering station, suatu unit pengumpul fluida dari sumur produksi sebelum diolah
dan dipasarkan, adalah pompa bertipe sentrifugal.
Pada industri perkapalan pompa sentrifugal banyak digunakan untuk memperlancar proses
kerja di kapal.
Pompa sentrifugal WARMAN dirancang khusus untuk memompakan lumpur, bahan kimia
dan semua larutan cair yang bercampur dengan partikel padat.
Pompa sentrifugal dan reciprocating RUHRUMPEN untuk berbagai jenis aplikasi, seperti :
industri proses, perkapalan, dock dan lepas pantai, oil dan gas dan aplikasi umum lainnya.
Keuntungan dan Kelemahan
Pompa Sentrifugal
Pada beberapa kasus pemanfaatan pompa sentrifugal, pompa ini memberikan efisiensi
yang lebih baik dibandingkan pompa jenis displacement. Hal ini dikarenakan pompa ini
memiliki keunggulan dari pompa lainnya. Keunggulan-keunggulan tersebut diantaranya :
Prinsip kerjanya sederhana.
Mempunyai banyak jenis.
Konstruksinya kuat.
Tersedia berbagai jenis pilihan kapasitas output debit air.
Poros motor penggerak dapat langsung disambungkan ke pompa.
Pada umumnya untuk volume yang sama dengan pompa displacement, harga
pembelian pompa sentrifugal lebih rendah.
Tidak banyak bagian-bagian yang bergerak (tidak ada katup
dan sebagainya), sehingga pemeliharaannya mudah.
Keuntungan dan Kelemahan
Pompa Sentrifugal
Lebih sedikit memerlukan tempat.
Jumlah putaram tinggi, sehingga memberi kemungkinan untuk pergerakan
langsung oleh sebuah elektromotor atau turbin.
Jalannya tenang, sehingga pondasi dapat dibuat ringan.
Bila konstruksinya disesuaikan, memberi kemungkinan untuk mengerjakan zat
cair yang mengandung kotoran.
Aliran zat cair tidak terputus-putus.
Kelemahan:
Kurang cocok untuk mengerjakan zat cair kental, terutama pada aliran volume
yang kecil.
Tidak cocok untuk kapasitas yang kecil.
Dalam keadaan normal pompa sentrifugal tidak dapat
menghisap sendiri (tidak dapat memompakan udara).
Pengertian Pompa Aksial
Pompa axial merupakan pompa sentrifugal
yang menggerakan fluida secara axial melalui
impeller. Output yang diberikan pada saat
pompa beroprasi merupakan kecepatan. Dan
kecepatan yang dihasilkan pompa merupakan
aliran dan ketinggian yang dihantarkan oleh
pompa. Oleh karena itu alur h terhadap q,
dengan rpm merupakan karakteristik
fundamental performa untuk pompa.
Berputarnya impeler akan menghisap fluida
yang dipompa dan menekannya kesisi tekan
dalam arah aksial karena tolakan impeler.
Pompa aksial biasanya diproduksi untuk
memenuhi kebutuhan head rendah
POMPA AKSIAL
B. Bagian-Bagian Pmpa Aksial
1. Suction Pipe: Bagian masukkan
fluida. Saluran masuk fluida
2. Pump Casing: Bagian paling luar dari
pompa dengan fungsi sebagai pelindung
berbagai elemen, khususnya elemen yang
berputar. Casing juga dapat berfungsi
sebagai penentu arah aliran dari impeller.
4. Discharge Pipe :
Bagian keluaran fluida.
Saluran keluaran fluida.
3. Impeller/kipas: kipas yang
menghisab fluida dari sisi hisab ke sisi
buang. Berfungsi untuk merubah energi
kinetik atau memberikan energi kinetik
pada zat cair, kemudian di dalam casing
diubah menjadi energi tekanan.
B. Bagian-Bagian Pmpa Aksial
Cara kerja pompa akisial sebagai
berikut:
1. Fluida cair masuk, pompa akan
dijalankan oleh motor sebagai
penggerak utama.
2. Motor akan memutar poros yang
akan menyebabkan sudu-sudu
berputar.
3. Fluida akan dihisap oleh kipas
(impeller) dari sisi isap (discharge
pipe) dan menekannya dalam
arah aksial ke sisi buang (suction
pipe).
POMPA AKSIAL
POMPA AKSIAL
B. Bagian-Bagian Pmpa Aksial
POMPA AKSIAL
POMPA AKSIAL
E. Data Teknis Pompa
Tabel Pilihan Tipe
Pompa
F. Diagram Pompa
Daigram Tingkat
Kebisingan
Diagram Efisiensi, konsumsi
daya
F. Diagram Pompa
Diagram Karakteristik Kompensator Daya
G. Kurva Pompa
Kurva Performa Pompa. Tinggi (H) dan Debit (Q)
1180 RPM
POMPA AKSIAL
Kurva Performa Pompa. Tinggi (H) dan Debit
(Q)
1750 RPM
H. Keuntungan Dan Kerugian Pompa Aksial
KEUNTUNGAN
KERUGIAN
1. ALIRAN TINGGI
1. HEAD RENDAH DAN
DISCHARGE PRESSURE
RENDAH
2. DAPAT DISESUDAIKAN
UNTUK EFISIENSI TERBAIK
PADA KONDISI BERBEDA-BEDA
2. TIDAK COCOK UNTUK
SUCKTION LIFT
I. Aplikasi Pompa Aksial
Pompa aksial digunakan dalam aplikasi yang memerlukan laju aliran
yang sangat tinggi dan tekanan rendah. Contohnya:
1. Mengedarkan cairan dalam pembangkit listrik, digester limbah,
dan evaporator.
2. Dewatering banjir dan irigasi
3. Keperluan irigasi
4. Sirkulasi terus-menerus dari solusi korosif/abrasif, lumpur air
laut, limbah pengolahan
POMPA AKSIAL
Aplikasi
Untuk Pompa di rumah rumah
Pompa pada sistem irigasi
Pompa penanggulangan banjir
Sebagai pompa pembangkit listrik di tenaga uap untuk mensupply air laut
sebagai media pendingin di kondensor.
The output of a pump running
at given speed is the flowrate
delivered by it and the head
developed. Therefore a plot
of H againts Q, with constant,
constitutes the fundamental
performance characteristics
for a pump. In order to
achieve this performance, a
power input is required which
involves efficiency of energy
transfer. Thus it is useful to
plot also the power (P) and
efficiency () againts
discharge (Q).
Figure 1. Schematic characteristics for axial-flow adjustable-
Figure 2. Kurva Performa Motor Pompa C200LH
Macam Macam Impeller
Impeller Tertutup
Impeler yang tertutup memiliki baling-baling yang ditutupi
oleh mantel (penutup) pada kedua sisinya. Biasanya
digunakan untuk pompa air, dimana baling-baling seluruhnya
mengurung air. Hal ini mencegah perpindahan air dari sisi
pengiriman ke sisi penghisapan, yang akan mengurangi
efisiensi pompa. Dalam rangka untuk memisahkan ruang
pembuangan dari ruang penghisapan, diperlukan sebuah
sambungan yang bergerak diantara impeler dan wadah
pompa.
Macam Macam Impeller
Impeller Terbuka
Impeler terbuka dan semi terbuka kemungkinan
tersumbatnya kecil. Akan tetapi untuk menghindari
terjadinya penyumbatan melalui resirkulasi internal, volute
atau back-plate pompa harus diatur secara manual untuk
mendapatkan setelan impeler yang benar.
Impeller Semi-Terbuka
Semi-open impeller dibangun dengan pelat bundar (web)
yang melekat pada satu sisi dari pisau (blade). Impeller
telah terpasang pada pelat melingkar kedua sisi dari
pisau (blade).
Macam Macam Impeller
Impeller Mixed Flow
Pompa aliran campuran adalah in-line pompa, digunakan untuk aplikasi yang
membutuhkan aliran volume tinggi dengan tekanan debit rendah. Salah satu
aplikasi yang telah menggunakan teknologi ini dalam beberapa tahun terakhir
adalah kinerja tinggi jet ski propulsi, di mana pompa digunakan untuk
menyalakan kerajinan air dengan aliran keluar air kecepatan tinggi. Percobaan
pengujian pompa telah terbukti menjadi cara yang sulit memahami bagaimana
perubahan desain hidrolik mempengaruhi kinerja pompa.
Akibatnya, CFD telah semakin digunakan untuk menyelidiki perilaku arus
pompa, dan sekarang sering digunakan selama fase desain oleh produsen
pompa di seluruh dunia.
Fluida diisap melalui sisi hisap adalah akibat dari berputarnya impeller yang
menghasilkan tekanan vakum pada sisiisapnya. Selanjutnya fluida yang
terhisap terlempar keluar impeller akibat gaya sentrifugal yang dimiliki oleh
fluida itu sendiri. Dan selanjutnya ditampung oleh casing ( rumah pompa)
sebelum di buang kesisi buang. Dalam hal ini ditinjau dari perubahan energi
yang terjadi , yaitu : energi mekanis poros pompa diteruskan kesudu sudu
impeller , Kemudian sudu tersebut memberikan gaya kinetik pada fluida.
Positive Displacement Pump
Cara Kerja Piston Pump
P
I
S
T
O
N
Pompa
piston
memanfaatkan
gerakan maju mundurnya piston
sebagai
pengerak
masuk
keluarnya
suatu
fluida.
Aplikasinya pada pompa air,
pompa minyak socker, dll.
Pompa piston mempunyai bagian
utama
berupa
torak
yang
bergerak bolak-balik di dalam
silinder. Fluida masuk melalui
katup
isap
(suction
valve)
kedalam silinder dan kemudian
ditekan oleh piston, sehingga
tekanan statis fluida naik dan
P
I
S
T
O
N
Figure 2. Ram Pump Accessory Unit
P
I
S
T
O
N
Figure 3. Ram Pump
P
I
S
T
O
N
Pompa piston adalah suatu jenis dari positive displacement
pump dengan menggunakan aksi displacement. Pompa
Reciprocating, jika perpindahan dilakukan oleh maju mundurnya
jarum piston. Pompa reciprocating merupakan pompa bolakbalik yang dirancang untuk menghasilkan kapasitas cukup
besar dan merupakan pompa yang mengubah energi mekanis
pengeraknya menjadi energi aliran fluida dengan menggunakan
bagian pompa yang bergerak bolak-balik di dalam silinder.
Umumnya menggunakan head yang rendah dan digunakan pada
perbedaan ketinggian yang tidak terlalu besar antara suction
dan discharge.
Adanya perpindahan zat cair disebabkan adanya perubahan
volume ruang kerja pompa yang diakibatkan oleh gerakan
elemen pompa yaitu maju mundurnya piston. Dengan
perubahan tersebut, zat cair pada bagian luar (katup buang
P
I
S
T
O
N
Figure 4. Kurva Performa Pompa Piston
Type A6
Type P11 (pompa piston)
Fungsi : untuk mengalirkan
dari water treatment ke boiler.
P
I
S
T
O
N
Aplikasi Piston Pump
1. Proses yang memerlukan head yang tinggi
2. Beroperasi pada tekanan yang tinggi
3. Kapasitas fluida yang rendah
Pompa ini mengeluarkan cairan dalam jumlah yang terbatas
dengan debit yang dihasilkan tergantung pada banyaknya
putaran. Fluida yang kapasitasnya rendah tersebut adalah
liquid yang kental (viscous liquid), lumpur (slurries), dan liquid
yang mudah menguap (high volatile liquid).
Keuntungan Piston Pump
P
I
S
T
O
N
1. Efisiensi lebih tinggi.
2. Dapat digunakan langsung tanpa memerlukan pancingan.
3. Bila bekerja pada kecepatan konstan, pompa ini akan mempunyai
kapasitas, dan tekanan yang konstan pula.
4. Pompa ini cocok untuk penggunaan head yang tinggi dan
kapasitas rendah.
5. Konstruksi dan operasi sederhana.
Kelemahan Piston Pump
6. Dapat terjadi kerusakan pada pompa jika sistem tidak dirancang
dengan baik.
7. Dapat terjadi kebocoran pada pompa.
Rotary Pump
Komponen pompa ini secara garis besar terdiri sebuah rumah
pompa dengan sambungan saluran isap (suction) dan
sambungan saluran kempa (discharge) dan didalam rumah
pompa tersebut terdapat komponen yang berputar, yang dapat
berupa roda gigi (gear pumps), atau silinder dengan sudu-sudu
(sliding-vane pumps), atau ulir (screw pumps).
Secara umum prinsip kerja rotary pumps adalah sebagai berikut.
Berputarnya elemen dalam rumah pompa menyebabkan
penurunan tekanan pada saluran isap, sehingga terjadi aliran
cairan dari sumber masuk ke rumah pompa. Cairan tersebut
akan mengisi ruang kosong yang ditimbulkan oleh elemenelemen yang berputar dalam rumah pompa tersebut, cairan
terperangkap dan ikut berputar. Pada saluran kempa terjadi
pengecilan rongga, sehingga cairan terkempakan ke luar. Untuk
memperjelas hal ini akan dibahas satu-persatu jenis-jenis pompa
yang termasuk jenis rotary pumps.
Komponen Rotary Pump (Gear
Pump)
Cara Kerja Gear Pump
Cara kerja :
1.
Ketika pasangan roda gigi mulai berputar, daerah pada sisi isap
membesar sehingga tekananya turun dan cairan masuk dan
terjebak pada celah gigi ketika berputar.
2.
Cairan bergerak di celah antara gigi dan kas.
3.
Pasangan gigi mendorong cairan sehingga keluar pada sisi
buang dengan tekanan. Karena roda gigi ditumpu oleh bantalan
pada kedua sisinya, pompa ini dapat bekerja tanpa berisik,
dapat dipergunakan pada tekanan tinggi dan porosnya tidak
mudah melengkung.
Cara Kerja Gear Pump
Type GB - 25