PENAPISAN
MATA KULIAH
PENGANTAR AMDAL
ZD
IIK KEDIRI
2014
PENAPISAN
Bertujuan untuk memilih proyek pembangunan yg
memerlukan AMDAL dan yg tidak perlu AMDAL
Penapisan dilakukan oleh pemerintah melalui
peraturan perundangan Kepmen No.
11/MENLH/3/1994.
Penapisan dilakukan secara sederhana dg
komplikasi yg minimum dan kepercayaan yg
maksimum bahwa suatu proyek akan atau tidak
menimbulkan dampak.
METODE PENAPISAN
1. PENAPISAN BERTAHAP
Kriteria yg dipakai untuk penapisan:
Karakteristik proyek
Besarnya biaya proyek
Nilai ambang teknik
Lokasi proyek
Baku mutu lingkungan
Kriteria untuk penapisan
Lokasi Proyek
Lokasi Proyek yang berada atau
berbatasan atau dapat merubah fungsi
kawasan lindung wajib menyusun AMDAL
Daftar kawasan lindung
1. Kawasan Hutan Lindung.
2. Kawasan Bergambut.
3. Kawasan Resapan Air.
4. Sempadan Pantai.
5. Sempadan Sungai.
6. Kawasan Sekitar Danau/Waduk.
7. Kawasan Sekitar Mata Air.
8. Kawasan Suaka Alam (terdiri dari Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Hutan Wisata,
Daerah Perlindungan Plasma Nutfah, dan Daerah Pengungsian Satwa).
9. Kawasan Suaka Alam Laut dan Perairan lainnya (termasuk perairan laut, perairan
darat, wilayah pesisir, muara sungai, gugusan karang atau terumbu karang dan
atol yang mempunyai ciri khas berupa keragaman dan/atau keunikan ekosistem).
10. Kawasan Pantai Berhutan Bakau (mangrove).
11. Taman Nasional.
12. Taman Hutan Raya.
13. Taman Wisata Alam.
Pada umumnya metode
penapisan ini dilakukan 2 atau 3
langkah:
Penapisan dilakukan dengan memasukkan
proyek ke dalam satu diantara tiga kelompok
Proyek berdampak penting dan tidak penting
ditentukan berdasarkan pengalaman dan studi
pustaka.
Proyek yg masih ada keraguan apakah
menimbulkan dampak penting atau tidak harus
dilakukan penilaian lebih lanjut (penapisan tahap
II)
6
Timbul karena berbagai hal sebagai berikut:
Jenis usaha/kegiatannya tidak tercantum dalam Lampiran
Kepmen LH No. 17/2001.
Contoh: pembangunan tanki oil
Skalanya kecil (lebih rendah dari batas minimal menurut
Lampiran Kepmen LH No. 17/2001), tetapi belum ada
teknologi yang dapat digunakan untuk meminimasi
dampak negatif yang ditimbulkannya.
Contoh: industri laundry (pelusuhan kain jean)
dll
PENAPISAN BERTAHAP
SEMUA PROYEK
PENAPISAN TINGKAT I
KEL I
KEL III
KEL II
PROYEK MEMPUNYAI
DAMPAK PENTING
ADA KERAGUAN
APAKAH PROYEK
MEMPUNYAI DAMPAK
PENTING
PROYEK TIDAK
MEMPUNYAI DAMPAK
PENTING
PENAPISAN TINGKAT II
PROYEK MEMPUNYAI
DAMPAK PENTING
HARUS DILAKUKAN ANDAL
PROYEK TIDAK MEMPUNYAI
DAMPAK PENTING
TIDAK DILAKUKAN ANDAL
8
METODE PENAPISAN
2. PENAPISAN SATU LANGKAH
Penapisan satu langkah
didasarkan pada kriteria
eksplisit yaitu daftar yg
memuat jenis proyek yg
tanpa keraguan akan
menyebabkan dampak
penting
Tabel 1. Contoh Jenis Usaha/Kegiatan yang Wajib AMDAL
menurut Kepmen LH No. 17/2001
Besaran
Jenis Usaha/kegiatan
[Link] air bawah tanah 50 l/dt. (1 5 sumur dlm areal 10
ha)
2. Industri
Semua besaran
3. Kawasan pariwisata
Semua besaran
4. Pencetakan sawah
1.500 ha
Semua ukuran
5. Pembangunan jalan tol
6. Pembangunan jalan
7. TPA (open dumping)
30 km atau 15 ha.
Semua besaran
8. SUTT atau SUTET
> 150 kV
9. Pembangunan Rumah Sakit Kelas A dan B atau yang setara
10. Pemb. Pusat Pendidikan
Luas lahan 5 ha, atau
Luas bangunan 10.000 m
PENAPISAN SATU
LANGKAH
SEMUA PROYEK
PENAPISAN DG DAFTAR EKSKLUSIF SEBAGAI KRITERIA
PROYEK TERMASUK DALAM
DAFTAR
PROYEK DILUAR DAFTAR
PERLU AMDAL
TIDAK PERLU AMDAL
11
METODE PENAPISAN
3. PENAPISAN DG MATRIK (MATRIK LEOPOLD)
Lajur vertikal
Lajur horizontal
: deskripsi komponen
kegiatan
: deskripsi komponen
lingkungan
12
PENAPISAN TAHAP I
Masing-masing sel yg menunjukkan adanya interaksi
antara komponen kegiatan proyek dan komponen
lingkungan diberi tanda silang (X)
PENAPISAN TAHAP II
Menentukan penting tidaknya dampak dari hasil
penapisan tahap I dengan pemberian tanda-tanda sbb:
?
: Dampak yg mungkin penting
: Dampak yg nyata penting
13
TUGAS
MATRIX LEOPOLD
KELOMPOK
PAPER + PPT
DIKUMPULKAN MINGGU DEPAN
Terima kasih