0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan11 halaman

Fimosis: Jenis, Gejala, dan Penanganan

Dokumen tersebut membahas tentang fimosis, yaitu kondisi di mana kulit penutup kepala penis (prepusium) tidak dapat ditarik ke belakang untuk memperlihatkan kepala penis. Terdapat dua jenis fimosis, yaitu fimosis fisiologis pada bayi dan fimosis patologis yang disebabkan oleh infeksi atau diabetes. Gejala fimosis antara lain kesulitan buang air kecil. Penanganannya meliputi hygiene yang baik, sirkumsisi, atau dors

Diunggah oleh

Sylvia Suparno
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan11 halaman

Fimosis: Jenis, Gejala, dan Penanganan

Dokumen tersebut membahas tentang fimosis, yaitu kondisi di mana kulit penutup kepala penis (prepusium) tidak dapat ditarik ke belakang untuk memperlihatkan kepala penis. Terdapat dua jenis fimosis, yaitu fimosis fisiologis pada bayi dan fimosis patologis yang disebabkan oleh infeksi atau diabetes. Gejala fimosis antara lain kesulitan buang air kecil. Penanganannya meliputi hygiene yang baik, sirkumsisi, atau dors

Diunggah oleh

Sylvia Suparno
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FIMOSIS

NATASYA ROSSELINI
14-162

Prepusium

penis

yang

tidak

dapat

diretraksi(tarik) ke proksimal sampai ke


korona glandis

KLASIFIKASI FIMOSIS
FIMOSIS

FISIOLOGIS

Fimosis yg dialami sebagian besar bayi baru lahir,


karena terdapat adesi alamiah antara prepusium
dengan glans penis. Namun seiring bertambahnya usia
serta diproduksinya hormon dan faktor pertumbuhan,
terjadi

proses

keratinisasi

lapisan

epitel

dan

deskuamasi antara glans penis dan lapis bagian


dalam preputium sehingga
kulit preputium terpisah dari glans penis.

akhirnya

FIMOSIS

PATOLOGIS

Hal ini berkaitan dengan kebersihan (higiene)


alat kelamin yang buruk , peradangan kronik
glans
(

penis

dan

balanoposthitis,

berlebihan

kulit

kulit

postitis
preputium

retration ), dan diabetes melitus.

preputium
),

penarikan
(

forceful

EPIDEMIOLOGI
Rata-rata

40 anak pertahun dibawah 15

tahun mengalami fimosis


>>

dialami anak dibawah 15 tahun dan

akan << dengan pertambahan usia

MANIFESTASI KLINIS
Menggelembungnya

prepusium

saat

miksi kibat tumpukan urin dan akan


kembali noral setelah miksi
Pancaran
Terasa

urin mengecil

sakit saat miksi

TINGKAT

KEPARAHAN FIMOSIS MENURUT

MEULI ET AL
GRADE 1: prepusium dapat ditarik penuh dengan
cincin stenosis diporos
GRADE 2: dapat ditarik setengah dengan paparan
setengah gland penis
GRADE 3: hanya meatus yang terpapar
GRADE 4: tidak dapat ditarik sama sekali

PENATALAKSANAAN
1.

Menjaga personal hygiene penis

2.

Tidak dianjurkan melakukan retraksi yang dipaksakan, karena dapat


menimbulkan luka dan terbentuk sikatriks pada ujung prepusium
sehingga akan terbentuk fimosis sekunder.

3.

Fimosis dengan keluhan miksi, menggelembungnya ujung prepusium


pada saat miksi atau infeksi postitis merupakan indikasi untuk
dilakukan sirkumsisi atau dorsumsisi. Dimana pada fimosis disertai
balanitis / postitis harus diberikan antibiotik broad spectrum terlebih
dahulu.

4.

Untuk menghilangkan rasa nyeri dapat diberikan analgetik

KOMPLIKASI
1.

Akumulasi sekret dan smegma di bawah prepusium yang kemudian


terkena infeksi sekunder dan akhirnya terbentuk jaringan parut.

2.

Pada kasus yang berat dapat menimbulkan retensi urin.

3.

Penarikan prepusium secara paksa dapat berakibat kontriksi dengan


rasa nyeri dan pembengkakan glans penis yang disebut parafimosis.

4.

Pembengkakan/radang pada ujung kemaluan yang disebut balinitis.

5.

Timbul infeksi pada saluran air seni (ureter) kiri dan kanan, kemudian
menimbulkan kerusakan pada ginjal.

6.

Fimosis merupakan salah satu faktor resiko terjadinya kanker penis.

PERBEDAAN SIRKUMSISI DAN DORSUMSIS


SIRKUMSISI:

Membuang prepusium penis sehingga glans penis terbuka yang


bertujuan untuk menjaga higienitas dari penis

DORSUMSISI

Memotong prepusium pada jam 12, sejajar dengan sumbu panjang


penis kearah proksimal, kemudian dilakukan petongan melingkar
ke kiri dan ke kanan sepanjang sulkus koronarius glandis.

Anda mungkin juga menyukai