GENERAL SERVICE
PROSEDUR DASAR SERVIS
Prosedur Dasar di Bengkel
Servis
Pola Pikir Tugas Servis
Adalah penting untuk memahami bagaimana kerja sama di
antara staf departemen servis sebagai suatu hal utama dalam
memberikan kualitas servis yang menghasilkan kepuasan
pelanggan, kesetiaan dan keuntungan perusahaan yang stabil.
Dengan cara melaksanakan servis dan perbaikan dengan
harga yang bersaing oleh teknisi yang ahli, maka kepercayaan
pelanggan dapat dicapai.
Dengan memahami peran masing-masing, service advisor,
pengontrol/foreman, kepala teknisi dan teknisi dapat bekerja
sama untuk memberikan kepuasan pelanggan No.1.
Prosedur Dasar di Bengkel Servis
A.
Servis advisor
Menyambut pelanggan saat datang.
Menjelaskan pekerjaan kepada
pelanggan, khususnya waktu yang
dibutuhkan dan biaya.
Mendapatkan persetujuan pelanggan
untuk suatu pekerjaan.
Mengisi order perbaikan (repair order),
menulis permintaan pelanggan.
Melakukan pemeriksaan dengan
mengelilingi kendaraan.
Mengirimkan order perbaikan ke
pengontrol/foreman untuk diberikan
kepada teknisi.
B. Pengontrol/Foreman
Mengatur jadwal kerja dengan service
advisor & parts dept.
Melaksanakan diagnosa sesuai dengan
permintaan service advisor/pelanggan.
Mengkonfirmasikan bahwa pekerjaan
telah selesai kepada service advisor.
Prosedur Dasar di Bengkel Servis
C. Kepala Teknisi ( Technician
Leader)
Melaksanakan pekerjaan-pekerjaan
teknik yang lebih sulit dan
memberikan pengawasan atau
bantuan kepada teknisi.
Melakukan pemeriksaan akhir.
Mengkonfirmasikan bahwa pekerjaan
telah selesai kepada
pengontrol/foreman.
D. Technician ( Teknisi )
Melaksanakan pekerjaan-pekerjaan
teknik yang lebih sulit dan
memberikan pengawasan atau
bantuan kepada teknisi.
Melakukan pemeriksaan akhir.
Mengkonfirmasikan bahwa pekerjaan
telah selesai kepada
pengontrol/foreman.
Prosedur Dasar di Bengkel Servis
Filosofi 5 S
5 S adalah kunci agar
pekerjaan dapat dilakukan
dengan mudah, cepat dan
pasti (aman).
Bagaimana seseorang
memastikan kualitas
servis kendaraan?
Jagalah tempat kerja agar
tetap bersih dan teratur.
Daripada membersihkan
tempat kerja, lebih baik
berusaha untuk tidak
mengotorinya.
Prosedur Dasar di Bengkel Servis
1. SEIRI (ringkas)
SEIRI adalah sebuah proses untuk
mengidentifikasi item-item yang
diperlukan. Sedangkan item-item yang
tidak diperlukan bisa segera dibuang
agar ruang dapat digunakan dengan
efektif
2. SEITON (rapi)
SEITON adalah sebuah proses
pemilahan peralatan dan part-part
dengan cara mengaturnya untuk
memudahkan penggunaan.
Letakkan benda-benda yang jarang
digunakan di area terpisah.
Letakkan benda-benda yang kadangkadang digunakan di tempat kerja.
Letakkan benda-benda yang sering Anda
gunakan di dekat Anda
Prosedur Dasar di Bengkel Servis
3. SEISO (resik/bersih)
SEISO adalah sebuah proses
untuk menjaga agar segala
sesuatu yang ada di tempat
kerja tetap bersih. Selalu jaga
perlengkapan agar tetap
teratur sehingga dapat
digunakan kapan saja.
4. SEIKETSU (rawat)
SEIKETSU adalah sebuah
proses untuk menjaga kondisi
SEIRI, SEITON, dan SEISO
sebagai usaha untuk
mencegah timbulnya berbagai
macam masalah.
Prosedur Dasar di Bengkel Servis
5. SHITSUKE (rajin)
SHITSUKE adalah sebuah proses
pemberian pelatihan ekstensif untuk
menciptakan rasa bangga menjadi
karyawan DAIHATSU.
SHITSUKE membentuk sebuah dasar
budaya dan merupakan suatu
persyaratan minimum untuk menjaga
keharmonisan di dalam masyarakat.
SHITSUKE adalah pelatihan untuk
mempelajari peraturan-peraturan.
Melalui pelatihan ini, seseorang akan
merasa berharga menjadi karyawan
DAIHATSU. Seseorang yang merasa
berharga menjadi karyawan
DAIHATSU adalah seseorang yang
pengertian terhadap orang lain, tidak
membuat orang lain merasa tidak
nyaman, dan dapat berbuat kebaikan
tanpa ada habis-habisnya.
Keselamatan Kerja
1. Selalu utamakan kelamatan kerja untuk mencegah kecelakaan kerja.
2. Berhati-hatilah demi mencegah kecelakaan menimpa Anda.
Faktor penyebab kecelakaan
A. Kecelakaan akibat faktor
manusia
Kecelakaan disebabkan oleh
penggunaan yang tidak benar
dari mesin atau tool,
mengenakan pakaian tidak cocok,
atau oleh kecerobohan teknisi.
.B. Kecelakaan karena faktor
fisik
Kecelakaan disebabkan oleh
malfungsi dari mesin atau tool,
kurangnya integritas peralatan
keselamatan, atau lingkungan
kerja yang tidak memadai.
Keselamatan Kerja
Pakaian Kerja
Untuk mencegah kecelakaan, pilih pakaian
kerja yang kuat dan memudahkan pekerjaan.
Hindari bekerja dengan sabuk, gesper, dan
kancing-kancing yang terlihat, karena dapat
merusak kendaraan saat bekerja.
Untuk menghindari cidera atau terbakar,
hindari memperlihatkan kulit tanpa pelindung.
Sepatu safety
Pastikan untuk mengenakan sepatu safety
(safety shoes) saat bekerja. Karena sangat
berbahaya bila mengenakan sandal atau
sepatu olahraga yang mudah tergelincir
atau mengurangi efisiensi kerja.
Sarung Tangan Kerja
Saat mengangkat item yang berat atau
melepas pipa gas buang atau benda
serupa, dianjurkan untuk memakai sarung
tangan.
Dasar- dasar perbaikan
Perbaikan kendaraan memerlukan berbagai macam tool
dan alat ukur. Tool ini dibuat untuk digunakan dengan
cara khusus. Pekerjaan yang akurat serta aman hanya
dapat dicapai bila tool tersebut digunakan dengan benar.
Konsep Dasar Menggunakan Tool dan Alat Ukur
Pelajari penggunaan dan fungsi yang benar.
Pelajari cara menggunakan peralatan yang benar.
Pilih dengan benar.
Jaga agar tetap teratur.
Ketaatan untuk memelihara dan mengatur tool.
Memilih Tool
Pilih tool berdasarkan tipe pekerjaan.
Untuk melepas dan mengganti baut/mur atau melepas
part.
Set kunci sok biasa digunakan untuk perbaikan otomotif.
Bila set kunci sok tidak dapat digunakan karena
terbatasnya ruang kerja, pilihlah kunci ring atau kunci pas.
Pilih tool berdasarkan kecepatannya
dalam menyelesaikan pekerjaan.
Kunci sok berguna untuk memutar
baut/mur tanpa memposisikannya
kembali. Hal ini memungkinkan
pemutaran baut/mur dengan
cepat.
Kunci sok dapat digunakan dalam
berbagai cara tergantung pada
tipe pegangan yang cocok.
PERHATIAN:
1. Handel ratchet (ratchet handle) cocok digunakan pada tempat yang
terbatas. Namun, karena konstruksi ratchet itu sendiri, tidaklah mungkin
mendapatkan momen yang tinggi.
2. Handel geser (sliding handle) memerlukan tempat kerja yang luas,
namun menawarkan pekerjaan yang lebih cepat.
3. Handel pemintal (spinner handle) memungkinkan pekerjaan yang cepat,
dengan cara mengatur pegangan. Namun, pegangannya panjang dan sulit
digunakan pada tempat yang terbatas.
Pilih tool dengan mempertimbangkan
ukuran momen putar
Bila momen yang besar diperlukan
untuk pengencangan akhir atau
pengendoran awal baut/mur, gunakan
kunci yang dapat memberikan
kekuatan besar.
*PERHATIAN:
Jumlah kekuatan yang dapat diberikan
tergantung pada panjang tangkai
kunci. Semakin panjang tangkainya,
maka semakin besar momen yang
didapat dari gaya yang kecil.
Bila menggunakan tangkai dengan
panjang berlebihan, maka ada
kemungkinan momen menjadi
berlebihan, dan baut dapat patah.
Penanganan apabila mur/ baut
terlalu keras untuk di buka
[Link] dan penggunaan tool
Pastikan diameter tool cocok
dengan kepala baut/mur.
Pasangkan tool pada baut/mur
dengan kokoh.
2. Pemberian kekuatan 1
Selalu putar tool sehingga
Anda dapat menariknya.
Bila tool tidak dapat ditarik
karena terbatasnya tempat,
doronglah dengan telapak
tangan Anda.
Penanganan apabila mur/ baut terlalu
keras untuk di buka
3. Pemberian kekuatan 2
Sebuah baut/mur, yang telah
dikencangkan, dapat menjadi
kendor dengan mudah akibat
adanya benturan. Sebuah palu atau
pipa (digunakan untuk
memperpanjang tangkai) tidak
boleh digunakan untuk menaikkan
momen.
4. Menggunakan kunci momen
Pengencangan akhir harus selalu
dilakukan dengan kunci momen,
untuk mengencangkan ke nilai
standartnya.
Macam macam Tool
1. Sok (Set kunci sok)
Tool ini dapat digunakan untuk melepas dan
mengganti baut/mur dengan mudah, dengan
menggabungkan berbagai macam pegangan
dan sok, tergantung pada kondisi
pengoperasian.
Pemakaian
Tool ini mencengkeram baut/mur yang dapat
dilepas atau diganti dengan set kunci sok.
Ukuran sok
Tersedia dalam dua ukuran: Besar dan kecil. Part
yang besar mendapatkan momen lebih besar
daripada yang kecil.
Kedalamam sok
Tersedia dalam dua tipe: standar, dan dalam,
yang lebih dalam 2 atau 3 kali dari standar. Tipe
dalam dapat dipakai pada mur yang bautnya
menonjol, yang tidak sesuai dengan sok tipe
standar.
Rahang
Tersedia dalam dua tipe: Heksagonal ganda dan
heksagonal. Bagian segi enam mendapatkan
permukaan kontak yang besar dengan
baut/mur, sehingga sangat sulit untuk merusak
permukaan baut/mur.
Bagian- bagian Set kunci
sok
1.
Adaptor Sok (Set Kunci Sok)
Digunakan sebagai penghubung
untuk mengganti ukuran penggerak
segi empat sok (socket square
drive).
2. Universal Joint (Set Kunci
Sok)
Penggerak segi empat sok (socket
square drive) dapat digerakkan bolakbalik, atau ke kanan dan kiri, dan sudut
pegangan yang berhubungan dengan
kunci sok dapat diganti dengan bebas,
sehingga alat ini menjadi berguna di
ruang terbatas.
Bagian- bagian Set kunci
sok
3. Extension Bar (Set
Kunci Sok)
Dapat digunakan untuk melepas
dan mengganti baut/mur yang
diletakkan terlalu dalam untuk
dicapai.
Extension bar dapat juga
digunakan untuk menaikkan alat
dari permukaan datar untuk
mempermudah jalan masuk.
4. Spinner Handle (Set
Kunci Sok)
Pegangan ini digunakan untuk
melepas dan mengganti
baut/mur dimana dibutuhkan
momen yang besar.
Bagian- bagian Set kunci
sok
Spinner
Handle (Set Kunci Sok)
Pegangan ini dapat digunakan
dengan dua cara dengan menggeser
bagian penggerak sok.
1. Bentuk-L untuk momen tinggi
2. Bentuk-T untuk kecepatan naik
Ratchet
Putar
handle (Set Kunci Sok)
tuas pengesetan ke kanan untuk
mengendorkan baut/mur dan putar ke
kiri untuk mengencangkannya.
Baut/mur dapat diputar ke satu arah
tanpa perlu memasang kembali kunci
sok.
Kunci sok dapat dikunci dengan sudut
balik kecil, sehingga memungkinkan
pengerjaan di tempat
Macam macam Tool
2. KUNCI RING ( Kunci Offset)
Digunakan sebagai tambahan
pengencangan dan pekerjaan
serupa, karena dapat memberikan
momen yang besar pada baut/mur.
Karena rahang berbentuk
heksagonal ganda, pencocokkan
baut/mur menjadi mudah. Dan
dapat dipasangkan kembali pada
tempat terbatas.
Karena permukaan heksagonal
baut/mur dikelilingi, maka tidak ada
bahaya kerusakan pada sudut-sudut
baut, dan dapat memberikan
momen besar.
Karena porosnya menyudut, maka
dapat digunakan untuk memutar
baut/mur pada tempat berceruk
atau permukaan rata.
Macam macam Tool
3. Kunci pas (Spanner)
Digunakan pada posisi dimana set
kunci sok atau kunci ring (kunci offset)
tidak dapat digunakan untuk melepas
atau mengganti baut/mur.
1. Tangkainya terdapat dengan sudut
yang mengarah ke rahang. Sehingga
dengan membalikkan kunci pas
(spanner), maka tangkainya dapat
digunakan untuk pemutaran
selanjutnya pada tempat terbatas.
2. Untuk mencegah agar bagian yang
berseberangan tidak berputar,
seperti saat mengendorkan pipa
bahan bakar, gunakan dua kunci pas
(spanner) untuk mengendorkan mur.
3. Kunci pas tidak dapat memberikan
momen besar, oleh karena itu tidak
boleh digunakan untuk
pengencangan akhir*.
Macam macam Tool
OBENG
Digunakan untuk melepas/mengendorkan
dan memasang skrup
KUNCI INGGRIS
Digunakan untuk baut/mur dengan ukuran
yang tidak beraturan, atau untuk menahan
SST.
PERHATIAN:
Putar kunci dengan rahang penyetel
diletakkan pada arah putaran. Bila
kunci tidak diputar ke arah ini, maka
tekanan diberikan pada sekrup
penyetel, sehingga dapat rusak.
Macam macam Tool
Tang Slip Joint
Digunakan untuk
mencengkram sesuatu
Tang Potong (Nippert)
Digunakan untuk memotong
kawat halus. Karena ujung
mata pisau berbentuk bundar,
maka dapat digunakan untuk
memotong kawat-kawat halus,
atau memilih hanya kawat
tertentu saja untuk dipotong
Macam macam Tool
Kunci Busi
Alat ini secara khusus digunakan
untuk melepas dan mengganti
busi.
Dua ukuran, besar dan kecil, agar
sesuai dengan ukuran busi.
Bagian dalam kunci mengandung
magnet, untuk menahan busi
Tang Lancip (Needle Nose
Plier)
Digunakan untuk pengerjaan di
dalam tempat yang sempit
atau menjepit part-part kecil
Untuk perawatan berkala,
teknisi mula-mula memeriksa
fungsi-fungsi penting guna
memastikan pengoperasian
kendaraan yang aman.
Pemeriksaan dilakukan sebagai
berikut:
Pemeriksaan pengoperasian:
lampu-lampu, mesin, wiper,
steering, dsb.
Pemeriksaan visual:
ban, penampilan eksterior, dsd
Part penggantian berkala:
oli mesin, filter oli mesin, dsb.
Pemeriksaan pengencangan:
Suspensi, pipa exhaust, dsb.
Pemeriksaan permukaan fluida
dan oli:
oli mesin, fluida power steering,
cairan pendingin mesin anti beku,
minyak rem.
PERAWATAN BERKALA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
PERAWATAN BERKALA
Tujuan Perawatan Berkala
Kendaraan bermotor terdiri dari part yang
berjumlah banyak. Part tersebut dapat
menjadi aus, melemah atau korosi
sehingga kinerjanya menurun sesuai
dengan kondisi atau jarak penggunaannya.
Sehingga memerlukan perawatan berkala,
perlu penyetelan atau penggantian untuk
mempertahankan kinerjanya.
Dengan melakukan perawatan berkala,
dapat dicapai hasil berikut ini,
1. Kendaran dapat terhindar dari banyak
problem lebih besar yang mungkin terjadi
di kemudian hari.
2. Kendaraan dapat terawat sesuai dengan
kondisi peraturan yang berlaku.
3. Umur kendaraan dapat diperpanjang.
4. Pelanggan dapat menikmati pengalaman
pengemudian yang ekonomis dan aman.
JADWAL PERAWATAN
JADWAL PERAWATAN
1. Skedul Perawatan
Interval servis
Interval servis ditentukan sesuai
dengan jarak tempuh dan periode
yang telah dilalui sejak servis
sebelumnya.
Misalnya, jika jadwal perawatan untuk
part tertentu dimulai 30.000 km atau
setelah 24 bulan, maka perawatan
harus dilakukan bila salah satu kondisi
tersebut dijumpai. (Lakukan servis
perawatan sesuai dengan kondisi
jarak atau periode peng-gunaan,
mana yang tercapai lebih dahulu.)
Servis perawatan harus dilakukan bila
telah menempuh 30.000 km/12 bulan
(1) setelah servis sebelumnya, atau
telah menempuh 50.000km/24 bulan
(2) setelah servis sebelumnya.
JADWAL PERAWATAN
2. Skedul Perawatan
Jika kendaraan digunakan dalam kondisi
berikut ini, perlu perawatan yang lebih
sering:
1. Kondisi Jalan
Jalan berat atau sangat berlumpur, jalan
dengan salju yang mencair, jalan yang
sangat berdebu.
2. Kondisi Pengendaraan
(1) Kendaraan digunakan untuk menarik
gandengan, atau menarik karavan atau
car-top carrier.
(2) Kendaraan digunakan pada jarak
pendek 8 km atau kurang secara
berulang-ulang pada temperatur di
bawah titik beku.
(3) Kendaraan digunakan sebagai mobil
patroli polisi, taksi atau kunjungan dari
rumah ke rumah, yang dibiarkan idling
dalam waktu lama atau berjalan jarak
jauh pada kecepatan rendah.
( 4) Kendaraan dikendarai selama lebih
dari 2 jam pada kecepatan tinggi
(melapaui 80% kecepatan maksimum
kendaraan).
Pengetahuan Dasar Perawatan
Berkala
Sebuah kendaraan terdiri dari komponenkomponen berikut:
1. Mesin
2. Pemindah Daya (Drive train)
3. Chassis
Rem
Suspensi
Kemudi
4. Kelistrikan bodi
5. Bodi
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Mesin
Mesin adalah part yang menghasilkan
tenaga bagi kendaraan.
Bila mesin rusak, maka kendaraan akan
berhenti bekerja.
Terdapat beberapa item perawatan yang
berhubungan dengan mesin.
Oli mesin
Saringan oli mesin
Sistem pendingin & pemanas
Radiator cap
Tutup radiator
Cairan pendingin mesin
Elemen pembersih udara
Celah katup
Timing belt/Timing chain
Busi
Baterai
Tutup tangki bahan bakar
Saringan bahan bakar
Katup PCV
Charcoal canister
Idle mixture
Pengetahuan Dasar
Perawatan Berkala
Oli Mesin
Pentingnya penggantian oli
mesin
Oli mesin memburuk
dikarenakan penggunaan,
bahkan walaupun tidak
digunakan.
Oli mesin menjadi kotor karena
membersihkan kotoran dan
jelaga di dalam mesin, dan
berubah menjadi hitam.
Bila oli mesin tidak diganti
> Mesin rusak, dan menjadi
lebih sulit untuk dihidupkan.
Terus-menerus menambahkan
oli tanpa melakukan
penggantian dapat mengarah
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Oli mesin memiliki peran sbb.
1. Fungsi pelumasan
2. Fungsi pembersihan
3. Fungsi penyekatan
4. Fungsi pencegahan karat
5. Fungsi pendingin
Alasan mengapa jumlah oli mesin menurun
Oli mesin menurun sedikit demi sedikit di bawah kondisi normal, saat
sejumlah kecil oli terbakar dengan bahan bakar setelah pelumasan.
(konsumsi oli)
Interval penggantian
Ganti oli sesuai dengan jarak yang telah ditempuh atau waktu
karena sangatlah sulit untuk menilai memburuknya oli hanya dengan
cara melihatnya saja.
Penggantian oli mesin Mesin bensin:Setiap 15,000km (9,000 miles)
atau 1 tahun
Tipe-tipe oli mesin
Oli mesin diklasifikasikan berdasarkan nilai API sesuai dengan
kualitas performa dan nilai SAE sesuai dengan viskositasnya.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Saringan oli mesin
Ini adalah part yang membuang
karbon, jelaga dan partikelpartikel logam di dalam oli
mesin.
Bila saringan oli mesin tidak
diganti
Bila saringan tersumbat, oli
tidak dapat mengalir melalui
saringan. Maka katup pembebas
(relief valve) membuka dan
mengirimkan oli kotor ke dalam
mesin.
Interval penggantian
Ganti saringan oli mesin sesuai
dengan jarak yang telah
ditempuh .Penggantian setiap
15,000km (9,000 miles) atau 1
tahun.
Pengetahuan Dasar Perwawatan Berkala
Sistem Pendingin &
Pemanas
Apa itu sistem pendingin?
Sistem ini menjaga agar
temperatur mesin tetap
konstan. Dan juga, cairan
pendingin yang panas
memanaskan udara untuk
menyesuaikan dengan
temperatur ruang penumpang.
Bila cairan pendingin bocor
ke luar
Hal ini tidak hanya
menyebabkan mesin menjadi
terlampau panas (overheating),
tapi juga merusak mesin itu
sendiri.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Cairan Pendingin Mesin
Memiliki peran-peran sebagai berikut
Mencegah agar cairan pendingin
tidak membeku.
Mencegah agar part-part sistem
pendingin tidak berkarat.
Mencegah overheating. (Titik didih
lebih tinggi dari pada air.)
Bila cairan pendingin tidak diganti
Karatnya akan menghambat
fungsinya, dan radiator, pipa-pipa,
selang-selang, dll. menjadi rusak.
Tipe-tipe cairan pendingin
Tersedia dua tipe LLC (Long Life
Coolant): merah dan hijau. Keduanya
memiliki bahan-bahan yang hampir
sama.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Celah Katup
Membuat waktu pembukaan
dan penutupan katup menjadi
tepat meskipun setiap part
memuai dikarenakan panas.
Celah katup yang
berlebihan
Menyebabkan gejala-gejala
seperti suara yang tidak
normal dari mesin (suara
ketukan).
Celah katup yang tidak
mencukupi
Menyebabkan gejala-gejala
seperti getaran mesin ringan.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Timing Belt (Chain)
Ia mengirim gerakan rotasi poros engkol ke poros cam agar dapat
mengoperasikan katup-katup dengan tepat.
Pentingnya penggantian timing belt
Ia mengeras dikarenakan panas mesin, dan hal ini dapat mengarah pada
keretakan atau menyebabkan gigi terkikis dikarenakan material karet.
Bila timing belt pecah
Waktu pembukaan dan penutupan tidak tepat, dan mesin berhenti bekerja.
Piston mengganggu katup-katup, dan katup-katup menjadi bengkok.
Busi
Ia mengirimkan loncatan bunga api untuk menyalakan percampuran udarabahan bakar yang dimampatkan untuk pembakaran.
Pentingnya penggantian busi
Saat elektroda aus, celah busi menjadi lebih besar.
Kotoran (karbon) menempel.
Bila busi tidak diganti
Saat sudut elektroda mengalami keausan, celah busi menyebar, sehingga
keekonomisan bahan bakar memburuk, dan output tenaga turun.
Interval Pemeriksaan/Penggantian
Penggantian tergantung pada jarak tempuh.
Kondisi dapat juga diperiksa dengan melihatnya.
Pemeriksaan setiap 30,000km (18,000 mil) atau 2 tahun
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
> Baterai
Memiliki peran-peran sebagai berikut.
Menyuplai tenaga listrik untuk
menghidupkan kendaraan.
Menyuplai tenaga listrik pada peralatan
kelistrikan.
Menyimpan tenaga listrik untuk
menghidupkan mesin kembali.
Bila baterai tidak diperiksa
Volume elektrolit menurun, dan baterai
tidak dapat diisi dengan cukup.
Memburuk, menjadi kosong, dan kapasitas
pengisian menurun.
Bahaya arus pendek
Baterai memiliki terminal negatif dan positif.
Bila mengalami kontak dengan air, maka
terminal akan membuat hubungan listrik,
sehingga terjadilah arus pendek.
Kendaraan atau part-part kelistrikan
mengalami arus pendek saat terminal
positif dan negatif dihubungkan dengan
cara sebaliknya.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Saringan Bahan Bakar
Membuang kotoran-kotoran kecil yang
terkandung di dalam bahan bakar melalui
saringan.
Bila saringan bahan bakar tidak
diganti?
Saat saringan tersumbat, volume bahan
bakar turun. Dan kemudian timbullah
masalah, seperti hilangnya output tenaga
pada kecepatan tinggi saat mana volume
bahan bakar yang lebih besar dibutuhkan.
Interval penggantian
Keburukan tidak dapat ditentukan hanya
dengan melihatnya saja.
Mesin bensin:
Tidak menetapkan: atau setiap 40,000km
(24,000 mil) atau 80,000km (48,000 mil)
Mesin diesel:
setiap 40,000km (24,000 mil) atau 2
tahun yang mana datang lebih dulu.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Katup PCV (Positive
Crankcase Ventilation)
Apa itu katup PCV ?
Adalah salah satu alat kontrol
untuk Kontrol Emisi, dan
membakar kembali blow-by gas.
Pentingnya pemeriksaan
katup PCV
Bila katup PCV tersumbat, maka
blow-by gas tidak dibawa ke
dalam intake manifold, dan
dibebaskan ke udara. Ia juga
bercampur dengan oli mesin
dan membuat oli memburuk.
Interval pemeriksaan
Pemeriksaan: setiap 20,000km
(12,000 mil) atau 1 tahun
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Rem
Rem mengurangi atau menghentikan
kendaraan yang sedang bergerak,
atau mencegah agar kendaraan yang
sedang diparkir untuk tidak bergerak.
Bila sistem rem rusak, maka akan
menimbulkan bahaya seperti tidak
bekerjanya rem saat pengendaraan.
Oleh karena itu, perawatan pada
sistem rem diperlukan.
Berikut adalah item-item perawatan
yang berhubungan dengan sistem
rem:
Pedal rem
Tuas rem parkir
Rem piringan
Rem tromol
Fluida rem
Pipa & selang rem
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
1. Pedal Rem
Pentingnya penyetelan
pedal rem Langkah pedal
rem yang benar diperlukan
untuk mendapatkan daya
pengereman yang tepat.
Setel rem sehingga rem tidak
"Menarik (Dragging)" atau
"Menahan (Holding on)" saat
pedal tidak ditekan.
Item-item pemeriksaan
1. Kondisi pedal
2. Tinggi pedal
3. Gerak bebas pedal
4. Jarak cadangan pedal
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Rem
Piringan
Pentingnya penggantian pad-pad rem
piringan.
Saat pad-pad rem piringan mengalami keausan,
maka rotor piringan dan bagian belakang pad
bersentuhan secara langsung, sehingga
membuat rotor rusak.
Interval pemeriksaan
1. Dapat dinilai dengan melihatnya
[Link] : setiap
15,000kmatau 12 bulan.
2. Lihat jadwal perawatan karena berbeda-beda
tergantung pada model.
3. Saat ketebalan pad-pad piringan yang tersisa
berada
dibawah 1.0mm, gantilah.
Indikator keausan pad
Ia dipasang pada bagian belakang pad
piringan. Saat indikator keausan pad
menyentuh rotor, maka indikator akan
membuat suara berisik untuk memberitahu
pengemudi bahwa keausan pad piringan telah
mencapai batasnya.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Rem Tromol
Pentingnya penggantian pelapis
sepatu rem
Saat pelapis sepatu rem mengalami
keausan, maka performa pengereman
turun karena celah diantara sepatu rem
dan tromol menjadi lebih besar. Saat
sepatu rem menyentuh tromol secara
langsung, maka ia akan merusak tromol.
Pentingnya pemberian gemuk pada
bagian yang licin.
Saat bagian yang licin berkarat, maka
sepatu rem tidak dapat bekerja dengan
lembut.
Interval Pemeriksaan/Penggantian
Periksa/ganti sesuai dengan jarak
tempuh atau jangka waktu.
Dapat juga dinilai dengan
[Link]: setiap 30,000
km (18,000 mil) atau 2 tahun.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Minyak
Rem
Pentingnya penggantian fluida rem
Fluida
rem bersifat [Link] ini berarti
bahwa fluida rem menyerap kelembaban dari
udara, dan oleh karena itu titik didihnya turun.
Saat panas dibangkitkan selama pengereman,
fluida yang mendidih menciptakan gelembunggelembung udara ("Vapor locking"). Saat
gelembung-gelembung udara tercipta,
gelembung-gelembung tersebut menyerap
daya pengereman hidrolik yang diberikan pada
silinder roda, sehingga membuat daya
pengereman menjadi hilang secara
bersamaan.
Kelembaban
juga menciptakan karat di
silinder roda, yang dapat membuat perapat
mengalami kebocoran fluida rem.
Alasan turunnya permukaan fluida rem
1. Pad-pad rem dan pelapis sepatu rem
mengalami keausan.
2. Fluida bocor ke luar dari sistem hidrolik rem.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
DRIVE TRAIN
Drive train mengubah pergerakan mesin menjadi
pengendaraan.
Chassis terdiri dari part-part yang tidak
berhubungan dengan interior, eksterior, atau
hidupnya kendaraan, akan tetapi berhubungan
dengan kenyamanan pengendaraan dan
penanganan seperti suspensi, kemudi, dan sistem
rem.
Bila part-part drive train atau chassis rusak, maka
pengendaraan menjadi tidak nyaman.
Oleh karena itu perawatan drive train dan chassis
diperlukan.
Berikut adalah item-item perawatan untuk drive
train dan chassis.
Pedal kopling
Roda kemudi & persambungan
Fluida power steering
Ball Joint
Fluida transmisi otomatis
Oli Transmisi Manual/Oli Diferensial
Bantalan roda
Ban
Penggantian gemuk
Pengetahuan Dasar Perawatan
Berkala
Sistem Kelistrikan
Sistem kelistrikan membuat
pengendaraan menjadi lebih
aman dan membuat interior
kendaraan menjadi lebih
nyaman. Bila rusak, maka
sangatlah berbahaya untuk
pengendara.
Berikut adalah item-item
perawatan yang berhubungan
dengan sistem kelistrikan.
Lampu-lampu
Lampu peringatan
Penghapus & Pembasuh kaca
Air conditioner
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Lampu
Setiap lampu dipasang
untuk penglihatan pada
malam hari, untuk
memberitahu pengemudi
akan keadaan sekitar
dan untuk memastikan
keamanan..
Tipe-tipe bola lampu
Berbagai bola lampu
digunakan, seperti bola
lampu depan, bola lampu
rem, dan bola lampu
dome.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Lampu
Peringatan
Adalah lampu yang menyala atau berkedip saat ada
masalah pada sistem, maka dibutuhkan pengisian kembali
atau penggantian, atau untuk membantu pengemudi agar
dapat berkendaraan dengan [Link] lampu dibagi
menjadi merah atau jingga berdasarkan tingkat
kedaruratan atau kepentingannya.
Indikasi adanya masalah
1. Lampu peringatan sistem rem
Lampu menyala saat tuas rem parkir ditarik.
Lampu menyala saat permukaan fluida rem rendah.
Lampu menyala saat kevakuman pelapis sepatu rem
untuk mesin diesel [Link] menyala saat ada
malfungsi pada sistem EBD.
2. Lampu pengingat sabuk pengaman
Lampu menyala saat sabuk pengaman tidak
dikencangkan.
3. Lampu peringatan pengosongan baterai
Lampu menyala saat ada malfungsi pada sistem pengisian.
4. Lampu indikator malfungsi
Lampu menyala saat ada malfungsi di sistem kontrol mesin
atau sistem kontrol transmisi.
5. Lampu peringatan permukaan bahan bakar
rendah
Menyala saat bahan bakar di tangki bahan bakar hampir
kosong.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
6. Lampu peringatan tekanan oli rendah
Lampu menyala pada saat tekanan oli mesin
turun.(Batas oli di bawah.)
7. Lampu peringatan ABS
Lampu menyala pada saat terjadi malfungsi
pada sistem ABS.
8. Lampu peringatan pintu membuka
Lampu menyala pada saat pintu tidak
ditutup.
9. Lampu peringatan SRS
Lampu menyala atau berkedip pada saat
terjadi malfungsi pada sistem SRS airbag.
10. Lampu peringatan penggantian
timing belt (Hanya untuk mesin diesel)
Lampu menyala ketika jarak pengemudi
mencapai timing penggantian pada timing
belt.
11. Lampu peringatan saringan bahan
bakar (Hanya untuk mesin diesel)
Lampu menyala pada saat batas air dalam
filter bahan bakar mencapai limit yang telah
ditentukan.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Wiper & Washer
Pentingnya
pemeriksaan/penggantian karet
penghapus
Karet yang dimasukkan ke dalam
penghapus menggosok kaca untuk
menghapus air dari permukaan kaca
dan lama kelamaan akan mengalami
keausan.
Saat goresan yang tercipta pada karet
kemasukan pasir halus atau partikelpartikel debu yang menempel pada
kaca, maka akan meninggalkan garis
penghapusan pada kaca jendela.
Interval pemeriksaan
Pre-starting check. Ganti jika ditemukan
kerusakan selama pemeriksaan berkala.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Air Conditioner
Performa pendinginan didapat
dengan cara menyerap atau
membuang panas secara
berulang kali untuk mengganti
gas menjadi cair, dan cair
menjadi gas di dalam pipa. Bila
refrigerant bocor ke luar,
pemeriksaan permukaan
refrigerant dibutuhkan saat
performa pendinginan
menurun.
Cara pemeriksaan berbeda
tergantung model, mengacu
pada buku petunjuk servis.
Pengetahuan Dasar Perawatan Berkala
Efisiensi Pengoperasian
Supaya pengoperasian bisa efisien, kita akan mengarahkan untuk menghilangkan
muri (tak masuk akal), muda (limbah), dan mura (tak rata).Ini dilakukan
dengan cara memendekkan jarak perjalanan, dan mengurangi jumlah hambatan
di sekitar kendaraan, mengurangi posisi pengerjaan yang tak masuk akal,
mengurangi jumlah pengoperasian lift, dan menghilangkan waktu yang terbuang.
SELESAI
TERIMA
KASIH