0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
245 tayangan55 halaman

Karakteristik Gelombang Ultrasonik

Dokumen tersebut membahas tentang karakteristik gelombang ultrasonik, interaksi gelombang ultrasonik dengan bahan, tingkatan ekogenisitas, transduser piezoelektrik, dan beberapa contoh soal terkait. Dibahas pula tentang absorpsi, refraksi, scattering, difraksi, interferensi, dan refleksi gelombang ultrasonik dalam jaringan tubuh.

Diunggah oleh

Rio Arbiansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
245 tayangan55 halaman

Karakteristik Gelombang Ultrasonik

Dokumen tersebut membahas tentang karakteristik gelombang ultrasonik, interaksi gelombang ultrasonik dengan bahan, tingkatan ekogenisitas, transduser piezoelektrik, dan beberapa contoh soal terkait. Dibahas pula tentang absorpsi, refraksi, scattering, difraksi, interferensi, dan refleksi gelombang ultrasonik dalam jaringan tubuh.

Diunggah oleh

Rio Arbiansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

09/27/16

1.
2.
3.
4.

Karakteristik gelombang pulsa


Interaksi gelombang ultrasonik dg bahan
Tingkatan Ekogenisitas
Transduser Piezoelektrik

09/27/16

Edy Susanto,

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Memiliki
Memiliki
Memiliki
Memiliki
Memiliki
Memiliki
Memiliki

09/27/16

panjang gelombang (=m)


frekuensi
(f = Hz)
velositas
(v=m.s)
perioda
(T = s)
power
(P=Watts)
Intensitas
(I=[Link])
amplitudo
(A=m)

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

Name

Frequency range

Infrasound

Below 20 Hz

Audible sound

(20 20.000) Hz

Ultrasound

Above 20.000 Hz

Diagnostic ultrasound

(1-10) MHz

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

Air

330

Mercury

1450

Fat

1450

Castor Oil

1500

Water

1540

PZT

4000

Soft tissue

1540

Steel

5850

Blood

1570

Muscle

1585

Skull (bone) 4080


09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

Rumus dasar yg berlaku


1
f = -----T

v = .f

Contoh Soal
1. Assume s transducer operates at 4 MHz and 10 MHz.
What is the wavelength in soft tissue?
2. A diagnostic ultrasound beam has a wavelength of 0,5 mm
and 2 mm in the transducer element .What is
the generating frequency?
09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

1.

Gelombang malar (continuous wafe)

digunakan untuk Ultrasonoterapi,


Bedah dan Doppler
2.

09/27/16

Gelombang pulsa (pulse wafe)


digunakan untuk Ultrasonografi dan
Doppler

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

1.
2.
3.
4.
5.

Pulse Repetition Frequency (PRF)


Pulse Repetition Period (PRP)
Pulse Duration (PD)
Duty Factor (DF)
Spatial Pulse Length (SPL)

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

pulse yang dipancarkan dalam


1 sekon
Analog dengan f
Satuan = pulsa/sekon (Hz)
Dx. Us = 1-12 kHz

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

10

Waktu tempuh yang digunakan untuk satu


pulse
Analog dengan perioda
1
PRF =
Satuan = s
PRP
Dx. Us = 100 s -1 ms
Terdiri dari :
waktu aktif : ada gelombang (Pulsa Durasi)
Waktu pasif : tidak ada gelombang
Waktu negatif
: memberi kesempatan gema
(echo) kembali ke transduser

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

11

Waktu untuk pulse aktif


Satuan = sekon
Dx. Us = 0,5 3 s
PD = T x setiap pulse

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

12

Rasio antara PD dan PRP


Dx. US = 0,001 0,01
Pada gelombang malar DF = 1
PD
DF = -------PRP

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

13

Panjang satu pulsa


Analog dengan
Satuan = m

SPL = x gelombang setiap pulse

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

14

1.

2.

3.

If a 5 MHz transducer has 3 cycles in a


pulse, find the pulse duration.
A 4 MHz tranducer produces a 5 cycles
pulse. Find the SPL in soft tissue.
What is the duty factor of an ultrasound
beam with a pulse duration of 1,5 s and a
pulse repetition period of 0,9 ms.

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

15

1.
2.
3.
4.
5.
6.

09/27/16

Absorbsi
Refraksi
Scattering
Difraksi
Interferensi
Refleksi
Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

16

Penyerapan energi, sebagian energi


berubah menjadi energi panas (energi
rotasi, translasi dan vibrasi)
Dipengaruhi oleh viskositas, waktu
relaksasi dan frekuensi

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

17

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

18

Proses pembiasan / pembelokan arah


ketika US melewati medium
Menganut prinsip optic, hukum snellius

Sinus sudut datang


v pada medium datang
----------------------------- = ----------------------------------Sinus sudut bias
v pada medium bias

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

19

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

20

Proses penghamburan / penyebaran


berkas
Disebabkan oleh :

interface yang lebih kecil


dari gelombang ultrasonik
Permukaan jaringan yang tidak
rata /kasar/tidak teratur

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

21

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

22

Proses penyebaran / perjalanan


berkas Us dari sumber kearah
menjauh
Ditentukan ukuran sumber sinar
(probe), semakin kecil, maka
difraksi yang dihasilkan semakin
besar

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

23

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

24

Perpaduan 2 gelombang atau lebih yang


menghasilkan pola gelombang baru
Terjadi bila gelombang memiliki sifat
koheren (f, A dan fasenya sama)
Hasil interferensi
Konstruktif : saling memperkuat (keadaan
yang maksimum)
Distruktif
: saling memperlemah (keadaan
yang minimum)

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

25

Proses pemantulan berkas oleh medium


Merupakan hal yang utama dalam
pembentukan gambar
Prosentase refleksi tergantung pada :

Sudut berkas datang ( 3 )

Perbedaan akustik impedansi (Z)

Z=xv

Z2 Z1

% R = [ ------------ ] x 100%

% T = (100 - R) %

Z2 + Z1

Sifat homogenitas medium

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

26

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

27

No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Jaringan
Udara
Lemak (fat)
Minyak (Oil)
Air
Otak
Darah
Ginjal
Liver
Soft tissue
Muscle (otot)
Tulang

09/27/16

Nilai Z (rayls)
0,0004
1,38
1,43
1,48
1,58
1,61
1,62
1,65
1,63
1,70
7,80
Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

28

1.

2.

3.

09/27/16

Determine the percentage of an


ultrasound beam transmitted from air
into soft tissue.
Determine the reflection and transmittion
at kidney / blood interface.
Determine the percentage of an
ultrasound beam transmitted from soft
tissue into bone.

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

29

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

30

09/27/16

Diketahu I0 = 2048 mW/cm2


Ditanyakan Ix = ? Jika melewati X (darah)
sepanjang 60 mm, HVL darah = 12 mm
Ditanyakan Iy = ? Jika melawati Y (udara)
setebal 2mm, HVL udara = 0,4 mm

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

31

ANEKOIK
HIPOEKOIK
MID LEVEL ECHO
HIPEREKOIK

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

32

TIDAK ADA ECHO/GEMA


TAMPAK GELAP DALAM
SONOGRAM
ECHOLUSCENT/ECHO
FREE/SONOLUSCENT
CONTOH PEMBULUH
DARAH, GB, KANDUNG
KEMIH TERISI AIR

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

33

GEMA LEMAH
DALAM
SONOGRAM
EKOGENITAS
ORGAN LEBIH
RENDAH DARI HATI
CONTOH: PIRAMID
GINJAL, OVARIUM,
ENDOMETRIUM

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

34

GEMA SEDANG
SEBAGAI PATOKAN TEKSTURE HATI
CONTOH LAIN: THIROID, LIMPA DAN SCROTUM

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

35

GEMA KUAT
PADA SONOGRAM EKOGENITAS TAMPAK LEBIH TERANG
DARI LIVER
CONTOH : PANKREAS,
09/27/16
Edy DIAFRAGMA,
Susanto, SH., [Link]., [Link] AORTA DLL 36

SISTIK
DINDING
BERBATAS
TEGAS
DINDING
SMOOTH
POSTERIOR
ENHANCEMENT
GAMBAR
ANEKOIK
09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

37

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

38

DINDING BISA
BERBATAS TEGAS
BISA TIDAK
DINDING BISA
REGULER ATAU
IRREGULER
GAMBARAN
HIPEREKOIK ATAU
HIPOEKOIK

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

39

HEPATOMA

SOLID HIPO EKOIK


09/27/16

HEMANGIOMA

SOLID HIPEREKOIK

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

40

GAMBARAN MERUPAKAN GABUNGAN


ANTARA SISTIK DAN SOLID
TARGET LESION, BULLS EYE, REVERSE
BULLS EYE
BISA SEPTATED, SPECKLED

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

41

BULLS EYE
(PANAH KUNING)

09/27/16

REVERSE BULLS EYE


(PANAH MERAH)

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

42

ABSES LIVER

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

43

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

44

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

45

Hukum Kekekalan Energi : Energi tidak dapat


diciptakan maupun dimusnahkan/dihilangkan,
tetapi dapat diubah bentuknya menjadi bentuk
yg lain.
Adalah : alat yg dpt merubah satu bentuk
energi menjadi bentuk energi yg lain

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

46

Setrika

listrik

panas

Laudspeaker

listrik

suara

Motor

listrik

kinetik

Lampu listrik

listrik

Cahay & panas

Otot

karbohidrat

kinetik

mikrophone

suara

listrik

Generator

gerak

kinetik

TV

G. Elektromagnet

Cahay & suara

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

47

Alat yg dpt mengubah bentuk energi


Merubah energi listrik menjadi energi
mekanik dan sebaliknya
Energi mekanik yg dihasilkan mrpk
rangsangan energi listrik thd kristal
piezoelektrik
Kristal piezoelektrik merubah energi
listrik menjadi energi mekanik dan juga
merubah energi mekanik menjadi energi
listrik

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

48

Fungsi Transmitter (pemancar) : energi


listrik yg datang diubah menjadi energi
mekanik
Fungsi Receiver (penerima) : energi
mekanik (suara pantul/echo/gema) dari
tubuh diubah menjadi energi listrik

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

49

1.

09/27/16

Case (rumah
plastik)

2.

Piezoelectric crystal

3.

Damping material

4.

Matching Layer

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

50

Terbuat dari plastik melingkar


Berfungsi sebagai protektor petugas dari
bahaya tegangan

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

51

Mrpk jantung dari probe


Bahan terbuat dari piezoelektrik
Tebal kristal berkisar antara (0,2 2) mm
Semakin tipis kristal, semakin tinggi
frekuensi probe
Nilai tebal kristal akan menentukan
frekuensi probe
Kedua permukaan kristal diberi lapisan
elektroda (emas/perak)
Bagian luar/depan dibumikan dg maksud
utk melindungi pasien dari kejutan listrik
Bagian dalam menempel damping
material berfungsi menyerap gema yg
kembali ke probe (fungsi receifer)
Kristal akan rusak bila dipanaskan
melebihi 350C
09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

Dk
: panjang gelombang
dalam kristal

52

Terletak dibelakang kristal


Bahan terbuat dari kombinasi epoxy resin
dan tungsten powder
Fungsinya memperbaiki resolusi gambar dg
cara mengatur jumlah cycle dlm setiap
pulsenya berkisar antara 3-5 cycle, shg PD
semakin singkat
Probe yg digunakan utk terapi
menggunakan bahan damping dari udara

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

53

Terletak di depan kristal


Bahan sama dengan damping material :
kombinasi epoxy resin dan tungsten
powder
Tebal lapisan
dl dk

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

54

1.

2.

What should the thickness be of a piezoelctric


crystal designed for operation at (a. 1 MHz ; b.
4 MHz and c. 10 MHz)
What should the probe freuency be for the
thickness of piezoelctric crystal at (a. 0,2
mm ; b. 0,4 mm and c. 2 mm)

09/27/16

Edy Susanto, SH., [Link]., [Link].

55

Anda mungkin juga menyukai