UTILITAS
PENYEDIAAN TENAGA
PENYEDIAAN
TENAGA
LISTRIK & MEKANIK
LISTRIK
MEKANIK
SEMESTER GENAP
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI MALANG
TEKNIK KIMIA POLINEMA
9/27/16
UTILITAS
Karakteristik air, pengolahan air
(screening, klarifikasi, filtering,
ion exchange, reverse osmosis,
degassing), pembangkit uap
Diskripsi
: (boiler), neraca massa & panas
singkat
pada boiler, keselamatan kerja
pada boiler, motor turbin,
generator listrik,
listrik (AC
Mahasiswa
dapat motor
memahami
& DC). pengolahan air umpan
tentang
boiler, cara kerja boiler,
Standar
: menghitung kebutuhan bahan
kompetensi
baku boiler, mengetahui cara
kerja motor turbin, motor listrik
dan generator listrik.
2
TEKNIK KIMIA POLINEMA
9/27/16
2. Mahasiswa
Generator
akan mampu
Arus Searah
mengenal
(GDC)
macam-macam
Generator
Arus
No Kompetensi
Pokok
Searah (GDC)
.
Dasar
Bahasan
dan cara
1. Mahasiswa
Dasar
kerjanya serta
akan mampu
Konversi
aplikasinya
mengerti dan energi
memahami
elektro
prinsip
mekanik
konversi energi
elektromekanik
.
Konstruksi
GDC dan
bagianbagiannya
Prinsip
Sub Pokok
KerjaBahasan
GDC
Jenis-jenis
Sistem pengadaan
GDC
Energi Listrik
Rangkaian
Hukum Dasar
GDC dan
Konversi Energi
rumus
Elektromekanik
rumusnya
Hukum Faraday
Karakteristi
Momen Kopel
k GDC
Rugi-rugi
dan
efisiensi
GDC
MATERI PERKULIAHAN
TEKNIK KIMIA POLINEMA
9/27/16
MATERI PERKULIAHAN
No Kompetensi
Pokok
Sub Pokok Bahasan
.
Dasar
Bahasan
3. Mahasiswa
Motor Arus
Konsruksi MDC
akan mampu
Searah (MDC) Cara Kerja MDC
mengenal
Gaya pada MDC
macam-macam
Torsi pada MDC
Motor Arus
Jenis-jenis MDC
Searah (MDC)
Rangkaian MDC dan
dan cara kerja
rumus-rumusnya
serta
Kecepatan dan
aplikasinya.
Pengendalian MDC
Karakteristik MDC
Rugi-rugi dan
efisiensi MDC
4
TEKNIK KIMIA POLINEMA
9/27/16
MATERI PERKULIAHAN
No Kompetensi
Pokok
.
Dasar
Bahasan
4. Mahasiswa
Generator
akan mampu
Arus Bolakmengerti dan balik (GAC)
menguasai
macam-macam
Motor Arus
Bolak-balik
(MAC) 3 Phase
serta
aplikasinya
TEKNIK KIMIA POLINEMA
Sub Pokok Bahasan
Tegangan AC 3
Phase
Konstruksi MAC 3
Jenis-Jenis MAC
Prinsip Kerja MAC 3
Phase Induksi
Slip dan Frekuensi
Rotor
Rangkaian Rotor
MAC Induksi
Rangkaian
Pendekatan Motor
Induksi dan rumus9/27/16
rumusnya
Rangkaian
KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK
Sistem Pengadan energi listrik
Diagram Penyediaan Tenaga Listrik:
PLTA
PLTU
PLTG
PLTMH
PLTD
PLTN
(GENERATOR
)
6
TRANS
FORMA
TOR
STEP
UP
TEKNIK KIMIA POLINEMA
TRANS
FORMA
TOR
STEP
DOWN
MOTO
R
9/27/16
KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK
Sistem Pengadan energi listrik
TEKNIK KIMIA POLINEMA
9/27/16
KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK
Perubahan Energi Pada Sistem Tenaga Listrik
Energi
Mekanik
or
t
o
M
or
t
ra
e
n
e
G
Energi
Listrik
e
G
or
t
ra
e
n
or
t
o
M
Transfor mator
Energi
Listrik
Transfor mator
TEKNIK KIMIA POLINEMA
9/27/16
HUKUM DASAR KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK
1. Hukum Biot-Savart
Suatu konduktor yang mengalirkan arus
listrik akan menghasilkan medan magnet di
sekitar konduktor tersebut.
Kuat medan magnet di timbulkan kumparan
dirumuskan sebagai:
dengan: k = konstanta dielektrik
= permeabilitas hampa udara
i = kuat arus listrik
N= jumlah lilitan kumparan
lTEKNIK
= panjang
kumparan
KIMIA POLINEMA
9/27/16
HUKUM DASAR KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK
1. Hukum Biot-Savart
Suatu konduktor yang mengalirkan arus
listrik akan menghasilkan medan magnet
di sekitar konduktor tersebut.
Kuat medan magnet (B) ditimbulkan kumparan
dirumuskan sebagai:
dengan: k = konstanta dielektrik
= permeabilitas hampa udara
i = kuat arus listrik
N= jumlah lilitan kumparan
l = panjang kumparan
10
TEKNIK KIMIA POLINEMA
9/27/16
HUKUM DASAR KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK
2. Hukum Faraday
Medan magnet yang berubah-ubah
terhadap waktu akan menginduksikan
tegangan pada suatu belitan kumparan.
(Prinsip Kerja Transformator)
Tegangan induksi () ditimbulkan kumparan
dirumuskan sebagai:
dengan:
= fluks garis gaya magnet (Maxwell)
t = waktu (detik)
N= jumlah lilitan kumparan
11
TEKNIK KIMIA POLINEMA
9/27/16
HUKUM DASAR KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK
Pengertian
Fluks gaya magnet
Fluks medan magnet adalah jumlah
garis-garis gaya magnet yang memotong
bidang kumparan secara tegak lurus
Besar fluks magnet dirumuskan sebagai:
dengan:
= fluks garis gaya magnet
(Maxwell)
B = kerapatan garis-garis gaya magnet.
N= jumlah lilitan kumparan
12
TEKNIK KIMIA POLINEMA
9/27/16