SOP PENGUKURAN FREKUENSI RADIO
RADIO & TV SIARAN ANALOG
Bandung, November 2010
Parameter Pengukuran
Pengukuran Jangkauan
P. Field Strength
Pengukuran Karakteristik Pemancar
P. Frekuensi Pembawa (Carrier Freq)
P. Daya Output Pemancar
P. Bandwidth
P. Harmonisa
P. Frekuensi Deviasi (Khusus untuk FM)
Tujuan Pengukuran
Memonitor penggunaan Frekuensi Radio
melalui pengukuran parameter agar tidak
melampaui standar parameter yang telah
ditentukan
Pengukuran Field Strength
Satuan dBV/m
Alat Ukur Field Strength Meter
Antenna standard Field Strength Meter
Ketinggian antena 10 meter (bila tidak 10
m gunakan faktor ketinggian)
Lokasi Pengukuran di Test Poin yang telah
ditetapkan.
FAKTOR KETINGGIAN
Dalam kasus tinggi antena penerima
kurang dari 10m, supaya jadi 10 m ada
penambahan
hasil
pengukuran
.
Penambahan tsb bersifat positif , disebut
Height Gain , dan diperoleh dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
Catatan :
h = tinggi antenna (m)
c
=
factor koreksi
dibawah :
Zone
VHF [dB]
Rural
Suburband
6
Urban
sesuai
UHF [dB]
4
5
6
tabel
4
8
LOKASI PENGUKURAN FS
Dilakukan di Tes Point yg tlh di
tetapkan, dan di beberapa titik
sbb :
o 5 langkah ke depan,
o 5 langkah ke belakang,
o 5 langkah ke samping kiri dan
o 5 langkah ke samping kanan.
Peng. FS dng SPA
SPA yg telah memiliki fasilitas pengukuran
FS dng satuan dBV/m ikuti ketentuan
FSM
SPA yang hanya bisa mengukur terminal
level dengan satuan dBV ataupun dBm
perlu dilakukan kompensasi faktor
antenna dan konversi satuan pada hasil
pengukuran
Faktor Antena (1)
e [dBV/m] = vo[dBV] + ke
[dB/m]
Catatan :
e = Field Strength [dBV/m]
vo = Voltage Output Antenna Receiver [dBV]
ke = Antenna factor [dB/m]
Faktor Antenna (2)
ke (dB/m) =
- 29.77 dB/m g(dB) + 20 log (f
ac [dB]
)+
MHz
Catatan :
ke = factor Antenna(dB/m)
g = Antenna gain (dB)
f = Frekuensi (MHz)
ac = Attenuasi kabel feeder dari Antenna ke alat
ukur[dB]
Konversi dBm ke dBV
Pada Z = 50 Ohm
0dBm = 107 dBV
Pengukuran Frekuensi
Frekuensi yang di ukur adalah Frekuensi
carrier kanal
Center frekuensi SPA di set dengan
frekuensi carrier kanal yang akan diukur.
Amati apakah puncak frekuensi carrier
berada di center frekuensi
Tempatkan marker pada puncak frekuensi
carrier dan baca frekuensi yang di
tampilkan di display
Peng. Daya Output Pemancar
Po Tx (dBm) = LT (dBm) + Att ttl
(dB)
Catatan
PoTx
LT
Att ttl
:
: Power Output Pemancar (dBm)
: Level Terminal (dBm)
: Att. DC + Var. Att. (dB)
Peng. Bandwidth
(ITU-R SM 443-4)
Set SPA sbb. :
Frekuensi: CF di set pd frekuensi carrier
Span: di set pd 1.5 - 2 x est bandwidth
Res. Bandwidth (RBW); < 3% dari span.
Video BW (VBW): 3 kali RBM atau lebih.
Level/ att: diatur sehingga S/N > 30 dB
Detektor: posisi peak atau sample.
x dB Band width (x=26dB)
Peng. Harmonisa
Setting SPA sbb :
Input level maksimum -30 dBm (attenuator
pada posisi 0 dB)
Span, RBW, dan VBW ikuti pengukuran
bandwidth
Spurious radiation/Harmonic Radiation <60
dB dari karir.
Dengan FS meter (mengukur harmonik).
Ukur level Karir, harmonik1 dan harmonik 2.
Harmonic Radiation <60 dB dari karir.
Peng. Frekuensi Deviasi
Menggunakan Rec. ITU-R SM 1268.
Spectrum Mask
Peng. Frekuensi Deviasi
Sedangkan SPA di set sbb:
senter frekuensi = frekuensi karir pemancar.
RBW = 10 kHz
VBW= 10 kHz
Span = 340 kHz
Sweeptime = 340 ms
Mode = Max Hold
Input attenuator = tergantung besarnya level.
Peng. Frekuensi Deviasi
Peng. Frekuensi Deviasi
Persyaratan pengukuran:
Lakukan 3 X ,per 5 menit dengan program
yang berlainan.
Tidak ada pulsa Noise
S/N > 50 dB. atau signalnya harus > 50 dB
level adjacent ch.
LOS(line of sight)
Terima Kasih