REFERAT
VBAC
(Vaginal Birth After Cesarean)
Pembimbing :
dr. Bambang Susilo, [Link]
Oleh;
Rossy F.A
Varidz imang
Ilmi friyan
Pendahuluan
Sebelum
tahun
1920-an
uterus
dengan
parut diyakini sebagai kontraindikasi untuk
melahirkan
pervaginam
karena
dapat
menyebabkan ruptur uterus. Hal tersebut
dikarenakan
digunakan
pada
adalan
saat itu teknik yang
insisi
vertikal
klasik
(Cunningham, dkk, 2012).
2
Pada tahun 1921 teknik insisi transversal
rendah
dikenalkan
oleh
Kerr.
Institusi
Obstetri melaporkan bahwa ruptur uterus
terjadi sedikitnya 4% dari riwayat insisi
klasik
dan
0,5%
dari
riwayat
insisi
transversal (Cunningham, dkk, 2012).
Sukses dengan persalinan pervaginam dengan
riwayat seksio sesarea American College of
Obstetricians and Gynecologists pada tahun
1988 merekomendasikan bahwa wanita yang
sebelumnya
pernah
satu
kali
menjalani
persalinan sesarea transversal rendah harus
dikonseling untuk mencoba persalinan normal
pada kehamilan selanjutnya (Cunningham, dkk,
2012).
4
Pengertian Seksio
Sesarea
Seksio
sesarea
persalinan
merupakan
buatan,
dimana
suatu
janin
dilahirkan melalui suatu insisi pada
dinding rahim dengan syarat rahim
dalam keadaan utuh dan berat janin
lebih dari 500 gram (Prawirohardjo,
2010).
5
Indikasi Seksio
Sesarea
Indikasi Maternal
O Panggul sempit
O Tumor-tumor
jalan
lahir
yang
menimbulkan
obstruksi
O Steanosis
serviks/vagina
O Plasenta previa
O Disporposi
sefalopelvik
O Ruptura uteri
Indikasi Janin
O Kelainan letak
O Gawat janin
Jenis Seksio Sesarea
O Seksio sesarea klasik
O Seksio sesarea transperitoneal
profunda
O Seksio sesarea diikuti dengan
histerektomi
O Seksio sesarea ekstraperitoneal
O Seksio sesarea vaginal
(Sarwono)
7
Macam-macam Insisi
Uterus
Pengertian VBAC
Vaginal Birth After Cesarean (VBAC)
ialah
persalinan
pervaginam
oleh
seorang wanita yang telah memiliki
riwayat melahirkan sesar sebelumnya
(National Institutes of Health (NIH)
Consensus, 2010).
9
Epidemiologi VBAC
Kejadian
ruptur
dehisens
uterus
parut
uterus
meningkat
dan
dengan
bertambahnya jumlah seksio sesarea
pada kehamilan berikutnya. Oleh karena
itu
hal
tersebut
mengakibatkan
meningkatnya morbiditas dan mortalitas
pada
wanita
(Sarwono).
dengan
parut
uterus
10
Persalinan pervaginam pada parut uterus atau
Vaginal Birth After Cesarean (VBAC) atau Trial
of
Labor
meningkat
After
Cesarean
dengan
(TOLAC)
berkembangnya
terus
teknik
pertolongan persalinan. Di Amerika Serikat
angka kejadian VBAC meningkat dari 18,9%
menjadi 28,3% dalam kurun waktu 1990-an
(Sarwono).
11
Di Inggris, pada tahun 2008-tahun
2009 angka seksio sesarea menjadi
24,6% yang pada tahun 1980 hanya
sekitar 9%. Selain itu angka kejadian
seksio sesarea di Australia pada tahun
1998 sekitar 21% dan pada tahun
2007
telah
mencapai
sekitar
31%
(Setiawan, Krisnadi, dan Sabarudin,
2012).
12
Di Indonesia angka kejadian seksio
sesarea
pada
mencapai
tahun
29,6%.
2009
Gambaran
telah
ini
memperlihatkan bahwa penanganan
persalinan
diutamakan
pervaginam
pada
akhir-akhir
lebih
ini
(Setiawan, Krisnadi, dan Sabarudin,
2012).
13
Kandidat VBAC
Perencana VBAC yang sesuai dan dapat ditawarkan
untuk
sebagian
besar
perempuan
dengan
kehamilan tunggal presentasi kepala pada umur
kehamilan 37 minggu atau yang pernah memiliki
riwayat sekali operasi sesar segmen bawah rahim,
dengan atau tanpa riwayat kelahiran pervaginam
sebelumnya (Royal Collage Obs.
14
Faktor Pertimbangan Seleksi Kandidat untuk
Kelahiran Pervaginam (VBAC)
Satu kali riwayat pelahiran sesarea transversal
rendah sebelumnya
Pelvis adekuat secara klinis
Tidak terdapatnya parut uetrus atau ruptur
uterus sebelumnya
Dokter mudah dihubungi selama persalinan aktif,
dapat memantau persalinan dan melakukan
pelahiran sesarea darurat
Ketersediaan anestesia dan personel untuk
pelahiran sesarea darurat
Data American College of Obstetricians and Gynecologists (2004)
(Cunningham, dkk, 2012)
15
Kontraindikasi VBAC
O Kontraindikasi
dilakukan
persalinan
pervaginam secara umum.
O Luka parut uterus jenis klasik.
O Jenis luka T terbalik atau jenis parut yang
tidak diketahui.
O Luka parut pada otot rahim di luar SBR.
O Bekas uterus ruptur.
O Kontraindikasi
relatif, misalnya panggul
sempit relatif.
O Dua atau lebih luka parut transversal di SBR.
O Kehamilan ganda.
(Sarwono)
16
Faktor-faktor Yang
Mempengaruhi VBAC
17
Tipe Insisi
Uterus
Sebelumnya
Tipe Riwayat Insisi Uterus dan Perkiraan Risiko
Terjadinya Ruptur Uterus
Riwayat Insisi
Perkiraan Angka Ruptur
(%)
Klasik
4-9
Bentuk T
4-9
Vertikal Rendah
1-7
Transversal Rendah
0,2-0,5
Riwayat Ruptur Uterus
Segmen Bawah
Uterus Bagian Atas
6
32
Data American College of Obstetricians and Gynecologists (2004)
18
(Cunningham, dkk, 2012)
Wanita
yang
sebelumnya
Riwayat
Ruptur Uterus
mengalami
ruptur
uterus memiliki risiko
frekuensi
yang
meningkat
pada
percobaan
VBAC
berikutnya.
19
Anatomi Uterus
20
Pengertian Ruptur Uterus
Yaitu robeknya dinding uterus pada
saat kehamilan atau persalinan pada
saat umur kehamilan lebih dari 28
minggu (Sari, 2015)
21
Macam-macam Ruptur
Uterus
O Ruptur uterus komplit
O Ruptur uterus inkomplit
22
Klasifikasi Ruptur Uterus
Menurut Sebabnya
Kerusakan uterus
yang sudah ada
sebelum hamil
Pembedahan
pada miometrium
Trauma uterus
koinsidental
Kelainan bawaan
Kerusakan uterus
yang terjadi
selama kehamilan
O Sebelum
kelahiran anak
O Dalam periode
intrapartum
O Cacat rahim
23
Patofisiologi Ruptur Uteri
Segmen Atas Rahim Insisi Vertikal
Klasik
His
Kontraksi dan
retraksi korpus
uterus yang
berulang
Dinding korpus
uterus atau SAR
jadi lebih tebal
Volume korpus
uterus jadi lebih
kecil
Perdarahan karena
pembuluh darah besar
miometrium terkena
Insisi uterus vertikal
klasik
Penyembuhan luka pada
SAR lambat dan parut
yang terbentuk tidak
kuat
Otot uterus lemah
24
Patofisiologi Ruptur Uterus
Segmen Bawah Rahim
His
Kontraksi dan
retraksi korpus
uterus yang
berulang
Dinding korpus
uterus atau SAR
jadi lebih tebal
Perluasan segmen
bawah rahim ke
atas karena volume
korpus uteri yang
bertambah kecil
saat ada his
Retraksi
Fisiologi
Volume korpus
uterus jadi lebih
kecil
Tubuh janin
terdorong ke
SBR
SBR lebih lebar,
tipis, dan
lingkarang retraksi
yang membatasi
kedua segmen
bertambah tinggi
Retraksi fisiologis
yang semakin
meninggi ke arah
pusat melewati
batas fisiologis
Retraksi
Patologi
Lingkaran Bandl
(ring van bandl)
25
Segmen bawah
rahim tertarik ke
proksimal tetapi
tertahan di bagian
distal
Lingkaran Bandl
(ring van bandl)
His berlangsung
kuat dan terus
menerus tetapi
bagian terbawah
tubuh janin tidak
turun ke bawah
Lingkaran retraksi
makin meninggi
Ring van bandl
mendekati pusat
dan SBR tertarik
keatas dinding jadi
tipis
Ruptur Uteri
26
Gejala Klinis
Ruptura Uterus
O His yang kuat dan terus-menerus, rasa nyeri
yang hebat di perut bagian bawah nyeri
waktu ditekan, gelisah atau seperti ketakutan,
nadi dan pernapasan cepat, cincin van bandl
meninggi.
27
Setelah terjadi ruptura uteri dijumpai gejala-gejala
syok,
perdarahan
(bisa
keluar
melalui
vagina
ataupun kedalam rongga perut), pucat, nadi cepat
dan halus, pernapasan cepat dan dangkal, tekanan
darah turun. Pada palpasi sering bagian-bagian
janin dapat diraba langsung di awah dinding perut,
ada nyeri tekan, dan di perut bagian bawah teraba
uterus kira-kira sebesar kepala bayi. Umumnya
janin sudah meninggi.
28
Jika kejadian ruptura uteri telah lama
terjadi,
akan
timbul
gejala-gejala
meteorismus dan defence musculare
sehingga sulit untuk dapat meraba
bagian janin.
29
UTERINE rupture.mp4
30
Interval antarpelahiran 18
bulan
Interval
Antarpelahira
n
atau
kurang
mengakibatkan peningkatan
risiko
ruptur
tiga
kali
simptomatik
lipat
selama
percobaan
persalinan
berikutnya
dibandingkan
dengan interval lebih dari
18 bulan.
31
Riwayat
Pelahiran
Pervaginam
Kehamilan
Multifetal
Jumlah Insisi
Sesar
Sebelumnya
Indikasi
Pelahiran
Sesar
Sebelumnya
Ukuran Janin
32
Obesita
s
Matern
al
Obesitas pada maternal dapat
menurunkan keberhasilan VBAC.
Penyembuhan luka yang tidak
baik pada seksia sesarea yang
Penutupan
Insisi
Sebelumnya
lalu
atau
korpus
perluasan
uteri
kontraindikasi
pervaginam
insisi
ke
merupakan
untuk
partus
33
Manajemen VBAC
Terdapat
tiga
hal
utama
yang
harus
dilakukan pada manajemen VBAC, yaitu:
1. Antenatal Care
2. Intrapartum care
3. Postpartum care
(Queensland Clinical Guidelines, 2015)
34
Diskusi
antenatal
sebelum
20-24
minggu
Setidaknya satu kunjungan antenatal,
sebaiknya
Antenat
al Care
dengan
dokter
kandungan
untuk diskusi dan perencanaan sebelum
atau pada:
o 34-36 minggu
o 32 minggu untuk layanan pedesaan
antisipasi
jika
terdapat
pengalihan
antenatal ke layanan lain
Dengan
tim
multidisiplin,
kontinuitas pemberi asuhan
dan
35
Pengajuan rujukan jika tidak tersedia
36
37
3. Postpartum Care
Perempuan harus ditawari kesempatan
untuk
mendiskusikan
dampak
pada
kehamilan masa depan mereka dengan
pengalaman persalinan mereka. Diskusi
ini dapat dibantu oleh seorang juru
bicara
dan/atau
petugas
kesehatan
setempat yang sesuai.
38
Prognosis VBAC
O Jenis
sayatan
uterus
yang
telah
dilakukan pada operasi terdahulu
O Indikasi operasi seksio sesaria terdahulu
O Jenis operasi terdahulu
O Komplikasi operasi terdahulu
(Sarwono)
39
Penilaian VBAC
Penilaian keberhasilan VBAC menurut
Flamm dan Geiger (1997) adalah :
40
41
Komplikasi VBAC
42
43
TERIMAKAS
IH
44
O Flamm B.L., dan Geiger A.M.,
[Link] Birth After Cesarean:
An Admission Scoring System.
American Journal Obstetrics and
Gynecology 90(6): 907 1010.
45