0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
163 tayangan25 halaman

Perawatan dan Gejala Laringitis

Dokumen tersebut membahas tentang laringitis. Laringitis adalah kondisi peradangan pada laring yang menyebabkan suara menjadi parau dan kesulitan berbicara. Laringitis dapat dibedakan menjadi akut dan kronis, dengan penyebab utama laringitis akut adalah infeksi virus pada saluran pernafasan bagian atas. Gejala klinisnya antara lain suara parau, nyeri tenggorokan, dan batuk kering. Diagnosis didasarkan p

Diunggah oleh

Nur Aulia Intan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
163 tayangan25 halaman

Perawatan dan Gejala Laringitis

Dokumen tersebut membahas tentang laringitis. Laringitis adalah kondisi peradangan pada laring yang menyebabkan suara menjadi parau dan kesulitan berbicara. Laringitis dapat dibedakan menjadi akut dan kronis, dengan penyebab utama laringitis akut adalah infeksi virus pada saluran pernafasan bagian atas. Gejala klinisnya antara lain suara parau, nyeri tenggorokan, dan batuk kering. Diagnosis didasarkan p

Diunggah oleh

Nur Aulia Intan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

laringitis

Nur aulia intan pratiwi


1210211001

Anatomi

Laring atau pangkal tenggorok merupakan saluran udara dan bertindak

sebagai pembentukan suara,


terletak di bagian depan faring sampai ketinggian vertebra servikal 6 dan

masuk ke dalam trakea dibawahnya.


Pangkal tenggorok itu dapat ditutup oleh sebuah empang tenggorok yang

disebut epiglottis, yang terdiri dari tulang tulang rawan yang berfungsi
pada waktu menelan makanan menutupi laring.

Fisiologi laring

Untuk proteksi : untuk mencegah agar

makanan dan benda asing masukkedalam


trakea dengan jalan menutup aditus laring
dan rima glotis yang secara bersamaan.

Batuk : Benda asing yang telah masuk ke dalam


trakea dan sekret yang berasal dari paru juga dapat
dikeluarkan lewat reflekbatuk.
Fungsi respirasi laring denganmengatur mengatur
besar kecilnya rima glotis.

laring juga mempunyai fungsi sebagai alat pengatur sirkulasi

darah:
Denganterjadinyaperubahantekananudaramakadidalamtr
acttrakeo-bronkialakandapatmempengaruhisirkulasi darah
tubuh.
Fungsi laring dalam proses menelan mempunyai tiga

mekanisme yaitu
gerakan laring bagian bawah keatas,
menutupadituslaringeus,
sertamendorongbolusmakananturunkehipofaringdantidak

mungkin masuk ke laring.

Laringmempunyaifungsi untuk mengekspresikan

emosisepertiberteriak,mengeluh,menangis
fungsinyauntukfonasidengan membuat suara serta

mementukan tinggi rendahnya nada

Laringitis
Kondisi paling sering yang tejadi pada laring,

yaitu merupakan perdangan pada laring yang


mengakibatkan suara parau dan kesulitan
berbicara
Klasifikasi berdasarkan onset :
Laringitis akut: 3 minggu
Laringtis kronik : > 3 minggu

etiologi acute laryngitis


Laringitis akut ini dapat terjadi dari kelanjutan infeksi saluran nafas seperti
Rhinovirus
Parainfluenza virus
Adenovirus
Influenza virus
Mumps virus
Varicella-zozter virus
Penyebab lain adalah Haemofilus influenzae, Branhamella catarrhalis,

Streptococcus pyogenes, Staphylococcus aureus dan Streptococcus


pneumoniae.
Polusi
Vocal misuse (penyalahgunaan vocal)
Trauma
Merokok dan minum-minum alkohol
Alergi
Penggunaan inhaller asma

Penyebab yang paling sering adalah infeksi

virus pada saluran pernafasan bagian atas


common cold
Laringitisjugabisamenyertaibronkitis,pneu
monia,
influenza,pertusis, campak dan difter

Etiololgi laryngitis kronik


Seperti namanya, melibatkan gejala yang lama dan

membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang .


Faktor penyebab :
Faktor lingkungan -> menghirup asap rokok atau polusi
udara ( gas kimia)
Iritasi dari asma inhaler
Vocal misuse ( eg. Penggunaan suara yang telalu lama
dari intesitas/ loudness (dB) maupun pitch/ nada (Hz)
yang abnormal
Gastrointestinal esofagal reflux

Vocal misuse

epidemiologi
Merupakan patologi laring yang paling sering
Penelitian telah menunjukan bahwa, biasanya,

laringtis akut mempeharuhi individu yang


berusia 18-40 thn

gejala klinis
suara parau
pasien sebagai suara yang kasar atau suara yang susah
keluar atau suara dengan nada lebih rendah dari suara
yang biasa / normal dimana terjadi gangguan getaran
serta ketegangan dalam pendekatan kedua pita suara
kiri dan kanan sehingga menimbulkan suara menjada
parau bahkan sampai tidak bersuara sama sekali (afoni).
Sesak nafas dan stridor
Nyeri tenggorokan seperti nyeri ketika menalan atau

berbicara.
Gejala radang umum seperti demam, malaise
Batuk kering yang lama kelamaan disertai dengan dahak
kental

gejala klinis
Gejala commmon cold
bersin-bersin,
nyeri tenggorok hingga sulit menelan,
sumbatan hidung (nasal congestion),
nyeri kepala, batuk
demam dengan temperatur yang tidak mengalami peningkatan dari
38 derajat celsius.
Gejala influenza
Idem common cold namun ada peningkatan suhu yang sangat berarti

yakni lebih dari 38 derajat celsius, dan adanya rasa lemah, lemas yang
disertai dengan nyeri diseluruh tubuh .

tampak mukasa laring yang hiperemis,


membengkak terutama dibagian atas dan bawah pita suara dan juga
tanda radang akut dihidung

gejala klinis
tampak mukosa laring yang hiperemis,
membengkak terutama dibagian atas dan

bawah pita suara dan juga tanda radang akut


dihidung atau sinus paranasal atau paru

Obstruksi jalan nafas apabila ada udem laring

diikuti udem subglotis yang terjadi dalam


beberapa jam dan biasanya sering terjadi
pada anak berupa anak
menjadi gelisah,
air hunger, sesak semakin bertambah berat,

pemeriksaan fisik akan ditemukan retraksi


suprasternal dan epigastrium yang dapat
menyebabkan keadaan darurat medik yang
dapat mengancam jiwa anak

patofisiology

Diagnosis
1. anamnesis
Ada gejala ISPA ( demam, batuk, rhinitis), Hoarse voice

atau dysphonia
Gejala lain
Dyspagia kesulitan menelan
Odonophagia nyeri menelan
Dyspnea
Rhinorrhea
Post nasal discharge
Nyeri tenggorokan
Fatigue
Malaise

Gejala vocal terjadi pada 7-10 hari terakhir

Pemriksaan fisik
Pemeriksaan secara tidak langsung dengan

kaca atau pemeriksaan secara langsung


dengan flexible nasolaryngoscope akan
tampak mukasa laring yang
hiperemis, membengkak terutama dibagian

atas dan bawah pita suara, sekret,


permukaan vocal fold yang tidak merata
dan juga didapatkan tanda radang akut
dihidung atau sinus paranasal atau paru

Pemeriksaan penunjang
Lab
Pemeriksaan laboratorium : gambaran darah dapat

normal. Jika disertai infeksi sekunder, leukosit dapat


meningkat.
Jika ada eksudat pada orofaring atau voval fold
pemriksaan kultur

Imaging
Pada pemeriksaan laringoskopi indirek akan ditemukan

mukosa laring yang sangat sembab, hiperemis dan


tanpa membran serta tampak pembengkakan
subglotis yaitu pembengkakan jaringan ikat pada
konus elastikus yang akan tampak dibawah pita suara.

tatalaksana
Umumnya penderita penyakit ini tidak perlu

masuk rumah sakit, namun


ada indikasi masuk rumah sakit apabila :
Usia penderita dibawah 3 tahun
Tampak toksik, sianosis, dehidrasi atau

axhausted
Diagnosis penderita masih belum jelas
Perawatan dirumah kurang memadai

Istirahat berbicara dan bersuara selama 2-3 hari


Jika pasien sesak dapat diberikan O2 2 l/ menit
Menghirup uap hangat dan dapat ditetesi

minyak atsiri / minyak mint bila ada muncul


sumbatan dihidung atau penggunaan larutan
garam fisiologis (saline 0,9 %) yang dikemas
dalam bentuk semprotan hidung atau nasal
spray
Hindari berbisik tegang pita suara

Medikamentosa :
Parasetamol atau ibuprofen / antipiretik jika pasien

ada demam
hidung tersumbat dapat diberikan dekongestan nasal
seperti fenilpropanolamin (PPA), efedrin,
pseudoefedrin, napasolin dapat diberikan dalam
bentuk oral ataupun spray
Pemberianan antibiotika yang adekuat yakni :
ampisilin 100 mg/kgBB/hari, intravena, terbagi 4 dosis
dapat diberikan kortikosteroid intravena berupa
deksametason dengan dosis 0,5 mg/kgBB/hari terbagi
dalam 3 dosis, diberikan selama 1-2 hari.

Pengisapan lendir dari tenggorok atau laring,

bila penatalaksanaan ini tidak berhasil maka


dapat dilakukan endotrakeal atau trakeostomi
bila sudah terjadi obstruksi jalan nafas

pencegahan
Jangan merokok, hindari asap rokok karena rokok akan

membuat tenggorokan kering dan mengakibatkan iritasi


pada pita suara,
minum banyak air karena cairan akan membantu menjaga
agar lendir yang terdapat pada tenggorokan tidak terlalu
banyak dan mudah untuk dibersihkan
batasi penggunaan alkohol dan kafein untuk mencegah
tenggorokan kering.
jangan berdehem untuk membersihkan tenggorokan
karena berdehem akan menyebabkan terjadinya vibrasi
abnormal pada pita suara, meningkatkan pembengkakan
dan berdehem juga akan menyebabkan tenggorokan
memproduksi lebih banyak lendir

Anda mungkin juga menyukai