Kelompok: Hyan Tandra P. Norman S. Mahardika Wisudantyo Wahyu P.
(611080045) (611081031) (611081032)
PENDAHULUAN
Drive Test adalah pengukuran yang dilakukan untuk
mengamati dan melakukan optimasi agar dihasilkan kriteria performansi jaringan. Yang diamati biasanya kuat daya pancar dan daya terima, tingkat kegagalan akses (originating dan terminating), tingkat panggilan yang gagal (drop call) serta FER.
PEMBAHASAN
Parameter yang harus diketahui untuk para drive
tester 2G/GSM pemula adalah sebagai berikut:
BCCH (Broadcast Control Channel)
Frekuensi yang digunakan dalam GSM untuk downlink BTS ke MS (berkisar 890 MHz s/d 915 MHz untuk yangg GSM 900) ARFCN (Absolute Radio Frequency Channel) Sebutan kanal yang digunakan untuk mewakili berapa nilai dari frekuensi. Jadi misalnya disebut ARFCN BCCH-nya 18 , itu artinya nilai 18 akan dikonversi menjadi nilai frekuensi (MHz).
CGI terdiri atas: MCC (Mobile Country Code)
Kalau di Indonesia menggunakan 510
MNC (Mobile Network Code) Nilainya tergantung operator. LAC (Local Area Code) Setiap area atau daerah memiliki kode yang ditentukan operator. CI (Cell Id) Parameter ini yang harus diperhatikan agar tidak salah site ketika ingin melakukan drive test karena setiap cell punya kode ID masingmasing.
BSIC (Base Station Identity Code) Membedakan antar BTS terutama BTS-BTS yang mempunyai BCCH ARFCN yang sama (dalam frekuensi reuse)
RxLev Tingkat kuat level sinyal penerima di MS (rentang dalam minus dB), makin kecil makin lemah. RxQual Tingkat kualitas sinyal penerima di MS (rentangnya skala 0-7), makin besar makin jelek SQI (Speech Quality Indicator) Indikator kualitas suara dalam keadaan dedicated atau menelpon dengan rentang -20 s/d 30, makin besar makin baik
TA (Timing Advance) Jarak antar MS dengan BTS (rentang dari 0-8), makin besar nilainya makin jauh. Speech Codec Indikator speech codec yang dialami oleh MS terdiri dari EFR (Enhanced Full Rate), HR (Half Rate), FR (Full Rate) maupun Adaptive Multi Rate (AMR-FR & AMRHR)
Tingkatan Prosedur Optimasi
Single cell function test
Dilakukan untuk menguji secara individu BTS.
Cluster optimization
Dilakukan untuk mneguji beberapa BTS dalam
satu cluster, menguji hubungan dan performansi antar BTS. System optimization Dilakukan untuk menguji perfomansi jaringan yang lebih luas.
Pelaksanaan Drive Test
Drive Test awal yag dilaksanakan ketika suatu BTS
telah selesai di-instal untuk mengetahui data awal suatu BTS juga menunjukkan tingkat kelayakan suatu jaringan. Drive Test maintaining dalam rangka memonitoring performansi BTS sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Dilaksanakan dalam keadaan yang sangat diperlukan, yaitu jika ada keluhan dari pelanggan ataupun terdapat penurunan performansi BTS yang dilihat dari laporan harian.
Bentuk Hasil Pengukuran
Statistical Mode
Hasil pengukuran dalam bentuk data statistik secara merata, sehingga tidak bisa mengetahui secara tepat posisi daerah yang mengalami masalah. Trace Mode Hasil pengukuran drive test bisa dilihat dalam bentuk peta, dimana pada peta tersebut diperlihatkan plotplot jalur yang ditelusuri saat drive test. Sehingga dari indikasi warna pada peta tersebut dapat diketahui daerah yang mengalami masalah.
Data Hasil Drive Test
Mengetahui informasi tentang BTS mana yang menangani
MS, diketahui dari pilot sektor BTS mana yang menghandle. Memuat informasi tentang site yang menangani MS dan site disekitarnya yang memiliki sinyal pilot terkuat yang memungkinkan untuk handoff. Mengamati level sinyal (Rx_lev), kualitas sinyal (Ec/Io), jarak antena BTS dan MS ketika pengukuran dilakukan, Tx power, Forward/Reverse FER dalam %, kualitas call, persentase panggilan yang drop, active set, candidate set, finger information, jumlah call yang dihubungi, persentase call yang gagal, dan total call.
Parameter kualitas sinyal,Ptx,interferensi
Ec/Io
Menunjukkan level daya minimum (threshold) dimana MS masih bisa melakukan suatu panggilan. Biasanya nilai Ec/Io menentukan kapan MS harus melakukan handoff. Jarak BTS dan MS (near far effect) Jarak BTS dan MS saat pengukuran juga memiliki pengaruh, dimana pada jarak yang cukup dekat kualitas sinyal lebih bagus dan sangat memungkinkan melakukan panggilan. Tetapi dalam CDMA perbedaan jauh dekat jarak BTS-MS sudah diatasi dengan kontrol daya.
RSSI (Received Signal Strength Interference)
Hampir sama dengan Ec/Io tetapi RSSI digunakan dalam coverage. ? Mobile Station (MS) Tx power Kenaikan daya pancar pada MS akan menyebabkan interferensi terhadap user lain. Sehingga user yang lain juga akan meningkatkan daya pancarnya. FER (Frame Error Rate) FER didefinisikan sebagai rata-rata kesalahan frame.
Handover
Handover adalah proses pengalihan kanal traffic secara otomatis pada MS yang sedang digunakan untuk berkomunikasi tanpa terjadinya pemutusan hubungan. HOSR = (total HO sukses) x 100% (1) (total HO)
Faktor-faktor penyebab gagalnya handover antara lain :
Interferensi yang tinggi
Setting parameter yang tidak baik Kerusakan Hardware
Area cakupan radio yang kurang baik
Neighbouring cell relation yang tidak perlu Masalah antenna receiver atau hardware BTS
PERANCANGAN
Pengambilan data dilakukan melalui proses drive test
menggunakan perangkat lunak TEMS Investigations 4.1.1 setiap hari Minggu dan Kamis selama tiga minggu dengan tiga alokasi waktu, yaitu pagi, siang dan malam.. Rute yang digunakan dalam makalah ini adalah daerah pusat kota Semarang, dengan harapan diperoleh daya yang bervariasi.
Rute tersebut meliputi: Jl. Dr. Soetomo, Jl. Pemuda, Jl.
Gadjah Mada, Area Simpang Lima, Jl. Pandanaran, Jl. Veteran, Jl. Kyai Saleh, Jl. Pandanaran, Jl. Kyai Saleh, Jl. Dr. Kariadi, Jl. Menteri Supeno, Jl. Tri Lomba Juang, Jl. Sriwijaya, Jl. Singosari, Jl. Singosari Raya, Jl. Atmodirono, Jl. Ahmad Yani, Jl. Erlangga, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Pahlawan, Jl. K. H. Ahmad Dahlan, Jl. Ahmad yani dan Jl. Ki Mangun Sarkoro. Pada pengambilan data MS diset untuk melakukan panggilan selama 120 detik dan jeda antar panggilan 10 detik.
ANALISIS
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HANDOVER 1. PENGARUH PEMILIHAN WAKTU DAN TEMPAT 2. PEMILIHAN JALUR ATAU RUTE DRIVE TEST 3. PENGARUH KECEPATAN PERGERAKAN MS
1. MENGANALISIS KEPADATAN TRAFIK BERDASARKAN WAKTU DAN TEMPAT
Adanya pemilihan hari kerja dan hari libur pada drive test
ini kurang mempengaruhi handover success rate, terbukti dengan adanya nilai HOSR yang hampir sama untuk setiap pemilihan hari. Pemilihan tiga alokasi waktu pagi, siang, dan malam berpengaruh terhadap HOSR denga nilai tertinggi adalah pada malam hari yakni hampir selau 100% karena pada waktu ini kemungkinan daerah di seputar rute drive test memiliki kepadatan trafi yang rendah dibanding dua alokasi waktu yang lain.
PEMILIHAN JALUR/RUTE DRIVE TEST
Panjang rute yang dilalui dalam drive test
memungkinkan untuk terjadi lebih banyak event karena akan lebih banyak panggilan, akan tetapi terjadinya handover tidak dipengaruhi oleh panjang rute yang dilalui. Jika terjadinya handover disebabkan oleh adanya kepadatan trafik, maka titik terjadinya handover tersebut tidak akan berulang-ulang untuk setiap pangambilan data karena kepadatan trafik tidak mungkin selau sama pada setiap waktu.
Jika suatu lokasi sering terjadi handover dapat
disimpulkan bahwa lokasi tersebut merupakan perpotongan daerah jangkauan dua sel atau biasa disebut dengan daerah handover.
KECEPATAN PERGERAKAN MS
Pada BTS GSM terdapat suatu parameter yang berfungsi
untuk mendeteksi kecepatan pergerakan MS dan di dalam BSC terdapat nilai ambang kecepatan MS
Hasil pengukuran BTS akan dilaporkan kepada BSC
pada setiap SACCH. BSC akan merata-rata kecepatan MS.
Jika kecepatan melebihi nilai ambang yang dimiliki BSC, pergerakan MS akan digolongkan ke dalam fast moving MS dan jika sama atau kurang dari nilai ambang akan digolongkan dalam slow moving MS.
Penggolongan ini selanjutnya akan menentukan
apakah MS dilayani oleh sel makro atau sel mikro.
MS yang bergerak cepat (fast moving MS) akan dilayani
oleh sel makro, MS yang bergerak lambat (slow moving MS) akan dilayani oleh sel mikro.
KESIMPULAN
Handover failure tidak mungkin disebabkan oleh
kerusakan perangkat keras.
Mobile Station selalu melakukan pengukuran daya terima
dari sel-sel GSM yang ada disekitarnya dan ketika mobile station bergerak menjauhi serving cell dan mendekati sel yang lain hingga tercatat daya terima sel lain yang lebih kuat maka akan terjadi perpindahan ke sel baru dengan daya terima yang lebih baik. Ketika terdeteksi suatu pemicu handover, BSC akan memerintah sel kandidat untuk menyediakan kanal trafik, jika telah tersedia BSC akan memerintah sel kandidat untuk mengambil alih pelayanan MS dari serving cell.
Adanya pemilihan hari kerja dan hari libur pada drive test
ini kurang mempengaruhi handover success rate, terbukti dengan adanya nilai HOSR yang hampir sama untuk setiap pemilihan hari. Fast moving MS akan dilayanni oleh makro sel, sedangkan slow moving MS akan dilayani oleh mikro sel. Besarnya level sinyal yang diterima MS dipengaruhi oleh nilai frekuensi yang bekerja; makin tinggi frekuensi, makin tinggi RxLevelnya. Distribusi antena indoor (repeater) memberikan pengaruh terhadap kekuatan sinyal; makin jauh jarak transmitter dengan receivernya, maka makin menurun level sinyalnya.