FRAUD DAN AUDIT INVESTIGATIF
Disampaikan dalam Workshop Auditing For Internal Audit Forom Komunikasi SPI Jabar & Banten
Bandung, 21 Februari 2011
FRAUD DAN KORUPSI
FRAUD, KORUPSI ???
FRAUD
SEGALA SESUATU YANG DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN AKAL / KECERDIKANNYA UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN DENGAN JALAN MENEKAN, MENIPU, ATAUPUN CARACARA LAIN YANG MEMPERDAYA SEHINGGA MERUGIKAN PIHAK LAIN (Blacks Law Dictionary)
Fraud Tree
Corruption Asset Misappropriation Fraudulent Statements
Conflict Of Interest
Bribery
Illegal Gratuities
Economic Extortion
Financial
Non-Financial
Purchases Schames
Invoice Kicbacks
Asset/Revenue Overstatements
Asset/Revenue Understatements
Employment Credentials
Sales Schemes
Bid Rigging
Timing Differences Fictitious Revenues
Internal Documents
Other
Other Concealed Liabilities & Expenses Improper Disclosures Improper Asset Valuations Cash
External Documents
Inventory and all Other Assets
Larceny
Skimming Misuse Larceny
Of Cash on Hand
Sales
Receivables
Refund & Other
From the Deposit Other
Unrecorded
Write off Schemes Lapping Schemes Unconcealed
Asset Reg & Transfers False Sales & Shipping Purchasing & Receiving Unconcealed Larceny
Understated
Fraudulent Disbursement
Billing Schemes Shell Company Non-Accomplice Vendor
Payroll Schemes Ghost Employee
Expense Reimbursement Schemes Mischaracterized Expense
Check Tampering
Register Disbursement
Forged Maker Forged Endorsement Altered Payee Concealed Checks
False Voids
Commission Schemes Workers Compensation Falsified Wages
Overstated Expense Fictitious Expense Multiple Reimbursement
False Refunds
Personal Purchases
BACK
Authorized Maker
UU Nomor 31 tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi 30 Jenis Bentuk Pidana mulai Pasal 2 sd Pasal 12 7 Kelompok; 1. Kerugian keuangan Negara 2. Suap menyuap; 3. Penggelapan dalam jabatan; 4. Pemerasan; 5. Perbuatan curang; 6. Benturan kepentingan dalam pengadaan; 7. Gratifikasi;
Mengapa Melakukan Fraud / Korupsi
GONE THEORY
N E
C
G
O
FINANCIAL PRESSURE
Fraud Triangle
Karakteristik Fraud / Korupsi
Deception Confident Trickery
Intent/Motive Concealment Conversion
BACK
9
4 AKTIVITAS MENYIKAPI FRAUD / KORUPSI
Pencegahan Pendeteksian Awal Investigasi Tindak Lanjut Hukum
AUDIT INVESTIGATIF
AUDITING
Proses Pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi tertentu yang dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen dengan maksud untuk melaporkan tingkat kesesuaian informasi dimaksud dengan kriteria yang ditetapkan.
ASSOCIATION of CERTIFIED FRAUD EXAMINERS
INVESTIGATIVE AUDIT
Reviewing financial documentation for a specific purpose, which could relate to litigation support and insurance claims, as well as criminal matters.
(Jack Bologna and Robert J. Lindquist)
Pengertian
Investigative auditing involves reviewing financial documentation for a specific purpose, which could relate to litigation support and insurance claims, as well as criminal matters (Jack Bologna dan Robert J. Lindquist) Forensic and Investigative Accounting is the application of financial skill and an investigative mentality to unresolved issues, conducted within the context of the rules of evidence
AUDIT INVESTIGATIF
Proses pengumpulan, analisis, dan evaluasi atas bukti-bukti dan fakta-fakta suatu dugaan penyimpangan sehingga dapat diterima dalam sistem hukum yang berlaku di Indonesia dengan tujuan untuk mengungkapkan terjadinya penyimpangan dan kerugian keuangan
15
3 HAL YANG SALING BERHUBUNGAN
ASSOCIATION of CERTIFIED FRAUD EXAMINERS
ALUR PIKIR AUDIT INVESTIGATIF
PEMAHAMAN FRAUD KARAKTERISTIK FRAUD AKSIOMA AUDIT INVESTIGATIF PRINSIP DAN PENDEKATAN
TAHAP-TAHAP AUDIT INVESTIGATIF (PROSES AUDIT INVESTIGATIF)
PRA PERENCANAAN EVALUASI BUKTI PELA PORAN PRINSIP PELA PORAN FORMAT SUB STANSI
17
PERENCANAAN
Problem Recognation and Planning ANALISA SUMBER HIPOTESA BUKTI INFORMASI Evidence Collection BUKTI AUDIT REVISI TELAAH EvidancePROGRAM Evaluation HIPOTESA TEKNIK RENCANA SUMBER Report Findings PENGUMPULAN DAYA (SMEAC) KEPUTUSAN UNSUR
PENANGANAN BUKTI DELIK PENUGASAN
PENGUMPULAN BUKTI
TINDAK LANJUT KETER AHLI
KERUGIAN KEUANGAN NEGARA
BAGAN ARUS PROSES AUDIT INVESTIGATIF
MULAI INFORMASI AWAL PENELAAHAN INFORMASI
TAMBAHAN INFORMASI
YA TIDAK
EXPOSE
PENGUMPULAN TAMBAHAN INFORMASI
LAYAK AUDIT INVESTIGASI
YA
TIDAK
LAPORAN
(NOTA DINAS)
SUSUN HIPOTESIS SUSUN AUDIT PROGRAM PENGUMPULAN BUKTI EVALUASI BUKTI
YA REVISI HIPOTESI S TIDAK YA TERBUKT I LAPORAN HASIL AUDIT INVESTIGA SI.
TIDAK
SELESAI
PROSES UTUH
AUDIT INVESTIGATIF
Problem Recog Review Planning
Telaah Info Kelayakan AI Hipotesis Audit Program Sumber Daya Surat Tugas
Evidence Collection
Evidence Evaluation
Report Finding
Jenis Sumber Bukti Kuantitas Kualitas Methode
Evidence Square Element of Fraud Penyesuaian Hipotesis Pengembangan Finding Sinkronisasi evidence
Penyusunan Penerbitan Distribusi Pernyataan Keahlian
Perencanaan Audit Investigatif harus dapat menjawab
What When Where How Who Why
20
The SMEAC Model
Situation Mission Execution Administration and Logistic Communication
21
Prinsip-prinsip Audit Investigatif
1. Investigasi adalah tindakan mencari kebenaran
2. Kegiatan investigasi mencakup pemanfaatan sumbersumber bukti yang dapat mendukung fakta yang dipermasalahkan
3. Semakin cepat merespons tindakan kejahatan, maka semakin besar kemungkinan terungkapnya tindakan kejahatan tersebut.
4. Auditor mengumpulkan fakta-fakta sehingga buktibukti yang diperolehnya tersebut dapat memberikan kesimpulan sendiri/bercerita
Prinsip-prinsip Audit Investigatif
5. Bukti fisik merupakan bukti nyata. Bukti tersebut sampai kapanpun akan selalu mengungkapkan hal yang sama
BACK
6. Informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dengan saksi akan sangat dipengaruhi oleh kelemahan manusia 7. Jika auditor mengajukan pertanyaan yang cukup kepada sejumlah orang yang cukup, maka akan mendapatkan jawaban yang benar 8. Informasi merupakan nafas dan darahnya investigasi. No Information No Case
Aksioma Fraud/Investigatif Audit
Kecurangan, pada hakekatnya, tersembunyi. Tidak ada keyakinan absolut untuk memastikan bahwa kecurangan benar-benar terjadi atau tidak terjadi Untuk mendapatkan bukti bahwa kecurangan tidak terjadi, auditor harus berupaya membuktikan kecurangan sudah terjadi Untuk mendapatkan bukti bahwa kecurangan sudah terjadi, auditor harus berupaya membuktikan kecurangan tidak terjadi Penetapan final apakah kecurangan terjadi merupakan tanggung jawab pengadilan (hakim), bukan pemeriksanya.
24
- Aksioma Pelaku Fraud
BACK
Prinsip-prinsip Audit Investigatif
Bukti fisik merupakan bukti nyata. Bukti tersebut sampai kapanpun akan selalu mengungkapkan hal yang sama. Informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dengan saksi akan sangat dipengaruhi oleh kelemahan manusia. Jika auditor mengajukan pertanyaan yang cukup kepada sejumlah orang yang cukup, maka akhirnya akan mendapatkan jawaban yang benar. Informasi merupakan nafas dan darahnya investigasi.
26
Pendekatan Audit Investigatif
Individu yang terkait dengan tindak kejahatan Benda-benda yang terkait dengan tindak kejahatan (apa yang dimaksud dengan bukti fisik; Bagaimana memperoleh dan menyimpannya; Bagaimana memperoleh informasi yang optimal dari bukti fisik tersebut; Bagaimana mengartikan / menafsirkan informasi yang telah diperoleh tersebut).
27
4 KUNCI KEBERHASILAN
1. Mengerti dengan baik persoalan yang akan dipecahkan. 2. Kuasai dengan baik tehnik-tehnik investigasi. 3. Cermat dalam memilih tehnik yang akan dipilih (due professional care). 4. Cermat menarik kesimpulan dari tehnik yang dipilih.
ASSOCIATION of CERTIFIED FRAUD EXAMINERS
TEKNIK AUDIT
1. 2. 3. 4. 5. Memeriksa Fisik (Physical Examination) Meminta Konfirmasi (Confirmation) Memeriksa Dokumen (Documentation) Reviu Analitikal (Analytical Review) Meminta Informasi Lisan atau Tertulis dari auditan (Inquiries of the Auditee / Client) 6. Menghitung Kembali (Reperfomance) 7. Mengamati (Observation)
ASSOCIATION of CERTIFIED FRAUD EXAMINERS
APA YANG HARUS DILAKUKAN?
1. Hindari pengumpulan fakta dan data yang berlebihan secara prematur (Identifikasi pelaku / orang yang berpotensi menjadi pelaku). 2. Harus mampu membuktikan niat pelaku melakukan kecurangan (Proses pengadilan adalah menilai seseorang, bukan untuk mendengar panjang lebar tentang kejadian itu sendiri) 3. Bersikap kreatif dan berpikirlah seperti pelaku kejahatan/ fraud.
ASSOCIATION of CERTIFIED FRAUD EXAMINERS
APA YANG HARUS DILAKUKAN?
4. Banyak kecurangan dilakukan dengan persekongkolan (Kolusi / konspirasi). Namun ada persekongkolan yang sifatnya sukarela (Ordinary conspiracy) dan ada yang memanfaatkan keluguan orang lain (Pseudo conspiracy). 5. Pertimbangkan / pilih strategi yang proaktif, terutam bila dikaitkan dengan apakah kecurangan tersebut bersifat Off the Book Fraud ataukah On The Book Fraud. 6. Penyampaian konsep-konsep penting secara sederhana, sehingga mudah dicerna oleh orang lain.
ASSOCIATION of CERTIFIED FRAUD EXAMINERS
WAWANCARA
Pengertian
Sesi tanya-jawab Untuk memperoleh informasi Memiliki bentuk tersendiri Terstruktur Memiliki tujuan.
33
KARAKTERISTIK WAWANCARA YG BAIK
Cukup waktu dan mendalam Memilah informasi relevan dan tidak relevan Sedekat mungkin dengan saat kejadian
Obyektif
34
PERSIAPAN
Mempelajari berkas Menetapkan tujuan informasi yang akan digali dalam wawancara Mempelajari informasi apa yang dapat diperoleh Mempersiapkan poin-poin yang akan ditanyakan Tempat untuk wawancara saksi kooperatif di kantor atau tempat menyimpan dokumen Untuk saksi yang tidak kooperatif, tidak perlu dijadualkan terlebih dahulu Mempersiapkan tempat untuk wawancara
35
RUANG WAWANCARA
Pintu tertutup namun tidak terkunci, Tidak ada halangan bagi responden untuk meninggalkan ruang wawancara,
Ruangan bersih.
36
PIHAK YG DIWAWANCARAI
Saksi Pihak Ketiga yang Netral (Neutral Third-Party Witness) Saksi yang Dapat Membenarkan (Corroborative Witness) Pihak Yang Diduga Ikut Terlibat (Co-Conspirators) Pihak Yang Diduga Melakukan Penyimpangan (Subject/Target)
37
Subject
38
KARAKTERISTIK PEWAWANCARA YANG BAIK
1. Mudah bergaul 2. Bisa membuat orang lain ingin berbagi informasi 3. Tidak banyak interupsi 4. Menunjukkan keseriusan 5. Tidak menyalahkan 6. Tepat waktu, berpakaian rapi
39
HAMBATAN KOMUNIKASI
Waktu yang tidak tepat Ego Responden Etika Trauma Lupa Kesulitan mengurutkan kejadian Bingung menarik simpulan Perilaku Tidak Sadar
40
JENIS-JENIS PERTANYAAN
1. Pertanyaan Pembuka (Introductory) : saksi yang netral dan saksi menguatkan. 2. Informasional (Informational) : saksi yang netral dan saksi menguatkan ;pertanyaan terbuka, tertutup, mengarahkan 3. Pengujian data/informasi (data/information assessment) : saksi yang tidak jujur 4. Pendalaman (Closing) : saksi yang netral dan saksi menguatkan 5. Memperoleh pengakuan (admission seeking) : saksi yang bertanggungjawab terhadap kejahatan
41
Jenis Pertanyaan Yang Harus Dihindari
Pertanyaan negatif ganda (double negative) Pertanyaaan yang Rumit dsn kompleks - Tidakkah saudara curiga bahwa uang Saudara terima itu berasal dari transaksi yang tidak benar? - Apa tugas saudara, sudah berapa lama Saudara bekerja disini, siapa saja kawan kerja saudara disini dan bagaimana menurut saudara mengenai kondisi kerja disini?
42
Mengamati Reaksi Responden
Pewawancara harus memiliki pengetahuan tentang tingkah laku seseorang dalam situasi wawancara: proxemic, memanfaatkan jarak antar personal untuk memperjelas maksud/ arti Chronemics (Pacing; Silent Probe), pemanfaatan waktu oleh seseorang untuk mengerti, bersikap, dan berkeinginan. Kinetics, penggunaan gerakan badan dalam menyampaikan maksud Paralinguistics, hal-hal yang mencakup volume, nada, dan kualitas suara untuk menyampaikan maksud
43
Menyiasati Keengganan (Resistence)
Menghadapi Orang Sulit Wawancara Volatile wawancara untuk Mendapatkan pengakuan
Tahapan Wawancara Untuk Memperoleh Pengakuan
1. 2. 3. 4. 5. 6. Dakwaan/Tuduhan Langsung (Direct Accusation) Mengulang sangkaan Menyela penyangkalan Memperlihatkan bukti fisik Memperkuat penjelasan Memperkuat pemikiran
7.
Pengakuan verbal
45
1. Sangkaan Langsung - Direct Accusation
Kami memiliki alasan bahwa Saudara telah menyalahgunakan wewenang untuk ..... Kami pikir Saudara mungkin telah melakukan..
46
1. Sangkaan Langsung - Direct Accusation
Kami telah melakukan pemeriksaan ke seluruh perusahaan dan Saudara jelas-jelas orang yang tidak bisa kami hilangkan dari daftar orang-orang yang harus bertanggung jawab atas kejadian itu.
47
2. Mengulang sangkaan
Jika tersangka tidak secara jelas menolak sangkaan, Sangkaan diulang secara seimbang.
Seperti yang saya ucapkan tadi, pemeriksaan kami menyimpulkan bahwa saudara termasuk Orang yang bertanggungjawab. Mengapa saudara melakukan hal itu?
48
3. Menyela penyangkalan
Penundaan Penyangkalan. Contoh: Linda, saya mendengar apa yang anda katakan tetapi tolong biarkan saya menyelesaikannya dulu, baru saudara bicara Interupsi Pengungkapan alasan, perlihatkan sebagian bukti pendukung Rasionalisasi: penjelasan yang dapat diterima secara moral yang akan menyebabkan terdakwa mengakui kesalahan yang diperbuatnya.
49
Rasionalisasi
memaksimalkan simpati dan meminimalkan pemahaman pelaku atas kesalahan yang dilakukan
50
Tema dalam Rasionalisasi
Responden diperlakukan tidak adil oleh tempat bekerjanya Tidak memperoleh penghargaan yang layak dari tempat bekerjanya Masalah Keuangan yang menimpanya Penyimpangan perilaku responden Masalah Keluarga Stres, Obat-obatan dan Alkohol Balas Dendam
51
4. Memperlihatkan Bukti Fisik
Orang bersalah cenderung ingin tahu buktinya Perlihatkan dokumen dengan urutan berkebalikan Tarik dokumen jika punya beberapa alibi
52
5. Memperkuat Penjelasan
Contoh:
Saya gembira sekali Saudara memutuskan bersedia berbicara dengan kami, bahwa Saudara terlibat masalah ini karena Saudara dalam kondisi yang tidak biasa........
Kapan pertama kali Saudara lakukan ini?
53
6. Memperkuat Pemikiran
Contoh:
Linda, saya memahami bahwa saudara mempunyai
alasan untuk melakukannya. Hal ini akan memperkuat apa yang telah saya pikirkan selama ini bahwa saudara berada dalam keadaan yang luar biasa. Kapan hal ini kali kamu lakukan?.
54
7. Pengakuan Verbal
Informasi yang seharusnya diperoleh selama pengakuan verbal: Tersangka tahu bahwa perbuatannya adalah salah. Fakta-fakta yang hanya diketahui oleh responden tergali Intensitas perbuatan kecurangan yang dilakukannya. Perkiraan sesuatu : Dalam hal permasalahan kecurangan, mulailah dari besar ke kecil. Misal: Apakah sebanyak 100 kali kecurangan? Kalau dijawab nggak, lontarkan pertanyaan lagi: Mungkin 75 kali? Motif melakukan fraud Keterlibatan orang lain Bukti fisik yang dimiliki responden Penempatan hasil kecurangan
55
PELAPORAN
SUBSTANSI
TUJUAN PENULISAN LAPORAN
PRINSIP-PRINSIP PELAPORAN
PENYUSUNAN LAPORAN AUDIT PROSES HUKUM LAPORAN AUDIT
TUJUAN PENULISAN LAPORAN
Memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan atau berwenang mengenai indikasi terjadinya fraud agar mereka dapat mengambil tindak lanjut yang tepat terhadap hasil audit fraud
PRINSIP-PRINSIP PELAPORAN
Preparation Accuracy of Report Clarity Impartiality and Relevance Timelines Reporting Mistakes Organizing of Information Analizing the Reader
PREPARATION
Merupakan proses penyiapan berbagai informasi yang akan dituangkan dalam laporan hasil audit
Persiapan penyusunan laporan perlu dilakukan sejak tahap proses pengumpulan informasi dengan membuat ekspektasi atas apa yang akan menjadi produk akhir dari proses audit
ACCURACY OF REPORT
Laporan harus didukung dengan bukti-bukti yang akurat Informasi dari hasil interview harus dilakukan pengujian melalui konfirmasi dan konfrontasi dengan informasi yang didapatkan dari pihak-pihak terkait Konfrontasi dengan pelaku fraud perlu untuk mendapatkan pengakuan dari yang bersangkutan
Attention Please Seluruh informasi yang dituangkan dalam laporan bukan merupakan pendapat atau opini auditor atau persepsi pihak-pihak yang di interviu
CLARITY
Laporan investigatif fraud harus menjelaskan informasi yang tepat dalam bahasa yang jelas dan tidak menimbulkan penafsiran lain dari pembacanya
Jelaskan dalam laporan hanya fakta
yang terjadi bukan
judgement atau persepsi auditor
IMPARTIALITY AND RELEVANCE
TULISKAN SELURUH FAKTA DALAM LAPORAN TANPA BIAS DAN MEMIHAK
Auditor fraud tugasnya hanya mengungkapkan fakta yang terjadi dan tidak menggiring pembaca pada suatu persepsi yang justru bertentangan dengan fakta yang ditemukan
timelines
Ketepatan waktu dalam penulisan laporan sangat penting karena bukti dan informasi yang didapatkan dalam proses audit bisa menjadi kadaluwarsa apabila penulisan laporan memakan waktu lama dan berlarut-larut
REPORTING MISTAKES
Konklusi dan Opini
Auditor tidak mampu membedakan konklusi yang seharusnya dituangkan dalam laporan dengan opini yang semestinya dihindari dalam penulisan laporan
OPINI
Auditor tidak memahami berlakunya asas praduga tak bersalah Auditor tidak berhak menetapkan opininya bahwa pelaku fraud telah bersalah, karena yang berhak menetapkan bersalah atau tidak adalah hakim melalui proses peradilan
BUKTI
Konklusi yang dituangkan dalam laporan kurang didukung oleh bukti yang cukup dan relevan Banyak bukti yang dikumpulkan namun tidak mengarah pada suatu pengampilan kesimpulan yang akurat
KOPI DOKUMEN
Auditor tidak membuat kopi atas dokumen-dokumen penting sehingga ketika terjadi kehilangan bukti atau kejadian lain yang tidak dikehendaki, auditor tidak memilki bukti pendukung atas laporannya Kopi dokumen perlu disahkan oleh pihak berwenang
ORGANIZING OF INFORMATION
Auditor dituntut untuk menyajikan informasi dalam laporan dengan susunan yang kronologis atau dalam kelompok-kelompok informasi sehingga menggambarkan fakta kejadian yang sebenarnya
ANALIZING THE READER
Pembaca laporan bisa jadi bukan orangorang yang memahami secara baik proses kejadian yang dilaporkan sehingga dalam menyusun laporan perlu dihindarkan informasi yang menimbulkan salah tafsir atau penggunaan istilah-istilah yang tidak dipahami oleh pembaca atau justru membingungkan pembaca
PENYUSUNAN LAPORAN AUDIT
BENTUK DAN SUSUNAN LAPORAN
EKSPOSE INTERN
PENANDATANGANAN LAPORAN PENYAMPAIAN LAPORAN
BENTUK DAN SUSUNAN LAPORAN
LONGFORM REPORT
Eksekutif Summary Bab I : Simpulan dan Saran Bab II : Dasar dan Tujuan Audit 1. Dasar Audit 2. Tujuan dan Ruang Lingkup Audit Bab III : Uraian Hasil Audit 1. Dasar Hukum Obyek atau Kegiatan yang diaudit
2.
Materi Temuan a. Jenis Penyimpangan/Fraud b. Pengungkapan fakta dan Proses Kejadian c. Penyebab dan Dampak Fraud d. Rekomendasi e. Pihak yang Diduga Terlibat/ Bertanggung jawab f. Bukti yang Diperoleh 3. Kesepakatan dan Pelaksanaan Tindak Lanjut dengan Auditan/Atasan Auditan 4. Kesepakatan dan Pelaksanaan Tindak Lanjut dengan Instansi Penyidik
Lampiran
SHORTFORM REPORT
Laporan audit bentuk pendek hanya berupa memorandum yang didalamnya mengungkapkan sejelas-jelasnya substansi masalah, fakta apakah fraud memang terbukti atau tidak dan dampaknya terhadap organisasi atau perusahaan Apabila fraud tidak terbukti maka di dalam laporan perlu dinyatakan bahwa permasalahan atas kasus tersebut telah selesai
EKSPOSE INTERN
Merupakan tahap pemaparan atas hasil-hasil audit investigatif di lingkungan internal organisasi dengan melibatkan berbagai unsur pimpinan Tujuannya untuk memperoleh kesimpulan akhir apakah hasil audit telah cukup memenuhi syarat untuk diteruskan kepada instansi penyidik atau cukup diputuskan di tingkat pimpinan organisasi atau perusahaan
PENANDATANGANAN LAPORAN
Pada umumnya pihak-pihak yang harus menandatangani laporan sudah diatur dalam ketentuan yang berlaku pada organisasi atau perusahaan. Biasanya pimpinan unit organisasi audit atau Satuan Pengawasan Intern (SPI) / Satuan Kerja Auditor Intern (SKAI)
PENYAMPAIAN LAPORAN
Laporan final didistribusikan kepada pihak-pihak yang tepat dan seharusnya mendapatkan laporan tersebut untuk keperluan tindak lanjutnya
PROSES HUKUM ATAS LAPORAN AUDIT
Audit Investigatif pada Instansi Pemerintah
Hasil :
1. Kasus yang berindikasi Tindak Pidana Korupsi 2. Kasus Perdata atau kasus kerugian keuangan/kekayaan negara yang perlu dikenakan Tuntutan Perbendaharaan (TP) atau Tuntutan Ganti Rugi (TGR) 3. Kasus pelanggaran disiplin pegawai negeri
Proses Audit
Ekspose Intern
Indikasi TPK Tidak
Ya
Ekspose Ekstern
Proses Lid/Dik
Laporan Final
Memenuhi syarat Lid/Dik
Ya
Laporan Final diteruskan ke penyidik
Tidak Laporan Final
MEKANISME AUDIT INVESTIGATIF
Informasi Awal
1. 2. 3. Audit Reguler Pengaduan Masyarakat Permintaan Ins. Penyidik & Ins lainnya
STOP
Memenuhi unsur Merugikan Keuangan Negara
Audit Investigatif
Konsep LHAI
Ekspose Intern
Auditor
Perlu penelaahan awal Memenuhi Unsur TPK
Perlu investigasi
Indikasi TPK Ekspose Ekstern (Inst. Penyidik)
LHAI
Penyelidikan
KPK/POLRI/ KEJAKSAAN
Penyidikan
Penuntutan
Evaluation
Evidence
Investigative Audit
Cukup, Relevan dan kompeten
Audits Working Paper Physical Examination, Confirmation, Documentation, Observation, Inquires of the clients, Mechanical Accuracy, Analytical Procedures Investigator Audit Report
Hukum
Dua alat bukti, sah dan meyakinkan
Keterangan Saksi
Keterangan Ahli
Surat Petunjuk
Informasi yang diucapkan, dikirim, diterima/disimpan secara elektronik dengan alat optik atau yang serupa
Dokumen (rekaman data/informasi) Keterangan Terdakwa
Skills & Attributes of The Forensic Auditor
Professional Skills & Attitude 1. Accounting & Audit Knowledge 2. Business Process & Fraud Knowledge 3. Knowledge of Law & Rules Evidence 4. Investigative Mentality & Critical Skepticism 5. Understanding of Physiology & Motivation 6. Communication Skills 7. Understanding of Computers & IT Ethics 8. Independence & Objectivity 9. Respect for Access to Information & Privacy Law
ASSOCIATION of CERTIFIED FRAUD EXAMINERS
Auditor & Korupsi
Banyak Auditor tidak takut dengan korupsi Katanya korupsi untuk menafkahi anak bini Ketika mereka diselidiki Tak tahunya hasil korupsi untuk cari istri lagi Sedikit Auditor yang berani tidak korupsi Walaupun hanya terima kecilnya gaji Tapi mereka ikhlas dan teguh pada janji Mendukung Anti Korupsi membangun kejayaan negeri
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
85