Sensor proximity adalah sensor yang mendeteksi adanya objek
atau target tanpa adanya kontak fisik atau dapat disebut juga
saklar kedekatan, sensor ini adalah alat elektonis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindunginya dari pengaruh getaran,
cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebihan. Sensor ini dapat
diaplikasikan pada kondisi penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil/lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar.
Sensor bekerja berdasarkan jarak objek terhadap sensor, dengan cara
mendeteksi perubahan amplitudo suatu lingkungan dengan medan
frekuensi tinggi. Ketika ada objek mendekat maka sensor akan bekerja dan menghubungkan kontaknya, kemudian melalui kabel
yang tersedia bisa dihubungkan ke perangkat lainnya seperti lampu
indikator, relay, dan lain-lain.
Penggunaan sensor proximity antara lain:
1. Dapat mendeteksi objek yang sangat kecil.
2. Respon cepat dan kecepatan switching diperlukan. 3. Objek yang dideteksi harus diindra/check dengan adanya pembatasan
non logam seperti kaca, plastik, dan kertas karton.
4. Dapat digunakan di lingkungan yang berbahaya, di mana tidak diizinkan adanya kontak mekanik.
Gambar Sensor Proximity
Proximity sensor mempunyai bentuk yang bermacam macam, dan yang diuraikan kali ini adalah yang berbentuk silinder/ cylindrical. Berdasarkan bentuk kepala sensornya, terdapat 2 (dua) macam yaitu Shielded/ Flush dan
Unshielded/ Non-Flush. Shielded mempunyai ujung kepala sensor yang rata
dengan body dan sebaliknya (untuk lebih jelas lihat pada table). Bentuk kepala sensor ini juga mempengaruhi sensitifitas sensing dari sensor, artinya perbedaan ini juga berpengaruh pada jarak sensing. Selain bentuk kepala sensor jarak sensing juga sangat tergantung dari besar kecil sensor.
1. Induktif yaitu memakai 2 lempeng dengan 1 bagian lempeng pembuat medan dari sistem induksi. Bila objek mendekat maka medan akan dipantulkan dan menghasilkan induktansi tertentu sesuai jaraknya. Objek yang dideteksi umumnya dari metal dan respon frekuensi switch umumnya tinggi. 2. Capasitif yaitu memakai sistem 2 lempeng dan dialiri suatu frekuensi. Bila obyek mendekat diantara lempeng tersebut maka akan timbul kapasitansi dengan nilai sesuai jarak obyek. Obyek yang dapat dideteksi bisa dari logam atau non logam seperti cairan, tepung dan plastik. Harga jenis ini lebih mahal dan jarak sensingnya bisa diatur. 3. Magnetik yaitu memakai magnet permanen sebagai pemancar medan magnet. Obyek yang mendekat akan memantulkan medan magnet ke keping berikutnya. Harganya sangat mahal dan saklarnya dapat digunakan dengan rentang tegangan yang lebar. Outputnya dibuat dari kontak relay.
Salah satu aplikasi sensor proximity adalah pada pemasangan bumper
mobil dimana dimaksudkan untuk mendeteksi adanya objek disekitar
bumper mobil. Saat mobil bergerak mendekati suatu objek, pada jarak deteksi sensor proximity yang terpasang pada bumper akan mendeteksi
adanya objek. Jarak deteksi tersebut akan menghasilkan sinyal listrik
dalam rangkaian kemudian akan dikuatkan untuk mensaturasikan transistor outputnya. Jika terjadi saturasi maka switch output terjadi,
sehingga sebelum bumper mobil membentur sesuatu objek, alarm akan
berbunyi sehingga tidak akan merusak body mobil. Hal ini memudahkan mobil untuk parkir. dapat
Mobil ini memiliki sensor di bagian bumper depan dan belakang mobil. Prinsip kerjanya, ketika ada objek yang berada dalam jarak kurang dari 30 cm dari sensor tersebut maka alarm akan berbunyi beep panjang