0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan21 halaman

Basic Air Conditioner

Dokumen ini menjelaskan prinsip dasar sistem refrigerasi yang digunakan dalam air conditioner (AC), termasuk komponen utama seperti compressor, condenser, evaporator, dan expansion valve. Refrigerant R134a direkomendasikan karena ramah lingkungan dan memiliki sifat tekanan dan temperatur yang konstan. Proses sirkulasi refrigerant dalam sistem AC adalah siklus tertutup yang bertujuan untuk memindahkan panas dari dalam kabin ke lingkungan luar.

Diunggah oleh

solichin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan21 halaman

Basic Air Conditioner

Dokumen ini menjelaskan prinsip dasar sistem refrigerasi yang digunakan dalam air conditioner (AC), termasuk komponen utama seperti compressor, condenser, evaporator, dan expansion valve. Refrigerant R134a direkomendasikan karena ramah lingkungan dan memiliki sifat tekanan dan temperatur yang konstan. Proses sirkulasi refrigerant dalam sistem AC adalah siklus tertutup yang bertujuan untuk memindahkan panas dari dalam kabin ke lingkungan luar.

Diunggah oleh

solichin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BASIC AIR CONDITIONER

SAVE THE OZONE LAYER

PT. INTRACO PENTA, Tbk


SISTEM REFRIGERASI

Prinsip Dasar
Sistem Refrigerasi adalah proses perpinahan kalor (panas) dari suatu subtansi ke subtansi lain,
dengan cara memamfaatkan temperatur dan tekanan. Pada Unit AC (Air Conditioning) juga
memamfaatkan sistem refrigerasi yaitu memindahkan panas, dari udara di dalam kabin ke
lingkungan. Pada saat yang sama, temperatur udara di dalam kabin dan kelembaban diturunkan,
Agar dapat memindahkan kalor (panas) dari dalam cabin, maka dibutuhkan media yang
mempunyai temperaturnya lebih rendah dibanding udara sekitarnya. Pada sistem refrigerasi
dinamakan dengan Evaporator. Sedangkan alat untuk melepaskan kalor (panas) ke lingkungan
dinamakan dengan Condensor. Terjadinya perpindahan panas ini karena ada suatu subtansi
yang dinamakan dengan Refrigerant. Refrigerant ini dapat bekerja dengan efektif dibantu dengan
alat yang dinamakan Compressor dan Alat untuk menurunkan tekanan dari tekanan tinggi ke
tikaran rendah dinamakan Katup Exspansi (Expansion Valve).

Contoh : Jika air dipanaskan mencapai 100oC, maka mulai mendidih saat air mencapai batas
kemampuan panas (Over heat). Jika dilanjutkan memanaskan air, maka harus membuang
sejumlah panas sama dengan panas yang dibutuhkannya. Ini dipenuhi oleh proses mendidih yang
berarti beberapa dari air di konversi ke uap. Uap akan membawa masuk panas ada pada air. Jika
air digunakan jadi media penyerapan panas di dalam kabin tidak akan begitu effisien, karena titik
didih air terlalu tinggi dan perubahan kerja terhadap tekanan tidak begitu signifikan.

Pada unit Volvo Contruction Equipment (VCE), Jenis refrigerant yang direkomendasikan adalah
refrigeran yang ramah lingkungan, yaitu R134a. R134a memiliki perbandingan tekanan dan
temperatur yang konstan. Berarti pada saat temperatur naik atau turun, maka tekanan juga
mengikutinya. Titik didih refrigeran R134a adalah - 26oC.

1. Compressor 2. Condensor 3. Receiver Dryer 4. Exspantion Valve


5. Evaporator 6. Thermostate
Sistem Air Conditioner

Air Conditioner (pengkondisian udara) dapat dikatakan membutuhkan dua media perpindahan
panas, pertama (evaporator) yang posisikan di dalam cabin dan kedua (condenser) yang
diposisikan di depan radiator engine atau secara terpisah. Antara kedua alat perpindahan panas
tersebut dihubungkan dengan pipa/hoses ke dalam sistem.
Sistem diisi dengan refrigerant (R134a), yang dikompresikan compressor. Kipas (blower) pada
cabin, berfungsi untuk mensirkulasikan udara cabin melalui evaporator, dimana panas dari udara
ditransfer ke refrigerant dan udara yang dihembuskan keluar dari cooling unit mempunyai
temperatur lebih rendah.
Pada sistem AC, compressor berfungsi mengkompressikan refrigerant ke kondenser, sehingga
refrigeran mempunyai tekanan dan temperatur tingga. Di condenser, panas dilepaskan ke
lingkungan sehingga refrigerant menjadi lebih dingan dan berubah fasa dari gas menjadi cair.
Refrigeran cair tersebut diteruskan ke receiver dryer untuk di disaring dan diaccumulasikan dari
refrigeran berfasa gas, supaya yang mengalir menuju expansion valve berfasa cair. Dari receiver
dryer, refrigeran menuju expansion valve (orifice) untuk di exspansi dari tekanan tinggi menjadi
tekanan rendah. Hal ini bertujuan untuk membuat temperatur refrigeran yang menuju evaporator
sangat rendah serta tekanan rendah. Setelah menyerap panas di evaporator, refrigeran berubah
fasa dari cair menjadi gas, untuk di teruskan ke kompressor. Refrigeran dari kompressor di
kompresikan kembali ke kondensor, dan seterusnya. Dari sini terlihat, sirkulasi refrigerant di
dalam sistem refrigerasi adalah siklus tertutup (close circle).

Siklus Refrigerasi untuk Air Conditioner

Low Pressure Side

High Pressure Side


Unit air conditioning terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain :

1. Compressor
Berfungsi untuk mengkompressikan dan mensirkulasikan refrigerant ke suluruh bagian sistem.
Compressor di tempatkan di samping engine dan digerakkan oleh V-belt dari crankshaft pulley
atau pulley engine coolant pump. Sebuah ektromagnetic clutch pada pully compressor yang
berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan hubungan ke penggerak compressor.

2. Condenser
Berfungsi untuk melepaskan panas dari refrigeran ke lingkungan. Di condenser terjadi proses
Kondensasi yaitu proses perubahan dari refrigeran fasa gas menjadi fasa cair. Terjadinya
perubahan fasa Refrigeran, karena adanya pelepasan panas dari refrigerant ke lingkungan,
sehingga refrigerant yang keluar dari kondensor sudah befasa cair dan bertekanan tinggi.

3. Thermostat
Fungsi dari thermostat adalah untuk memutuskan power suplay ke compressor cluctch pada
o
saat temperatur refrigerant keluar dari evaporator mendekati +1 C. Hal ini untuk menghindari
resiko terbentuknya bunga ice di evaporator, jika temperatur turun dibawah nol. Pada saat
temperatur refrigeran keluar evaporator meningkat mendekati +o6C, maka power switch
menutup kembali dan compressor beroperasi kembali.

[Link]
Berfungsi untuk menyerap panas di dalam kabin. Di evaporator terjadi proses evaporasi, yaitu
perubahan fasa refrigerant cair menjadi fasa gas. Hal ini terjadi karena adanya penyerapan
panas dari dalam kebin ke refrigerant, sehingga temperatur refrigerant naik, yang
mengakibatkan refrigerant mendidih, sehingga refrigeran yang keluar dari evaporator
berbentuk gas. Karena adanya perpindahan panas dari dalam kabin ke refrigerant maka
temperatur udara di dalam kabin turan.

[Link] Valve
Savety valve ditempatkan dibelakang bagian ujung plat compressor (tutup compressor bagian
belakang atau pada keluaran (discharge) compressor. Fungsinya untuk mencegah terjadinya
tekanan yang berlebihan di dalam sistem yang bisa menyebabkan kerusakan pada
sisterlemah. Apabila high pressure monitor tidak berfungsi maka safety valve akan bekerja
yaitu membuka pada tekanan 3,5-4,1 Mpa (507 Psi - 594 Psi) dan menutup ketika tekanan
turun mendekati 2,5 Mpa (362 Psi). Refrigerant masuk kedalam expansion valve berfasa cair,
dengan tekanan dan temperature tinggi. Fungsi dari expansion valve adalah untuk
menurunkan tekanan dan mengontrol jumlah refrigerant yang harus diinjeksikan ke dalam
evaporator. Penurunan tekanan dilakukan dengan cara melewatkan refrigeran ke lubang kecil
(orifice). Yang mengatur jumlah refrigeran yang di injeksikan kedalam evaporator adalah Balap
Valve.
6. Receiver Drier/Refrigerant Reservoir
Berfungsi sebagai filter dan mengacumulasikan refrigeran berfasa cair untuk
diteruskan ke evaporator serta membersihkan refrigeran yang melewatinya dari
material dan Bram yang terbawa refrigerant. Receiver Dryer berisi sebuah filter
dan desiccant untuk menyerap kotoran dan uap air terbawa refrigerant. Receiver
dryer di tempatkan di antara condenser dan evaporator

7. Pressure Monitor
Sebuah pressure monitor ditempatkan pada bagian yang memiliki tekanan tinggi.
Fungsinya untuk melindungi sistem jika terjadi over pressure atau low pressure,
dengan cara memutuskan power ke magnetic clutch compressor.

Catatan : Penghubung antar komponen tersebut dapat digunankan pipa aluminium,


tembaga dan rubber hoses, semuanya itu tergantung dari kebutuhan dan penempatan
peralatan terebut.

EXPANSION VALVE
Fungsi dari Thermostatic Expansion Valve adalah mengontrol
volume refrigerant yang diinjeksikan di dalam evaporator.
Pengontrolan tercapai apabila ball valve yang diaktifkan oleh
diapragma melalui push rod. Diapragma bergerak jika ruangan
bagian dalamnya terpenuhi oleh gas yang dihubungkan ke capilary
coil. Capilary coil dipasang/dirapatkan dengan outlet pipa evaporator
dan mendeteksi temperautr di dalam pipa. Gb. 2 Bagian Expansion Valve
1. Ball Valve
2. Diaphragm
Catatan : Pastikan penempatan Balb ujung kapiler coil menempel 3. Capillary Coil
4. Compression Spring
sempurna dengan pipa outlet evaporator, untuk
menghindari cairan refrigerant masuk compressor.
Pada saat air conditioning di start, expansion valve memngijinkan
refrigerant masuk kedalam evaporator. Selama evaporator lebih
suhu dingin, gas di dalam capilary coil selalu dingin dan volume gas
menurun. Berarti tekanan di bagian dalam ruangan diapragma
menurun dan katup bola (ball valve) dapat kembali. Pada saat aliran
refrigerant menurun, temperatur evaporator meningkat. Capilary coil
mendeteksi kenaikan temperatur dan expansion valve kemudian Gb. 3 Posisi Expansion
akan meningkatkan alian ke evaporator sekali lagi. Valve terbuka

Expansion Valve menambah dan mengurangi jumlah refrigerant


yang akan masuk ke dalam evaporator, supaya temperatur
evaporator tetap ideal dan terjaga. Supaya cairan refrigerant tidak
masuk ke dalam comppressor dan memastikan refrigeran yang
meninggalkan evaporator sudah befasa gas (over heat).

Gb. 4 Posis Expansion Valve tertutup


THERMOSTAT

Fungsi thermostat adalah untuk mencegah terbentuknya accumulasi


bunga ice pada evaporator dengan cara memutuskan hubungan
circuit kelistrikan ke kompresor clutch. Capilary coil mempunyai tiga
gerak putar, dan dihubungkan dengan outlet line evaporator. Jika
temperatur refrigerant pipa keluaran evaporator turun mendekati +
o o
1 C (34 F), maka tekanan gas di dalam pipa capillary coil thermostat
turun maka tekanan tersebut memutuskan switch elektrik thermostat
ke compressor clutch dan compressor berhenti beroperasi. Ketika
comressor berhenti beroperasi temperatur di dalam kabin menjadi
naik + 6oC (43oF), maka switch electric thermostat aktif dan
mengaktifkan compressor clutch (compressor beroperasi).
Gb. 6 Thermotat

Catatan : Pastikan penempatan ujung kapiler coil thermostat


terpasang sempurna di outlet pipe evaporator.

EVAPORATOR

Fungsi Evaporator adalah menyerap panas yang ada di dalam


kabin dan udara lingkungan yang disupplay ke dalam kabin.
Evaporator terdiri dari coil pipa dan fin aluminium. Selama AC
beroperasi, di evaporator akan terbentuk kondensasi air di
permukaan evaporator karena temperatur evaporator lebih
rendah dari temperatur udara. Air hasil kondensasi di tampung di Gb. 7 Evaporator
Water Colector dan di dan dibuang melalui Drain line pipe. 1. Connecting pipe (hose) hight pressure dari receiver
drier
2. Connecting pipe (hose) low pressure menuju
compressor
3. Expansion Valve
4. Service Valve, low pressure
5. Capillary Coil

COMPRESSOR

Compressor adalah bagian yang bekerja pada sistem Air


Conditioner. Fungsi dari compressor adalah mengkompresikan
refrigerant ke seluruh sistem. Compressor dapat
mengkompresikan refrigeran dibantu oleh piston. Piston bekerja
secara secara horizontal maju dan sampai pada ujung pada
compressor housing. Pada umumnya jumlah piston untuk Gb. 8 Compressor
1. Rotating cam
R134a adalah 7 piston dan untuk R12 adalah 5 piston dan 2. Piston rod
3. Piston ring
piston tersebut tersusun secara melingkar. Gerakan piston 4. Outlet valve
5. Inlet Valve
terjangkit oleh drive shaft melalui rotating cam, piston rod plate dan 6. Safety valve
piston rod, yang digerakkan oleh putaran crankshaft engine di 7. Piston
8. Oil plug
hubungkan dengan v-belt ke pulley compressor. Piston di susun
secara journal pad, terdapat pada piston rod plate dan piston
rod Plate mempunyai Ball Bearing. Rumah compressor dan
rumah valve terbuat dari aluminium dan piston beroperasi didalam
compressor housing.
Valve plate terbuat dari lempengan baja dan ada lubang sebagai
tempat masuk dan keluarnya refrigerant. Valve sejenis lembaran
baja tipis (Valve control/klep) dan dibautkan pada plate cylinder
head. Klep tersebut mengontrol tekanan hisap dan tekanan hasil
gerakan [Link] ujung plate terdapat drive shaft seal, seal
terdiri dari O-ring, lip seal dan graphite seal. Terdapat oil filler plug
(tempat pengisian oli) pada bagian atas compressor housing.
Gb. 9 Posisi Suchtion
Catatan : Oil plug tidak boleh dibuka pada saat sistem diisi
dengan refrigerant, dapat mengakibatkan kebocoran
refrigeran.

Gb. 10 Posisi Discharge

COMPRESSOR CLUTCH

Compressor clutch adalah jenis tipe electromagnetic, dengan


fixed magnet. Electromagnetic terdiri dari lilitan melingkar pada
batang baja yang dibautkan ke compressor haousing. Bagian
yang bergerak terdiri dari sebuah pulley dan hub yang diikatkan
pada drive plange yang melingkar. Pulley di pasang ke
compressor housing dengan dua ball bearing.

Catatan : Gambar di samping memperlihatkan bahwa pulley (2)


berputar ketika posisi compressor clutch disengaged. Gb. 10 Compressor clutch disengaged
1. Electromagnet
2. Belt Pulley
3. Hub
4. Drive flange
5. Compressor shaft
Ketika switch ON/OFF air conditioning dioperasikan, gulungan elektromagnetic akan di
aliri arus listrik yang mengakibatkan terbentuknya medan gaya magnet pada magnetic
clutch. Gaya magnet menarik drive plange berlawanan dengan belt pulley. Gesekan
antara belt pulley dengan drive plange menghasilkan gerakan di drive plange, begittu juga
compressor shaft mengikuti putaran belt pulley.

Pressure
relief valve

Gb. 11 Compressor
CONDENSER

Condenser merupakan bagian komponen dari sistem air


conditioning, dimana refrigeran panas berfasa gas, keluar
dari compressor didinginkan dan dikondensasi sehingga
fasa refrigerant tersebut burubah menjadi fasa cair. Pada
condenser terjadi proses kondensasi.
Condenser terdiri dari coil pipa dan fins (sirip-sirip) untuk
memindahkan panas.
Condenser ini ditempatkan di depan radiator engine, GB. 12 Condenser
mendapatkan sirkulasi udara dari radiator engine fan, atau
dengan cara terpisah sebuah fan independent.

RECEIVER DRYER/RESERVOIR

Fungsi dari receiver dryer adalah menyaring refrigerant


yang melewatinya dan mengacumulasikan refrigeran cair
untuk diteruskan ke expansion valve serta mencegah
refrigerant berfasa gas mengalir ke expansion valve.
Refrigeran yang akan dialirkan dari receiver drier berada
pada posisi bagian bawah. Penyaringan refrigerant oleh
filter (desiccant) dari bram, uap air serta kotoran yang
terbawa pada saat kompressi berlangsung. Hal ini
bertujuan untuk menghindari terjadinya penyumbatan di
expansion valve.
GB. 13 Receiver Drier
1. High pressure connection
Catatan : Pastikan mengganti receiver drier, apabila 2. Sight glass
3. O-ring connection
sistem dari dibuka atau dari kemasukan udara
luar.
Biarkan protective plugs (tutup pelindung) pada
receiver dryer, samapai akan dihubungkan ke
sistem.

PRESSURE MONITOR
3
Pressure monitor ditempatkan pada bagian sebelah
tekanan tinggi. Fungsinya melindungi kompressor dari
kerusakan jika terjadi tekan terlalu tinggi 3.2 -4.1 Mpa atau
464 - 595 Psi) atau terlalu rendah (2.5 Mpa atau 362 Psi).
Jika hal ini terjadi pressure monitor akan memutuskan arus GB. 14 Receiver Drier
1. High pressure connection for
listrik ke compressor clutch. discharging and charging
2. Port inlet
3. Filter body
REFRIGERANT HOSES

Refigerant hoses pada bagain dalamnya terbuat dari


Polyamide, agar dapat mencegah kebocoran refrigerant
dan mengurangi gesekan refrigeran dan dinding hose. Jika
gesekan refrigerant dengan dinding hose terlalu tinggi,
akan menyebabkan presssure drop yang berlebihan.

Diameter dalam Radius tekukan


7,9 mm 90mm
10,3mm 102mm
15,9mm 165mm

Catatan : Hindari radius bengkok yang berlebihan, karena


dapat menyebabkan hose rusak atau patah. Ikuti
tabel diatas.

Setiap hoses harus mempunyai O-ring pada bagian


ujungnya, panjang dan dimensinya disesuaikan pada
lokasi di unit.

Pada saat hoses dilapas, maka harus dipasang tutup


pelindung pada ujung-ujungnya dan begitu juga pada
komponen yang terbuka harus ditutup agar tidak
terkontaminasi dengan kotoran dan udara luar.

Catatan : Tidak boleh menukar hoses air conditioner


dengan hoses yang tidak direkomendasikan oleh
Volvo. Perhatikanm kualitas dan kondisi hoses
pada saat penginstallan sistem Air Conditioner.

Catatan : Setiap penyambungan Hoses ke bagian dari


sistem, harus menggunakan seal standart.
REFRIGERANT
Refrigerant adalah fluida kerja yang bersirkulasi dalam siklus refrigerasi. Refrigerant
merupakan komponen terpenting siklus refrigerasi karena refrigerant yang menimbulkan
efek pendinginan dan pemanasan pada mesin refrigerasi. ASHRAE (2005) mendefinisikan
refrigeran sebagai fluida kerja di dalam mesin refrigerasi, pengkondisian udara, dan sistem
pompa kalor. Refrigeran menyerap panas dari satu lokasi dan membuangnya ke lokasi yang
lain, biasanya melalui mekanisme evaporasi dan kondensasi.

Tabel 5.1. Sifat termofisik beberapa refrigeran


Parameter R-12 R-22 R134a R-114 R-500 R-502 R-717 R-718
Simbol kimia CCl2F2 CHClF2 HC2HCF3 CClF2 - - NH3 H20
Berat molekul 120.9 86.5 102.03 170.9 99.29 112 17 18
Titik didih (0C, 1 atm) -29.8 -40.8 -26.14 3.6 -33.3 -45.6 -33.3 100
Titik beku (0C, 1 atm) -157.8 -160 108 -77.8
Cp/Cv (g) 1.13 1.18 1.31 1.4
Suhu kritik (0C) 112.2 96.1 101.02 132.8
Tekanan kritik (kPa) 4115.7 4936.1 1423.4
Panas laten penguapan (kJ/kg) 161.7 217.7 1314.2

yang namanya freon mulai dari R12-R134a semuanya adalah zat cair yg punya titik didih di
bawah 0 derajat Celcius kira2 di kisaran -26.14 °C. Apabila suhunya di -18°C, refrigerant
akan menjadi gas dari wujud aslinya cair.
Karakteristik inilah yg dimanfaatkan dalam sistem pendingin.

Catatan : Jangan berlebihan mengisi refrigerant, apabila berlebih, refrierant yang menuju
kompresor masih akan berwujud cair, sehingga kompresor akan rusak karena bekerja
menekan zat cair.

Sifat Refrigeran
¹ Tekanan penguapan harus cukup tinggi
¹ Sebaiknya refrigeran memiliki suhu pada tekanan yang lebih tinggi, sehingga dapat
dihindari kemungkinan terjadinya vakum pada evaporator dan turunnya efisiensi volumetrik
karena naiknya perbandingan kompresi
¹ Tekanan pengembunan yang tidak terlampau tinggi, apabila tekanan pengembunannya
terlalu rendah, maka perbandingan kompresinya menjadi lebih rendah, sehingga
penurunan prestasi condensor dapat [Link] refrigeran yang bersirkulasi
menjadi lebih kecil
¹ Volume spesifik ( terutama dalam fasa gas ) yang cukup kecil, Refrigeran dengan kalor laten
penguapan yang besar dan volume spesifik gas yang kecil (berat jenis yang besar) akan
memungkinkan penggunaan kompresor dengan volume langkah torak yang lebih kecil.
¹ Koefisien prestasi harus tinggi, dari segi karakteristik termodinamika dari refrigeran,
koefisien prestasi merupakan parameter yang terpenting untuk menentukan biaya operasi
¹ Konduktivitas termal yang tinggi, konduktivitas termal sangat penting untuk menentukan
karakteristik perpindahan kalor
¹ Viskositas yang rendah dalam fasa cair maupun fasa gas, dengan turunnya tahanan aliran
refrigeran dalam pipa, kerugian tekanannya akan berkurang
¹ Konstanta dielektrika dari refrigeran yang kecil, tahanan listrik yang besar, serta tidak
menyebabkan korosi pada material isolator listrik
¹ Refrigeran hendaknya stabil dan tidak bereaksi dengan material yang dipakai, jadi juga
tidak menyebabkan korosi
¹ Refrigeran tidak boleh beracun
¹ Refrigeran tidak boleh mudah terbakar dan mudah meledak
¹ Sebaiknya refrigeran menguap pada tekanan sedikit lebih tinggi dari pada tekanan atmosfir.
Dengan demikian dapat dicegah terjadinya kebocoran udara luar masuk sistem refrigeran
karena kemungkinan adanya vakum pada seksi masuk kompresor (pada tekanan rendah).

HEATING UNIT

CARA KERJA

Heating unit menggunakan coolent untuk pemanasan di dalam cabin. Pada saat heater valve
terbuka, coolent panas akan mengalir melalui heater core atau sirif pemanas, dan menahan
panas seelum kembali ke engine.
Pada saat valve menutup aliran coolent yang panas akan berhenti dan proses perpindahan
panaspun terhenti.

Penting ! jika heater valve tidak pada posisi pengaturan yang tepat maka kemampuan proses
pendinginan air conditioner menjadi terganggu. Dan akan hangat masuk ke cabin. Udara
dihembuskan ke dalam cabin melalui filter setelah udara dihembuskan melalui filter maka
dihisap ke fan ditekan melalui heater core dan didistribusikan ke cabin.
INSTRUKSI PERBAIKAN

INSTRUKSI KESELAMATAN KERJA


Refrigerant R134a telah dikembangkan sehingga memiliki resiko yang rendah terhadap
lingkungan dibanding pndahulunya R12. R134a tidak merusak lapisan ozon seperti R12,
walaupun R134a memberikan konstribusi terhadap rumah kaca dan tidak harus intensif dibuang
ke udara luar.
R134a “Tetrafluouethane” adalah refrigerant yang dipergunakan di air conditioning
sistem ini. Perundang-undangan lingkungan hidup membutuhkan bahwa refrigerant dari jenis
lain harus diperhatkan dan dipergunakan pad kondisi yang tepat. Selama segala sesuatu
terpenuhi, ketika terjadi resiko dalam pembuangan R134a, maka harus mengikuti petunjuk
berikut :

PERSONNEL COMPETENCE AND ACCREDITATION (AUTHORIZATION)


Pada beberapa negara, workshop harus terakreditasi baik kemampuan menahan
refrigerant dan kerja dari sistem air conditioning [Link] workshop yang terakreditasi,
sekurang-kurangnya ada satu seorang supervisor yang berkompeten dibidang tersebut.
Sertifikat harus berstandar nasional dan disahkan oleh pemerintah setempat.

SERVICE EQUIPMENT
Tempat/wadah tekanan, unit pemasukan dan pengeluaran, hoses dan lain-lain.
Dipergunakan untuk dan satu jenis refrigerant tidak tercampur dengan jenis refrigerant yang lain.
Walaupun hanya sedikit R12 yang tercampur dalam R134a, maka akan berdampak sangat
besar, bahkan akan merusak komponen yang lain.
PERINGATAN

R134a sangat mudah menyebabkan pembekuan jika terkena kulit. Untuk itu selalu
ikiti petunjuk keselamatan kerja jika melakukan perbaikan sistem.
Alat-alat pelindung
Pada saat memegang :
Pergunakan sarung tangan pelindung pada kulit untuk menghindari risiko keram (beku)
Risiko
Dalam bentuk cairan, maka refrigerant dapat menyebabkan sedikit keram (beku)
Pada saat refrigerant dalam bentuk gas dan konsentrasinya rendah, gas dapat menyebabkan
sedikit efek seperti jantung berdebar/gugup.
Pada konsentrasi tinggi, gas dapat berdampak pada pernapasan.
Langkah-langkah yang dilakkan pada saat terjadi kecelakaan :
Pernapasan :
- Pada saat membuang refrigerant tinggalkan tempat tersebut dan suruh pindah orang-
orang yang ada disekitar lingkungan berbahaya ke udara segar.
- Pada kasus yang serius, cari pertolongan dokter
Kontak Kulit
- pada kasus kejang/pembekuan, cari iar hangat dan rendam untuk beberapa saat. Jika
banyak refrigeran yang kontak dengan kulit maka gunakan air yang lebih banyak atau kain
hangat.
- Pada kasus yang serius, cari pertolongan dokter
PERAWATAN SISTEM AIR CONDITIONER

Compressor

Bila kita ingin mengoperasikan AC unit, lakukanlah pada saat RPM rendah. Posisi RPM
(atau rotation per minute) rendah ada pada saat mesin idle. Hal ini bertujuan untuk
menghindari gesekan yang terlalu keras antara pulley dan pressure plate (plat penekan)
pada kompresor AC.

Pulley dan pressure plate memang menjadi komponen yang sangat penting dalam sistem
kerja AC. Pressure plate adalah komponen yang bertugas sebagai penghubung sehingga
poros kompresor AC dapat berputar. Tugas sebagai penghubung itu baru bisa dijalankan
setelah pressure plate menempel ke pulley. Pressure plate ini akan mendekati (sampai
melekat) ke pulley ketika kita menghidupkan AC.

Masalahnya, pulley adalah komponen yang selalu berputar selama mesin hidup. Dan,
putaran pulley itu berubah-ubah. Kadang cepat, kadang lambat. Tinggi rendahnya putaran
pulley tergantung kerja mesin. Pulley akan berputar cepat ketika putaran engine RPM tinggi
atau pun sebaliknya, lambat pada saat RPM engine rendah.

Dari cara kerja itu kita bisa memperkirakan, kapan waktu yang tepat untuk menempelkan
pressure plate ke pulley. Dan kita pun bisa membayangkan apa yang terjadi bila kita
menempelkan pressure plate pada saat putaran RPM sangat tinggi. Pada putaran RPM
tinggi, gesekan antara permukaan pressure plate dan pulley akan sangat tinggi. Bila
kebiasaan ini terus terulang, permukaan gesek dua komponen ini akan cepat aus. Bila
sudah terlanjur aus, efek berikutnya cukup merepotkan: tenaga putar mesin tidak dapat
diteruskan secara maksimal ke kompresor AC. Akibatnya AC terasa kurang dingin. Kedua,
terdengar suara berisik pada kompresor AC. Dan ketiga, dapat menyebabkan kompressor
jadi rusak.
Tips Merawat AC Heavy Equipment

Karena dipergunakan terus-menerus, terutama di saat unit beroperasi atau di site, agar
tetap beroperasi optimal, unit AC juga memerlukan perawatan supaya umur AC lebih
panjang. Gejala-gejala malfungsi yang wajib diperhatikan.

1. Bau Busuk
Bau busuk yang keluar begitu AC dinyalakan terjadi akibat adanya bakteri, micro-
organisme, jamur yang menumpuk di sekitar kisi-kisi AC, terutama kisi-kisi di grill udara
keluar dan di dalam saluran udara. Untuk menghilangkan bau mengganggu itu, bersihkan
dengan anti-bacterial treatments. Ketika jamur sudah bersih, udara yang disemprotkan AC
akan segar lagi.

[Link] Dingin
Bila AC kurang dingin, tiba waktunya untuk diservice. Menurunnya daya kerja AC bisa
disebabkan adanya kebocoran, refrigerant sudah waktunya diganti/ditambah.

3. Hidupkan Terus Menerus


Sistem AC yang hidup terus, selama unit di operasikan akan justru lebih bagus untuk
meningkatkan kinerja dan kesegaran fisik operator. Selama unit AC beroperasi,
mendorong refrigerant terus bersirkulasi. Refrigerant yang bersirkulasi tersebut
mengandung pelumas yang melumasi seluruh sistem dan mencegah kebocoran. Yang
paling penting pelumas pada refrigerant melumasi dan merawat kompresor. Juga menjaga
seal dan hose tetap lembab, sehingga terjaga dari resiko retak karena kering yang bisa
berujung pada kebocoran sistem.

4. Jangan Remehkan Bunyi Aneh


Jika muncul suara-suara aneh, tidak biasa dari AC yang sebelumnya tidak ada, sangat
disarankan untuk sesegara mungkin untuk diservice. Ada suara-suara yang merupakan
gejala awal/indikasi kerusakan kompresor. Kompresor adalah bagian paling mahal dari
sistem AC. Bila bearing pada kompresor pecah/rusak, berarti komponen-komponen lain
terkontaminasi partikel logam itu. Sistem harus dikuras plus penggantian kompresor dan
komponen lain.

5. Normal, Ada Tetesan Air


Bila ada tetesan air di bawah kabin, jangan terkejut karena itu normal-normal saja. Itu
berasal dari evaporator. Evaporator memiliki pipa yang memungkinkan evaporator
mengalirkan air keluar mobil. Kadang-kadang pipa ini tersumbat atau patah sehingga
evaporator tidak bisa mengalirkan air ke luar mobil dan malah ke dalam kabin. Problem ini
bisa diatasi dengan murah.
6. Perawatan Berkala
Untuk menjaga performance AC tetap terjaga, perlu melakukan perawatan AC secara
berkala. Contoh filter perlu dibersihkan dari kotoran dan kelembaban. Bila filter kotor,
kinerja sistem terganggu dan bisa membuat sistem tidak bekerja sama sekali. Sebiknya
scedule maintenance dilakukan setiap 1000 Hm.
Hal hal yang harus dilakukan adalah :
1. Periksa tekanan refrigerant sisten
2. Periksa kondisi hoses
3. Periksa sambungan hoses
4. Periksa sirkulasi refrigeran di dalam system (sight glass)
5. Bersihkan filter (cabin dan fresh air)
6. Bersihkan condenser
7. Bersihkan Evaporator

Untuk melakukan Overhoul unit AC sebaiknya dilakukan sekali 10000 Hm. Hal - hal
yang perlu dilakukan adalah :
1. Ganti Receiver Drier
2. Kuras dan ganti Oil Compressor
3. Service Blower cooling unit dan saluran udara (ducting)
4. Bersihkan Evaporator
5. Bersihkan condenser
6. Kuras refrigeran yang tertinggal di Hoses
Conversi R12 menjadi R134a

Dilihat dari awal penggunaan Freon R134a dan karateristik yang membedakan Freon
R134a dengan R12, sbb:
Pada tahun 1985-1988 dipublikasikan tentang ditemukannya fenomena perusakan lapisan
ozon yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan freon (refrigerant) R12 pada sistem
ACl. Dari sini berkembang untuk mengatur penggunaan dan jadwal produksinya sehingga
semaksimal mungkin, tidak lagi menggunakan freon R12 pada kendaraan, rumah tangga
dan Peralatan Heavy Equipment yang diproduksi sejak 1989, maka dibuatlah freon
pengganti R12 tadi, yaitu R134a dengan tetap memiliki sifat yang sama dengan R12 yaitu
antara lain:

Merupakan senyawa kimia utama yang stabil untuk membawa panas dan tidak
mudah terbakar.
Memiliki karakteristik tidak berbau, tidak berwarna dan tidak bersifat korosif juga
tidak beracun. Pada freon R134a dibuat agar seminimal mungkin tidak menipiskan
lapisan ozon

R12 : Karakter Molekul R12 (CCI2F2), diameter = 4,4Å


R134a : Karakter Molekul R134a (HC2HCF3), diameter = 4,2Å

GB. Tabung Refrigerant R12 dan R134a

Jika harus melakukan conversi sistem AC, yang harus diperhatikan spareparts yang
digunakan juga akan mengalami penyesuaian bentuk, ukuran dan ciri-ciri yang dimiliki
Freon R134a yaitu :

Sparepart yang mengalami penyesuaian seperti :


Magnet Clutch
Tekanan pada suhu tinggi R134a lebih tinggi dari R12, sehingga
kompresor butuh tenaga lebih besar untuk mengkompresi freon.
Sehingga butuh model Magnetic Clutch yang berdaya kerja lebih
baik dan kuat, selain itu rotor dan bearing pun dibuat spek yang
lebih baik dari sistem [Link] magnet clutch tidak
disesuaikan akan mengkaibatkan sistem tidak akan bekerja
dengan maksimal.
2. Receiver Dryer
Sampai sekarang isi receiver dryer menggunakan Silica-Gel untuk
menghilangkan uap air, sehingga untuk R134a dibutuhkan Silica-Gel yang
lebih banyak. Untuk memisahkan air pada R134a digunakan Zeolite untuk
menggantikan Silica-Gel.

3. Hose/Selang
Sampai saat ini selang tekanan tinggi dan rendah menggunakan
NBR ( Nitrile Butadiene Rubber ). Jika tetap digunakan selang R12
untuk sistem R134a akan menyebabkan kebocoran freon pada
selang High Press atau Low Press. Dengan demikian selang pada
high press dan low press dianjurkan juga

4. Oil Compressor
Oli kompresor R12 tidak dapat larut dengan freon R134a sehingga tidak
dapat bersirkulasi dengan baik. Ini akan menyebabkan kerja kompresor
tidak maksimal dan akan mengakibatkan umur kompresor menjadi
pendek/cepat rusak. Oli kompresor R12 adalah ND-OIL6 (mineral oil)
atau ND-OIL7 Oli kompresor R134a adalah ND-OIL8 (synthetic oil)
atau ND-OIL9. Pada umumnya di setiap kompresor tertera stiker yang
menunjukkan jenis oli kompresor yang seharusnya dipakai.

5. Expansion Valve (TXV) atau Expansion Valve Requlator (EPR)


Akibat tekanan yang lebih tinggi maka bukaan klep pada expansion
valve dan EPR juga disesuaikan sehingga kapasitas pendinginan yang
dihasilkkan akan sama seperti dingin yang dihasilkan saat menggunakan
R12.

6. Seal Oring
Pada sistem AC R12, digunakan NBR ( Nitrile Butadiene Rubber )
sebagai bahan dasar penyekat/seal termasuk O-Ring, Lip-Seal pada
kompresor dan selang-selangnya. Sialnya, NBR ini larut dengan freon
R134a karena akan mengembang dan membusa. Sistem R134a
menggunakan RBR (Rubber in Behalf of R134a), jadi bisa dibilang karet
sealer khusus R134a. Secara fisik O-Ring untuk R134a lebih tebal
(gemuk) ketimbang R12.
7. Sistem sambingan pipa atau Nepel
Sistem penyekatan pada sambungan selang/pipa pun berbeda antara
sistem R12 dengan R134a. Hingga perubahan pada katup/socket
pengisian freon pun berubah.

[Link] Switch ( High Press - Low Press)


Dari hal-hal di atas sudah terlihat bahwa tekanan dalam sistem R134a
lebih besar dari R12, tentunya Pressure Switch yang dipakai untuk
ON/OFF kompresor perlu berubah juga.

9. Condenser
Pada sistem R134a, tekanan pada sisi tekanan tinggi lebih besar
ketimbang R12, sehingga terlihat perubahan bentuk pada fin/ sirip-sirip
yang dibuat lebih rapat dengan tube yang lebih tipis/ramping agar dapat
melepas radiasi panas lebih baik.

Anda mungkin juga menyukai